Perjalanan Menuju Yokohama National University, Jepang

 

Beberapa minggu lalu, salah satu siswa Sekolah Inggris dan Sekolah TOEFL mengirimkan e-mail ke saya dan bercerita tentang pengalamannya selama menjadi siswa dan fase proses meraih beasiswa yang sedang dijalaninya sekarang.

Cerita sederhana dari siswa ini mungkin bisa sedikit memberikan pencerahan dan inspirasi buat teman-teman semua.

Yuk, bersama kita mendesain masa depan yang lebih baik. Percayalah, mendapatkan beasiswa dan bisa melanjutkan studi, terutama ke Luar Negeri, bisa mengubah hidup kita menjadi lebih baik, dari sisi keuangan, status sosial, bahkan apa yang bisa kita raih di masa depan nanti.

Makanya, saya tidak pernah ragu berbagi pengetahuan dan membimbing teman-teman untuk bisa meraih beasiswa melanjutkan studi karena saya sudah merasakannya sendiri: dua kali. Saya ingin teman-teman bisa merasakannya juga.

Yuk, semangat. Let’s break the limits..!!

– – – – – –

Selamat sore, Mas Budi.

Perkenalkan, saya Andri, salah satu siswa Sekolah Inggris dan Sekolah Toefl (SI/ST) yang di inisiasi Mas Budi.

Saya ingin berterima kasih kepada Mas Budi yang selama ini konsisten berbagi ilmu bahasa Inggris maupun Toefl, dan sekaligus meng-encourage saya untuk terus semangat dalam mengejar mimpi, dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Melalui email ini, ijinkan saya, untuk sharing ataupun memberi testimoni tentang program SI/ST, sekaligus pencapaian yang saya peroleh. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman yang lain, sekaligus mengokohkan kembali keyakinan Mas Budi bahwa program ini bermanfaat bagi orang banyak dan approved.hehe.

:::

Saya sudah mengikuti program Sekolah Inggris dan Sekolah Toefl ini sekitar 8 bulan. Selama 8 bulan ini, banyak manfaat yg saya rasakan, antara lain:

  1. Sekolah Inggris memberikan saya bekal skill dasar yang sangat penting bagi para pemula. Saya masih ingat dengan jelas materi pertama SI tentang Subjek + Predikat. Hal yang terlihat simple ini ternyata sangat penting dikemudian hari, terutama ketika Tes Toefl ITP.
  1. QOTD mau tidak mau memaksa saya untuk terus mengulang-ulang materi selama seminggu penuh. Dan karena sifat QOTD yang dicicil ini justru memudahkan saya untuk mengingat dan memahami materinya dibandingkan membaca materi sekaligus banyak.
  1. Temu Online dan pembahasan merupakan hal yang sangat saya nantikan, karena di temu online ini Mas Budi akan menjelaskan jawaban yang benar, dan alasannya dengan bahasa yang simple, sehingga saya bisa tahu kesalahan saya dan memperbaikinya. Tidak hanya sekedar mengejar skor, tp saya ingin benar-benar memahami materi yang sudah dipelajari.
  1. Sekolah Toefl sempat membuat saya keteteran, karena jika dibandingkan dengan Sekolah Inggris, materi di Sekolah Toefl ini bisa dibilang jauh lebih sulit dan bikin saya terus membolak-balik handbook, browsing, dan upaya lain untuk lebih memahami materi Sekolah Toefl. Butuh komitmen yang tinggi untuk menjaga konsistensi dalam belajar materi sekolah Toefl ini. But, No Pain, No Gain. Dan ini terbukti, meskipun sulit, tapi hasil yang diperoleh terbukti memuaskan.
  1. Handbook. Well.. halaman pertama adalah hal yang sangat saya nantikan dari handbook. Halaman Motivasi.hehe. Tidak seperti buku pelajaran atau modul kuliah yang biasanya menakutkan, halaman pertama handbook SI/ST justru dimulai dengan sharing pengalaman Mas Budi atau motivasi yang sangat menginspirasi. Yang paling saya suka adalah penuturannya yang sangat sederhana, tapi mengena. Halaman ini juga lah yang sukses membakar semangat saya, dan membuat saya yakin, bahwa kita semua bisa mencapai mimpi kita.

:::

Ilmu yang saya peroleh di SI/ST membuat saya lebih berani dan percaya diri untuk mengikuti ujian Toefl ITP.  Berkat SI/ST, ketika mengikuti Toefl ITP, saya sudah familiar dengan bentuk soalnya dan lebih mudah menganalisis-nya sehingga saya lebih yakin ketika memilih jawaban, dan tidak lagi sekedar mengandalkan feeling atau memilih jawaban yang sepertinya enak didengar.hehe.

Ketika hasil Toefl ITP keluar, ternyata skor saya 550, tipis sekali dari batas minimal syarat beasiswa, tapi saya sangat bersyukur, karena ini adalah pengalaman pertama saya ikut ITP, dan bisa langsung memperoleh nilai standar.

Dengan berbekal sertifikat ITP ini, saya apply FETA Scholarship, setelah lolos seleksi administrasi, nyatanya saya tidak lolos tes psikotes & bahasa Inggris!

Perih memang, tapi ya saya jadikan pengalaman dan motivasi untuk terus belajar.

Beasiswa kedua yang saya ikuti adalah Joint Japan – World Bank Graduate School Program. Lagi-lagi, saya mendaftar berbekal Toefl itp, ditambah dengan Essay dan Statement Of Purpose. Dua dokumen terakhir tersebut saya buat dengan mengikuti format dan contoh yang sudah dibagikan Mas Budi di website sdsafadg.com.

Alhamdulillah, saya lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti interview, disini saya mengikuti saran Mas Budi untuk sering membaca ulang Essay dan SOP yang sudah dibuat, dan benar saja, materi interview banyak yang berasal dari essay dan SOP yang saya tulis sebelumnya.

Untuk interview ini, saya juga sering simulasi speaking untuk membiasakan berbicara dengan alur cerita yg sistematis dan melatih mental.

Alhamdulillah, saya lulus seleksi interview, dan direkomendasikan oleh institusi tempat saya bekerja u/ melanjutkan studi di Yokohama National University (YNU).

Tapi, perjuangan belum berakhir!

YNU mewajibkan saya u/ menulis Essay dan SOP (lagi), serta melampirkan sertikat toefl iBT. Ya, iBT. Mau tidak mau, akhirnya saya mengikuti tes Toefl iBT.

Awalnya saya pikir tipe soal Toefl iBT sama saja dengan tipe soal Toefl ITP, nyatanya tipikal keduanya jauh berbeda, tidak ada lagi tipe soal grammar dan structural, saya sempat kaget dan mencari informasi dari kawan-kawan yang pernah mengikuti Toefl IBT. Alhasil, saya memperoleh aplikasi simulasi untuk iBT, dan dari situ saya bisa mengetahui jenis soal iBT dan contoh template jawaban yang bisa digunakan pada saat speaking ataupun writing.

Hal ini juga mungkin bisa menjadi sedikit masukan bagi Mas Budi untuk sharing tentang tentang toefl IBT. Sehingga siswa SI/ST bisa memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang Toefl ITP dan IBT.

Pada saat soal speaking dan writing di Toefl IBT, basic skill yang saya peroleh dari SI/ST sangat membantu, terutama dalam structure dan grammar. Dan alhamdulillah, saya mendapatkan skor 90 dari batas minimal 79.

Saya betul-betul merasakan apa yang sering Mas Budi ceritakan, bahwa proses mencari beasiswa itu lebih sulit dibandingkan meraih skor Toefl.

Hingga saat ini pun saya masih menanti hasil seleksi internal di YNU yang masih terus berlanjut.

Memang banyak faktor yang menentukan keberhasilan seperti komitmen pribadi, lingkungan, do’a orang tua, Allah subhanahuwata’ala, usaha, dsb. Namun saya yakin, belajar di SI/ST merupakan salah satu jalan yang menjadikan saya seperti saat ini.

Hal utama yang ingin saya sampaikan melalui email ini adalah ucapan terima kasih saya.

Beribu terima kasih saya sampaikan untuk Mas Budi yang telah bersedia berbagi dan menjadi inspirasi bagi saya, tidak hanya dalam meraih skor toefl, tapi juga dalam menjalani hidup ini.

Akhir kata, terima kasih Mas Budi. Saya do’akan program SI/ST akan semakin sukses, dan diberkahi Allah. Dan Mas Budi mampu mewujudkan mimpi-mimpi Mas Budi.

Good luck, Andri!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Twitter @01_budi | FB Page: sdsafadg

 

 

Advertisements

7 Comments

  1. Inspiratif… smga bisa jga sperti apa yg dicritkan…

    Pada tanggal 24 Mar 2017 12:40 AM, “Learn for the Future” menulis:

    > Budi Waluyo posted: ” Beberapa minggu lalu, salah satu siswa Sekolah > Inggris dan Sekolah TOEFL mengirimkan e-mail ke saya dan bercerita tentang > pengalamannya selama menjadi siswa dan fase proses meraih beasiswa yang > sedang di” >

    Like

  2. Kitanya masih jauh dari harapan, cara belajar kitanya msh belum stabil, mau juga seperti cerita temen yg sudah berhasil meraih mimpinya, tp usaha kitanya msh lambat, moga bisa lebih konsisten lg, dan moga bisa seperti temen2 lainnya yg selalu pandai menjaga semangatnya. Bismillah… 😢

    Like

  3. Sir, cerita yg disampaikan sdr Andri di atas, semua memang membutuhkan proses dlm mempelajari materi yang sir berikan. dan membutuhkan kerja keras dan ketekunan untuk membolak balik handbook, ketika jawaban salah baik pertemuan akhir pekan atau QOTD. dan smg suatu saat sy bs menuai cerita yg sama kepada sir ttng sebuah keberhasilan. Amien

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s