6 Tips Raih Beasiswa Master ke Amerika Serikat

Artikel ini ditulis oleh Anet Adilla, mahasiswa S2 di American University, Washington DC, jurusan International Peace and Conflict Resolution dan Fulbright Fellow. Penulis merupakan alumnus Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga.

Suasana salah satu pusat kota di Amerika
Suasana salah satu pusat kota di Amerika

Punya impian untuk belajar di Amerika Serikat, khususnya untuk meraih gelar pendidikan Master? Kenapa belajar di Amerika Serikat? Pertama-tama, Amerika Serikat (AS) memiliki standar dan mutu pendidikan yang sangat baik untuk pendidikan tinggi. Berdasarkan Times Higher Education World University Ranking 2014-2015, 20 peringkat tertinggi untuk kampus-kampus terbaik di seluruh dunia masih didominasi oleh Amerika Serikat. Fasilitas kampus yang luas dan lengkap, pengajar yang berkualitas, serta iklim belajar dan meneliti yang mendukung di kampus-kampus di Amerika Serikat menarik pelajar dari berbagai penjuru dunia untuk bersekolah. Tentu saja, biaya pendidikan di kampus-kampus AS tersebut sangat tinggi. Untuk itu, diperlukan beasiswa bagi pelajar agar dapat bebas biaya kuliah dan biaya hidup selama menempuh masa studi di AS.

Apakah sulit mendapatkan beasiswa Master ke Amerika Serikat? Sebenarnya, semua orang bisa mendapatkan beasiswa asalkan memenuhi persyaratan dan menjalankan tahapan beasiswa dengan tekun. Berdasarkan data Kedutaan Besar Amerika di Jakarta, terdapat peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar ke AS sejak tahun 2011, menjadi 7000 pelajar. Data ini menunjukkan bahwa minat dan kesempatan anak-anak muda Indonesia semakin besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi di AS.

Foto salah satu kampus di Amerika di musim dingin
Foto salah satu kampus di Amerika di musim dingin

Berikut di bawah ini beberapa tips dan langkah-langkah untuk mendapatkan beasiswa Master ke AS :

  1. Tentukan Universitas dan Jurusan yang diinginkan

Pertama, tentukan universitas dan jurusan yang diinginkan untuk melanjutkan studi ke jenjang Master. Jurusan yang dipilih dapat disesuaikan dengan jurusan di tingkat Sarjana, ataupun dengan bidang pekerjaan. Carilah info sebanyak-banyaknya melalui internet, buku, majalah, seminar pendidikan, dan secara personal dengan menghubungi teman, saudara atau kolega yang sedang atau pernah bersekolah di AS.

Dalam memilih kampus dan jurusan, perhatikan peringkat kampus tersebut, karena tentunya semua ingin bersekolah di tempat dengan mutu yang baik. Informasi mengenai peringkat universitas dan jurusan dapat diperoleh dengan memasukkan kata kunci “20 Best University for Master’s Degree in Biology/Politics/Economy/etc” ataupun bidang studi lainnya. Gunakan strategi dalam memilih kampus, misalnya tentukan 4 (empat) universitas tujuan dengan peringkat yang bervariasi untuk menjamin diterimanya di salah satu kampus tersebut.

Perhatikan secara seksama detail program studi yang dituju. Melalui situs universitas, akan terlihat kelas-kelas yang dapat diambil dalam program studi tersebut dan pastikan apakah program tersebut telah sesuai dengan minat serta ilmu yang ingin kita pelajari.

Sistem pendidikan tinggi di Amerika Serikat pada umumnya terbagi menjadi dua, yaitu universitas swasta (private) dan universitas negeri (public). Keduanya memiliki mutu yang baik. Pilihan diantara keduanya akan berpengaruh terhadap biaya pendidikan dimana kampus swasta biasanya memiliki biaya yang lebih mahal, akan tetapi dengan murid yang lebih sedikit dan kelas yang lebih kecil dan privat.

Selain itu, cari tahu pula mengenai kota dan lokasi di mana universitas tujuan berada. Amerika Serikat merupakan negara yang sangat luas dan masing-masing negara bagian dan kota memiliki karakteristik yang berbeda. Sesuaikan kota tujuan dengan kepribadian dan juga kebutuhan belajar, apakah perlu memilih kampus yang berada di kota-kota besar atau di kota-kota yang memiliki iklim yang bersahabat. Hal ini tentu saja akan mendukung semangat dan konsentrasi belajar dalam menjalankan studi di AS.

  1. Tentukan Jenis Beasiswa

Kedua, terdapat berbagai jenis beasiswa untuk pelajar Indonesia yang ingin menjalankan program Master di Amerika Serikat. Beberapa beasiswa yang terkenal dan mengirimkan mahasiswa dalam jumlah besar setiap tahunnya antara lain adalah Fulbright, Spirit, Prestasi, Dikti, dan LPDP. Selain itu terdapat pula beasiswa-beasiswa lainnya baik melalui program pemerintah maupun organisasi dan yayasan. Kampus-kampus di Amerika Serikat sendiri pada umumnya memiliki program beasiswa secara terpisah.

Dalam memilih dan menentukan jenis beasiswa yang ingin dilamar, lihat persyaratan dan juga keuntungan yang ditawarkan beasiswa tersebut. Idealnya, tentu saja beasiswa penuh yang bebas biaya sekolah dan biaya hidup, menjadi incaran para pelamar. Akan tetapi, beasiswa separuh (partial scholarship) juga dapat menjadi pilihan, dilanjutkan dengan menutupi biaya lainnya melalui beasiswa lain.

Gunakan strategi dalam memilih jenis beasiswa, pilihlah yang paling berpotensi untuk didapatkan. Lihat kans beasiswa tersebut, berapa banyak yang diterima setiap tahunnya, juga lihat jenis beasiswa yang spesifik mencari profesi dan bidang studi tertentu. Misalnya, terdapat beasiswa tertentu yang fokus pada bidang jurnalistik, kesehatan masyarakat, HAM, dan lain sebagainya. Tentu saja kita dapat melamar beberapa beasiswa sekaligus dalam satu periode, akan tetapi perhatikan waktu dan energi yang dibutuhkan. Ada baiknya untuk fokus melamar pada dua atau tiga jenis beasiswa saja.

Sekali lagi, carilah info sebanyak-banyaknya dari internet dan sumber-sumber lainnya, serta perhatikan persyaratan dan tenggang waktu yang ditentukan oleh setiap jenis beasiswa.

  1. Persiapkan Syarat Administrasi

Dalam memenuhi kelengkapan persyaratan administrasi untuk melamar suatu beasiswa, dibutuhkan ketekunan dan kesabaran. Bagi sebagian pelamar, hal ini menjadi tantangan dan tahapan yang paling berat, karena banyaknya dokumen administrasi yang harus dipenuhi. Hal yang sama berlaku dalam persyaratan administrasi untuk melamar kampus di Amerika Serikat, karena terdapat beberapa jenis beasiswa yang mensyaratkan surat penerimaan (acceptance letter) terlebih dahulu dari universitas.

Dokumen yang diminta umumnya terdiri dari dokumen personal dan akademik, seperti akte kelahiran, KTP, Paspor, CV, serta transkrip dan ijazah dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.  Selain itu, AS mensyaratkan sertifikat TOEFL IBT dengan nilai rata-rata minimum 100 untuk menjamin kemampuan bahasa Inggris mahasiswa internasional. Universitas di AS juga mensyaratkan nilai GRE (Graduate Record Examinations) yang baik. GRE merupakan tes standar untuk memasuki jenjang Master di AS, yang bertujuan untuk mengukur kemampuan verbal, kemampuan menghitung, menulis dan berpikir kritis.

Dokumen lain yang penting dalam melamar beasiswa adalah surat rekomendasi. Surat rekomendasi umumnya terdiri dari dua jenis, yaitu surat rekomendasi dari atasan di tempat kerja dan surat rekomendasi dari dosen di perguruan tinggi. Surat rekomendasi yang baik dapat menjelaskan mengapa kita layak direkomendasikan untuk mendapatkan beasiswa tersebut dan mampu menempuh masa studi di AS dengan sukses. Merupakan nilai tambah apabila surat rekomendasi ditulis oleh sesorang yang memiliki posisi yang strategis, misalnya dekan atau rektor di universitas. Akan tetapi, perlu diperhatikan agar kiranya pemberi rekomendasi mengenal kita secara pribadi, serta mengetahui potensi dan rekam jejak kita di kantor maupun di dunia akademik.  Karena umumnya surat rekomendasi mencantumkan identitas penulis, dan kontak berupa nomor telepon dan email, agar sewaktu-waktu pemberi rekomendasi dapat dihubungi untuk memberikan keterangan langsung mengenai pelamar beasiswa.

Melihat syarat-syarat administrasi di atas, idealnya proses untuk memenuhi beasiswa dimulai sedini mungkin atau paling tidak enam bulan sebelum deadline.Menerjemahkan dokumen-dokumen resmi ke dalam bahasa Inggris, mengikuti tes TOEFL dan GRE, serta mendapatkan surat rekomendasi, tentu membutuhkan usaha dan waktu yang cukup lama. Fokus dan sempatkan diri untuk mengerjakannya di sela-sela waktu kerja. Apabila perlu, pelajari TOEFL dan GRE melalui buku-buku maupun dengan mengikuti kursus.

  1. Tulis Personal Essay dengan baik

Keempat, dalam melamar beasiswa ke Amerika Serikat, kita perlu menulis sebuahPersonal Essay atau Personal Statement yang baik. Personal Essay umumnya terdiri dari dua hingga tiga halaman dan dibuat dalam bahasa Inggris. Esai ini bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan motivasi kita dalam memilih universitas dan jurusan yang diinginkan, sekaligus menyakinkan bahwa kita pantas menjadi mahasiswa Master di kampus tersebut. Esai ini sangat penting, terutama bagi beberapa kampus di Amerika yang tidak menggunakan sistem wawancara dalam seleksi masuk. Esai akan berfungsi secara selektif dalam menentukan masuknya pelamar ke dalam universitas.

Esai diharapkan menjadi suatu tulisan yang mengalir, jelas, singkat dan padat. Jelaskan mengenai motivasi, karakter, pendidikan dan pengalaman kerja yang relevan dengan bidang studi, dan nilai tambah yang dimiliki secara persuasif dan meyakinkan. Selain itu, gambarkan tujuan akhir kita dalam memilih bidang studi tersebut, apa yang bisa disumbangkan kepada komunitas, masyarakat dan Indonesia. Pastikan agar tujuan akhir ini sesuai dengan bidang studi secara spesifik dan berdampak secara nyata. Misalnya melalui studi Master di bidang teknologi pangan, kandidat beasiswa akan dapat meningkatkan ketahanan pangan Indonesia melalui peningkatan mutu padi jenis tertentu.

Selain isi, format esai juga sangat penting. Cek apakah jenis huruf, besar huruf danmargin telah sesuai dengan persyaratan masing-masing kampus. Proofread kembali esai yang telah ditulis melalui teman, saudara, kolega, ataupun native speakerbahasa Inggris untuk mencegah kesalahan ketik (typo) dan kesalahan grammar. Internet juga merupakan sumber yang tepat untuk mencari contoh-contoh personal essay baik secara umum maupun yang bertema spesifik.

  1. Persiapkan wawancara

Tahap selanjutnya dalam proses beasiswa setelah melewati tahap administrasi adalah wawancara. Wawancara biasanya dilaksanakan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dalam wawancara beasiswa, biasanya pewawancara terdiri dari panel dengan dua orang pewawancara atau lebih. Jumlah dan komposisi pewawancara bervariasi tergantung jenis beasiswa. Pelajari kembali dokumen-dokumen dan personal essay untuk mempersiapkan diri. Pewawancara akan berpegang pada CV dan dokumen administrasi dalam mengajukan pertanyaan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan dalam wawancara beasiswa adalah motivasi, universitas dan jurusan yang dipilih, serta pengalaman kerja maupun pengalaman organisasi yang relevan dengan bidang studi. Jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan singkat dan jelas, serta menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang baik.

Dalam menghadapi wawancara, ada baiknya untuk melakukan simulasi wawancara terlebih dahulu dengan teman ataupun kolega. Persiapkan diri dengan menggunakan pakaian formal dan rapi saat wawancara.

  1. Tetap optimis

Dalam mencari beasiswa Master, khususnya ke Amerika Serikat, dibutuhkan optimisme dan pikiran positif. Tentunya kita semua mengharapkan untuk mendapatkan beasiswa pada percobaan pertama, dan sangat baik apabila hal tersebut bisa tercapai. Akan tetapi, pada kenyataannya, gagal selama tiga, empat, hingga lima kali biasa dialami oleh para pelamar beasiswa. Tetaplah optimis, karena cita-cita menempuh studi ke jenjang Master di AS tidak mustahil dan bisa diraih dengan usaha kita sendiri. Selamat mencoba!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: Sdsafadg I Twitter @01_budi 

Advertisements

8 Comments

  1. terima kasih atas tipsnya. ada tidak link daftar universitas dan prof. yang kira2 kami bisa kirimi email jika kami ingin berkomunikasi. untuk diskusi proposal dan LoA?? tq

    Like

  2. makasih kak.. infonya sangat bermanfaat. Setidaknya postingannya menguatkan mental kami-kami para pencari beasiswa untuk persiapan dan struggle 🙂

    Like

  3. Tips yang detail sekali kak, pasti menyenangkan ya kak bisa diterima di salah satu universitas di amerika serikat? Semoga semakin banyak pelajar Indonesia yang mendapatkan kesempatan yang sama. 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s