Dari Swedia, Mereka Bisa Kenapa Saya Tidak?

Suasana musim dingin di Swedia (Foto: Rachmi)
Suasana musim dingin di Swedia (Foto: Rachmi)

Assalamualaikum… perkenalkan nama saya Rachmi Widaryanti Dwi Mulyani biasa dipanggil Rachmi, lulusan Universitas Diponegoro di kota Salatiga. Saya seorang ibu rumah tangga yang sekarang sedang berada di Swedia dalam rangka menemani suami saya kuliah S2 disini. Saya resign dari tempat bekerja dulu untuk mengikuti suami, selain karena memang keinginan suami agar saya menemaninya disini sampai lulus dan juga karena saya tertarik untuk belajar bahasa Inggris. Saya pikir dengan berada disini mau tidak mau saya harus berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Selain itu, ini adalah kesempatan saya untuk melatih keberanian dalam berkomunikasi dalam bahasa inggris dengan orang asing.

Kegiatan saya disini selain sebagai ibu rumah tangga saya juga ikut English Course yang sekarang sedang break dan akan berlanjut lagi di bulan September 2015 nanti. Selain itu, saya juga ikut group belajar bahasa Swedia (Swedish) bersama beberapa teman-teman dari negara lain. Sebenarnya sih selain belajar sekalian menambah teman, hehehe. Walaupun bahasa resmi di Swedia adalah Swedish tetapi orang-orang disini sangat fasih berbahasa Inggris, mulai dari anak kecil sampai kakek-kakek dan nenek-nenek. Itu juga salah satu penyemangat saya untuk belajar bahasa Inggris; kalau mereka yang bukan penutus asli saja bisa kenapa saya tidak bisa. Hanya saja saya terbentur masalah grammar dalam berkomunikasi disini, jadi ibarat bahasa alaynya IYKWIM (If You Know What I Mean) hahaha yang penting saya dan lawan bicara sama – sama tau maksudnya. Yah, meskipun untuk masalah ini kadang saya suka berdiskusi dengan suami, tapi karena kesibukan dia yang padat, jadi saya lebih banyak belajar sendiri, hahaha jadi curcol nih.

Berawal dari keinginan saya untuk bisa bekembang, saya mulai browsing-browsing di internet dan bergabunglah saya dalam suatu group komunitas bahasa. Alhamdulillah saya mendapatkan informasi dari Group Polyglot Indonesia kalau ada sekolah Toefl gratis. Apalagi pembimbingnya Pak Budi Waluyo yang sangat hebat (saya lihat dari tulisan-tulisan beliau di Blog). Subhanalloh, semoga pahalanya berlipat ya Pak Budi, Amin. Dari dulu saya memang ingin belajar Toefl karena selain ingin meningkatkan nilai skor, juga saya ingin tahu bagaimana cara menguasai structure grammar. Walaupun dulu saya sempat ikut tes TOEFL tapi hanya sebagai syarat kelulusan dan itu sudah lama sekali jadi banyak yang lupa. Setelah itu, saya sibuk bekerja sehingga tidak ada pikiran untuk mengambil kursus TOEFL. Saya sangat senang sekali akhirnya bisa bergabung menjadi anggota sekolah TOEFL, yah meskipun sempat kaget waktu ada perkenalan dari sesama anggota yang lain. Kagetnya ketika ternyata teman-teman saya kebanyakan masih kuliah, jadi berasa paling tua deh, padahal umur saya sebenarnya juga belum tua-tua amat, menghibur diri sendiri, hiks.

Enaknya di sekolah TOEFL ini tidak ada jadwal khusus buat belajar dan mengerjakan tugas, karena kita bisa belajar kapanpun dan dimanapun. Setelah bergabung, saya langsung inisiatif untuk membaca Blog sekolah TOEFL dan mengerjakan exercisenya. Inget banget waktu itu, langsung dalam satu hari exercise 1-3 saya kerjakan sembari mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Sampai sekarang saya tulis testimoni ini, Alhamdulillah saya baru sampai Exercise 12 walaupun belajar sambil mengerjakan pekerjaan yang lain dan ada kegiatan di luar rumah yang saya ikuti. Dengan adanya temu online di Group FB, apalagi ada tambahan Questions Of the Day di group WA jadi up to date. Apalagi antara pemateri, admin dan peserta bisa saling sharing tentang topik dan artikel-artikel dalam bahasa Inggris dan itu sangat bermanfaat untuk menambah kosakata kita. Saya merasa lambat laun jadi paham bagaimana cara belajar dan mengerti grammar.

Bersantai di Resto Favorit di Malang (Foto: Rachmi)
Bersantai di Resto Favorit di Malang (Foto: Rachmi)

Kendalanya adalah di perbedaan waktu yang 5 jam antara WIB dan disini jadi sering telat di temu online dan menjawab QOTD di Group WA..hehehehe..peace. Karena kadang pertanyaan di share di pagi hari WIB, sementara saya disini masih terlelap. Walaupun saya sering telat mengikuti, saya selalu memantau pertanyaan dan jawaban dari Pak Budi dan teman-teman yang laen. Jadi kadang ada beberapa pertanyaan saya tapi sudah dilontarkan oleh teman yang lain dan sudah dijawab oleh Pak Budi, jadi saya tinggal memantau saja, Alhamdulillah, kalau ada niat kendala apapun bisa diatasi, termasuk saat Ramadhan sekarang dimana disini waktu puasanya hampir 20 jam jadi saya ada sedikit lebih waktu luang untuk mengerjakan tugas-tugas TOEFL. Saya menjalani semua juga karena saya punya cita-cita ingin bisa bekerja di luar negeri ataupun di perusahaan asing di dalam negeri. Semoga dengan saya ikut sekolah TOEFL ini saya bisa termotivasi dan meraih impian saya. Amin. Dan untuk Sekolah TOEFL semoga bisa semakin maju dan berkembang seiring dengan banyaknya anggota baru yang ikut berpartisipasi untuk belajar bersama. Barokallahu.

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: sdsafadg I Twitter @01_budi | Instagram: sdsafadg

Advertisements

2 Comments

    1. Bisa. Prosedurnya sederhana, siswa download atau print materi tes atau bisa kerjakan onlie, kemudian set timer sesuai aturan. Siswa diuji kejujurannya disini. Kita mencoba membangun proses pembelajaran berdasarkan kesadaran dan tanggung jawab individu.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s