Bukan Tuhan Tidak Membantu..

dsc_3642

Saat memulai studi PhD di Fall semester 2014 bulan Agustus – Desember, saya semangat sekali mempelajari berbagai hal terkait dengan studi, terutama tentang menulis satu research grant (dana penelitian). Ada banyak kesempatan untuk melamar research grant yang tersedia; sama seperti beasiswa. Mulai dari jumlah dananya disekitaran $2000 sampai ratusan ribu dollar. Silahkan kalikan saja dengan 13 ribu kalau ingin tahu jumlahnya dalam bentuk rupiah. Salah satu rencana saya adalah bekerja sama dengan pembimbing akademik untuk menulis satu proposal penelitian lalu mengirimkannya kepada satu yayasan (foundation) atau semacamnya yang sedang membuka kesempatan untuk dana penelitian. Bisa memenangkan satu research grant merupakan nilai tambah tersendiri – kita bisa melaksanakan riset sembari kuliah dan didanai. Di masa depan, pengalaman pernah memenangkan sebuah research grant bisa memperkuat CV yang dimiliki.

Karena sedang semangat sekali, di akhir semester bulan Desember, ada tiga proposal untuk research grant yang saya dan pembimbing akademik selesaikan. Kemudian, tiga proposal ini kami kirimkan ke tiga kesempatan dana penelitian yang sedang buka. Menyelesaikan tiga proposal ini sangat tidak mudah, karena harus membagi waktu dengan perkuliahan dan tugas-tugas akadmeik yang ada. Saat itu, rasanya hanya saya yang berhasil menyelesaikan proposal penelitian sesuai target; soalnya, diawal semester, mahasiswa lain di grup saya juga berencana menulis proposal, tetapi tidak selesai di akhir semester. Saya berikan usaha terbaik waktu itu untuk semua proposal yang dikerjakan. Bimbingan demi bimbingan dengan pembimbing akademik dijalani; revisi demi revisi ditekuni, hingga akhir ketiga proposal itu dikirimkan. Ah… rasanya lega sekali setelah semuanya selesai. Hati berharap ada proposal yang akan sukses di tahun 2015.

Di awal tahun 2015, satu persatu pengumuman dari research grant yang dilamar keluar. Sayangnya, hasil yang diinginkan tidak hadir dalam kenyataan. Ketiga proposal yang saya kirim itu semuanya GAGAL; tidak ada satu pun yang berhasil. Di kamar, saya terdiam beberapa saat. Ingin rasanya banting sana dan sini; meluapkan amarah sekeras-kerasnya! Siang malam saya mengerjakan proposal ini, tapi ternyata hasil yang didapat NIHIL, tak satupun proposal yang lulus mendapatkan dana penelitian. Keesokkan harinya, dengan wajah lesuh, saya menemui pembimbing akademik di kantornya. Ada sedikit rasa malu dengan beliau karena takut dianggap tidak mampu menjadi partner dia dalam menulis proposal dana penelitian. Tetapi, disisi lain, tidak ada lagi yang bisa saya berikan, karena saya sudah benar-benar maksimal dalam menulis proposal tersebut. Professor pembimbing akademik saya, kemudian, menasehati saya kalau memang memenangkan sebuah dana penelitian bukanlah pekerjaan yang mudah; ambil pelajaran dari pengalaman ini, lalu kita coba lagi nanti. Jujur, saya bukan orang yang mudah menerima hasil yang berbeda disaat sudah berusaha maksimal. Butuh waktu beberapa minggu untuk saya bisa melupakan kegagalan dan mulai mencari kesempatan research grant yang lain.

Tahu tidak apa yang terjadi berikutnya?

Di awal tahun 2016, di e-mail saya masuk satu informasi pengumuman kalau Columbia University sedang membuka peluang research grant terkait dengan beasiswa International Fellowships Program yang dilaksanakan dari tahun 2001 – 2013. Deadline waktunya sedang mepet sekali, hanya beberapa minggu lagi dari waktu saya membaca informasi tersebut. Untungnya, topik research grant yang dibuka oleh Columbia Universiity ini sejalan dengan topik tiga proposal yang saya tulis sebelumnya di tahun 2014. Akhirnya, dengan sedikit revisi sesuai dengan yang diminta oleh pihak penyelenggara dan melengkapi semua dokumen yang diminta, saya kirimlah satu proposal dana penelitian yang sebelumnya pernah dikirim dan gagal itu. Saya tidak terlalu berharap bisa mendapatkan research grant itu, karena sudah punya pengalaman gagal sebelumnya; selain itu, research grant ini pasti sangat kompetitif sekali mengingat jumlah dana yang ditawarkan lumayan dan diselenggarakan oleh kampus besar seperti Columbia University.

Ternyata, Tuhan berkehendak lain. Di Bulan Mei 2016, diumumkan kalau saya adalah salah satu pemenang untuk research grant ini! Pemenang yang lain berasal dari Belanda, Vietnam, Mesir, dan Afrika Selatan. Proposal yang memenangkan dana penelitian ini, kemudian, menjadi topik penelitian Disertasi saya yang akhirnya berhasil saya seminarkan di akhir bulan Desember 2016. Rasa syukur dan bahagia tentu saja terluap tanpa henti saat itu. Namun, ada satu pesan yang ingin sampaikan pada teman-teman semua.

Seandainya, saat Fall semester 2014 lalu saya tidak sungguh-sungguh mengerjakan proposal dana penelitian itu, mungkin saya tidak akan bisa melamar research grant yang dibuka oleh Columbia Unversity di awal tahun 2016. Jika tidak bisa mengirim proposal, berarti saya mungkin harus mencari topik penelitian lain untuk Disertasi dan belum tentu bisa melakukan seminar proposal disertasi di bulan Desember 2016, karena menulis proposal disertasi bukanlah hal yang mudah. Jika semua ini yang terjadi, saya mungkin akan sangat-sangat kesulitan untuk menyelesaikan studi PhD saya di Spring semester di tahun 2017 ini.

Lihatlah, begitu banyak yang bisa menjadi “tidak jadi” andai saja di Fall semester itu saya tidak bersungguh-sungguh menyelesaikan proposal dana penelitian yang sedang dikerjakan. Kegagalan yang dirasakan setelahnya memang sangat pahit sekali; namun, rasa keberhasilan yang didapatkan setelah kegagalan itu ketika saya terus berusaha kembali sangat-sangat manis sekali, hingga bisa memudahkan penulisan Disertasi saya.

Kawan, Tuhan pada dasarnya sudah menyiapkan berbagai situasi dalam hidup kita untuk dipilih, dan dijalani dengan sungguh-sungguh sesuai dengan impian yang kita miliki. Bukan Dia tidak pernah membantu membimbing jalan hidup kita, tetapi mungkin kita tidak cukup bersungguh-sungguh dalam menjalani setiap situasi yang diberikannya, sehingga hasil yang didapatkan berikutnya adalah akibat dari “ketidaksungguhan” kita ini; seperti situasi yang akan terjadi ketika saya tidak sungguh-sungguh mengerjakan proposal penelitian di 2014 waktu itu.

Dalam dunia ini, tidak ada satu kebetulan. Setiap situasi yang kita hadapi, menuntut kita untuk memilih, apakah akan bersungguh-sungguh menjalaninya atau tidak. Kegagalan dan keputusasaan mungkin hal yang akan kita dapatkan walaupun sudah berusaha semaksimal mungkin. Tetapi, ingatlah, untuk terus keep going! Kesungguhan dan usaha maksimal yang sudah kita berikan akan mengantarkan kita pada satu fase keberhasilan di masa depan. Kita tidak pernah tahu kapan akan datang manfaatnya; namun, percayalah, kita bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu pun akan ada hasil positif yang tetap akan kita dapatkan, walau hanya sekedar dalam bentuk pelajaran dan pengalaman tentang kegagalan, tetapi tetap tidak semua orang melalui fase ini, bukan?

Yuk, kita sibukkan diri kita dengan mengejar prestasi dan mendesain masa depan yang lebih baik. Bersungguh menjalani setiap situasi yang diberikan Tuhan pada kita, karena, lagi, tidak ada kebetulan dalam hidup ini. Salah merespon satu situasi, dampaknya akan terus berkepanjangan di masa beritkutnya dalam hidup kita.

Saya juga percaya, ada tujuan kenapa Tuhan membuat anda membaca tulisan saya ini. Mungkin Dia ingin anda merefleksikan situasi ini dalam hidup anda, dan memperbaikinya untuk di masa depan nanti.

Let’s keep going and break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Twitter @01_budi | FB Page: sdsafadg | Line: @zux2328h

 

 

Advertisements

18 Comments

  1. Thank you very much kq Budi for your experience sharing. I hope God bless you always, give you long n happy life, There are so many people need someone like you, please pray for us so we can follow your trail/stable. Let’s break the limit Pada tanggal 9 Jan 2017 13.22, “Learn for the Future” menulis:

    > Budi Waluyo posted: ” Saat memulai studi PhD di Fall semester 2014 bulan > Agustus – Desember, saya semangat sekali mempelajari berbagai hal terkait > dengan studi, terutama tentang menulis satu research grant (dana > penelitian). Ada banyak kesempatan untuk melamar research gra” >

    Like

  2. Thanks motivasinya kak Budi, sangat memotivasi sekali disaat jenuh mengerjakan tugas akhir seperti ini. “Bersungguh menjalani setiap situasi yang diberikan Tuhan kepada kita karena tidak ada yang kebetulan” I like it.

    Like

  3. Saya hanya bisa mengucapkan SYUKUR ALKHAMDULILLAH YANG TIADA TERHINGGA KPD TUHAN SAYA, ALLOH SWT dan temen2 disini terutama Mr. DR. BUDI WALUYO, P.hd, atas PENCERAHANNYA.
    LUAR BIASA DAN MENGINSPIRASI.

    FIRMANSAH
    MALANG

    Like

  4. terimakasih abng, cindy sering bngt semngat dan menyerah
    target cindy tidak tercapai, membuat cindy tertekan dan makin terpuruk
    apalagi melihat keberhasilan orang lain, kadang mikir kpn cindy jg dapat itu
    tp cindy akan bersha lagi, smga cindy juga bisa merasakan kebahagian atas keberhasilan yg cindy capai nanti 😊😊terimaksih abng budi

    Like

  5. Progress TOEFL yang lamban, buat saya Down.. Tulisan Mas Budi membantu menyemangati lagi. Akhir nya saya berfikir, membaca tulisan ini juga bukan suatu Kebetulan. Mungkin Allah. SWT menunjukkan jalan, untuk keluar dari down dan depresi dalam meraih nilai yang dibutuhkan. Thanks a lot Mas Budi🙏🙏

    Like

  6. Thank you sir, Tentang bukan Tuhan tidak membantu….. Tulisan ini menyadarkan saya bahwa Pertolongan itu datang setelah ada usaha maksimal….. Walau awalnya terkadang sangat menyakitkan…. Yach… Terkadang diremehkan oleh orang lain… Terasa semakin terpuruk hidup di dunia ini dg segala keterbatasan diri…. Dan……………………. 😊😊 Thank you you sir…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s