Apakah nanti semua yang ditulis di study objective harus tercapai semua?

  • Pertanyaan: 

Artikelnya awesome kak.. anyway, study objective yang kak budi tulis sebagai target selama kuliah, apakah harus tercapai semua? dan apakah sudah tercapai? Thanks a bunch kak.

  • Jawaban Budi:

Hi Arum. Terim kasih untuk pertanyaannya.

Pertama, kakak ingin jelaskan dulu tentang study objective ini agar punya pemahaman dasarnya.

Study Objective adalah salah satu hal yang menjadi persyaratan untuk setiap beasiswa, terutama kalau kuliahnya di luar negeri. Terkadang, namanya digunakan yang lain, seperti motivation letter. Inti isinya sama saja; hanya bila ada poin-poin yang diminta dimasukkan kedalamnya, itu mungkin yang akan menjadi pembedanya.

Kenapa Study Objective penting? Karena pihak sponsor/komite seleksi beasiswa/ kampus yang akan dilamar ingin tahu bagaimana latar belakang studi kita sebelumnya, pengalaman secara akademik, dan rencana studi kita nanti kalau diterima di kampus yang dituju.

Perlu diingat, kampus di luar negeri biasanya tidak sembarangan menerima siswa. Ada kondisi dimana terkadang kampus tidak menerima mahasiswa walau skor TOEFL atau IELTSnya sudah tinggi. Salah satu penyebabnya adalah karena study objective si mahasiswa tidak bisa “dipenuhi” oleh pihak jurusan dikampus. Jadi, kampus diluar itu akan membaca dan memahami apa tujuan studi kita dan apakah mereka punya sumber daya untuk mendukung rencana studi kita itu. Mereka akan lebih memilih menolak mahasiswa bila dirasa tidak ada “sumber daya” yang akan bisa membantu si mahasiswa saat studi nanti, misalnya tidak ada professor yang tertarik dengan topik penelitian kita, tidak ada lab yang bisa mendukung, atau study objectivenya tidak sejalan dengan tujuan dari jurusan yang dilamar itu, dan lain sebagainya.

Jadi, peranan study objective bisa dikatakan sangat penting, bukan hanya untuk agar dapat beasiswa, tetapi juga agar bisa diterima di kampus di luar negeri. Fase agar bisa diterima di kampus luar negeri ini lebih berat dari fase saat akan memenangkan beasiswa.

Kedua, apakah nanti jika sudah diterima oleh beasiswa dan diterima di kampus luar negeri, kita harus memenuhi semua “target” yang ditulis di study objective? Jawabannya: Iya. Karena memang begitulah seharusnya, bukan?

Lalu, bagaimana kalau target itu tidak tercapai? Selama studinya tidak bermasalah, tidak ada sanksi atau konsekuensi yang akan kita terima, kecuali kalau pihak beasiswanya punya kebijakan tertentu.

Perlu diingat, ada kemungkinan ketika kita memulai studi di kampus luar negeri, kita akan melaksanakan riset yang berbeda dari yang disampaikan di study objective. Menurut saya, ini tidak masalah. Riset S2 dan S3 saya berbeda sekali dari yang ditulis di study objective. Bukan karena ingin berbeda, tetapi, ketika memulai studi, banyak hal yang dipelajari dan ada dosen pembimbing, selain itu ada juga keterbatasan waktu studi yang harus juga dipertimbangkan. Jadi, semua hal-hal yang ditemui saat studi bisa jadi membuat kita berubah dari apa yang disampaikan dalam study objective. Menurut saya, ini tidak masalah, selama anda mengikuti passion dan future goals yang ingin anda raih.

Semoga bermanfaat. Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Twitter @01_budi | FB Page: sdsafadg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s