Pandailah Melihat dan Menjadi Seperti Yang Mereka Cari

Salah satu pertanyaan yang cukup sering saya terima adalah “Apakah orang dengan pengalaman organisasi yang minim di Kampus mempunyai kesempatan untuk mengejar beasiswa luar negeri? lalu bagaimana solusinya agar dapat memenuhi persyaratan beasiswa terkait pengalaman organisasi?

Diawal ini saya ingin bilang,” Kawan, anda harus pandai melihat apa yang ‘dicari’ oleh kesempatan-kesempatan yang ada diluar sana, lalu harus bisa ‘memiliki dan menjadi seperti apa yang mereka cari’. Ada banyak kesempatan beasiswa dalam berbagai bentuk diluar sana. Tetapi, bila anda tidak memiliki apa yang mereka cari,” You are finished,” singkatnya begitu.

***

Pertama, memiliki pengalaman dan aktif di organisasi sangat penting. Saya mau ambil tiga program yang sedang dibuka sekarang sebagai contoh. Silahkan google saja nama programnya bila anda tertarik untuk melamar.

Program yang pertama adalah TeachCamp 2017 yang diadakan oleh YSEALI. Program ini akan bertempat di Thailand dan semua biaya ditanggung untuk peserta yang terpilih. Kata kunci dari program ini adalah anda harus punya sebuah project atau tantangan/ isu dalam pekerjaannya promoting peace, dialogue, dan an open mind. Di camp ini tujuannya adalah memfasilitasi peserta dengan pengetahuan bagaimana menggunakan teknologi dalam usaha promoting peace, dialogue, dan an open mind ini. Jadi, kalau mau melamar, setidaknya punya pengalaman terkait dengan promoting peace atau semacamnya. Anda bisa saja melamar dan mengisi formulir aplikasi, tetapi tanpa memiliki kata kunci ini dalam diri anda, kecil kemungkinan bisa terpilih. Ingat, kita berbicara bagaimana agar ‘terpilih’, bukan bagaimana agar bisa melamar. Nah, kecuali anda sudah aktif di organisasi terkait dengan promoting pease, dialogue, dan an open mind, agak sulit anda bisa terlihat lebih baik dari pelamar lain nanti. Karena walaupun kita aktif secara pribadi, tetap saja dalam prosesnya kita akan bersinggungan dengan berbagai organisasi terkait, bukan?

Program yang kedua adalah Youth4Dev Academy Bootcamp 2017 yang diadakan oleh YSEALI juga. Program ini bertujuan untuk memberikan semacam training tentang “The Millenium Challenge Corporation’s Sustainable Development Goals (SDGs)” kepada pemuda dari 34 provinsi di Indonesia. Bertempat di Semarang, dan semua dibiayai untuk peserta terpilih. Salah satu kata kunci dari persyaratannya sederhana, yaitu mewakili organisasi atau institusi lokal yang fokus pada permasalahan tentang youth empowerment. Artinya apa? Anda kecil kemungkinan terpilih kalau tidak aktif di organisasi terkait kepemudaan. Lagi, anda bisa melamar dan mengisi formulir aplikasi, tetapi untuk terpilih, sangat kecil kesempatannya.

Program yang ketiga adalah Future Leaders Connect yang diadakan oleh British Council. Program ini bertujuan menghubungkan orang yang dianggap berpotensi menjadi pemimpin masa depan dengan fokus isu pada kebijakan. Peserta terpilih akan datang ke Inggris, bertemu anggota parlemen, diskusi dengan peserta dari berbagai negara, dan semuanya dibiayai. Salah satu pertanyaan dalam formulir aplikasinya adalah beritahu satu kesuksesan yang sudah kamu raih dalam hal terkait kepemimpinan. Dengan melihat pertanyaan ini, sudah jelas sekali terlihat kalau peserta yang dicari adalah yang ‘aktif dalam organisasi’. Sekali lagi, anda bisa saja tetap melamar dan mengisi formulir aplikasi, tetapi mungkin tidak akan terpilih. Saya menekankan kalimat ini, karena anda harus pastikan punya ‘kesempatan’ untuk terpilih saat melamar satu program. Bila sudah pasti tidak terpilih, lebih baik salurkan waktunya pada hal yang lebi bermanfaat.

Ketiga contoh diatas ini hanya sebagian kecil dari berbagai program beasiswa yang ada diluar sana. Ketika saya mengatakan program beasiswa, saya tidak hanya berbicara tentang beasiswa studi S1, S2, dan S3 saja, tetapi juga tentang pertukaran pemuda (Exchange Programs) dan program-program training lainnya yang dibiayai sepenuhnya jika terpilih. Seringkali, di persyaratan untuk mengikuti sebuah program, sudah jelas diberitahu persyaratan-persyaratannya, dan pengalaman organisasi sering sekali ada disana.

Namun demikian, apakah punya pengalaman dan aktif di organisasi saja sudah cukup membuat kita bisa ‘menikmati’ berbagai kesempatan beasiswa yang ada?

Jawabannya: TIDAK.

Anda harus juga memahami poin yang kedua. Apa itu?

Kedua, anda harus pandai melihat ‘isu’ apa yang seringkali menjadi sasaran program-program beasiswa, lalu aktif dan bermainlah didalam isu tersebut. Pilah isu yang memang sesuai dengan passion anda dan latar belakang pendidikan dan keahlian yang anda miliki bisa mendukung anda untuk menjadi ‘unique’ dalam bermain dalam isu yang diminati tersebut.

Silahkan lihat lagi tiga program diatas. Program pertama fokus pada pada promoting peace, yang kedua fokus pada isu kepemudaan, dan yang terakhir pada pembuatan kebijakan. Nah, jika anda aktif di organisasi, tetapi isu yang menjadi fokus organisasi tersebut bukanlah termasuk isu-isu yang sedang hangat dibahas dan menjadi fokus nasional dan global, tetap saja kesempatan yang akan anda dapatkan di masa depan kecil.

Saya pribadi, misalnya. Sejak kuliah, saya sudah mulai memfokuskan diri pada pendidikan, secara spesifik fokus pada mereka yang hidup dalam ‘keterbatasan’. Keterbatasan disini bisa diartikan banyak hal, mulai dari keterbatasan keuangan, fasilitas, akses, informasi, sampai keterbatasan secara fisik. Sekarang, saya sudah menginisiasi Learn for the Future dengan Sekolah Inggris dan Sekolah TOEFL didalamnya. Jadi, setiap kali ada kesempatan beasiswa, saya selalu melihat dipersyaratan ‘orang seperti apa yang mereka cari’. Sebabnya adalah kita tidak mungkin cocok untuk semua kesempatan beasiswa yang ada. Contohnya di program pertama diatas, pengalaman organisasi saya tidak cocok untuk program itu. Oleh sebab itu, saya tidak akan berpikir dua kali untuk tidak melamarnya, karena sudah pasti tidak akan terpilih.

***

Jadi, pengalaman organisasi sangat penting dalam proses membantu kita menikmati kesempatan meraih berbagai jenis beasiswa dan prestasi di masa depan, tetapi kita juga harus bisa memahami isu apa yang menjadi fokus kita dan sesuaikan dengan perkembangan dalam skala nasional dan internasional. Setelah memiliki dua hal ini, anda akan lebih mudah dalam ‘menyaring’ kesempatan beasiswa yang ada: mana yang cocok untuk anda dan mana yang tidak.

Mohon, jangan tanyakan lagi: kalau tidak ada pengalaman organisasi atau sedikit pengalaman organisasi bagaimana kak?.

Kenapa? Karena jawabannya jelas sekali: mulailah mencari organisasi sesuai minat dan aktif didalamnya.

Mohon, jangan lagi sampaikan: tapi saya sibuk kak, tidak punya waktu, bla.. bla.. bla..

Kenapa? Karena jawabannya jelas sekali: semua orang punya waktu yang sama: 24 jam. Semua orang punya masalah dan keterbatasan masing-masing. Bila tidak mampu menyelesaikan masalah dan menembus keterbatasanmu sendiri agar bisa meraih apa yang diinginkan, lupakanlah keinginanmu itu, dan move on ke hal yang bisa anda lakukan lebih baik.

Above all, pengalaman organisasi bisa membangun kualitas dan kapasitas diri kita sebagai manusia.

Di luar sana, orang menunggu manfaat hadirnya kita di dunia ini.

Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Twitter @01_budi | FB Page: sdsafadg

 

 

Advertisements

8 Comments

  1. thanks sir, ini menginspirasi sy untuk membuat atau membentuk organisasi keperempuanan yg mengarah pd pemberdayaan perempuan dan gender, yg berbadan hukum. konsep dasarnya melakukan penelitian dg keahlian dan kompetensi yg sy miliki dan juga pd bidang pendidikan dlm bentuk asosiasi perempuan nantinya. dalam 6 bulan ke depan smg bs terwujud.

    Liked by 1 person

  2. Terima kasih kak atas motivasinya, saya terus berusaha untuk lebih baik.

    Pada tanggal 25 Mar 2017 17.52, “Learn for the Future” menulis:

    > Budi Waluyo posted: ” Salah satu pertanyaan yang cukup sering saya terima > adalah “Apakah orang dengan pengalaman organisasi yang minim di Kampus > mempunyai kesempatan untuk mengejar beasiswa luar negeri? lalu bagaimana > solusinya agar dapat memenuhi persyaratan bea” >

    Like

  3. thanks Mr. but ada ingin saya tanyakan mengenai mengamati isu yang hangat maksudnya isu tentang apa yaach yang dimaksud,,,?
    isu pendidikan kah, atau hal lain,,,
    thanks Mr.

    Like

  4. Thanks kak

    Pada tanggal 25 Mar 2017 17.54, “Learn for the Future” menulis:

    > Budi Waluyo posted: ” Salah satu pertanyaan yang cukup sering saya terima > adalah “Apakah orang dengan pengalaman organisasi yang minim di Kampus > mempunyai kesempatan untuk mengejar beasiswa luar negeri? lalu bagaimana > solusinya agar dapat memenuhi persyaratan bea” >

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s