Lebih dari Sekedar Penikmat dan Pengagum…

WP_20150426_020
Liberty Island, Amerika

      ” … Dia ingin kita menjadi lebih dari sekedar penikmat dan pengagum, menjadikan cerita itu cermin agar bisa           mempersiapkan diri berganti posisi di masa depan.”

Tulisan saya yang berjudul “Ibu, Aku, dan Pendidikan yang Diraih..” banyak sekali di share, like, dan comment di media sosial. Sebenarnya, ini bukan pertama kali tulisan saya banyak dibaca, jauh saat masih di Inggris saya tekun menulis setiap minggu, berbagi cerita mulai tentang keseharian selama studi di Manchester sampai menceritakan latar belakang pribadi, hingga sebuah buku terbit dan tersedia di Gramedia dari hasil menulis tersebut. Di Amerika sekarang saya tetap menekuni menulis blog setiap minggu meskipun harus dilakukan disela-sela tugas kuliah. Berbagi cerita di blog menjadi cara saya melepaskan diri sejenak dari penat dan ketatnya studi di Amerika.

Namun, ada satu hal yang selalu menjadi pikiran saya, dari sejak awal saya menulis sampai sekarang. Benarkah orang Indonesia sangat menyukai ‘Drama’? Suatu hari ketika masih di Indonesia, saya pernah mendengar seseorang berkata kalau orang Indonesia sangat menyukai ‘kisah-kisah dramatis’. Kisah sedih menggugah jiwa yang bisa membuat air mata mengalir. Cerita tentang orang-orang yang awalnya tak berdaya kemudian berjuang sekuat tenaga untuk keluar dari kondisi yang ada lalu meraih impiannya. Ada juga cerita orang-orang yang terzhalimi segera mendapatkan simpati dari masyarakat, tak lama setelah itu dia memenangkan hati semua orang.

Ternyata, kalau kita melihat semua hal yang menjadi tren di Indonesia, mulai dari buku-buku yang laris banyak di beli, film-film yang booming, sampai dunia perpolitikan, sepertinya ‘kisah-kisah’ dramatis memang ‘laku sekali’ di pasaran. Saya jadi ingat pernah menonton acara Indonesian Idol dimana pemenang terpilih akhirnya mereka yang sukses menampilkan sisi ‘keterbatasan yang dimiliki’. Tidak ada yang salah dengan mengangkat kisah-kisah dramatis – cerita orang-orang yang awalnya hidup dengan penuh keterbatasan hingga berhasil meraih impian terbesar dalam hidupnya. Tulisan saya ini pun mengangkat tema yang sama. Saya menceritakan semua keterbatasan hidup yang dimiliki sampai berhasil meraih beasiswa studi S2 dan S3 ke Inggris dan Amerika.

Namun demikian, kita harus tetap cerdas dalam menanggapi kisah-kisah dramatis yang tersaji. Membaca cerita-cerita seperti ini bisa memberikan inspirasi dan membangkitkan motivasi dalam diri. Diri terasa terpuaskan dan seakan keraguan tentang kemampuan diri dalam meraih impian terjawabkan seusai membaca. Tetapi, kita tentu tidak ingin berhenti disitu saja, bukan? Jangan sampai diri kita termasuk menjadi target bulanan buku, film, dan lain-lain yang berbau inspiratif dan motivasi, tanpa bisa berbuat lebih dari sekedar penikmat dan pengagum.

Hidup itu harus berubah karena kalau tidak, situasi yang akan mendikte kita mengikuti kondisi mereka yang sudah berubah. Saat ini kita terinspirasi dan termotivasi, bulan depan atau tahun berikutnya, kita yang menginspirasi dan memotivasi orang lain. Minggu ini kita membaca banyak buku-buku berkualitas, tahun berikutnya kita menjadi penulis. Kita harus bisa merubah posisi awal, menunjukkan kalau kita tumbuh dan mengambil manfaat dari apa yang sudah dibaca dan dinikmati. Selalu ada tujuan kenapa Tuhan menakdirkan kita membaca sebuah cerita, menonton satu film, bertemu dengan seseorang dan lain sebagainya. Rasanya, Dia ingin kita menjadi lebih dari sekedar penikmat dan pengagum, menjadikan cerita itu cermin agar bisa mempersiapkan diri berganti posisi di masa depan.

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: Sdsafadg I Twitter @01_budi

Advertisements

2 Comments

  1. Ya, motivasi dan inspirasi tidak jarang hanya selewat saja, pudar dalam hitungan waktu. Mungkin Mas Budi bisa berbagi tips dan trik bagaimana agar motivasi itu tetap menyala walau dalam keraguan

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s