Memulai Diariku di Amerika

Di Central Park, New York
Di siang hari terakhir di tahun 2014, Central Park, New York

Gemuruh suara kereta bawah tanah Subway di kota New York terdengar bising. Suara terompet tahun baru semakin terdengar nyaring seiring berjalannya jarum jam menuju tengah malam. Disebuah kursi panjang, aku duduk bersandar sambil menggoyangkan kedua kaki yang sudah terlalu lelah menelusuri kota New York sejak pagi tadi, hingga akhirnya memutuskan melanjutkan penelusuran kota yang tak pernah tidur ini dengan menggunakan Subway. Bryant Park, Central Park, United Nations Headquarter, Wall Street, Brooklyn Bridge, serta menaiki kapal Ferry menuju Staten Island yang melewati Liberty Statue sudah dinikmati. Bukan kunjungan pertamaku di New York, tetapi setidaknya tempat-tempat itu masuk dalam daftar tempat yang harus dikunjungi oleh seorang teman yang hanya tinggal sekitar enam bulan lagi di Amerika.

Kuhela nafas beberapa kali sebelum memejamkan mata. Kuingat malam ini adalah malam terakhir di tahun 2014. Pikiranku cepat berjalan memutar lembaran-lembaran cerita berlomba dengan gerakan Subway.

Time flies so fast. Tidak terasa tahun sudah berganti, 2014 berlalu dan 2015 mulai dimasuki. Ada banyak perjuangan dan pengorbanan yang dihabiskan dalam kurun 365 hari yang akan pergi ini. Senyum dan air mata selalu beriringan sebagai pertanda hidup tak selamanya bahagia ataupun sedih selamanya. Bila berkaca pada sebuah ayat Tuhan, tidak satupun ciptaan-Nya yang diciptakan dengan sia-sia tanpa ada maksud dan tujuan dalam penciptaannya. Begitu juga dengan penciptaan waktu dan dirimu pastinya. Waktu terus berputar maju, kemudian kembali lagi pada titik awal. Dirimu mungkin hidup didalam perputaran waktu yang terus berulang seperti roda yang berputar. Mungkin kau terasa tak ada yang berubah. Hidup seperti ini saja. Namun, coba perhatikan beberapa lembar rerumputan yang berada dihalaman rumah, sudah bertambah tinggi dibandingkan beberapa hari yang lalu. Didalam perputaran waktu yang maju dan kembali lagi ke awal terdapat perubahan yang terjadi pada setiap makhluk hidup maupun yang tak hidup. Bila kamu termasuk salah satu makhluk yang berada didalamnya, perubahan adalah keniscayaan juga yang terjadi pada dirimu.

Beberapa minggu yang lalu, aku juga berada di sebuah kereta bawah tanah yang bernama Metro di kota Washington, DC. Dua tahun yang lalu, aku suka menjelajahi kota London, Inggris dengan menggunakan kereta bawah tanah yang disebut Tube. Dengan membeli satu tiket untuk satu hari, aku bisa bebas menjelajahi kota nomor satu di negeri Elizabeth itu. Ingatan akan pengalaman menggunakan tiga jenis kereta bawah tanah yang berbeda ini tiba-tiba menyadarkanku, tiga kota besar di dunia – London, Wahington, dan New York – sudah dijelejahi oleh dua kaki kecil ini. Sebuah perjalanan yang tidak pernah terbayangkan dalam pikiran seorang anak dari keluarga sederhana ini. Sebuah kalimat dari Ustad Yusuf Mansyur tiba-tiba hadir, Allah akan melipat bumi dan memotong waktu untuk orang-orang yang berilmu. Hatiku bergumam, ternyata ungkapan itu juga berlaku bagi orang-orang yang berjuang menuntut ilmu.

Akhir tahun ini juga bersamaan dengan liburan musim dingin di Amerika yang disebut Winter Break. Satu semester sudah kulewati perkuliahan Doktorku di Lehigh University, Bethlehem, Pennsylvania. Walaupun sistem belajarnya sedikit berbeda dengan saat sistem belajar di Inggris yang lalu, hasil belajar semester pertama ini tidak terlalu mengecewakan. Tiga mata kuliah yang diambil pun mendapatkan nilai yang hampir sempurna, mencatatkan IPK 3,90. Selain itu, aku bisa menyelesaikan satu Grant Proposal untuk sebuah yayasan yang menyediakan dana untuk penelitian dan satu abstrak penelitian untuk konferensi di bulan Maret ini di Washington, DC, kabar terbaru abstrakku diterima. Dalam satu semester ini juga aktivitas diluar belajarku lumayan banyak, mulai dari terlibat sebagai Social Media Manager dalam Lehigh University UNICEF Club, membantu teman-teman di Lehigh Fulbright Association, CIE Club, dan menjadi Students Representative di Diversity Commitee.

Aku menganggap bahwa prestasi belajar ku di Amerika lebih baik dari saat studi Master di University of Manchester, Inggris sebelumnya. Mungkin, aku banyak belajar dari pengalaman studi dibawah tekanan yang ‘gila’ di kota Mancunian itu. Kuliah diluar negeri sungguh tidak mudah. Beban dan perjuangan yang harus dilewati melebihi sekedar lulus ujian atau mengerjakan sebuah paper belaka. Jalan-jalan terkadang hanyalah pelarian saja untuk menghibur diri yang terkurung dalam kerinduan berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Begitulah. Setiap hal selalu punya konsekuensi yang harus dijalani.

Di malam ini, para penduduk kota New York beserta para turis yang sengaja datang berkunjung akan berkumpul di Time Square, menyaksikan sebuah bola pecah berhamburan dengan kertas-kertas kecil yang mungkin berisi sesuatu. Datangnya tahun yang baru selalu menawarkan harapan yang baru. Dengan harapan, kita bisa menjaga semangat hidup dan memiliki arah dalam mengarungi 365 hari selanjutnya. Kereta Subway terasa melambat sepertinya akan segera tiba di stasiun Time Square.

Sebelum membuka mata, aku teringat akan masa studiku yang masih bebrapa tahun lagi. Akan ada banyak cerita canda tawa maupun kesedihan yang akan kuhadapi selama merampungkan studi Doktorku di negeri Paman Sam ini. Hati kecilku berbisik, menulis setiap pengalaman hidup yang sudah didapatkan bisa jadi salah satu cara mensyukuri nikmat Tuhan atas semua kebaikan yang sudah diberikan-Nya. Aku suka memperhatikan rintik-rintik bunga salju yang turun di musim dingin ini, terlihat begitu indah dan mendamaikan. Warna putihnya yang menyelimuti semua benda di permukaan bumi terlihat tanpa noda dan menyejukkan mata. Namun, salju-salju itu tak akan bertahan lama, mencair dan akhirnya menghilang. Rasanya, aku tak ingin hal itu terjadi pada setiap hal yang kulewati di negeri Liberti ini.

Perlahan, kubuka mata. Sepertinya, aku harus mulai menulis. Menulis sebuah Blog pribadi. Kuberi judul “SDSAFADG”.

Bethlehem, 3 Januari 2015.

Advertisements

9 Comments

  1. keren banget bro, nanti kalo tabungan MiQHNuR udah penuh, MiQHNuR jalan-jalan kesana ahk. hehehe….
    salam kenal yaa. visit back donk ke..
    — katamiqhnur.com —
    nggak bakalan rugi deh pokoknya, kalo kamu visit ke situ. hehehe..

    Like

  2. setiap membaca tulisan-tulisan mas budi,seperti tersadarkan kembali,betapa ‘kecil’nya dunia ini,dan bisa ditaklukan bagi orang-orang yg punya semngat juang yg tinggi :))
    selalu menebar inspirasi mas budi,jngan pernah capek!kami butuh itu….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s