Posted in Panduan Menulis Esai

Panduan Menulis Esai: LPDP (Sukses Terbesar dalam Hidupku)

Tulisan ini adalah panduan menulis bagian terakhir untuk beasiswa LPDP dimana akan membahas tentang menulis esai “Sukses Terbesar dalam Hidupku”.

Sebelumnya, sudah dibahas tentang cara menulis esai “Kontribusiku Bagi Indonesia” dan “Rencana Studi”.

Bagi yang belum membaca panduan esai LPDP sebelumnya, silahkan klik link ini:

1. Kontribusiku Bagi Indonesia

2. Rencana Studi

Langsung saja ya.

Instruksi dibuku panduan LPDP adalah:

Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “…. “Sukses Terbesar dalam Hidupku”.

Dari instruksi ini kita dapat mengetahui bahwa tulisan esai ini akan terdiri dari 5 sampai 7 paragraf karena dibatasi maksimal 700 kata. Satu paragraf bisa berisi 100 kata atau lebih. Perhitungan seperti ini sederhana, tetapi penting dalam membantu kita dalam membuat draft tulisan. Artinya kalau ada 7 paragraf misalnya, di paragraf 1 akan berisi pembukaan dan paragraf 7 akan berisi kesimpulan atau penutupan. Lalu, tersisa 5 paragraf lagi yang mungkin bisa terdiri dari 100 kata setiap paragrafnya sehingga jumlah kata dalam 5 paragraf ini adalah 500 kata. Didalam 5 paragraf ini kita juga harus memahami bahwa poin penting harus dijelaskan di dalam 5 paragraf ini. Sederhana bukan perencanaannya? Setiap orang bisa berbeda jumlah paragrafnya, bergantung dengan informasi yang mereka miliki.

Hal penting lainnya adalah saat melihat instruksi sebuah esai, coba untuk ‘menerka’ apa tujuan sponsor beasiswa mensyaratkan esai tentang ini; apa yang ingin mereka ketahui? Eksplor tentang latar belakang sponsor, termasuk tentang visi dan misinya. Dengan kita memahami semua hal tentang sponsor beasiswa yang akan kita lamar, kita dapat menyesuaikan isi esai kita agar sesuai dengan ‘keinginan’ mereka, dalam artian sesuai dengan yang mereka cari; sesuai dengan latar belakang dan tujuan yang ingin dicapai oleh beasiswa yang kita akan lamar. Kenapa saya menyampaikan informasi ini?

Alasannya adalah ada ratusan bahkan ribuan pelamar sebuah beasiswa, sedangkan panitia yang terlibat dalam komite seleksi hanya beberapa orang saja. Coba posisikan kalian sebagai salah satu dalam komite seleksi beasiswa, lalu harus membaca ratusan bahkan ribuan esai pelamar beasiswa. Bagaimana kalian akan membaca esai – esai itu agar cepat selesai? Pasti dengan cara membaca cepat, bukan? Nah, disinilah yang perlu kita pahami bahwa esai kita harus langsung menjawab dan berisi informasi yang diminta oleh sponsor beasiswa. Poin – poin yang kita sampaikan dalam esai harus to the point dan berbobot diawal; yang dalam hitungan detik saat pertama kali orang lain membaca, langsung menangkap isi ‘penting’ dalam esai kita dan segera memahami apa yang akan kita sampaikan didalam esai. Jadi, saat komite penyeleksi membaca esai kita, dalam hitungan detik mereka sudah langsung bisa menangkap poin – poin penting tentang kita yang sesuai dengan yang mereka minta. Kalau misalnya esai kita tidak fokus atau bertele – tele, saya rasa setelah beberapa detik membaca paragraf awal, komite penyeleksi sudah langsung meminggirkan aplikasi kita.

Yuk, kita mulai membahas setiap paragrafnya.

Esai: Sukses Terbesar dalam Hidupku

   Paragraf Pertama:

  • Jelaskan dua atau tiga kalimat tentang definisi “Sukses” bagi anda. Uraikan dengan cerdas. Maksudnya bagaimana? Berfilosofi sedikit boleh, tetapi usahakan berbobot, jangan ‘ngosong’ doank. Caranya bagaimana? Bisa dengan sedikit membawa informasi tentang orang – orang yang sudah terkenal baik didalam atau pun luar negeri, bisa dengan membawa sebuah cerita pertemuan dengan seseorang, bisa mulai dengan sebuah pengalaman, atau langsung to the point, misal bagi saya, sukses adalah … Ini terinspirasi atau didasarkan pada, dan lain sebagainya.
  • Lalu, rangkum didalam kalimat terakhir paragraf pertama tentang sukses terbesar dalam hidup anda yang akan anda uraikan dalam esai ini.

Contoh: 

Ayah meninggal dunia disaat usia saya 3 tahun. Sejak saat itu, Ibu menjadi tulang punggu keluarga; banting tulang bekerja siang dan malam berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari saya dan tiga orang adik saya, terutama untuk membiayai pendidikan kami. Suatu hari, Ibu menyampaikan sebuah pesan kepada saya bahwa kelak saya harus bisa sekolah setinggi mungkin hingga mencapai level Doktor agar dapat membantu keluarga serta orang lain yang hidup dalam kemiskinan seperti kami. Nasehat ibu ini menjadi dasar saya dalam mengukur kesuksesan dalam hidup, yaitu seberapa banyak hal yang sudah berhasil saya lakukan, seberapa kontribusi yang sudah saya berikan untuk orang – orang sekitar melalui pengetahuan, skill, dan prestasi – prestasi yang telah saya raih. Setelah beberapa tahun studi ….. bekerja di bidang ….. saya sudah mampu berbuat dan meraih beberapa hal penting yang saya anggap sebagai sukses terbesar dalam hidup saya sampai saat ini. Didalam esai ini, saya ingin menjelaskan tiga kesuksesan penting yang sudah saya raih …..

Paragraf Kedua, Ketiga, Keempat, Kelima, dan Keenam:

  • Uraikan satu persatu poin yang dianggap sebagai kesuksesan dalam hidup anda.
  • Setiap kesuksesan, diuraikan dengan rinci dan diberikan contoh. Bantu pembaca melihat dan merasakan bagaimana perjuangan meraih kesuksesan yang dimaksud.
  • Tidak usah berkecil hati kalau dirasa “ini mungkin bukan kesuksesan yang besar bagi orang lain”, karena yang terpenting itu adalah bagaimana kita melihat itu “sebagai kesuksesan” seperti definisi kita di paragraf pertama dan bagaimana kita menjelaskan ke pmebaca bahwa ini adalah sebuah kesuksesan.

Contoh:

Awali setiap paragraf selanjutnya dengan menjelaskan poin yang akan dijelaskan terlebih dahulu:

Paragraf kedua:

Sukses terbesar pertama yang telah saya raih adalah berhasil menyelesaikan kuliah sarjana dengan IPK yang memuaskan dalam jangka wkatu kurang dari 4 tahun. (Ini kalimat pertama dalam paragraf kedua)

Kalimat selanjutnya diparagraf kedua menguraikan tentang poin yang dijelaskan di kalimat pertama:

Bagi sebagian orang, menyelesiakan perkuliahan sarjana mungkin bukanlah hal yang besar. Namun, secara pribadi, saya harus mengakui bahwa perjuangan menyelesaikan perkuliahan sarjana saya tidaklah mudah. Saat kuliah, saya harus bekerja di sebuah cafe dari jam 5 sore sampai 10 malam setiap hari. Dengan cara ini saya bisa memiliki uang untuk makan setiap hari. Hal yang berat sekali dilakukan ketika diwaktu yang sama saya harus menyelesiakan tugas dari dosen, mengikuti sebuah project, dan lain – lain … Setiap akhir semester, saya harus berjuang mencari beasiswa agar dapat membiayai uang semesteran ….. Dan seterusnya.. (ini penjelasan rinci tentang poin yang diangap satu kesuksesan pertama yang dijelaskan di kalimat pertama)

Nah, untuk paragraf yang berikutnya (paragraf ketiga, keempat, kelimat dan keenam), ikuti pola paragraf kedua ini cara menjelaskannya.

Ada yang menjelaskan satu kesuksesan membutuhkan dua paragraf, tidak masalah. Yang terpenting adalah pastikan setiap kali menyampaikan satu poin sukses yang sudah diraih, lakukan seperti yang dijelaskan di paragraf kedua ini.

Pararagraf ke tujuh (terakhir):

  • Simpulkan semua poin yang sudah dijelaskan.
  • Uraikan apalagi yang mau diraih dimasa depan nanti, dikaitkan dengan definisi sukses yang sudah dijelaskan serta latarbelakang pendidikan dan pengalaman (kerja) yang sudah dimiliki.
  • Uraikan bagaimana beasiswa LPDP ini nanti akan membantu anda dalam meraih ‘sukses – sukses’ yang berikutnya yang menjadi target anda.
  • Saya sarankan: jaga poin uraian dibawah tema “memberikan kontribusi untuk Indonesia, membantu mengatasi sebuah permasalahan ekonomi, sosial, politik, pendidikan, dan lain – lain”, karena sponsor beasiswa menyukai orang – orang yang punya visi untuk sebuah perubahan nanti. Tidak harus dijelaskan dengan hal yang besar, tetapi punya konteks atau komunitas atau semacamnya yang ingin dibantu atau mendapatkan manfaat dari kesuksesan yang akan diraih melalui beasiswa LPDP ini.

Contoh:

Ketiga kesuksesan yang sudah saya raih ini bukanlah tanda untuk saya berhenti, melainkan sebuah susunan anak tangga yang akan mengantarkan saya pada pencapaiaan kesuksesan selanjutnya. Sebagai seorang yang berlatar belakang pendidikan serta sudah memiliki pengalaman bekerja selama 3 tahun sebagai guru, saya punya target ingin ikut membantu mengatasi permasalahan pendidikan anak – anak sekolah di daerah terpencil. Jika terpilih menjadi penerima beasiswa LPDP ini, saya yakin kalau akan ada banyak pengetahuan tentang bagaimana mengatasi permasalahan pendidikan di daerah terpencil, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan … (dan seterusnya jelaskan). Besar harapan saya beasiswa LPDP ini menjadi sarana saya untuk meraih kesuksesan selanjutnya dalam kehidupan saya serta memungkin saya memberikan kontribusi yang lebih untuk bangsa dan negara Indonesia di masa depan..

Demikianlah panduan menulis esai LPDP tentang “Kesuksesan Terbesar dalam Hidupku”.

Semoga bermanfaat.

Yuk, semangat! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

12 thoughts on “Panduan Menulis Esai: LPDP (Sukses Terbesar dalam Hidupku)

  1. Alhamdullilah terimakasih atas infonya ka budi sangat bermanfaat sekali buat kita para pemburu beasiswa khususnya LPDP 😆
    Boleh minta bantuannya ga kaaa ? Minta tolong bantuin cari bahan jurnal untuk skripsi kaa, soalnya di sini agak susah untuk mencari referensi, mungkin ka budi bisa membantu saya. Terimakasih 😃😆

    Like

  2. Terima kasih pa budi.
    Itu impian sy ingin sekolah tinggi.
    Sy tinggal dikarawang.
    Sekarang sy menepuh S2 dibandung.
    Dengan biaya sendiri dengan bekerja dan menghidupi 4 anak dan seorang istri.
    Mohon doa nya dari semuanya.
    Sy ingin minimal jadi doktor.
    Mungkin sy orang yg beruntung karena dilahirkan dari keluarga miskin. Karena dapat lulus S1 dan meneruskan nya S2.
    Orang tua dan kakak kakak sy semuanya SD pun tidak tamat karena tidak mampu.
    Sy selalu haus dengan pendidikan. Dan saya ingin pendidikan itu bisa dinikmati oleh orang yg tidak mampu. Dengan itu sy dan teman mendirikan pendidikan bahasa jepang gratis tiap hari minggu untuk anak anak sekitar dirumah sy. Dan kedepanya kami akan mendirikan sekolahan minimal SD. SMP.SMK.
    walaupun swasta insya alloh gratis.
    Sekali lagi mohon doanya semoga sy nanti dapat beasiswa S3

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s