Baru Belajar TOEFL Sekarang? Better Late than Never!

Syamsiah Br Marpaung


(Foto: Syamsiah Br Marpaung, S.Pd)
(Foto: Syamsiah Br Marpaung, S.Pd)

Saya alumni pendidikan bahasa Inggris sebuah universitas negeri di kota Medan, lulus pada Mei 2014. Sebenarnya saya termasuk terlambat dalam hal menemukan informasi mengenai pentingnya TOEFL atau angan-angan kuliah ke luar negeri. Baru akhir-akhir masa penyusunan skripsilah saya mengerti pentingnya TOEFL untuk melanjut S2 di luar negeri. Namun pada waktu itu, semuanya hanya ada dalam keinginan dan hasrat, tentang bagaimana caranya saya masih belum memikirkannya.

Segera setelah wisuda saya langsung bekerja karena saya tidak memiliki dana untuk melanjutkan studi ke jenjang S2. Untuk kuliah S1 saja saya bergantung pada beasiswa, tentu saja untuk melanjut ke S2 saya juga ingin dibiayai oleh beasiswa. Namun, saya menyadari untuk mendapatkan dana beasiswa S2 tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ditambah lagi, saya masih meraba-raba informasi di dunia maya. Saya tidak mengenal banyak senior, dan juga tidak begitu dekat pada para dosen, biasanya mereka merupakan sumber informasi. Saya menyadari bahwa itu merupakan kesalahan saya, namun apa hendak dikata, semua telah berlalu. Yang harus saya lakukan kemudian adalah berfokus pada apa yang harus saya lakukan ke depan.

Di setengah tahun menjalani waktu sebagai alumni yang belum mendapatkan pekerjaan tetap namun merindukan bangku kuliah, saya mengenal kak Budi melalui dunia maya. Dimulai dari mengetik kata kunci ‘Fullbright’ pada kolom ‘search engine Google’, ketemulah saya dengan kakak luar biasa ini. Angan-angan saya untuk melanjut S2 yang hampir pupus perlahan muncul kembali setelah membaca tulisan-tulisan beliau. Saya selalu semangat membaca blog kakak hebat ini, materi-materi pdf yang banyak beliau sediakan dalam blognya sangat membantu proses pemulihan kepercayaan diri saya. Apalagi kalau saya baca e-book ‘Smart Tweets’ beliau.

Dengan modal nekat dan belajar otodidak, saya beranikan diri melengkapi formulir beasiswa dan mengikuti tes TOEFL ITP bersertifikat dari ETS di salah satu institusi bahasa di kota Medan. Apa hendak dikata, skor yang saya peroleh hanyalah 490. Saya pun bingung harus bagaimana. Namun saya tak putus asa, setiap minimal 2 hari sekali saya akan membaca blog kak Budi. Saya juga mengundang semua kontak akun sosial beliau.

Alhamdulillah, rasa tidak putus asa saya berbuah manis. Saya mendapat ‘broadcast message’ dari Kak Budi mengenai Sekolah TOEFL. Saat ini saya adalah seorang guru pengganti di sekolah SD dan sebuah tempat kursus di kota kecil bernama Tanjungbalai, sekitar 4-5 jam dari Medan. Di kota ini, saya tidak dapat mengikuti kelas persiapan TOEFL karena memang tidak ada. Untuk tes saja, saya harus pergi ke Medan. Karenanya saya merasa bahwa sekolah ini adalah jawaban untuk doa saya. Saya pun segera mendaftar dan sekarang menjadi bagian dari keluarga besar sekolah online yang luar biasa ini. Melalui sekolah ini saya dapat belajar bersama berbagai teman di seluruh penjuru Indonesia dan hal itu sangat menyenangkan.

Tantangan terberat dalam belajar TOEFL adalah disiplin waktu dalam belajar, khususnya untuk kasus belajar mandiri dan menghadiri sekolah online, apalagi dengan tantangan signal yang naik turun di daerah. Kita harus keras pada diri sendiri dan pandai-pandai membagi waktu. Khususnya seperti saya yang mengajar di pagi hari hingga siang, lanjut sore sampai malam. Di awal-awal memang semangat, lanjut minggu kedua mulai kewalahan. Namun, saya tak mau terus memanjakan diri, saya akan belajar dan bekerja keras seperti kak Budi. Saat rasa malas datang, saya pun menampar diri dalam hati, “Kak Budi yang super padat jadwalnya sekolah di luar negeri saja masih menyempatkan diri untuk kami di sekolah ini!”

Buat teman-teman lain yang punya masalah sama seperti saya, yang sibuk bekerja dan sudah tak lagi berada di bangku kuliah, kita tidak boleh menyerah. In Shaa Allah terlambat masih jauh lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali. Buat adik-adik yang masih kuliah, bersyukurlah karena kalian telah jauh beberapa langkah di depan kakak-kakak alumni yang lama bangunnya seperti saya. Buat kita semua, siswa/i Sekolah TOEFL Indonesia, yuk menjadi berkah dan manfaat untuk sesama, mari kita berbagi informasi untuk orang-orang di sekitar kita, banyak teman kita di luar sana yang membutuhkan informasi yang kita miliki.

Sufia Nur Janah


Nama saya Sufia Nur Janah, alumni Universitas Sebelas Maret jurusan Matematika. Saya berasal dari Sragen, tetapi sekarang berdomisili di Solo. Saya lulus bulan Agustus dan wisuda pada bulan Desember. Jadi, rasanya sudah lama sekali tidak mengikuti pembelajaran kuliah. Setelah lulus saya berniat untuk melanjutkan kuliah S2 di luar negeri. Niat sekolah ke luar negeri baru terpikirkan beberapa bulan sebelum wisuda sehingga persiapan bahasanya pun belum begitu matang. Daripada menyesali persiapan yang bisa dikatakan terlambat, maka tidak ada salahnya mencoba untuk bangkit dan segera memulainya.

Pada bulan Maret saya ikut les preparation IELTS di jogja tepatnya di Cilacs UII. Selama 2 hari sekali dalam seminggu, saya melakukan perjalanan dari solo ke jogja naik motor. Dalam les tersebut dibahas semua bagian meliputi listening, reading, writing dan speaking. Semua bagian terasa berat apalagi pada bagian speaking, benar-benar kurang lancar karena memang saya belum terbiasa speaking in English. Dibalik perjuangan les tersebut terasa banyak yang kurang, yaitu bekal grammar saya belum matang, maklum sudah off dari bahasa inggris semenjak lulus SMA. Seharusnya, sebelum preparation IELTS bekal grammar dan semua bagian adalah lumayan matang mengingat sistem pembelajarannya adalah kelas bukan privat. Kemudian, terlintas dipikiranku untuk belajar TOEFL terlebih dahulu sebelum merambah ke IELTS. Mengapa demikian, karena score TOEFL juga masih bisa diterima oleh beberapa universitas.

Dengan bekal grammar yang kurang saya nekat untuk mencoba tes TOEFL. Buku pertama yang saya pelajari adalah Longman. Dengan belajar extra ngebut 1 hari full, hasilnya dapat dipastikan masih dibawah standart. Tes pertama pada bulan Maret 2015 mendapatkan score 463. Berkali-kali tes TOEFL hasilnya naik turun. Tes kedua dan ketiga berturut-turut adalah 470, 460.

Hasil Tes TOEFL ITP 1
Hasil Tes TOEFL ITP 1
Hasil Tes TOEFL ITP 2
Hasil Tes TOEFL ITP 2
TEs TOEFL ITP 3
Tes TOEFL ITP 3

Kemudian, selagi mencari info beasiswa munculah info adanya sekolah TOEFL. Sayapun tertarik dan mendaftar diprogram tersebut untuk menggali lebih dalam materi TOEFL dan tips nya agar bisa semakin paham dalam dunia grammar. Dahulu kesulitan dalam tes TOEFL adalah di semua bagian yaitu listening, structure, dan reading. Dari ketiga bagian yang terbilang lumayan adalah reading karena sejak SMP sampai SMA sudah terbiasa mengerjakan soal reading. Untuk listening pertama kali benar-benar blank mengenai apa yang didengar. Kemudian semenjak itu sering-sering mendengarkan lagu dan film inggris, hasilnya meningkat sedikit. Kemudian kesulitan selanjutnya dibagian structure yaitu terletak dalam menentukan subjek dan verb ketika sudah ada connector. Connectorpun juga kadang sulit membedakan antara yang adverb, adj, dan noun clause. Selain itu yang paling menjebak dan suka kehilangan arah dibagian written. Entah kenapa ketika masuk dibagian written, kadang tidak mengerti mana yang salah dan skill apa yang bisa dipakai. Cara mengatasinya dengan latihan soal tetapi kebanyakan pembahasannya atau analisisnya tidak ada jadi belum faham analisis mendetailnya.

Dalam program sekolah TOEFL ini, setiap hari diberikan pertanyaan atau question of the day. Dalam menjawab pertanyaan perlu disertai analisis atau alasan dalam menjawabnya, sehingga masing-masing peserta dapat berdiskusi. Pada akhirnya, mentor yaitu mas Budi Waluyo memberikan jawaban beserta analisisnya. Menurut saya hal tersebut benar-benar sangat membantu, karena kita dapat belajar dalam menganalisis soal dimana sebelumnya kita belum bisa menganalisa soal dengan benar. Selain itu, setiap hari peserta diberikan artikel bahasa inggris agar terbiasa dalam membaca berita dalam bahasa inggris. Hal tersebut sangat membantu kemampuan reading peserta. Semoga dengan mengikuti sekolah TOEFL ini saya dapat lebih paham dan score TOEFL dapat mencapai target, amin.

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: sdsafadg I Twitter @01_budi | Instagram: sdsafadg

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s