Panduan Menulis Esai: LPDP (Kontribusiku Bagi Indonesia)

 

10402890_10204282197710420_9202659405067633747_n - Copy (640x427) (640x427) (2)

Melalui tulisan ini, saya ingin memberikan sedikit panduan buat teman – teman yang sedang menyelesaikan aplikasi esai melamar beasiswa, baik untuk sebuah degree atau pun exchange program. Saya coba untuk memberikan panduan sesederhana mungkin, mencoba menghindari terminologi ilmiah yang bisa memusingkan. Langsung saja ya.

Ditulisan ini akan dibahas tentang bagaimana menulis satu esai dalam aplikasi beasiswa LPDP, yaitu tentang Kontribusiku bagi Indonesia.

Begini. Menulis itu yang sulit adalah menulis dengan organisasi yang baik. Tidak bertele – tele kesana kemari, tapi to the point langsung menjawab pertanyaan atau langsung memberikan informasi sesuai dengan instruksi yang diberikan untuk esai tersebut.

Saya sudah banyak membantu mengoreksi tulisan esai teman – teman yang ingin melamar beasiswa. Kelemahan paling umum adalah isi tidak menjawab langsung pertanyaan esai, tidak langsung memberikan informasi yang sesuai intruksi, tidak rinci, kurang informasi terkait informasi akademik, terutama yang berkaitan dengan bidang yang akan dipelajari.

Di panduan menulis ini, saya ingin menjelaskan bagaimana menulis esai agar tulisan memiliki standar minimal organisasi sebuah esai yang bagus. Standar minimal organisasi tulisan ini juga berlaku untuk esai – esai beasiswa yang lainnya, tetapi pada kesempatan ini kita fokuskan ke membahas esai tentang kontribusiku untuk Indonesia.

Bagaimana esai yang tidak bagus? Tulisan esai kurang bagus ketika: 1). isinya tidak menjawab pertanyaan atau tidak sesuai dengan instruksi yang diberikan, 2). isinya tidak rinci atau dangkat, 3). isinya tidak menunjukkan “kecerdasan” atau “pengetahuan” si penulis di bidang studi atau yang digelutinya.

Sebaliknya. Tulisan esai bagus ketika: 1). isinya langsung menjawab pertanyaan atau sesuai dengan instruksi yang diberikan, 2). isinya rinci, padat, dan jelas, 3). isinya menunjukkan “kecerdasan” atau “pengetahuan” si penulis di bidang studi yang sedang digelutinya.

Pegang ketiga hal ini ya, karena ini standar minimal dalam memiliki tulisan esai yang bagus.

Bagaimana contohnya? Yuk, kita bahas esai tentang Kontribusiku untuk Indonesia.

Esai tentang Kontribusiku bagi Indonesia

Bagaimana memulainya? Pertama, lihat instruksinya dengan baik. Instruksinya:

“Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya”

Kemudian, ambil kata kuncinya:

…….. kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya.

Lihat, ada tiga kata kunci, yaitu kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan. Nah, tulisan esai harus memberikan informasi yang diminta ini, dan dijelaskan langsung to the point.

Begini cara membuat draft tulisannya. Bagi menjadi tiga bagian:

1. Kontribusi yang telah dilakukan

Tulis semua hal terkait tentang ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, kita menjelaskan tentang pengalaman yang sudah kita miliki, mulai dari sisi akademik, pekerjaan, organisasi, dan lain – lain. Intinya, semua hal yang sudah dilakukan untuk menggambarkan kalau “Ini loh kontribusi yang sudah saya lakukan untuk Indonessia..”

Cara termudah adalah dengan terlebih dahulu merapikan curriculum vitae kita, lalu mulai satu persatu tulis semua pengalaman yang ada di CV atau CV bisa menjadi panduannya. Makanya, penting untuk selalu menjaga catatan setiap hal yang sudah dilakukan didalam sebuah CV; jangan mengandalkan ingatan, karena kita sering lupa, terutama tentang rincian tanggal, tempat, dan lain – lain yang diperlukan dalam menjelaskan dalam esai.

2. Kontribusi yang sedang dilakukan.

Tulis semua hal terkait dengan ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, fokuskan ke apa yang sedang dilakukan sekarang dan bagaimana hal yang sedang dilakukan ini bisa berkontribusi untuk indonesia? Memang, ketika mendengar kata berkontribusi rasanya harus melakukan hal yang besar sekali, sebenarnya tidak juga. Kita hanya perlu melihat kemana hal yang sedang kita lakukan ini bisa bermanfaat untuk Indonesia. Pandai membaca situasi dan menjelaskan bagaimana manfaat untuk Indonesia itu bisa terjadi.

3. Kontribusi yang akan dilakukan.

Tulis semua hal tentang ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, mulai jelaskan berdasarkan pengalaman dan hal yang sedang dilakukan, apa permasalahan yang ingin diatasi? Atau isu apa yang menjadi minatnya? Lalu kaitkan dengan bidang studi. Kemudian, jelaskan nanti kalau belajar S2 di bidang ini, saya akan paham tentang hal ini dan itu. Selesai studi, saya ingin membuat ini dan itu sehingga saya bis aikut berkontribusi menyelesaikan permasalahan tentang ini.

Nanti setelah semua informasi setiap bagian itu sudah terpenuhi, baru kemudian disatukan menjadi sebuah esai. Intinya adalah lihat apa intruksi yang diberikan, lalu pisahkan kata kuncinya, tuliskan secara terpisah dulu agar tulisan kita terfokus, tidak tercampur dengan hal – hal yang lain.

Untuk membantu pemahaman, saya berikan contoh esai salah satu siswa yang saya bantu dan sudah lulus mendapatkan beasiswa LPDP. Ketika kalian membaca esai dibawah ini, fokuskan pada organisasi esai yang baik yang saya jelaskan sebelumnya ya.

Contoh: 

Kontribusi yang telah, sedang, dan akan saya lakukan.

Saya menyelesaikan studi Sarjana di Universitas … tahun … dengan spesialisasi jurusan pendidikan Bahasa Inggris. Semasa kuliah, saya aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa … (HIMA..) sebagai anggota bidang Ilmu dan Penalaran. Keaktifan di organisasi ini mengasah kemampuan saya dalam kepemimpinan dan membangun inisiatif-inisiatif untuk mengambil tindakan nyata dalam merespon permasalahan sosial dan pendidikan di tingkat lokal, provinsi, dan nasional. (Ini sedikit gambaran tentang latar belakang keilmuannya sebagai pengetahuan untuk pembaca. Ingat, pembaca tidak kenal sama sekali dengan kita. Jangan berasumsi mereka sudah kenal kita, karena ini sering terjadi tanpa kita sadari. Tetapi, fokuskan pada informasi yang relevan untuk membawa pembaca pada poin selanjutnya)

Satu prestasi yang berhasil saya raih adalah terpilih sebagai Duta Muda Indonesia untuk Pertukaran Pemuda Indonesia – Kanada (PPIK). Program ini menitik beratkan pada aktivitas kegiatan sukarelawan dan pengembangan masyarakat serta bertujuan untuk mempererat persahabatan antara kedua negara. Program ini terdiri dari dua fase yaitu Kanada dan Indonesia. Di Kanada, saya bersama duta muda lainnya aktif berkontribusi memperkenalkan Indonesia dalam bentuk pentas seni budaya kepada masyarakat kota Amherst, Nova Scotia. Kami juga membantu beberapa kegiatan yang diadakan masyarakat setempat seperti mengumpulkan donasi makanan dan acara penggalangan dana bekerja sama dengan Palang Merah Kanada untuk kegiatan amal dan penyaluran bantuan korban gempa Sumatera Barat tanggal 30 September 2009 lalu.

Di fase Indonesia, kami tinggal di sebuah desa bernama Sei Gohong, kota Palangkaraya yang mayoritas masyarakatnya beragama Nasrani. Pengalaman tinggal disana selama tiga bulan telah mengajarkan saya arti toleransi seperti orang tua angkat saya mempersilahkan untuk sholat di rumah mereka daripada harus berjalan jauh ke musholla. Saya dan teman – teman juga membantu masyarakat lokal dalam pembuatan gerbang desa dan kegiatan kebersihan lingkungan. Selain itu, saya dan tiga orang teman lain menginisiasi kegiatan belajar bahasa Inggris untuk remaja dan anak – anak dengan bantuan peserta program dari Kanada sebagai pengajarnya.

Setelah selesai mengikuti program PPIK, saya termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk Indonesia. Di tahun 2011, saya terpilih menjadi salah satu dari 47 pengajar muda angkatan ke 3 program Indonesia Mengajar dari lebih kurang 5000 pendaftar. Program ini menempatkan saya selama satu tahun di dusun Rura, kabupaten Majene sebagai seorang guru SD. Selama disana, saya mendorong guru – guru agar lebih kreatif dalam mengajar dengan berbagi bahan pengajaran yang telah saya dapatkan semasa pelatihan. Lalu, untuk meningkatkan kesadaran orang tua agar lebih peduli terhadap pendidikan, saya juga berkolaborasi dengan pemuda pemudi lokal dengan mengadakan perlombaan bulan Ramadhan seperti lomba adzan, lomba hafalan surat pendek, dan lomba ceramah. Saya dan teman – teman pengajar muda lain juga mendorong perangkat pemerintah setempat untuk membuat kegiatan forum diskusi untuk kepala sekolah tingkat SD se-kabupaten sebagai wadah untuk saling bertukar ide dan pengalaman. (Di paragraf 2, 3, dan 4 ini, dijelaskan tentang kontribusi yang sudah dilakukannya. Perhatikan rincian informasi yang diberikan, bisa membuat pembaca merasakan apa yang sudah dilakukannya. Bukan hanya karena program yang diikutinya sudah bagus, tetapi cara menjelaskannya terdapat rincian informasi yang meliputi tentang latar belakang program atau kegiatan, lalu kontribusi yang diberikan.)

Tahun 2045 diharapkan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Saya memiliki mimpi agar semua anak di Indonesia memiliki kesempatan untuk mahir berbahasa Inggris sehingga mereka memiliki kompetensi kelas dunia namun tetap cinta akan tanah airnya. Namun pengajaran bahasa Inggris di Indonesia masih berfokus pada buku teks dan target. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penelitian ilmiah tentang pengajaran bahasa Inggris itu sendiri. Keller (2011) menyatakan bahwa the big problem of teaching English in Indonesia is a lack of research. We really don’t know what the situation is at many levels. So much of the literature consists of opinion papers. There are relatively few ‘hard’ facts. Di salah satu artikel berita, Menristekdikti Mohammad Nasir juga menyatakan bahwa dosen Indonesia yang bergelar doktor kurang dari 15 persen yang akan berdampak pada kemajuan dan kualitas perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Dari dua pernyataan diatas bisa disimpulkan bahwa kualifikasi dosen dan riset memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan pendidikan di suatu bangsa.

Dalam hal pengajaran bahasa Inggris, Cina adalah salah satu negara yang sukses membangun generasi mudanya untuk menguasai bahasa Inggris. Hal ini diperkuat dengan bayaknya riset tentang pengajaran bahasa Inggris serta mengupas berbagai macam aspek sosial dan linguistiknya yang berdampak pada semakin berkembangnya metode pengajaran bahasa Inggris disana. Salah satu universitas yaitu Guadong University of Foreign Studies bahkan memiliki 118 dosen tetap untuk jurusan pendidikan bahasa Inggris, 90% diantaranya bahkan telah bergelar master dan doktor bandingkan dengan Indonesia yang rata – rata hanya memiliki 20 orang setiap universitas (sumber: PDDIKTI). (Diparagraf 5 dan 6 ini, dia tidak menjelaskan tentang kontribusi yang sedang dilakukannya. Dia memilih untuk menjelaskan informasi lain, saya bilang “isu” yang ingin diselesaikannya. Lalu, paragraf ini menjadi fondasi dia dalam menjelaskan paragraf selanjutnya, iatu tentang kontribusi yang akan dilakukannya. Hal ini bagus atau tidka bergantung informasi yang kalian miliki. Harus cerdas juga dalam menulis. Kalau kira – kira tidak ada yang sedang dilakukan sekarang, gunakan informasi lain untuk menutupinya, seperti yang dilakukan siswa ini)

Bila saya berkesempatan mendapatkan beasiswa ini, saya ingin mengambil peran sebagai seorang dosen di sebuah institusi pendidikan tinggi dan berkomitmen untuk melanjutkan pendidikan sampai jenjang doktor. Saya juga ingin berkontribusi dengan menjadi seorang pelatih guru agar guru bahasa Inggris di Indonesia menjadi semakin berkualitas sehingga Indonesia mampu mencapai kebangkitan generasi emas yang berwawasan global dan memiliki daya saing. (Perhatikan, paragraf sebelumnya membawa pada peran atau kontribusi yang ingin diberikannya nanti. Kunci disini adalah memiliki sebuah “isu” yang ingin diselesaikan. Ingat, sponsor beasiswa itu mencari seorang problem solver. Mereka berharap dengan menyekolahkan satu orang dapat memberikan dampak ke banyak orang)

Cara menulis esai setiap orang bisa berbeda untuk esai kontribusiku bagi Indonesia, tetapi organisasi standar minimal tulisan yang baik adalah kenalkan sedikit latarbelakang pendidikan atau pekerjaan kita, lalu mulai menjelaskan apa yang sudah dilakukan, apa yang sedang dilakukan, lalu ditutup dengan apa yang akan dilakukan. Disaat menulis draft, tulis saja semua informasi yang ada untuk setiap bagian ini, nanti setelah selesai, baru dipilah yang mana yang relevan dan terlihat lebih kuat untuk esai ini.

Nah, demikianlah panduan untuk menulis esai kontribusiku untuk Indonesia. Pada dasarnya, tiga poin ini: 1). isinya langsung menjawab pertanyaan atau sesuai dengan instruksi yang diberikan, 2). isinya rinci, padat, dan jelas, 3). isinya menunjukkan “kecerdasan” atau “pengetahuan” si penulis di bidang studi yang sedang digelutinya, berlaku juga dalam menulis esai – esai beasiswa yang lainnya.

Tetapi, agar lebih mudah, saya akan tulis postingan lain membahas esai beasiswa yang berbeda. Bila kalian punya request untuk membahas esai beasiswa tertentu, silahkan kirim ke e-mail saya bersama aplikasi atau pertanyaan/instruksi esainya. Nanti akan saya bahas.

Yuk, semangat! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

Advertisements

55 Comments

  1. Thanks Sir….
    Atas infonya…ternyata jika kita mengikuti sebuah organisasi di dlm kmpus maupun di luar kmpus…dpt memberikan manfaat yg luar biasa….contohnya pada penulisan ESAI LPDP skrng ini….
    Jdi bkin tmbah SEMANGAT ikut organisasinya…
    #lets break the limits
    #never give up dn TRY&ERROR

    Liked by 1 person

  2. Terima kasih banyak sir, sangat membantu saua dalam pengerjaan essay. Bismillah, let’s break the limits!

    Like

  3. thankyou kak budi 🙂 kak budi kalo kita minta tolong koreksi surat motivasi essai, dsb via email bisa tidak ya? hehe. terimakasih kak

    Like

  4. Kak bagaimana kalau pengalaman organisasinya minim, atau tidak terlalu mentereng semisal cuma pengalaman di tingkat kecamatan. Apa masih bisa dipertimbangkan essai seperti ini?

    Like

  5. Maaf kak budi, saya mau tanya kalau untuk pengajuan beasiswa s1, penulisan essay nya seperti apa ya? Apakah sama seperti ini?
    Ada kemungkinan tidak penerima beasiswa s1 itu bukan berasal dari fresh graduade?
    Mohon penjelasannya kak

    Like

  6. Ko Budi, saya sudah tinggal di Singapura (kuliah plus kerja sekarang) hampir 10 tahun. Kontribusi yg telah dan sedang dilakukan sama sekali nol. Waktu SMA pun ga pernah ikut kegiatan sosial. Kira2 apa yg boleh ditulis disini. Thanks buat masukannya.

    Like

  7. terimakasih mas budi tulisannya bermanfaat sekali. namun saya ingin bertanya, apakah sebaiknya kontribusi yang diceritakan dalam essay harus sesuai dengan latar belakang pendidikan yang digeluti ? terimakasih jawabannya

    Like

  8. syukran atas ilmunya mas Budi, saya ingi bertanya. apa yang paling mempengaruhi lolos atau tidaknya memdapatkan beasiswa LPDP..?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s