Foto anak-anak di sekitaran lokasi tempat saya bekerja di Wamena, Papua (Foto/Ibhen)
Anak-anak di sekitaran lokasi tempat saya bekerja di Wamena, Papua (Foto/Ibhen)

Nama saya Ima Eka Sari tapi sejak dulu saya akrab di panggil ibhen. Saya lulusan Bandung College Of Social Welfare (Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung) tahun 2014 lalu. Suatu hari tawaran pekerjaan datang begitu saja dari Yayasan Kumala yang saat ini sedang bekerja sama dengan UNICEF untuk Program penguatan pengajaran baca tulis untuk siswa kelas awal di daerah terpencil dan pedalaman, namun pekerjaan ini tersedia di Tanah Papua – Wamena, sungguh meski saya pernah berpikir untuk bekerja di Papua tidak terpikirkan bahwa ucapan saya bertahun-tahun lamanya dijawab oleh Tuhan diwaktu yang tidak dapat saya sangka sama sekali, namun kesyukuran meliputi rasaku di kala itu bahkan hingga hari ini.

Awalnya saya dipanggil dan diposisikan sebagai finance officer, tapi hati saya tidak menerimanya begitu saja. Saya tahu betul kelemahan diri dalam me-manage keuangan, namun saya anggap ini sebagai tantangan sambil terus berdoa untuk dapat menaklukkan tantangan ini. Doaku yang lainnya adalah untuk ditempatkan dalam pekerjaan dimana hati dan jiwaku dapat selaras, dan hanya dalam waktu 2 bulan saya kemudian dipromosikan menjadi Liaison Assistance di Program ini.

Lagi, awalnya saya masih bingung karena belum pernah turun kelapangan saat menjadi finance officer. Belum lagi, tugas saya menjadi Liaison Assistance untuk dua puluh Trainer dan Mentor yang ditempatkan disekolah dampingan kami, dan itu berarti saya juga mengawasi 20 sekolah dampingan UNICEF. Tentu setiap keputusan memiliki tantangan dan resikonya but im so glad with that. Turun kelapangan adalah keputusan yang sangat berarti yang pernah saya buat. Mari sedikit mengenal Wamena πŸ™‚

Wamena terletak ditengah-tengah pegunungan Papua, kota kecil ini di kelilingi oleh pegunugan hijau yang membentang luas memberikan kesejukkan bagi mata, hampir tidak ada bangunan tinggi dan hal itu membuat gunung-gunung di Wamena menjadi pemenang yang masih kokoh dan gagah berdiri mengawasi kota kecil ini. Udaranya? rasanya ini tempat terdingin yang pernah saya datangi, Wamena merupakan ibu kota dari Kabupaten Jayawijaya, dan dekat dengan pegunungan jawawijaya yang dinginnya berkali lipat dari kota Wamena itu sendiri, beberapa artikel meyebutkan bahwa β€œWamena merupakan surga dan mutiara yang belum banyak tersentuh di pedalaman pegunungan tengah Papua” and i Agree … kota kecil ini bak mutiara yang masih berada dalam kerang tidak tersentuh, beberapa orang mengatakan bahwa jika kita ke Papua dan belum menginjak Wamena itu sama saja kita belum ke Papua, kata-kata ini membuktikan bahwa ada sesuatu di Wamena yang tidak dimiliki daerah lain di Papua. (i’m still looking for that too πŸ™‚ )

Keindahan yang dimiliki Wamena tidak hanya sampai di alamnya, kebudayaan yang masih terjaga kuat masih terasa kental di kota kecil ini, jangan heran jika mata kita ini akan banyak melihat pria-pria tanpa busana dan hanya memakai Koteka dan juga perempuan-perempuannya baik muda maupun tua hanya menggunakan Rok Sali, dan mereka yang masih memegang budayanya bertempat tinggal di rumah khas Wamena (honai).

Honai - rumah adat khas Wamena (Foto/ Ibhen)
Honai – rumah khas yang ada di Wamena, dimana penghuni tidur di atas alang-alang (Foto/ Ibhen)

Namun, keindahan budaya itu justru memberikan resiko yang besar terhadap anak-anak Papua yang jelas menjadi generasi dan penerus di daerahnya; budaya justru tidak mengambil peran dalam memberikan dukungan dan bantuan dalam masalah pendidikan yang dialami oleh anak-anak Papua usia SMP-SMA masih ada yang belum mampu membaca dan mengenal huruf dan entah bagaimana mereka bisa sampai ke jenjang SMP – SMA jelas kita semua tahu mengapa?

Konflik juga masih sering terjadi, kurangnya pendidikan dan konsumsi minuman keras yang tinggi yang entah sejak kapan menjadi budaya, padahal ini bukanlah budaya yang dibawa oleh nenek moyang dan leluhur mereka, mengakibatkan akal dan pikiran mereka yang pendek sehingga teramat sangat mudah terprovokasi oleh pihak luar yang memiliki kepentingan lain dan hal ini jugalah yang menjadi pemicu dari seringnya terjadi konflik, tidak ada batasan dalam bergaul bagi laki”-perempuan, itu juga mengapa tingkat HIV/AIDS sangat tinggi di PAPUA, karena pendidikan adalah satu-satunya yang tidak mereka miliki diantara semua kekayaan alam yang Tuhan anugerahkan, intinya tempat ini cukup rawan dengan konflik dan khususnya bagi perempuan yang tidak berkulit hitam yang disebut (pendatang) so, lebih baik mengikuti setiap intruksi dari kepolisian dan pemerintah setiap akan terjadi konflik, we can get stuck anywhere…

Para pria sedang berukumpul, Wamena, Papua (Foto/Ibhen)
Para pria sedang berkumpul, Wamena, Papua (Foto/Ibhen)

Meski terbatas berada jauh dari seluruh akses, tapi, bagi saya, mimpi dan semangat belajar tidak memiliki batasan, karena batasannya hanya saat pikiran kita berhenti, sulit memang, tapi lagi-lagi kesyukuran meliputi diriku; saya tetap bisa belajar dengan jarak jauh, meski loading internet sangatlah.. sangat.. teramat sangat pentium satu. But no problem, Saya masih bisa membaca uraian jawaban yang diberikan dan jujur saja,, exercise 1 & 2 yang saya kerjakan hanya benar 2 sangat jauh dari yang di harapkan, terkadang saya iri dengan teman-teman yang saat ini berjalan menggapai mimpi mereka melesat jauh dari saya yang tinggal di kota besar dengan berbagai akses yang mudah, selain itu saya jelas terkendala dengan waktu, dan demi mendapatkan akses internet di minggu malam saya harus bermalam di kantor dan menunggu hingga pukul 10 malam karena perbedaan waktu 2 jam yang ternyata membuat saya merasa lebih jauh dari tempat saya dulu.

Selain masalah teknis itu saya memiliki masalah dalam memahami subject dan verb saat pertanyaan telah berubah, so saya menjelaskan kembali bahwa beberapa jawaban saya tidak berdasarkan pengetahuan saya terhadap pertanyaan itu akan tetapi,, yup! By feeling.. semoga ini tidak menjadi habit yang membuat saya terbiasa karena lebih banyak keberuntungan, (no.. dont wait for luck), Sehingga membuat kita menjadi malas untuk belajar sebab keberuntungan diam-diam membuntuti kita, i know exactly my weakness itulah mengapa saya rasa beberapa kali keberuntungan sedang berpihak. Tantangan belajar semakin banyak, namun saya bisa belajar dimana saja. Saya bisa belajar di honai-honai kecil milik masyarakat pedalaman jika saya sedang berada dilapangan (ketika saya dilapangan bersama masyarakat, adalah untuk membantu msyarakat mengubah mindset tentang pendidikan yang bagi mereka tidak memiliki benefit apapun, not easy dude…. !!!)

Tempat ini (Wamena) menjauhkan saya dari buku-buku dan tidak bisa berbelanja atau hunting buku, karena kebetulan saya menggemari membaca buku, dan untuk beberapa waktu saya menghabiskan waktu dengan alam, so yang mau kirim atau menyumbangkan bukunya agar otak saya tidak buntu atau sekedar bacaan buat anak-anak disini dipersilahkan πŸ˜€ #NGAREP.. HEHEH…

And BOOOOM !!!! Sekolah TOEFL.. gives me a chance to learn..!

Why am I here studying in Sekolah TOEFL?

Saya selalu memimpikan sesuatu yang luar biasa diluar sana, di dunia yang belum pernah sempat Β saya lihat, khususnya EROPA entah bagaimana, sejak SMP saya sudah terpana dengan keanggunan benua EROPA; mimpi sayalah yang membawa saya ketitik ini. Suatu hari saya mengatakan pada diri bahwa saya akan keluar negeri sdan akan bersekolah disana. Namun, bagaimana caranya? Saya tidak lahir dikeluarga dimana keluarga itu mampu membiayai mimpi saya untuk bersekolah di EROPA sana, satu-satunya cara adalah mengejar beasiswa, tapi hal ini juga bukannya mudah, saya bersaing dengan ribuan orang yang memiliki mimpi yang sama, dan selain itu TOEFL & IELTS menjadi salah satu syarat wajib yang harus dimiliki dengan nilai yang must be WOW!!! Terlebih lagi saya belajar ENGLISH Otodidak only by films and books, saya yakin Sekolah TOEFLΒ akan memberikan perubahan yang berarti… Terimakasih sudah membentuk sekolah ini. Im so glad im a part of this shool… and being a student here.
So, i will try hard, no matter how hard the situations that I have to get through… I willΒ never give up… never!!!

God will help!

-BEST REGARD-
Ibhen EkaSari…..

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: sdsafadg I Twitter @01_budi | Instagram: sdsafadg

Advertisements