Posted in Bahasa Inggris

Peluang Riset

Bingung mencari topik buat skripsi, thesis, paper untuk conference, ide penelitian masa depan saat melamar beasiswa atau semacamnya-

Beberapa orang pernah menghubungi saya untuk minta izin melakukan penelitian di Sekolah TOEFL untuk skripsi dan paper untuk conference. Secara pribadi, saya mendukung hal-hal positif seperti ini. Artinya, Sekolah TOEFL bisa berkontribusi untuk bidang penelitian juga, diluar hal-hal yang menjadi fokusnya.

Hari ini saya ingin mengumumkan bahwa saya membuka peluang bagi teman-teman yang ingin melakukan penelitian di Sekolah TOEFL atau pun di Sekolah Inggris. Kita punya ribuan siswa tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Profesi mereka bervariasi, mulai dari siswa SMA, Mahasiswa, Pekerja Professional, sampai Ibu Rumah Tangga. Silahkan dimanfaatkan dengan baik.

Saya bisa bantu menghubungkan anda dengan siswa, seperti menyebarkan questionnaire, survei atau pun permohonan menjadi responden untuk wawancara.  Kemungkinan besar anda akan mendapatkan respon yang banyak dari siswa, karena memang kita fokus kepada bagaimana agar bisa membawa perubahan positif untuk diri sendiri dan orang lain.

  • Bingung mencari topik penelitiannya?

Dibawah ini saya berikan gambaran-gambaran topik penelitian yang bisa menjadi starting point anda:

  1. A comparative study of Sekolah TOEFL/Sekolah Inggris and Massive Online Open Courses (MOOC)
  2. An analysis of a sustainable online learning system.
  3. How to build an online learning system that is suitable for disadvantaged people.
  4. The effectiveness of an online learning system for enhancing student motivation, student attitude and student achievement.
  5. Analyzing the effects of Sekolah TOEFL/Sekolah Inggris on student’s self esteem.
  6. Analyzing the effects of Sekolah TOEFL/Sekolah Inggris on students with low self-esteem.
  7. Searching for the appropriate communication styles in an online learning system.
  8. Sekolah TOEFL/Sekolah Inggris and Massive Online Open Courses (MOOC): How different are they?
  9. Knowledge of TOEFL and students’ future achievements.
  10. Why has/have Sekolah TOEFL/ Sekolah Inggris attracted more people than other online learning systems?
  11. An effective method to increase student participation in an online learning system.
  12. How to reduce student anxiety in an online learning system?
  13. The blended learning system for disadvantaged people.
  14. How do Indonesians perceive TOEFL or English?
  15. The impact of international English tests on Indonesians.
  16. Integrating technology and online learning resources into ELT.
  17. Analyzing the effectiveness and success of Sekolah TOEFL/Sekolah Inggris.
  18. Other factors affecting the teaching and learning process in an online learning system.
  19. Lessons learned from sekolah TOEFL/Sekolah Inggris.
  20. Analyzing the expected returns of education among Indonesians.

Dan seterusnya. Silahkan eksplor sendiri sesuai bidang ilmu anda.

  • Bagaimana prosedurnya bila ingin melakukan penelitian di Sekolah TOEFL dan Sekolah Inggris?

1. Pastikan anda sudah memahami secara menyeluruh apa itu Sekolah TOEFL dan Sekolah Inggris. Silahkan eksplor dahulu informasi di blog ini.

2. Pastikan anda menjaga etika-etika dalam penelitian, seperti menjaga kerahasiaan responden, dan lain-lain.

3. Pastikan anda sudah memahami apa yang ingin anda teliti.

4. Selanjutnya, hubungi saya.

Yuk, kita saling bantu dalam kebaikan.

Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

Posted in Studi di Amerika

Penghibur Hati Musafir Penuntut Ilmu di Hari Raya

Lama sudah rasanya saya tidak menulis cerita di blog ini; kerasa ada yang hilang – seperti menikmati satu makanan tanpa garam; sesuatu yang kecil, namun akan sangat terasa di lidah, serta sedikit mengurangi rasa nikmatnya makanan bila sebelumnya sudah sering menikmati makanan yang selalu ditambahkan sedikit garam. Tentu akan terlewatkan bagi mereka yang memiliki kebiasaaan berbeda. Malam ini, I made up my mind: saya harus lanjutkan menulis cerita di blog ini. Tahu tidak kenapa? Karena bagi saya, setiap cerita hidup yang dilalui setiap hari adalah sebuah rahmat dari Tuhan, dan harus disyukuri. Tidak sedikit yang sudah menutup mata, dan tidak mampu menjalani hari ini misalnya, hanya karena panggilan Tuhan lebih dulu datang daripada panggilan takbir shalat Eid pagi ini. Menulis adalah kebiasaaan orang-orang besar; menulis adalah salah satu cara untuk hidup lebih lama dari umur kita; menulis adalah cara terbaik merefleksikan semua nikmat yang sudah diberikan Tuhan dan merangkumnya menjadi satu pelajaran bagi diri sendiri maupun orang lain.

* * *

Pukul 04.30 pagi ini suara alarm jam mulai ribut seperti biasa, tetapi bukan untuk membangunkan sahur, melainkan untuk mengingatkan kalau waktu untuk shalat subuh sudah masuk. Mata rasanya masih berat sekali, namun dipaksakan juga melangkah ke kamar mandi. Malam tadi tidur jam 1 pagi. Tak heran kalau mata ini masih masih berat dibuka. Di Indonesia, euforia Idul Fitri tengah berlangsung karena lebih cepat 11 jam waktunya dari Amerika. Sedangkan disini, pukul 08.00 pagi nanti baru akan ditunaikan shalat Eid. Sudah janji dengan dua orang teman asal Indonesia kalau pukul tujuh ini akan bertemu di Fulbright house dan berangkat ke Masjid bersama.

Di kota Bethlehem tempat saya tinggal ini, ada satu Masjid besar yang menjadi tempat Muslim Association of Lehigh Valley (MALV). Sejak pertama kali tiba di tahun 2014, saya selalu menunaikan shalat Eid di Masjid ini. Kesulitannya hanya satu: tempatnya jauh dan harus pergi dengan mobil. Biasanya, saya selalu nebeng dengan Qashim, seorang teman dari Pakistan di mobilnya, tapi kali ini ada dua mahasiswa Indonesia yang baru datang dan akan studi S2 di Lehigh University. Akhirnya, saya putuskan untuk pergi dengan taksi dan mencoba jasa Uber untuk pertama kalinya. Setelah sign up malam tadi, pagi ini saat bertemu dengan Rahma dan Satrih, mahasiswa asal Indonesia yang baru datang itu, segera digunakanlah aplikasi Uber di HP. Sangat gampang sekali; tinggal masukkan alamat untuk pick up, lalu segera muncul berapa menit lagi taksi uber akan sampai ditempat. Tetapi, ada satu kebingungan yang belum terpecahkan, yaitu di HP saya tidak ada internet connection, sedangkan untuk memesan Uber harus terkoneksi dengan internet. Saya belum tahu apakah di Masjid nanti ada wifi atau tidak. Bila di Masjid nanti tidak ada wifi, bagaimana pesan Uber buat pulang? Ah, nyantai saja… whatever happens, happens.. nantilah memikirkan tentang itu. Stay positive saja.

Dalam waktu 8 menit, satu mobil Ford C-Mac Hybrid Merah tiba didepan Fulbright House dan kami bertiga segera masuk ke mobil. Bertemulah kami dengan Higinio, laki-laki asal Puerto Rico yang menjadi sopir. Logat Latin Americanya terasa kental sekali. Sejak masuk mobil sampai turun mobil lama kami berbincang tentang berbagai hal. Mulai dari berapa gaji yang didapatnya selama bekerja dengan Uber sampai sistem pemerintahan sosialis yang tidak berjalan di beberapa negara. Entahlah, apa kaitan antara topik-topik ini. Yang terpenting, dia sudah membawa kami ke Masjid dengan selamat. Turun dari mobil, kami langsung menuju ke tempat shalat masing-masing. Ruang tempat shalat didalam Masjid sudah hampir penuh dengan jamaah. Salah satu hal yang menarik dari Masjid ini adalah jamaah yang datang dari berbagai negara; terlihat jelas dari warna kulit, bentuk wajah, sampai bahasa yang digunakan. Yah, walaupun hanya sendirian menunaikan shalat Eid kali ini (dua teman lagi shalat di tempat wanita), sedikit terasa kalau tidak sendirian yang sedang jauh dari rumah.

Suasana Jamaah di dalam Masjid

Suara takbiran terus berkumandang dengan nada yang berbeda dari nada takbiran di Indonesia. Jarum jam menunjukkan pukul delapan pagi, dan shalat Eid pun ditunaikan. Pukul 09.45 nanti akan ada shalat Eid kloter kedua untuk mereka yang terlewatkan shalat Eid kloter pertama ini. Sekitar setengah jam, shalat Eid plus ceramah selesai dan setiap jamaah mulai bersalaman dan berpelukan sambil berkata,” Eid Mubarak brothers!”. Saya terdiam sejenak, perasaan mulai sedikit gloomy; sendirian saja. Terbayang biasanya setiap setelah shalat Eid akan bersalaman dan bermaafan karena kenal dengan jamaah sekitar. Sampai teguran dari seorang pria membuyarkan lamunan saya. “Eid Mubarak brother!”, ucapnya seraya menyalami dan memeluk tubuh saya. Tersenyum, itu yang bisa saya berikan. Tidak tahu siapa dia, tetapi tegurannya sudah sedikit menyadarkan saya kalau semua yang disini sama – saudaramu juga, kawan.

20160706_083934
Begel yang disiapkan untuk sarapan pagi para Jamaah Shalat Eid
Makanan yang disiapkan untuk sarapan pagi para Jamaah Shalat eid
Makanan yang disiapkan untuk sarapan pagi para Jamaah Shalat eid
Beberapa Jamaah mengambil makanan
Beberapa Jamaah mengambil makanan

Selesai shalat dan bersalam-salaman, saya langsung lanjut mencari tempat disiapkannya sarapan pagi. Masjid ini menyiapkan makanan untuk jamaah sarapan pagi sambil bercengkerama selesai shalat Eid. Perut sudah terasa lapar sejak tadi, maklum sebelum berangkat hanya minum air putih saja. Jangan tanya soal lontong atau ketupat ya; makanan itu tidak ada didapur saya.

* * *

Satu begel, keju, telur dadar, dan campuran kentang sudah ada di atas piring kertas saya; saatnya menikmati sarapan pagi. Satu meja dibawah satu pohon kecil menjadi tempat saya menikmati sarapan, seraya menunggu Satrih dan Rahma keluar dari tempat shalat. Beberapa menit kemudian, mereka keluar dengan beberapa orang Indonesia dan asik berfoto ria. Setiap kali shalat Eid di Masjid ini memang selalu ada kesempatan bertemu dengan orang Indonesia. Kebanyakkan dari mereka sudah bekerja dan bukan mahasiswa Lehigh University. Kali ini kami bertemu dengan Pak Ali dan Ibrahim beserta keluarganya. Ada juga Connie, perempuan asal Amerika, seorang istri Professor di Departemen Filsafat di Lehigh University. Tahu tidak? Kekhawatiran awal tentang bagaimana pulang nanti ternyata langsung terselesaikan. Ibu Connie dengan sukarela menawarkan diri untuk mengantar kami pulang.

Selanjutnya, kami berdiskusi dengan pak Ibrahim yang berasal dari Bogor dan sudah tinggal di Amerika sekitar 30 tahunan. Istrinya orang Jordan. Bila istrinya pensiun beberapa tahun ke depan, mereka berencana pulang ke Bogor dan menjalani hidup disana, meskipun istrinya masih belum terlalu fasih bahasa Indonesia. Diskusi kami juga panjang lebar dengan ibu Connie, seorang guru di salah satu Sekolah di Easton. Studi S2-nya diselesaikan di Wisconsin Madison dan S3-nya didapat dari University of New Mexico. Bidang studinya TESOL – pengajaran bahasa Inggris, sama seperti S2 saya dahulu. Dia berencana untuk melanjutkan karirnya sebagai Kepala Sekolah, mengingat usia yang tidak muda lagi. Banyak cerita didapat dari Ibu Connie. Satu anak perempuannya sedang berkeliling dunia selama 6 bulan dengan suaminya. Mereka berdua dulu studi di jurusan yang sama dengan saya di Lehigh University. Anak perempuan bungsu beliau sedang bekerja di New Mexico. Obrolan kami pun semakin bertambah panjang ketika Ibu Connie ternyata salah mengambil jalur mengantar kami pulang.

IMG_3303
Ibu Connie, Satrih, Rahma, dan Saya didepan Masjid seusai Shalat Eid hari ini

Lebaran kali ini memang tanpa keluarga. Lontong dan ketupat pun tidak ada. Makan siang hari ini pun hanya dengan mie rebus. Ibu tidak bisa dihubungi malam tadi. Siang ini baru beliau menelpon saya dan syukur sinyal sedang kuat, akhirnya bisa berlebaran. Namun, Tuhan punya cara lain untuk menghibur hati para musafir yang tengah menuntut ilmu di negeri orang. Mungkin tidak bertemu dengan saudara sekandung atau pun keluarga lainnya. Tetapi, ada banyak saudara seiman dari berbagai negara yang siap untuk menggantikan posisi mereka sementara, beserta berbagai cerita unik dibaliknya. Pak Ali, Ibrahim, Ibu Connie, Satrih dan Rahma mungkin yang dikirim untuk sementara menggantikan posisi keluarga saya dalam menikmati hari raya lebaran ini.

Happy Eid Mubarak everyone!

Semoga semua amal ibadah kita diterima Allah S.W.T. dan kita semakin lebih baik menjalani lembaran-lembaran baru masa depan.

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

 

Posted in Inspirasi

Skor TOEFL yang Tinggi Bukanlah Jaminan

10726720_626819364102328_1050810484_nAda yang bertanya,”Kak, apakah semakin tinggi skor TOEFL kita akan semakin besar pula peluang kita mendapatkan beasiswa tersebut? Misal, untuk daftar beasiswa Fulbright minimal skornya 550, berarti kalau skor kita 600 bisa lebih dipilih daripada pelamar lain yang skornya 550?”
 
Jawabannya ”Belum tentu.”
 
Masih sedikit yang memahami bahwa skor TOEFL bukan segala-galanya bagi sponsor beasiswa. Tujuan diletakkannya skor TOEFL minimal adalah setidaknya semua pelamar telah memenuhi standar kemampuan bahasa Inggris yang dibutuhkan untuk studi di luar negeri. Jadi, siapapun diantara pelamar yang terpilih, sponsor beasiswa boleh agak lega dari segi bahasa semua pelamar sudah memadai kemampuannya.
 
Skor TOEFL ini ibaratnya sebuah tiket, tiket untuk masuk mengikuti proses seleksi beasiswa ditahap selanjutnya. Bila skor TOEFL kita dibawah standar minimal yang diminta oleh pihak beasiswa yang akan kita lamar, misal diminta skornya minimal 550, lalu skor TOEFL kita hanya 530, biasanya sudah langsung gugur ditahap administrasi.
 
Sebaliknya, jika skor TOEFL kita pas 550, biasanya ini bisa membuat kita untuk ‘dipertimbangkan’ lulus ke tahap selanjutnya. Ingat, saya menulis disini untuk dipertimbangkan karena belum tentu juga sudah punya skor TOEFL minimal lantas kita merasa dijamin bakal lulus ke tahap selanjutnya. Hal yang sama juga berlaku untuk IELTS atau IBT ketika kita menggunakannya untuk melamar ke universitas di luar negeri.
 
“Wah, kalau begitu tidak ada gunanya donk belajar TOEFL?”
 
Tidak belajar TOEFL berarti tidak akan pernah bisa memenuhi skor TOEFL minimal yang ditetapkan pihak beasiswa, dengan kata lain tidak bisa mendapatan tiket untuk ikut proses seleksi beasiswa.
 
“Lalu, apa yang harus dilakukan?”
 
Tetap belajar TOEFL dengan serius dan Tekun, sembari menguatkan profil diri kita dari sisi pengalamana kerja, pengalaman organisasi, publikasi, serta terus mematangkan topik rencana penelitian masa depan yang ingin dilakukan saat studi nanti. Penjelasan lebih lengkapnya silahkan baca e-book gratis “Untukmu Scholarship Hunters” yang ada di blog sdsafadg.com.
 
Ingat, saat melamar beasiswa, jumlah pelamar yang menjadi saingan kita bisa ribuan. Saat mengikuti seleksi beasiswa S2 saya dulu ada sekitar 9 ribuan pelamar dari seluruh Indonesia dan yang diambil hanya 50 orang. Di seleksi beasiswa S3 lalu saya tidak tahu ada berapa jumlah pelamarnya, tetapi yang diambil hanya 5 orang dari seluruh Indonesia.
 
Sangat kompetitif, bukan?
 
Tips dari saya, nikmati setiap proses dalam mempersiapkan diri untuk melamar beasiswa ke luar negeri. Lakukan sebaik mungkin. Setiap orang yang ingin melamar beasiswa pasti memiliki tantangan dan kesulitan seperti yang sedang kita hadapi; artinya, bukan hanya kita yang sedang berjuang keras.
 
Memenangkan beasiswa studi ke luar negeri terkadang bukanlah tentang seberapa pintar kita, tetapi tentang seberapa baik persiapan yang telah kita buat. Semakin baik persiapan, semakin kita memahami situasi yang akhirnya membuat setiap hal yang kita lakukan terlihat lebih cerdas dari pelamar yang lain.
 
Yuk, semangat! “It always seems impossible until its done – Nelson Mandela”.
 
Let’s break the limits..!!
Posted in Inspirasi

Melihat Jauh dibalik Kesulitan yang Dihadapi

Saya yakin, asal serius dan tekun mengikuti semua kewajiban sebagai siswa di Sekolah TOEFL, pasti ada progress nanti!

Tahu kenapa? Karena dulu saya sangat benci dan bodoh di pelajaran bahasa Inggris; skor TOEFL saya juga rendah awalnya. Jadi, saya sudah merasakan dan memahami apa yang teman-teman rasakan dalam susah payahnya belajar bahasa Inggris dan TOEFL khususnya.

Yang digambar ini hanya satu dari sekian siswa yang sudah membuat progress dalam proses pembelajarannya di Sekolah TOEFL. Belum masuk belajar Listening dan Reading secara spesifik.

Sebaiknya, hindari melihat sebatas sulitnya bahasa Inggris atau TOEFL ini, tapi lihatlah juga di masa depan bila berhasil melewati semua ini nanti.

Ibaratkan seperti mendaki gunung, susah payah, tapi tahu tidak siapa yang biasanya bisa bertahan terus mendaki sampai puncak? Mereka yang pikirannya tentang apa yang akan didapatkan saat di puncak nanti serta rasa puas sudah menakhlukkan sebuah tantangan yang tidak semua orang bisa. Jadi, setiap rintangan yang ditemui, dinikmatinya saja karena tahu ada sesuatu luar biasa sebagai imbalannya nanti diatas sana.

Lalu, siapa yang biasanya berguguran tidak sampai puncak? Mereka yang pikirannya terpaku pada setiap kesulitan yang dihadapi, seolah tidak lagi melihat ‘kenikmatan’ setelahnya.

Kita harus benar-benar mengenal diri sendiri dan potensi yang dimiliki. Baru kemudian mulai menyesuaikan besaran usaha yang harus dilakukan agar dapat meraih sebuah target yang ingin diraih.

Suka atau tidak, bergerak ataupun berdiam diri, tetap saja kita akan diterpa berbagai tantangan setiap hari. Baiknya, tantangan yang dihadapai adalah tantangan yang sudah kita perkirakan dan akan mengantarkan kita pada target yang ingin diraih.

Yuk, semangat..!! Kita nikmati setiap tantangan yang ada karena kita tahu ada kenikmatan yang akan didapat bila berhasil melewatinya.

Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

Posted in Inspirasi

Sejauh Mana Kita Melangkah Ditentukan oleh Sejauh Mana Kita Berpikir

20160315_113029Beberapa hari lalu ada yang bertanya,

”Mas Budi, kalo boleh tahu mengapa dulu tidak mendaftar LPDP? Bukannya persyaratannya lebih mudah daripada Fulbright, mengingat Mas Budi lulusan S2 University of Manchester?”

Jawabannya sederhana: saya ini hanya modal semangat saja. Uang tidak ada. Jadi, harus mencari beasiswa yang membiayai semuanya sejak proses awal. Beasiswa Fulbright membiayai semuanya sejak dari proses lulus ke tahap wawancara. Kalau soal persyaratan, Fulbright lebih sederhana menurut saya, hee..

Saya ingin menceritakan satu hal sederhana berkaitan dengan ini.

Jadi, di tahun 2010 saya dapat beasiswa IFP Ford Foundation, kemudian mengikuti sekitar 6 bulan academic training di Universitas Indonesia. Di bulan Maret 2011, saya mengikuti IELTS Test karena ingin studi ke Inggris. Semuanya dibiayai oleh pihak beasiswa. Singkat cerita, di bulan Juli 2011 saya berangkat ke inggris untuk studi S2 di University of Manchester.

Nah, kenapa saya memilih studi ke Inggris? Alasannya: pertama, studi S2 di Inggris hanya 1 tahun, jadi bisa hemat umur. Kedua, sertifikat IELTS biasanya berlaku sampai waktu 2 tahun. Setelah lulus S2 di bulan September 2012, saya pulang ke Indonesia. Di bulan April 2013, saya melamar beasiswa S3 Fulbright dengan menggunakan sertifikat IELTS S2 lalu.

Saya ingin bilang, teman-teman harus bisa merencanakan dengan baik tentang rencana studi kedepan. Tidak bisa hanya mengikuti air mengalir saja. Contoh diatas, misalnya, bagaimana jauh sebelum memulai studi S2, saya sudah merencanakan tentang melamar beasiswa S3; Hal yang sama saya lakukan dari S1 ke S2. Diakhir, saya bisa mendapatkan beasiswa S2 setelah lulus S1 dan beasiswa S3 setelah lulus S2.

Yuk, rencanakan masa depan sebaik mungkin.

Terkadang, akan sejauh mana kita melangkah nanti biasanya ditentukan oleh sejauh mana kita sudah berpikir saat ini.

Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

 

Posted in Panduan Menulis Esai

Panduan Menulis Esai: Australia Awards Scholarships (AAS)

Tulisan ini akan mencoba memberikan panduan menulis esai – esai yang terdapat didalam formulir aplikasi Australia Awards Scholarships (AAS).

Silahkan buka link ini bila ingin melihat dan mempelajari beasiswa ini lebih rinci termasuk tentang prosedur melamar beasiswanya: Australia Awards Scholarships

Agar lebih praktis, tulisan ini akan langsung membahas setiap pertanyaan esai yang ada di formulir aplikasi AAS. Teman – teman bisa langsung mempraktekkannya nanti.

Tetapi, perlu diingat, dalam menulis esai beasiswa, anda harus punya informasi yang rinci terkait dengan setiap hal yang ditanyakan. Walaupun pertanyaannya terlihat sederhana dan dibatasi oleh beberapa ratus karakter, tidak bisa diselesaikan dengan sekali duduk dalam beberapa menit. Ambil beberapa pertanyaan, lalu buat target mau dikerjakan berapa hari. Kenapa beberapa hari? Karena kita harus gali dulu informasi yang diminta. Tidak bisa hanya mengandalkan pengetahuan yang ada di kepala kita saja. Harus browsing, baca berbagai referensi terkait dengan apa yang ditanyakan. Kebanyakkan yang “stuck” tidak bisa mengisi formulir beasiswa umumnya karena percaya bisa menulis esai jawaban dengan hanya mengandalkan apa yang sudah diketahuinya. Biasanya, tulisannya akan dangkal, terlalu umum, dan tentu saja akan sama dengan jawaban kebanyakkan pelamar beasiswa yang lain. Padahal, untuk bisa lulus dari tahap administrasi, esai anda harus bisa “berbeda” dari pelamar yang lain.

Sebagai contoh, ada pertanyaan tentang kenapa memilih jurusan dan institusi yang diajukan itu? Sebaiknya, tulis di kertas buram dahulu jawaban yang terpikir langsung ketika membaca pertanyaan ini, kemudian mulai menggali informasi tentang jurusan dan institusi yang dituju; melihat apa kelebihan dan keuntungan studi di jurusan dan institusi itu. Buka website kampus – kampus di negara yang dituju, baca informasi rinci tentang kampus, jurusan, silabus, tentang pengajar, atau semacamnya. Setelah itu, mulai mengkombinasikan informasi-inforamsi yang sudah didapat itu ke dalam tulisan. Dengan begini, jawaban anda akan “kaya” informasi, rinci, dan mencerminkan pengetahuan yang anda miliki. Hal inilah yang akan membedakan antara jawaban anda dengan jawaban dari pelamar beasiswa yang lain.

Baiklah kita langsung bahas saja ya.

1. Please describe the efforts you have undertaken so far to obtain information on your study options in Australia?

  • Jelaskan bagaimana akhirnya bisa mendapatkan informasi tentang AAS dan download formulir aplikasinya.
  • Jelaskan apa saja yang sudah dilakukan dalam memahami dan memilih jurusan dan universitas di Australia. Ini akan terkiat dnegan pertanyaan selanjutnya.
  • Bila punya pengalaman teman atau terinspirasi dari orang lain yang sudah pernah mendapatkan AAS sebelumnya, boleh dijelaskan disini.
  • Meskipun nanti jawaban kita “sederhana”, coba untuk menyajikan dengan “cara yang menarik”.
  • Cara yang kurang menarik itu misalnya: I just opened the website and filled out the online application. Then, the staff sent me the application form.
  • Esai yang anda tulis adalah cara anda menyampaikan sesuatu pada orang lain. Saya yakin, cara anda menyampaikan informasi kepada teman akan berbeda dengan cara anda menyampaikan informasi kepada atasan anda, bukan?

Contoh:

I have known AAS for several years and have always wanted to apply for this scholarship. After being loaded by work duties, I could eventually manage my time to fill out this application form and made up my mind to start thinking of pursuing a master’s degree in Australia. I have some colleagues that were awarded AAS before and, through them, I knew all the information about AAS; the Website of AAS is very helpful as well. (Disini saya memberikan sedikit informasi bagaimana saya mengenal AAS.)

Studying in Australia has always been one of my biggest dreams; therefore, I have done some research about the possible courses offered by universities in Australia. I learned the courses through university websites, and attended the Australia Education Fair. Besides, I did some readings on research articles related to the courses that I am interested in and connect them to my future goals. (Disini, saya menjelaskan usaha-usaha yang sudah saya lakukan. Isinya mungkin sederhana, tapi saya mencoba menulisnya dengan sedikit lebih menarik dan menampilkan usaha-usaha yang sudah saya lakukan).      

Satu atau dua paragraf saja cukup untuk menjawab pertanyaan ini.

 2. Do you intend to return to this organisation after your scholarship in Australia?* (Current employment)

If ‘Yes’, how will this scholarship contribute to the organisation’s human resource development needs? (approximately 80-100 words limit).

  • Disini, jelaskan secara singkat tetapi rinci bagaimana bidang studi yang dipelajari nanti berguna dalam membantu perkembangan tempat kerja anda atau bagaimana bidang studi itu bisa menyiapkan anda dalam menyelesaikan permasalahan tertentu yang ada di tempat kerja anda sekarang.

Contoh:

As I plan to study about the …. with this scholarship, my company/ office will benefit much regarding the …. Over the last decade, my company has been the dealing with the issue of …. It has caused so much trouble for my comany, for example ….. By studying about …., I will specify my research on …….

If ‘No’, what are your plans when you finish your studies? (approximately 80-100 words limit).

  • Disini, jelaskan secara singkat tetapi rinci rencana anda setelah lulus nanti.
  • Jelaskan karir apa yang ingin dilakukan, kontribusi semacam apa yang akan anda berikan, terkiat dengan bidang studi dan research interest anda.

Contoh:

One of the careers that I would like to pursue is working with international organizations focusing on the issue of gender inequalities. My current does not really support ….., not to mention that the research opportunity is very limited. Therefore, I plan to work at …… after finishing my study. In addition, I intend to carry out my research further until it can influence the national policy in Indonesia..

3.  How did you choose your proposed course and institution?*

  • Pertama, jelaskan bagaimana anda memilih jurusan yang diajukan di formulir ini.
  • Bisa kaitkan dengan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan future goals anda.
  • Kedua, jelaskan bagaimana anda memilih universitas yang diajukan di formulir ini.
  • Penting untuk browsing berbagai wesite universitas yang ada di australia, lalu membuat catatan apa yang membedakan antara universitas ini dengan universitas itu, apa yang membedakan jurusan yang sama pada universitas – universitas yang berbeda.

Contoh:

I am applying a master’s program in Teaching English for Speakers of Other Languages (TESOL). I have a high interest in developing capabilities essential to the theories and difficulties of language curriculum design, assessment, and evaluation, and the further developing of English teaching method related to issues of diversities such as culture, mother tongue, and communicative competence in order to result the most suitable method fitting the learners need and background. I believe that this master’s program can prepare me to assume a specialty in the field of English teaching especially about theoretical approaches, language analysis, curriculum design, and intercultural communication in reaching the language learning goal in variety of contexts. (Disini, saya menjelaskan tentang program yang ingin diambil dengan jelas, padat, dan rinci.)

My bachelor study on English Teacher Training and Education has prepared me with a strong grounding in English and theoretical aspects of teaching which can contribute in developing my self swiftly to reach my future goal in the master’s program. I have learned about Study and Learning, Professions of Education, Teaching English as a Foreign Language I and II, Curriculum and Material Development, and Teaching Practice in my bachelor study, of which I got the highest marks. Furthermore, I have also written scientific papers and articles on education since I was an undergraduate student. My paper on education was awarded as the runner up in “Sayembara Ide (Idea Competition)”at provincial level. My articles have also been published in a bilingual newspaper. Then, I completed my study by receiving the highest mark in the study program for my final-year undergraduate thesis on English education. Such experiences surely link one another, of which I consciously learn that English teaching should be dominated by advanced concepts and assisted by effective teaching strategies. For this reason, I have totally provided my self to perform well in my future study. (Kemudian, disini saya lanjutkan dengan menjelaskan “apa yang sudah saya lakukan atau miliki yang bisa mendukung dalam studi saya nanti. Disini juga saya mencoba memberitahukan pertimbangan lain kenapa saya memilih jurusan ini dengan menyampaikan latar belakang saya.)

I have done some research on universities in Australia that offer a master’s program in TESOL. Some of the universities provide the program with ….. , while others put more emphasis on …. As one of my future goals is to ……, I need to find a university that can provide me with strong practical knowledge on …… (Disini, saya mencoba menjelaskan tentang pertimbangan – pertimbangan yang saya lakukan dalam memilih universitas yang diajukan. Saya jelaskan apa beda antara universitas ini dan yang lainnya di jurusan yang sama, bagaimana universitas itu bisa membantu saya dalam meraih future goals, dan lain sebagainya).

4. How will the proposed study contribute to your career?*

  • Jelaskan karir apa yang ingin anda raih di masa depan nanti? Kontribusi seperti apa yang ingin anda berikan di bidang anda?
  • Lalu, kaitkan bagaimana bidang studi yang akan dipelajari nanti bisa membantu anda dalam meraih karir ini.

Contoh:

My future goal is to be a specialist in the field of education, developing research-based instructional, professional, and outreach programs and promoting effective and equitable educational practices for all learners. I would like to be a researcher in higher education and governmental organizations informing the policy makers and public about the progress and challenges in education and taking part to solve the issues in educational fields in Indonesia. My bachelor’s degree in English education and my master’s degree in Educational Technology and TESOL have prepared me with a strong ground in theoretical aspects of teaching and Educational Technology. Then, this PhD program will give me knowledge and skills of using interdisciplinary approaches and integrating research, practice, and policy in education. (Disini, saya menjelaskan secara singkat, padat, dan jelas tentang karir yang ingin diraih, lalu bagaimana latar belakang pendidikan sebelumnya dan program S3 yang akan dimabil dapat membantu. Karena dibagian ini maksimal 400 kata, anda bisa membahas lebih rinci lagi beberapa bagian tertentu. Di contoh ini saya hanya menjelaskan satu paragraf saja. 

5. How have you contributed to solving a challenge and to implementing change or reform?*

  • Dibagian ini, anda harus pandai melihat bagaimana apa yang sudah anda lakukan, misalnya di bidnag pekerjaan, aktifitas sosial, atau aktifitas akademik, sudah membantu dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.
  • Saya mengatakan harus pandai melihat, karena tidak sedikit yang kebingungan merasa tidak terlalu banyak berbuat sesuatu.
  • Ambil satu permasalahan yang selalu menjadi concern anda, kemudian coba pikirkan apa yang sudah anda lakukan dalam membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.
  • Ingat, anda harus menjelaskan pengalaman ini ddengan rinci, karena bagian ini penting untuk komite seleksi beasiswa.

Contoh:

In 2008, I was sent to a remote village in … for three months. Together with five other students, I carried out some duties focusing how to improve ….. in the village. Prior to my departure, I had analyzed the issues faced by the villagers, such as …… I read some research articles and learned some information from other countries that face similar issues. Then, I came up with several alternatives to solve the issues and intended to implement it during my stay in the village..

My first alternative solution was ……. However, unfortunately, after a couple of weeks of implementation, the villagers…… After that, I decided to continue with my second alternatiive solution which was ….

In the end, i was able to address the issue of …. in the village. It taught me about …..

(Disini, saya mencoba mengambil satu project yang pertama dilakukan saat S1 dulu, lalu menjelaskan situasi permasalahan, alternatif solusi yang saya lakukan, dan hasil apa yang didapatkan.)

6. Please:

a) give three practical and realistic examples of how you intend to use the knowledge, skills and connections you will gain from your scholarship.  Possible tasks can be personal and/or professional; and*

  • Ambil tiga contoh hal – hal yang akan bisa anda lakukan setelah menyelesaikan studi dibidang yang diajukan nanti.
  • Jelaskan dengan rinci apa dan bagaimana anda melakukannya?
  • Buka website universitas, lalu lihat jurusan yang dituju. Disana, anda bisa menemukan karir atau tugas seperti apa yang dilakukan oleh mahasiswa di jurusan tersebut. Ini bisa membantu anda dalam memproyeksikan ketiga contoh yang diminta ini.

Contoh:

My first practical and realistic example will be working with international organization focusing on school-aged children’s education in remote areas. I will play a role in conducting the analysis of …… as well as designing the appropriate curriculum for …. Second, … (Jelaskan contohnya apa, bagaimana peran anda, dengan juga mengaitkannya dengan bidang studi yang anda ajukan disini.

b) list any possible constraints you think may prevent you from achieving these tasks.*

  • Jelaskan apa yang mungkin akan menjadi kendala anda dalam mengimplementasikan pengetahuan dan skill yang didapat dari studi nanti.

Contoh:

Although technology may be the one that can cut the issue of distance and school building, it is still an expensive thing in Indonesia. Funding will certainly become the challenge in order to have adequate technological resources in … The other constraint is the national policy regarding …. Indonesia does not have a policy that supports …..

(Disini, jelaskan dengan terstruktur tentang apa saja yang akan menjadi tantangan dalam melaksanakan apa yang disampaikan di bagian a. Bila memungkinkan, sampaikan juga alternatif solusi yang akan anda lakukan dalam menghadapi tantangan ini.

Demikianlah panduan menulis esai untuk formulir aplikasi AAS.

Semangat ya..!! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

 

Posted in Inspirasi

Berburu beasiswa itu??

12834509_10208236312319289_2128390491_nSekarang, ada banyak program dan komunitas berkaitan dengan beasiswa dan studi ke luar negeri berdiri. Berbagai cerita inspirasi dan motivasi dari mereka yang berhasil bertebaran di internet.

Tetapi, perlu disadari, berburu beasiswa itu bukanlah agar nantinya bisa dipuji dan disanjung karena berhasil berangkat ke luar negeri; bukan juga agar nanti bisa pamer foto sana sini hingga tersenyum girang merasa berbeda sendiri.

Menurut saya, berburu beasiswa itu tentang memperbaiki kapasitas diri. Ada yang skor TOEFL-nya rendah, lalu berusaha belajar siang dan malam agar skor TOEFL meningkat dan dapat melamar beasiswa. Ada yang minim pengalaman kerja, organisasi, dan prestasi, lalu perlahan berusaha memenuhinya satu persatu.

Di saat serius ingin berburu beasiswa, kita berusaha memahami apa yang harus dipersiapkan, agar dapat memaksimalkan kelebihan dan mencari cara untuk menutupi kekurangan.

Disisi lain, kita juga tidak serta merta menjadi hebat dan lebih tinggi dari orang lain hanya karena berhasil mendapatkan beasiswa studi ke luar negeri.

Tetapi, mungkin setelah melalui semua proses, kita akan memiliki kapasitas diri yang lebih baik dari sebelumnya, hingga dapat mengemban tugas untuk studi di luar negeri.

Yuk, semangat memperbaiki kapasitas diri. Mereka yang sekarang pintar, dulunya bodoh; mereka yang sekarang berhasil, dulunya mengalami banyak kegagalan. Ada proses pertumbuhan yang melibatkan waktu dan usaha di dalamnya.

Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

Posted in Inspirasi

Cukupkan Bicaranya, Maksimalkan Usahanya

IMG_20160311_224848Januari lalu, saya mengikuti satu program pelatihan kepemimpinan yang cukup populer di kampus-kampus Amerika selama seminggu.

Kalau mengikuti pelatihan semacam ini, biasanya semuanya aktif dan ingin berbicara, termasuk anggota di grup saya.

Berebut bicara dengan orang Amerika pakai bahasa Inggris sudah pasti kalah telak. Makanya, waktu itu saya lebih banyak diam dan mendengarkan.

Situasi ini sudah saya tebak sebelum berangkat. Jadi, saya beritahu diri jangan terlalu banyak bicara nanti. Banyakkan mendengar. Cukup berbicara dua tiga kali, tetapi berisi.

Singkat cerita, di malam hari kelima, sedang hangatnya diskusi, salah satu anggota nyeletuk,

”Wow, Budi punya 3000-an followers di Facebook..!!”

“Really?!”

Tiba-tiba, perhatian tertuju ke saya. Mulailah berbagai pertanyaan diberikan.

Saya jelaskanlah tentang Sekolah TOEFL, buku-buku yang sudah saya tulis, beserta latar belakang pendidikan. Malam itu saya melihat wajah mereka berubah drastis, dan keesokkan harinya terasa perlakuan yang berbeda. Sepertinya, diskusi malam itu sudah menyebar, sampai hari ini saya dapat undangan untuk berbicara di acara LeadTalk, versi TED Talk untuk kepemimpinan.

Kawan, yang enak itu, kita diam-diam saja berusaha siang dan malam. Tidak perlu mengumbar kata sana sini tapi usaha nol besar. Nanti, biarkan hasil usaha kita yang berbicara.

“Baru kemarin dengar lanjut studi S2 di Inggris. Sekarang, sudah di Amerika aja kamu, Bud.”

Ah, itu rasanya enak sekali ketika orang lain tahu kita punya prestasi tanpa kita memberi tahu, hee..

Cukupkan bicaranya, lalu maksimalkan usahanya. Apalagi bagi yang tengah dalam perjuangan meraih beasiswa studi ke luar negeri, prosesnya panjang dan lama. Butuh kesabaran, tahan euphoria kegembiraan sebelum semua proses sudah pasti berakhir; visa sudah ditangan..

Berbicara itu mudah, tapi diakhir apa yang sudah kita lakukanlah yang membuat perbedaan.

Yuk, semangat..!! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

Posted in Panduan Menulis Esai

Panduan Menulis Esai: Fulbright (Study Objective)

DSCN6483Tulisan ini akan mencoba membahas satu esai yang diminta dalam melamar beasiswa S2 dan S3 Fulbright, yaitu Study Objective.

Untuk pelamar beasiswa S3 Fulbright ada satu lagi yang diminta, yaitu research proposal. Bagi teman – teman yang tertarik ingin melamar beasiswa S3 Fulbright, bisa lihat contoh research proposal di link dibawah ini:

Contoh Research Proposal S3 untuk melamar beasiswa Fulbright.

Langsung kita bahas saja ya.

Bila dilihat, formulir aplikasi beasiswa S2 dan S3 Fulbright termasuk sederhana dibandingkan dengan formulir aplikasi beasiswa lainnya yang biasanya berlembar-lembar. Ini juga berlaku untuk bentuk esai yang diminta, hanya satu, yaitu study objective. Jika sudah lulus sebagai principal candidate, biasanya nanti akan diminta menuliskan satu esai lagi yang bernama personal statement. Dalam kesempatan ini kita hanya akan membahas esai study objective agar bisa dijadikan panduan oleh teman-teman yang berniat melamar beasiswa S2 dan S3 Fulbright. Perlu diketahui, beasiswa Fulbright selalu dibuka setiap tahun dengan deadline setiap tanggal 15 April. Formulir aplikasi bisa didownload di website aminef.or.id.

Ingat, dasar dalam menulis sebuah esai adalah memahami instruksi dengan baik. Kenapa? Agar isi esai kita sesuai dengan yang diminta.

Di formulir aplikasi S2 dan S3 Fulbright, diberikan instruksi:

As part of the evaluation of your application, you are required to attach a one page (please do not exceed the 1 page limit) of a clear and detailed description of your study objectives. Give your reason for wanting to pursue them in the U.S. Describe the kind of program you expect to undertake, and explain how your proposed field of study fits in with your educational background, your future objectives, and your future involvement in community development.

Kemudian, kita pecah menjadi beberapa kata kunci:

  • One page
  • A clear and detailed description of your study objectives:
  • Give your reason for wanting to pursue them in the U.S.
  • Describe the kind of program you expect to undertake
  • Explain how your proposed field of study fits in with your educational background, your future objectives, and your future involvement in community development.

Sekarang, kita sudah mengetahui apa yang diminta dan informasi yang harus kita letakkan didalam esai study objective ini.

Saya akan membahas esai study objective ini per paragraf agar teman-teman mudah mengikutinya.

Yuk, kita bahas.

Paragraf Pertama.

  • Jelaskan program apa yang ingin dilamar, meliputi nama jurusan, level S2 atau S3, fokus spesifik studi tentang apa.
  • Bagaimana agar penjelasan berbobot dan terasa akademiknya?
  • Eksplor dahulu jurusan yang ingin dilamar di berbagai kampus di Amerika. Buka website kampus, lalu baca penjelasan tentang jurusan, sistem belajar, silabus, mata kuliah, dan lain sebagainya. Dikumpulkan informasi-informasi yang relevan sesuai dengan rencana studi kita.
  • Baru kemudian mulai menulis bagian paragraf pertama ini. Kata – kata dan informasi yang sudah kita dapatkan dari website berbagai kampus di Amerika bisa digunakan dalam menulis study objective.
  • Hindari menerka – nerka atau hanya menggunakan pengetahuan yang didapat dari ‘kata orang” belaka. Penjelasan kita nanti akan jauh dari rasa “akademik”.

Contoh:

I wish to apply for a Master’s/ PhD program in Education with an emphasis on Education Policy. I am interested in learning and conducting research in higher education, policy organizations, and governmental organizations in the field of education. I intend to address policy and practice challenges associated with improving school-aged children’s education and rural/ remote education in Indonesia. Studying this area will enable me to explore and find new knowledge of educational processes and policies influencing the practice of school-aged children’s education in remote areas in Indonesia.

  • Pada contoh ini, saya menjelaskan program yang ingin saya lamar bersama dengan minat studi saya.
  • Selain itu, saya juga jelaskan sedikit tentang “future goals” yang ingin saya lakukan nanti di masa depan.
  • Kalau anda baca paragraf ini, anda akan bisa merasakan kalimat-kalimatnya sederhana, tetapi berisi kosakata “akademik” sehingga pembaca bisa memahami kalau yang menulis ini memiliki pengetahuan yang memadai tentang jurusan yang ingin dilamarnya. Ini hal yang penting karena anda harus bisa menunjukkan bahwa anda memahami bidang studi yang ingin dilamar dengan baik.

Paragraf Kedua.

  • Jelaskan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja anda sebelumnya.
  • Usahakan penjelasan yang diberikan ditujukan untuk memperlihatkan bahwa anda sudah memiliki latar belakang yang memadai untuk menempuh studi di bidang yang akan dilamar di paragraf pertama.
  • Intinya, anda harus meyakinkan pembaca kalau anda tidak “mentah” dalam studi yang akan ditempuh nanti.
  • Bila bidang studi S1 anda berbeda dengan bidang studi S2 yang akan diambil, cari celah bagaimana menjelaskan bidang studi yang akan diambil di S2 nanti sudah relevan dengan pengalaman kerja dan pengelaman lainnya yang sudah dimiliki. Bisa juga singgung sedikit alasan kenapa bisa pengelaman kerja berbeda dengan bidnag studi saat S1.
  • Perlu diingat, jika anda ingin menjelaskan pengalaman kerja di bagian ini, informasi tentang pengalaman kerja juga akan diminta dibagian esa personal statement. Jadi, singgung sedikit saja di study objective ini untuk menghindari pengulangan informasi.

Contoh:

I was awarded a scholarship from the Ford Foundation, USA to study a Master’s degree at the University of Manchester, UK because of my commitment to the educational fields. During my Master’s study, I learned about technological tools that might have potential for advancing knowledge and practices in education and discovering exemplary educational practices. Furthermore, I have some publications focusing on educational issues. My work and organization experience have also added some insights for me to conduct research on educational policy. I am aware of the technology development, especially the use of Information Communication Technologies in education, to increase the effectiveness and efficiency of classroom interaction. Obviously, my background indicates that I have prepared myself to perform well in my future study.

  • Pada contoh ini, saya menjelaskan latar belakang studi saat S2 lalu, bidang publikasi yang sudah dimiliki, serta pengalaman organisasi dan pekerjaan.
  • Saya mencoba mencover semua poin yang saya miliki, makanya anda tidak melihat banyak details di bagian ini.
  • Tetapi, saya mencoba menunjukkan bagaimana latar belakang dan pengalaman yang sudah dimiliki mempersiapkan saya untuk studi di bidang yang saya akan lamar.

Paragraf Ketiga dan keempat.

  • Jelaskan future goals dan rencana penelitian yang akan anda lakukan saat studi nanti.

Contoh:

My future goal is to be a specialist in the field of education, developing research-based instructional, professional, and outreach programs and promoting effective and equitable educational practices for all learners. I would like to be a researcher in higher education and governmental organizations informing the policy makers and public about the progress and challenges in education and taking part to solve the issues in educational fields in Indonesia. My bachelor’s degree in English education and my master’s degree in Educational Technology and TESOL have prepared me with a strong ground in theoretical aspects of teaching and Educational Technology. Then, this PhD program will give me knowledge and skills of using interdisciplinary approaches and integrating research, practice, and policy in education.

In the PhD program, I plan to conduct research about distance learning prospects as the alternative solution for school-aged children’s education in remote areas in Indonesia. This research will explore the appropriate distance learning system as well as the funding, administrative, and policy challenges in the Indonesia Ministry of Education for the implementation of the distance learning system in the future. School-aged children’s education, particularly in remote areas in Indonesia, is facing a big crisis. A lot of the children cannot accomplish their basic education due to unequal number of schools and the issues of low learning achievement, handling large classes, limited qualified teachers and poor facilities in the schools remain the causes of the unsatisfactory quality in school-aged children’s education in remote areas in Indonesia. I have a strong commitment to develop … that …. I plan to make …. for Elementary, Junior, and Senior High School students in remote areas in Indonesia, especially in my province….

  • Bisa dilihatkan bagaimana jelasnya penjelasan tentang future goals dan rencana penelitian yang ingin dilakukan di contoh ini?
  • Usahakan penjelasan yang diberikan to the point, padat, dan jelas. Serta, saling berhubungan.

Paragraf Kelima.

  • Jelaskan alasan anda kenapa ingin studi di Amerika?
  • Sebelum menulis bagian ini, sebaiknya eksplor dulu website kampus-kampus di Amerika, lalu baca tentang keunggulan-keunggulan yang mereka miliki. Baca juga tentang jurusan yang ingin dilamar, kemudian perhatikan apa yang membuat jurusan itu unggul dan bagaimana profil para pengajarnya.
  • Bila eksplorasi ini sudah dilakukan, anda akan mudah menyusun alasan kenapa ingin studi ke Amerika.
  • Alasannya adalah anda harus menjaga penjelasan anda se-akademik mungkin; hindari, menjelaskan hal-hal yang diluar akademik.

Contoh:

Studying in America is a way to realize my future goals and link between my background study and future goals. The United States is a leader in the field of education. Advanced theories, technologies, and information in the U.S. will benefit me immensely in the achievement of remarkable progress, fulfilling my aspiration to become an accomplished professional in the field of education.

  • Di contoh ini saya tidak terlalu menjelaskan secara rinci, tetapi anda bisa melakukannya lebih dengan mengikuti saran saya diatas.
  • Perlu diingat, anda dibatasi menulis study objective hanya “satu halaman”, jadi harus pandai memilah informasi mana yang lebih “prioritas dan penting” untuk dimasukkan.
  • Selain itu, saya punya trik agar bisa punya banyak space dalam satu halaman ini:
  • Anda bisa mengganti tipe kerta dengan “Legal” atau kertas yang lebih panjang dan bisa juga merubah font ke ukuran 11 bila informasi yang anda miliki ternyata lebih dari satu halaman.

Mungkin, contoh tulisan yang saya berikan diatas terlihat sederhana, tetapi percayalah, butuh banyak membaca dan eksplorasi agar bisa menghasilkan tulisan yang to the point, padat, dan jelas. Jadi, bila anda ingin menulis esai study objective, minimal gunakan kata kunci yang ada di formulir aplikasi sebagai panduan dalam mencari informasi sebelum menulis.

Demikianlah panduan menulis esai study objective untuk melamar beasiswa S2 dan S3 Fulbright.

Semangat ya! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

 

 

Posted in Inspirasi

Sebuah prestasi butuh bahu yang sesuai agar bisa memikulnya

Setelah ditimbun salju tebal dengan suhu minus dibawah 0 derajat selama musim dingin, akhirnya tiba juga waktu untuk bunga ini mekar menandai masuknya musim semi di Amerika.

Bentuk dan warnanya terlihat indah sekarang, tapi tidak sedikit yang lupa kalau sebelumnya bunga ini berhari-hari tertimbun salju, tanpa bisa menghirup udara, apalagi menikmati sinar matahari.

Saya jadi ingat, salah satu siswa ada yang berkata,” Kak budi sekarang keren ya bisa kuliah S2 dan S3 ke luar negeri dengan beasiswa. Belum lagi, banyak menginspirasi orang lewat Sekolah TOEFL”.

Ada masanya kita berjuang, dituntut untuk meningkatkan kualitas diri, dan ada masanya juga diri menikmati prestasi. Sayangnya, orang tidak melihat bagaimana kita memulai sesuatu, tetapi mereka melihat bagaimana kita mengakhiri sesuatu tersebut.

Andai saja saya gagal meraih beasiswa S2 dan S3 lalu, saya yakin tidak akan ada yang mau membaca cerita-cerita perjuangan saya dalam meraih beasiswa. Karena saya berhasil, banyaklah yang menilai dan berdatangan ingin tahu.

Kawan, apapun ujian yang sedang kita hadapi sekarang dalam usaha meraih impian, memberitahu orang lain tentang itu terkadang hanya membuat sakit hati saja. Mungkin lebih baik simpan baik-baik untuk diri sendiri. Nanti ada saatnya ujian-ujian itu menjadi cerita indah untuk kita dan orang lain.

Dimanapun posisimu, kaya atau pun miskin, bodoh atau pun pintar, keep moving forward, stay focused on your goal..!!

Sometimes, we need to get through hell to get to heaven.

Selalu ada tantangan, ujian, serta kesulitan yang menuntut kita untuk bisa memperbaiki dan menguatkan kapasitas diri.

Memang, sebuah prestasi butuh bahu yang sesuai agar bisa memikulnya.

Yuk, semangat!

Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi