Salju Jum’ah

Ukiran kata LOVE yang dipenuhi salju..
Ukiran kata LOVE dekat FM Library yang dipenuhi butiran salju..

Bangun dari tidur, suhu minus 15 ‘C sudah menyambut diluar, tapi sinar matahari cerah menyinari Lehigh. Beberapa minggu ini perlu sedikit lebih berpedoman pada informasi cuaca yang ada di Handphone ketimbang melihat suasana diluar. Kalau hanya berdasarkan sinar matahari, pastilah akan memutuskan untuk ke luar rumah dengan pakaian jaket tipis tanpa sarung tangan. Setelah beberapa menit berjalan, udara dingin mulai terasa menembus pakaian sampai menusuk tulang, rasa dinginnya bahkan sampai bisa membuat mata berair, apalagi di cuaca berangin; bisa diprediksi akan berlari pulang lagi kerumah mengambil jaket tebal seperti yang terjadi dengan saya beberapa minggu lalu.

Dua hari lalu, badai salju melanda Lehigh, anak-anak sekolah diliburkan dan kemarin kampus di tutup jam dua siang. Musim dingin sedang berada dipenghujung akhir bulan ini sebelum berganti ke musim semi di bulan April nanti. Jika mengikuti kalender, hari ini terakhir kelas di musim dingin dan minggu depan disebut dengan ‘Spring break” alias libur musim semi selama seminggu. Enaknya kuliah di Amerika setiap musim ada liburnya, kecuali di musim gugur; musim dingin libur satu bulan, musim semi libur satu minggu, dan musim panas paling panjang, libur selama tiga bulan. Tekanan belajar yang tinggi dengan tugas kuliah yang segunung, rasanya wajar kalau mahasiswa diberikan beberapa waktu libur, hitung-hitung waktu untuk mendinginkan otak. Sayangnya, di spring break ini tidak akan terasa liburan karena saya harus ke Washington, DC untuk presentasi paper dan ke New York untuk menghadiri konferensi. Waktu seminggu tentunya akan terasa cepat berlalu kemudian kembali lagi kuliah menghadapi setengah semester selanjutnya.

Diujung terlihat rumah President Lehigh University yang pekarangannya ditutupi salju..
Diujung terlihat rumah President Lehigh University yang pekarangannya ditutupi salju..

Hari ini juga terakhir jum’at sebelum libur musim semi, artinya minggu depan mungkin jama’ah yang datang hanya dua atau tiga orang saja karena banyak yang pergi berlibur. Di Amerika, mahasiswa jarang melewatkan waktu libur dengan tinggal di rumah atau tetap belajar disekitaran kampus, karena itu saatnya membebaskan diri dari belenggu akademik yang menyusahkan siang malam sampai tidak tahu jam. Sekitar jam dua belas tiga puluh, saya berangkat menuju dialogue center untuk menunaikan shalat jum’at. Mata saya agak berkedip-kedip beberapa menit setelah keluar dari rumah, sinar matahari terang sekali bersinar, setiap sudut putih dipenuhi salju, tapi cuaca dingin membeku. Namun, salju terlihat indah sekali bila dilihat saat cuaca cerah dibawah sinar mentari. Alih-alih berjalan cepat karena sudah agak terlambat untuk shalat jum’at, langkah saya malah berhenti beberapa kali, mengambil foto-foto pemandangan yang ada disekitaran kampus Lehigh. Bulan depan warna putih yang menggantung di kerangka pohon dan tanaman ini akan sirna berganti bunga.

Office Lens_20150306_124431
Deretan tanaman hijau yang permukaan atasnya tertutup salju tebal..
Office Lens_20150306_124543
Tanaman yang hampir tinggal kerangka dipenuhi bunga-bunga salju yang tersangkut – terlihat berbunga..

Pemandangan lain yang juga menyejukkan mata adalah bunga-bunga salju yang tersangkut di ranting-ranting tanaman kecil yang dedaunannya sudah gundul habis di musim gugur lalu. Dengan tumpukan salju yang tersangkut, terlihat seperti bunga-bunga putih dari tanaman yang sudah gundul itu. Terkadang, terlihat seperti bola yang menjuntai diujung ranting kecil yang menahannya; bisa juga tampak bagaikan buah-buah bulat putih dari rangkaian-rangkaian ranting kecil yang serabutan. Salju dalam suasana saat ini bagusnya jangan pernah berlalu, soalnya kalau sudah mencair, jalanan becek dan lapisan-lapisan es tipis memenuhi permukaan jalanan, banyak menyebabkan orang-orang jatuh karena licin.

Dilihat dari jarak dekat...
Dilihat dari jarak dekat…
Salju tersangkut, terlihat seperti buah putih..
Tanaman ini masih berdaun hijau, tapi turun kebawah - atasnya dipenuhi salju..
Tanaman ini masih berdaun hijau, tapi turun kebawah – atasnya dipenuhi salju..
Lehigh University Center dilihat dari selah-selah tanaman bersalju..
Lehigh University Center dilihat dari selah-selah tanaman bersalju..

Usai puas mengambil berbagai foto, saya berlari menuju dialogue center, jam sudah menunjukkan hampir pukul satu siang. Apa mau dikata, sesampai di tempat shalat, Khotib sudah naik mimbar. Wajah baru terlihat mengisi Khutbah jum’at hari ini, biasanya ada teman dari Maroko yang senantiasa mengambil alih mimbar. Isi khutbah pun cukup menarik, yaitu menasehati agar jangan terlalu mudah menghakimi atau mengambil kesimpulan tentang seseorang hanya berdasarkan fisik atau hal lainnya. Juga, seseorang yang tidak alim saat ini bukan berarti tidak ada jalan baginya untuk kembali ke jalan yang benar. Banyak kasus menunjukkan di menit-menit terakhir seseorang, kesadaran dirinya muncul, pintu hatinya terketuk, membuatnya berubah total dan meninggalkan semua keburukan yang pernah dijalaninya.

Isi Khutbah ini mengingatkan saya tentang cerita dua orang saudara. Sang kakak sangat dicintai keluarga karena tingkah lakunya yang sopan, suka menolong, dan rajin beribahadah; sebaliknya, si adik dianggap sebagai aib keluarga disebabkan tingkah lakunya yang suka berjudi dan minum-minuman keras. Suatu hari, tak sengaja di pikiran sang kakak terbersit perasaan bosan dengan semua kebaikan yang dilakukannya. Hati kecilnya berkata,” Kenapa tidak mencoba berbuat satu keburukan saja. Bukankah sudah banyak sekali kebaikan yang aku perbuat. Satu keburukan mungkin tidak akan terlalu merusak. Lagi pula, aku butuh merasakan sesuatu yang baru dari yang dilakukan sehari-hari”. Dengan pikiran ingin melakukan satu keburukan, sang kakak ke luar dari tempat ibadah menuju ke pasar dan memutuskan untuk melakukan satu keburukan.

Si adik yang tengah duduk lemas bermandikan minuman keras tiba-tiba memikirkan tentang kehidupan yang sedang dijalaninya. Tanpa sadar, air mata mengalir dari ujung pelupuk mata. Hati kecilnya menasehati,” Keburukan apa lagi yang ingin kau lakukan? Tidak cukupkah air mata Ibu dan Ayah mu memuaskan sedikit nafsu bejatmu? Apa kau bahagia melihat keduanya di azab dua kali lipat di dunia dan akhirat hanya karena seorang anak yang tidak tahu terima kasih seperti mu?”. Hatinya meradang menyesali semua perbuatan buruk yang banyak dilakukan. Mungkin jatah umur yang dimilikinya tak lama lagi, namun kesadaran dalam dirinya seolah mengisyaratkan untuk setidaknya melakukan satu kebaikan sebelum ajal menjemput. Biarlah dalam setandan pisang, setidaknya ada satu yang menguning masak diantara puluhan yang hitam membusuk. Si adik akhirnya memutuskan untuk mendatangi rumah ibadah untuk bertaubat.

Dalam perjalanan, keduanya mendapatkan kecelakaan dan meninggal, tapi mereka meninggal dalam tujuan ingin melaksanakan sesuatu yang berbeda; sang kakak ingin berbuat keburukan, sedangkan si adik ingin bertaubat. Terkadang, kita tidak tahu entah kapan Tuhan membalikkan hati seseorang dan kapan Dia memalingkan hati seseorang. Namun demikian, tidak baik sekiranya menghakimi seseorang sekarang seolah tidak akan ada perubahan yang terjadi dalam hidupnya.

Dialogue Center, tempat memnunaikan shalat Jum'at..
Dialogue Center, tempat menunaikan shalat Jum’at..

Selepas shalat Jum’at, saya harus menyempatkan singgah di supermarket C-Town, butuh beli beberapa jus buah. Bibir sudah sering mengering sampai mengelupas walaupun sudah pakai lipsbalm, sepertinya agak kekurangan vitamin. Juga, setiap bangun bagi, cuci muka, selalu ada darah kering keluar dari hidung. Cuaca diluar dingin, tapi udara dikamar panas karena ada heater. Mungkin untuk beberapa orang bisa sampai mimisan. Ah.. nikmati saja.. hidup selalu punya episode berbeda yang harus dijalani. Belajar menikmati kesulitan, nanti akan terasa ada kemudahan.

Sebuah bangunan Cina di dekat C-town...
Sebuah bangunan Cina di dekat C-town…
Dua ekor patung burung yang terbuat dari besi-besi...
Dua ekor patung burung yang terbuat dari besi-besi bekas..
Advertisements

4 Comments

  1. Tulisan mas Budi selalu memberikan semangat baru pada setiap pembaca. Salah satunya saya, setiap online pasti saya luangkan waktu membuka websitenya mas Budi Waluyo.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s