Mimpi ini Harus Kujaga dengan Terus Belajar..

Fanny Taralandu


Bersama adik di bukit Kota Waingapu, Sumba Timur
Bersama adik di bukit Kota Waingapu, Sumba Timur

Hai para pejuang mimpi di sekolah TOEFL. Perkenalkan, nama saya Fanny Taralandu. Saya lulusan tahun 2014 dari Prodi S1 Ilmu Gizi STIKes Widya Cipta Husada Malang. Saat ini saya telah kembali ke kampung halaman saya di Pulau Sumba, NTT karena saya dinyatakan lulus tes CPNS sebagai Nutrisionis di Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur.

Awalnya, tidak terbersit sedikitpun dalam benak saya sebuah mimpi untuk kuliah ke luar negeri. Di awal-awal semester, saya hanya menjalani kuliah saya dengan apa adanya. Yang penting lulus, pulang, kemudian bekerja membantu orang tua. Itu saja intinya. Hal ini mungkin disebabkan oleh budaya masyarakat yang telah mengakar bahwa anak-anak bersekolah untuk mendapatkan pekerjaan-menghasilkan uang untuk membantu keluarga. Cukup sampai disitu saja. Tetapi, ketika saya mulai mengenal dunia kegizian dan organisasi kemahasiswaan, ketika saya mulai berpartisipasi dalam event-event yang berbau pengabdian gizi kepada masyarakat, saya mulai sadar dan teringat akan kondisi kampung halaman saya. Ilmu-ilmu yang telah saya terima mengingatkan saya tentang kondisi anak-anak yang dulu saya kenal dan temui di daerah saya. Anak-anak yang terlihat biasa saja oleh masyarakat awam seperti kami ternyata mengalami malnutrisi yang cukup berat.

Bahkan saya baru tahu setelah saya berkuliah, kalau anak tetangga dibelakang rumah saya ternyata menderita kwashiorkor-kekurangan asupan protein yang cukup berat. Kami menyangka bahwa anak ini sehat karena tubuhnya terlihat gemuk padahal bengkak. Rambutnya yang berwarna kuning seperti jagung dan mudah dicabut memang sempat membuat kami terheran-heran, namun hal ini dibiarkan saja karena tidak tahu. Orang tuanya malah merasa senang karena tanpa mengkonsumsi makanan yang beraneka ragampun anaknya tidak apa-apa malah sehat. Saya dulu memiliki seorang teman yang kuku-kuku tangannya di penuhi dengan bintik-bintik putih. Kami tidak tahu kalau tanda itu merupakan tanda kekurangan  zat gizi tertentu dalam jangka yang panjang. Sayapun baru tahu setelah kuliah, bahwa NTT adalah provinsi yang berada diurutan pertama kejadian stunting-kekerdilan karena kekurangan yodium, bisa mengarah pada rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia dikemudian hari.

Hal-hal tersebut mulai membuka mata saya, membangkitkan kepekaan saya terhadap kondisi kesehatan anak-anak di daerah saya. Saya membayangkan betapa suramnya masa depan anak-anak ini jika malnutrisi tidak segera ditekan.Kini persepsi saya mengenai tujuan kuliah dan bekerja tidak sesempit dulu lagi. Saya kuliah untuk belajar bagaimana caranya mencari solusi bagi masalah di daerah saya, belajar bagaimana caranya menjadikan diri saya sosok yang bermanfaat bagi orang lain dan saya ingin bekerja bukan hanya sekedar untuk memperoleh penghasilan, tetapi untuk memperhatikan anak-anak di daerah saya. Sejak saat itu saya mulai belajar dengan tekun dan rajin berpartisipasi dalam event-event yang berbau kegizian. Saya beruntung sekali karena melalui kegiatan-kegiatan tersebut, saya bisa bertemu banyak tokoh-tokoh yang kontribusinya dalam usaha memperbaiki masalah gizi di Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Saya juga bertemu teman-teman mahasiswa yang luar biasa dengan idealisme, mimpi, dan kegigihan usaha mereka untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri. Kesempatan bertemu mahasiswa-mahasiswa internasional-dengan kemampuan bahasa inggris saya yang masih pas-pasan, sudah sangat cukup untuk menajamkan visi misi saya.

Mimpi saya kini berkembang lebih luas. Saya harus menguasai TOEFL dan IELTS. Saya harus kuliah ke luar negeri! Saya harus belajar bagaimana sistem kegizian yang diberlakukan diluar negeri, baik di negara maju maupun negara berkembang agar saya bisa melihat, apa yang saya bisa lakukan untuk daerah saya pada khususnya.

Eka Nurul Agusta


Nama saya Eka Nurul Agusta. Saat ini saya bekerja di perusahaan kontraktor yang bergerak dibidang penyediaan barang dan jasa (spesialis kebutuhan Rumah Sakit dan Laboratorium). Sebagai lulusan SMK jurusan Analisis Kimia (Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor) sebelumnya saya juga pernah bekerja sebagai teknisi Laboratorium Biokimia dan Analisis Pangan Departemen Gizi Masyarakat IPB. Saat ini setiap pagi sampai sore saya bekerja dan malamnya saya kuliah di jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Ilmu Pangan Halal, Universitas Djuanda Bogor.

Mungkin belum banyak yang kenal dengan universitas tempat saya belajar saat ini, apalagi nama fakultasnya yang masih sangat jarang di temui. Tapi disinilah wawasan saya terbuka tentang betapa pentingnya disiplin ilmu yang sedang saya pelajari dan jalan yang ingin saya perjuangkan.

Karena berbagai alasan, saya dan mungkin banyak diantara yang lain harus bekerja sambil kuliah. Bekerja sambil kuliah walaupun tidak sesulit yang dibayangkan, tapi bukan hal yang mudah juga untuk dijalani. Terutama bagi saya adalah masalah keleluasaan waktu untuk belajar. Boro-boro mengambil les untuk belajar bahasa khususnya TOEFL yang memegang peranan penting jika kita ingin melanjutkan studi keluar negeri, mau berlama-lama dikampus untuk menikmati masa-masa perkuliahan ataupun berkutat mempelajari buku-buku referensi di perpustakaan saja sulit untuk bisa didapati oleh mahasiswa seperti saya dan teman-teman saya yang lain (padahal kesempatan untuk belajar dan merasakan atmosfer perkuliahan dikampus  yang disibukkan dengan kegiatan-kegiatan akademik dan kegiatan kemahasiswaan adalah sesuatu yang selalu saya idam-idamkan). Dan saya mengharapkan dapat merasakan itu semua ketika saya menempuh jenjang pendidikan selanjutnya, setelah fase yang sekarang saya jalani ini terlewati.

Oleh karena itu, saya memiliki niat (semoga bukan hanya niat, tapi juga tekad) jika saya sudah menyelesaikan S1, saya berkeinginan untuk melanjutkan studi saya, tidak tanggung-tanggung saya pun menargetkan untuk bisa kuliah keluar negeri walaupun mungkin akan sulit tapi bukan hal mustahil bukan? Selama usaha dan doa terus digiatkan.

“Man Jadda Wa Jadda”

“Dan (bagi) orang-orang yang bersungguh-sungguh beruang untuk mencari keridhaan Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. …..” – Q.S. Al-Ankabut : 69

“Keep praying for what it is you seek. Impossibility and possibility are merely concept of your mind. To Allah, nothing is imposible” – Imam Ali ra.

Kata-kata itu lah salah satunya yang selalu menjadi pegangan dan penyemangat saya dalam mengusahakan apa-apa yang inginkan.

Oiya satu lagi. Kenapa harus keluar negri?

Salah satu alasannya yaitu tempat saya bekerja dan kuliah saat ini sangat dekat dengan tempat tinggal saya.  Ditambah rutinitas bekerja dan kegiatan perkuliahan yang itu-itu saja dan ditempat yang disitu-situ saja membuat saya merasa stagnan. Zona aman tidak lagi membuat nyaman. Saya selalu ingin merasakan pengalaman hidup yang lain di belahan bumi yang lain. Sampai saat ini terpaksa hal itu masih harus betah berada dalam imajinasi saya saja. But soon, bi idznillah akan ada waktunya bagi saya merealisasikan itu semua, belajar dibelahan bumi-Nya yang lain.

Mengikuti sekolah TOEFL online ini akan menjadi salah satu usaha yang saya jalani untuk bisa sampai pada apa yang saya cita-citakan. Dengan ini semoga saya bisa meningkatkan kemampuan bahasa inggris saya dan  bisa segera mencapai score TOEFL yang qualify untuk bisa menembus beasiswa ke luar negri.

Saya berterima kasih kepada sekolah TOEFL online beserta seluruh pengajar dan adminnya yang telah memfasilitasi kami semua para siswanya untuk bisa mendapatkan pelajaran yang sangat bermanfaat ditambah lagi motivasi-motivasinya yang menambah semangat belajar dan semangat juang kami. Saya yakin energi positif dan semangat berbagi dari tim Sekolah TOEFL online sangat dirasakan oleh para siswanya dan telah teresonansi sehingga manfaatnya akan terus terasa dan lebih meluas lagi. Saya juga berterima kasih kepada Kak Devita Febri Andini (kakak kelas saya sewaktu di SMAKBo yang sekarang menjadi teman kuliah bareng saya) yang sudah men-share info tentang sekolah TOEFL ini, sehingga saya mendapatkan kesempatan belajar di sekolah TOEFL ini.

Terakhir, saya ingin menutup tulisan ini dengan kata-kata (yang menurut saya indah :D) dari sepupu saya:

“Tidak ada hati yang pernah menderita saat ia mengejar mimpi-mimpinya, karena setiap detik dari pencarian itu adalah detik perjumpaan dengan Tuhan dan Keabadian. Setiap orang yang sedang berusaha mewujudkan impiannya, baginya setiap detik adalah berkah dan kebahagiaan karena dia sudah berani untuk menjalani impiannya” –Furkon Hakim

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: sdsafadg I Twitter @01_budi | Instagram: sdsafadg

Advertisements

3 Comments

  1. kereeen sekali sampai berkaca kaca membaca tulisan ini. semoga kita semua bisa mewujudkan mimpi mimpi kita. memberi manfaat untuk orang banyak

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s