Merantau dan Menuntut Ilmu di dan dari Saudi Arabia

Sebuah Tulisan oleh Siswa Sekolah TOEFL: Novi (Instagram: NOVIKAPUTRI27)

Foto saat graduation bersama teman-teman sekelas
Foto saat graduation bersama teman-teman sekelas

Kalau mendengar tentang negeri Saudi Arabia pasti nyangkutnya di pikiran itu tentang TKI yang merantau. Memang banyak sekali orang – orang kita yang pergi merantau ke Arab. Salah satunya kedua orangtua saya; mereka pergi merantau sejak tahun 1987. Lalu mereka menikah di tahun 1988, daaan.. lahirlah saya di tahun 1995 tanggal 27 November di R.S. Wiladah Hukumah. Singkat cerita, saya mulai bersekolah saat umur 6 tahun. Masuk sekolah jenjang SD kelas 1 di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ). SIJ merupakan salah satu diantara 14 Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) yang tidak cuma sebagai tempat menuntut ilmu tapi juga sebagai wadah untuk penanaman dan pemupukan semangat nasionalisme cinta tanah air serta pengembangan dan pelestarian budaya bangsa Indonesia. Di sekolah itu banyak saya jumpai teman-teman dari berbagai daerah asal seperti Madura, Makassar, Banjarmasin, Sunda, Batak, Palembang, Padang, NTB dan Bali.

Saya lulus SMA tahun 2014. Sebagian teman saya ada yang pulang untuk segera kuliah dan ada juga yang menetap disini. Yang menetap disini ada yang kuliah, ada juga yang bekerja. Melihat teman – teman sudah mulai kuliah sih, jujur saya envy, ingin juga rasanya kuliah tapi apa daya. Saya tidak mungkin memaksa orang tua saya untuk membiayai saya lebih banyak lagi dan juga izin pulang kembali ke tanah air. Kebetulan saya anak tunggal, perempuan satu-satunya, jadi orangtua mana yang tidak khawatir ? Selain itu juga kondisi kedua orang tua saya sudah tidak muda lagi. Pagi, siang, sore bahkan malam pun ayah saya bekerja banting tulang mengantar jemput anak – anak sekolah. Sementara ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga. Saya tidak mau membiarkan ayah saya sendirian banting tulang mencari nafkah setiap hari tanpa kenal lelah. Maka dari itu saya bekerja menjadi guru private atau guru les untuk anak – anak SIJ yang membutuhkan. Saya mulai menjadi guru les sejak saya  kelas 3 SMP. Tempat saya mengajar itu dirumah saya sendiri. Waktunya dari sehabis maghrib sampai jam 11 malam. Saya mengajar semua mata pelajaran yang ada di sekolah mereka.

Saya sadar kuliah itu butuh biaya banyak maka dari itu saya bekerja baru nanti saya kuliah. Ada yang bilang “duh nanti kamu kuliah terlambat, nanti bakal susah.” Kalian tahu? Tidak ada kaya susah dan mustahil jika kita serius mengejar goal kita atau mimpi kita. Menuntut ilmu tidak pandang usia. Selagi kita semangat dan bisa,why not?  Lalu bagaimana saya bisa mengenal sekolah TOEFL?  Hal itu saya tahu dari teman saya, Dania. Dia mahasiswi IPB, jurusan ilmu keluarga dan konsumen. Tanggal 6 November dia membagikan info pendaftaran Sekolah TOEFL Periode 3. Saya coba klik linknya dan baca-baca tentang kak Budi, si mentor Sekolah TOEFL yang sedang menempuh studi S3 di Lehigh University, Amerika Serikat. Waktu mau tidur sempat kepikiran tentang sekolah tersebut, sehingga keesokan harinya segera daftar. Kenapa saya daftar? Karena saya sadar pengetahuan saya tentang Bahasa Inggris masih amburegul emeseyu, tentunya saya ingin menambah wawasan pengetahuan saya tentang bahasa tersebut. Setiap hari Senin, kak Budi membagikan handbook secara online serta QOTD (Questions of The Day) yang di adakan tiga kali dalam seminggu. Hari minggu di adakan temu online guna memeriksa hasil exercise yang dikerjakan.

Saya download materi yang diberikan, lalu saya tulis ulang. Kenapa ditulis ulang? Yaaah beginilah kalau punya mata nggak bisa di ajak kompromi, suka berkunang-kunang kalau natap layar hp lama – lama. Ditemani hp untuk download materi, pulpen serta buku tulis, saya menulis handbooknya sambil menunggu anak – anak selesai mengerjakan tugas yang saya berikan serta PR dari sekolahnya. Baru deh saya mengerjakan exercisenya setelah mengajar atau kadang jam 2 malam saya mengerjakan exercisenya maklum saya suka keheningan malam karena bikin saya konsentrasi haahaha.

Tanggal 16 November kak Budi memberikan kesempatan untuk mengikuti tes TOEFL yang diadakan tanggal 23 – 28 November 2015. Karena saya “kepo” skor awal saya berapa maka ikutlah saya tes itu. Sebelumnya memang saya belum pernah ikut tes TOEFL. Tanggal 23 tesnya dimulai bagian listening, sudah pasti sebelumnya kebiasaan buruk saya yang nervous an kambuh. Di tambah lagi ada kendala, lembar jawaban harus di print sementara dirumah saya tak ada printer, laptop pun tak ada karena di beli secara mendadak oleh teman ayah. Belum kelar tentang masalah printer ditambah lagi USB saya yang error, tambah jadi panik jadinya. Jam 11 malam ayah dan saya pergi ke rumah teman untuk meminjam USB miliknya.

Setiap ada kendala yang saya hadapi saya selalu ingat kata kak Budi, “Let’s break the limits..!!”. Segeralah di print itu lembar jawaban dan kertas pilihan ganda soal listening. Jam 2 malam mulai lah saya mengerjakan tes itu. Berikutnya tes structure dan reading. Tanggal 29 kunci jawaban diberikan dan skor pun juga diberitahukan, ternyata skor awal yang saya dapatkan sebesar 433. Sempat nge-down karena tidak sesuai dengan skor yang ditentukan. Lalu saya sadar kalau hanya nge-down saja tidak bakal merubah skor, ya sudahlah yang harus saya lakukan next test itu lebih teliti lagi dan tidak ceroboh.

Mimpi? Jangan tanya setiap orang pasti punya mimpi, begituoun saya. Saya punya banyak mimpi salah satunya ya ingin kuliah keluar negeri seperti Kak Budi. Kenal dengan orang-orang dari berbagai macam mancanegara itu asik, menikmati empat musim dan bisa pergi ke tempat – tempat wisata yang indah.. Hahaha. Hmmm.. jangan pernah takut untuk bermimpi dan jangan pernah lelah untuk bermimpi. Tidak ada kata mustahil jika kita berusaha dan berikhtiar serta tawakal. Dan tentunya disertai dengan semangat yang tetap hidup. Jangan biarkan orang lain merusak mimpimu keep going on, chase your dreams until you get it ! Yes,lets break the limits ! 🙂

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: sdsafadg | Twitter @01_budi | BBM 58B28E56

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s