Posted in Beasiswa

Lagi Nyari Beasiswa Studi ke Luar Negeri Tanpa TOEFL? Ini Bisa Membantumu

Salah satu keluhan yang banyak saya terima dari teman-teman yang sedang berjuang memenangkan beasiswa studi ke luar negeri adalah sulitnya menguasai dan mendapatkan skor yang tinggi di TOEFL. Kesulitan ini pun masih berkisar di TOEFL ITP, belum masuk ke TOEFL IBT dan IELTS.

Nah, beberapa waktu lalu, salah satu siswa Sekolah TOEFL bercerita ke saya kalau dia berhasil mendapatkan beasiswa melanjutkan studi S2 di salah satu negara di Eropa. Dan ternyata, TOEFL tidak menjadi salah satu syarat dari beasiswa ini, ungkapnya.

Setelah itu, ada siswa lainnya yang memberitahu saya kalau beasiswa yang didapatkannya juga tidak meminta TOEFL. Nah, lo!

Akhirnya, saya putuskan untuk menuliskan informasinya di blog ini. Selain informasi tentang beasiswa yang dimaksud, saya juga berikan kontak siswa yang berhasil mendapatkan beasiswa tersebut agar teman-teman bisa bertanya dan berdiskusi langsung dengan mereka. Tetapi, ingat ya, sebelum bertanya, pastikan sudah eksplor dan baca dahulu informasi tentang beasiswa di website yang diberikan.

Berikut daftar beasiswa studi ke luar negeri yang tidak meminta TOEFL:

1. Beasiswa studi ke Polandia

Nama beasiswa ini adalah Ignacy Lukasiewiez Scholarship Programmer untuk lanjut studi S2 dan S3. Beasiswa ini tidak meminta TOEFL dan IELTS, tetapi proposal thesis saja. Kecuali tiket pesawat, beasiswa ini membiayai semua. Menurut saya ini lumayan.

Silahkan baca informasi lengkap tentang beasiswa ini di halaman website ini: Beasiswa Polandia

Jika tertarik dengan beasiswa ini dan butuh tempat bertanya dan diskusi, anda bisa coba menghubungi akun Instagram:  @ellisa_na

2. Beasiswa studi ke Cina

Beasiswa dari pemerintah Cina ini kuotanya cukup banyak. Tahun ini ada sekitar 215 awardee yang diumumkan. Ada sekitar 3 siswa Sekolah TOEFL yang memberitahu mendapatkan beasiswa ini.

Saya berikan kontak siswa dibawah ini. Silahkan diskusi dengan mereka bila ingin tahu lebih jauh. Beasiswa ini ditawarkan setiap tahun dan ada beberapa prosedur yang bisa dipilih untuk diikuti. Ada pelatihan bahasa Cina yang dibiayai juga.
Silahkan baca informasi lengkap tentang beasiswa ini di halaman website ini: Beasiswa Cina

Note: Syarat IELTS di website itu hanya bersifat optional menurut siswa yang mendapatkan beasiswa ini.

Jika tertarik dengan beasiswa ini dan butuh tempat bertanya dan diskusi, anda bisa coba menghubungi akun Instagram: @habibtwhidayat atau @rengganis_ayu

Nah, itu dulu info dari saya buat teman-teman yang sedang mencari opsi beasiswa studi ke luar negeri tanpa TOEFL. Saya yakin, ada beberapa beasiswa lagi yang juga tidak meminta TOEFL sebagai salah satu persyaratan melamar.

Tetapi, pesan saya, tetap diingat kawan, bahwa anda harus tetap terus memperbaiki kemampuan bahasa Inggris, karena ini bahasa Internasional. Setidaknya jurnal, buku, serta berbagai koneksi akan menuntut kita bisa berbahasa Inggris bila levelnya internasional.

Pada akhirnya nanti, saya yakin, anda tetap harus belajar dan bisa menguasai bahasa Inggris, setidaknya untuk keperluan studi atau akademik.

Yuk, bersama kita mendesain masa depan yang lebih baik. Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

Posted in Beasiswa

Pandailah Melihat dan Menjadi Seperti Yang Mereka Cari

Salah satu pertanyaan yang cukup sering saya terima adalah “Apakah orang dengan pengalaman organisasi yang minim di Kampus mempunyai kesempatan untuk mengejar beasiswa luar negeri? lalu bagaimana solusinya agar dapat memenuhi persyaratan beasiswa terkait pengalaman organisasi?

Diawal ini saya ingin bilang,” Kawan, anda harus pandai melihat apa yang ‘dicari’ oleh kesempatan-kesempatan yang ada diluar sana, lalu harus bisa ‘memiliki dan menjadi seperti apa yang mereka cari’. Ada banyak kesempatan beasiswa dalam berbagai bentuk diluar sana. Tetapi, bila anda tidak memiliki apa yang mereka cari,” You are finished,” singkatnya begitu.

***

Pertama, memiliki pengalaman dan aktif di organisasi sangat penting. Saya mau ambil tiga program yang sedang dibuka sekarang sebagai contoh. Silahkan google saja nama programnya bila anda tertarik untuk melamar.

Program yang pertama adalah TeachCamp 2017 yang diadakan oleh YSEALI. Program ini akan bertempat di Thailand dan semua biaya ditanggung untuk peserta yang terpilih. Kata kunci dari program ini adalah anda harus punya sebuah project atau tantangan/ isu dalam pekerjaannya promoting peace, dialogue, dan an open mind. Di camp ini tujuannya adalah memfasilitasi peserta dengan pengetahuan bagaimana menggunakan teknologi dalam usaha promoting peace, dialogue, dan an open mind ini. Jadi, kalau mau melamar, setidaknya punya pengalaman terkait dengan promoting peace atau semacamnya. Anda bisa saja melamar dan mengisi formulir aplikasi, tetapi tanpa memiliki kata kunci ini dalam diri anda, kecil kemungkinan bisa terpilih. Ingat, kita berbicara bagaimana agar ‘terpilih’, bukan bagaimana agar bisa melamar. Nah, kecuali anda sudah aktif di organisasi terkait dengan promoting pease, dialogue, dan an open mind, agak sulit anda bisa terlihat lebih baik dari pelamar lain nanti. Karena walaupun kita aktif secara pribadi, tetap saja dalam prosesnya kita akan bersinggungan dengan berbagai organisasi terkait, bukan?

Program yang kedua adalah Youth4Dev Academy Bootcamp 2017 yang diadakan oleh YSEALI juga. Program ini bertujuan untuk memberikan semacam training tentang “The Millenium Challenge Corporation’s Sustainable Development Goals (SDGs)” kepada pemuda dari 34 provinsi di Indonesia. Bertempat di Semarang, dan semua dibiayai untuk peserta terpilih. Salah satu kata kunci dari persyaratannya sederhana, yaitu mewakili organisasi atau institusi lokal yang fokus pada permasalahan tentang youth empowerment. Artinya apa? Anda kecil kemungkinan terpilih kalau tidak aktif di organisasi terkait kepemudaan. Lagi, anda bisa melamar dan mengisi formulir aplikasi, tetapi untuk terpilih, sangat kecil kesempatannya.

Program yang ketiga adalah Future Leaders Connect yang diadakan oleh British Council. Program ini bertujuan menghubungkan orang yang dianggap berpotensi menjadi pemimpin masa depan dengan fokus isu pada kebijakan. Peserta terpilih akan datang ke Inggris, bertemu anggota parlemen, diskusi dengan peserta dari berbagai negara, dan semuanya dibiayai. Salah satu pertanyaan dalam formulir aplikasinya adalah beritahu satu kesuksesan yang sudah kamu raih dalam hal terkait kepemimpinan. Dengan melihat pertanyaan ini, sudah jelas sekali terlihat kalau peserta yang dicari adalah yang ‘aktif dalam organisasi’. Sekali lagi, anda bisa saja tetap melamar dan mengisi formulir aplikasi, tetapi mungkin tidak akan terpilih. Saya menekankan kalimat ini, karena anda harus pastikan punya ‘kesempatan’ untuk terpilih saat melamar satu program. Bila sudah pasti tidak terpilih, lebih baik salurkan waktunya pada hal yang lebi bermanfaat.

Ketiga contoh diatas ini hanya sebagian kecil dari berbagai program beasiswa yang ada diluar sana. Ketika saya mengatakan program beasiswa, saya tidak hanya berbicara tentang beasiswa studi S1, S2, dan S3 saja, tetapi juga tentang pertukaran pemuda (Exchange Programs) dan program-program training lainnya yang dibiayai sepenuhnya jika terpilih. Seringkali, di persyaratan untuk mengikuti sebuah program, sudah jelas diberitahu persyaratan-persyaratannya, dan pengalaman organisasi sering sekali ada disana.

Namun demikian, apakah punya pengalaman dan aktif di organisasi saja sudah cukup membuat kita bisa ‘menikmati’ berbagai kesempatan beasiswa yang ada?

Jawabannya: TIDAK.

Anda harus juga memahami poin yang kedua. Apa itu?

Kedua, anda harus pandai melihat ‘isu’ apa yang seringkali menjadi sasaran program-program beasiswa, lalu aktif dan bermainlah didalam isu tersebut. Pilah isu yang memang sesuai dengan passion anda dan latar belakang pendidikan dan keahlian yang anda miliki bisa mendukung anda untuk menjadi ‘unique’ dalam bermain dalam isu yang diminati tersebut.

Silahkan lihat lagi tiga program diatas. Program pertama fokus pada pada promoting peace, yang kedua fokus pada isu kepemudaan, dan yang terakhir pada pembuatan kebijakan. Nah, jika anda aktif di organisasi, tetapi isu yang menjadi fokus organisasi tersebut bukanlah termasuk isu-isu yang sedang hangat dibahas dan menjadi fokus nasional dan global, tetap saja kesempatan yang akan anda dapatkan di masa depan kecil.

Saya pribadi, misalnya. Sejak kuliah, saya sudah mulai memfokuskan diri pada pendidikan, secara spesifik fokus pada mereka yang hidup dalam ‘keterbatasan’. Keterbatasan disini bisa diartikan banyak hal, mulai dari keterbatasan keuangan, fasilitas, akses, informasi, sampai keterbatasan secara fisik. Sekarang, saya sudah menginisiasi Learn for the Future dengan Sekolah Inggris dan Sekolah TOEFL didalamnya. Jadi, setiap kali ada kesempatan beasiswa, saya selalu melihat dipersyaratan ‘orang seperti apa yang mereka cari’. Sebabnya adalah kita tidak mungkin cocok untuk semua kesempatan beasiswa yang ada. Contohnya di program pertama diatas, pengalaman organisasi saya tidak cocok untuk program itu. Oleh sebab itu, saya tidak akan berpikir dua kali untuk tidak melamarnya, karena sudah pasti tidak akan terpilih.

***

Jadi, pengalaman organisasi sangat penting dalam proses membantu kita menikmati kesempatan meraih berbagai jenis beasiswa dan prestasi di masa depan, tetapi kita juga harus bisa memahami isu apa yang menjadi fokus kita dan sesuaikan dengan perkembangan dalam skala nasional dan internasional. Setelah memiliki dua hal ini, anda akan lebih mudah dalam ‘menyaring’ kesempatan beasiswa yang ada: mana yang cocok untuk anda dan mana yang tidak.

Mohon, jangan tanyakan lagi: kalau tidak ada pengalaman organisasi atau sedikit pengalaman organisasi bagaimana kak?.

Kenapa? Karena jawabannya jelas sekali: mulailah mencari organisasi sesuai minat dan aktif didalamnya.

Mohon, jangan lagi sampaikan: tapi saya sibuk kak, tidak punya waktu, bla.. bla.. bla..

Kenapa? Karena jawabannya jelas sekali: semua orang punya waktu yang sama: 24 jam. Semua orang punya masalah dan keterbatasan masing-masing. Bila tidak mampu menyelesaikan masalah dan menembus keterbatasanmu sendiri agar bisa meraih apa yang diinginkan, lupakanlah keinginanmu itu, dan move on ke hal yang bisa anda lakukan lebih baik.

Above all, pengalaman organisasi bisa membangun kualitas dan kapasitas diri kita sebagai manusia.

Di luar sana, orang menunggu manfaat hadirnya kita di dunia ini.

Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Twitter @01_budi | FB Page: sdsafadg

 

 

Posted in Beasiswa, Panduan Menulis Esai

Panduan Menulis Esai: LPDP (Rencana Studi)

DSCN6812Di tulisan sebelumnya, saya sudah membahas satu esai yang diperlukan dalam mendaftar beasiswa LPDP, yaitu esai tentang Kontribusiku Bagi Indonesia. Bagi yang belum baca bisa klik link ini: Kontribusiku Bagi Indonesia

Pada tulisan kali ini, saya akan mencoba memberikan panduan bagaimana menulis satu esai lainnya yang juga menjadi salah satu persyaratan mendaftar beasiswa LPDP, yaitu esai tentang “Rencana Studi”.

Langsung saja ya.

Pertama, kita perlu memahami bahwa rencana studi atau study objective selalu menjadi salah satu persyaratan berbagai beasiswa, tidak hanya untuk beasiswa LPDP saja. Kenapa?

Alasannya sederhana, yaitu karena tujuan utama dari beasiswa yang akan diberikan adalah untuk studi. Artinya, si sponsor beasiswa perlu memahami tentang latar belakang pendidikan si pelamar meliputi semua prestasi dan penelitian yang telah diraih dan dilakukan, lalu apa rencana studinya ke depan, mulai dari kampus yang dituju, jurusan yang ingin dilamar, topik penelitian yang ingin dikerjakan, sampai apa yang ingin dilakukannya nanti paska lulus dari studi.

Ingat, sponsor beasiswa menghabiskan uang yang tidak sedikit untuk membiayai studi S2 atau S3 seseorang apalagi bila studinya ke luar negeri. Mereka mengharapkan, dengan menyekolahkan beberapa orang dapat memberikan dampak perubahan pada banyak orang, terutama melalui bidang studi yang akan diambil oleh si penerima beasiswa. Esai tentang rencana studi dari pelamar beasiswa akan menjadi bahan pertimbangan bagi sponsor beasiswa dalam memprediksi “impact” beasiswa yang akan diberikannya pada si pelamar itu. Tak jarang ada yang tidak lulus seleksi beasiswa karena rencana studinya biasa saja, dalam artian tidak berhasil memperlihatkan rencana studi yang bagus. Yang dimaksud rencana studi yang bagus disini adalah rencana studi yang berisi rencana ‘studi atau penelitian’ yang akan ikut berkontribusi mengatasi permasalahan – permasalahan tertentu di bidang yang dilamar.

Alasan lain kenapa sponsor beasiswa membutuhkan rencana studi adalah karena kampus – kampus, terutama di luar negeri, akan meminta study objective dari setiap mahasiswa yang melamar ke jurusan mereka. Kampus di luar negeri sangat fokus sekali dengan menerima mahasiswa yang punya ‘pengalaman’ di bidang akademik atau pun pekerjaannya serta punya renana studi dalam artian topik penelitian yang ingin dilakukan. Dengan menerima mahasiswa yang berpengalaman dan tahu apa yang ingin dipelajari, kampus di luar negeri dapat menilai apakah tenaga pengajar dan fasilitas belajar yang ada dapat membantu siswa ini atau tidak. Bahkan, tidak jarang ada mahasiswa yang diberikan “Conditional Offer” atau diterima dengan syarat oleh kampus luar negeri. Biasanya, ini disebabkan rencana studinya sudah cocok dengan apa yang difasilitasi oleh jurusan di kampus tersebut, tetapi nilai TOEFL IBT atau IELTS-nya belum memadai. Perlu diketahui bahwa ada yang nilai TOEFL IBT dan IELTS-nya tinggi, lebih dari standar minimal yang ditetapkan oleh kampus, tapi tidak diterima oleh kampus; umumnya, ini disebabkan karena kampus tersebut merasa tidak bisa membantu atau memfasilitasi rencana studi si pelamar tersebut, atau rencana studi si pelamar berbeda dengan visi dan misi jurusan yang dilamar, dan lain sebagainya. Pendeknya, disini saya ingin menekankan bahwa jurusan di kampus luar negeri terutama lebih sering melihat rencana studi mahasisw ayang emlaamr terlebih dahulu, baru kemudian melihat hasil tes bahasa Inggrisnya.

Nah, sudah paham sekarang tentang seberapa penting rencana studi ini?

Kedua, bagaimana esai rencana studi yang bagus?

Saya akan memberikan panduan sesederhana mungkin, menghindari terminologi akademik. Disini, saya jelaskan per paragraf agar mudah teman – teman mengikuti organisasi tulisan esainya.

Rencana studi yang bagus berisi:

  • Paragraf Pertama:

Jelaskan program S2 atau S3 apa yang mau diambil dan jelaskan alasannya kenapa. Kasih penjelasan rinci tentang program yang akan diambil ini, mulai dari mata kuliah, pengajar, sampai durasi studi.

  • Paragraf Kedua:

Jelaskan latar belakang pendidikan atau pekerjaan kita, lalu coba hubungkan bagaimana pengalaman ini bisa terkait dengan program studi yang akan diambil itu. Misal, pernah belajar satu mata kuliah yang bersinggungan dengan program yang akan diambil, pernah melakukan penelitian, pernah terlibat dalam sebuah project, pernah membuat program atau initiative, dan lain sebagainya. Intinya, jelaskan apa yang sudah dilakukan, dalam hal pengalaman pendidikan atau pekerjaan, yang bisa memperlihatkan bahwa kita “tidak mentah” kalau nanti belajar di program yang akan diambil.

  • Paragraf Ketiga:

Uraikan sebuah isu yang ingin diselesaikan. Ini nanti bisa terkait dengan topik penelitian yang akan dilakukan ketika studi di program yang akan dilamar. Isu ini harus berangkat dari latar belakang pendidikan atau pengalaman (pekerjaan) yang dimiliki. Jelaskan isu ini dengan baik menggunakan pengalaman pribadi dan data atau contoh; usahakan menjelaskan dengan cara se-akademik mungkin. Saya sangat menekankan disini untuk menggunakan contoh – contoh yang diambil dari pengalaman pribadi, misal pernah dikirim ke sebuah desa terpencil atau pernah melakukan sebuah project tertentu lalu menjelaskan kondisi rincinya terkait isu yang diangkat ini. Alasannya adalah isu yang kita angkat bisa jadi akan sama dengan beberapa pelamar beasiswa yang lain yang datang dari latar belakang pendidikan atau pekerjaan yang sama dnegan kita. Nah, yang akan membedakan esai kita dengan mereka nanti adalah rincian informasi yang melibatkan pengalaman pribadi kita dan ini juga yang akan membuat esai kita lebih memiliki nilai berbeda nanti.

  • Paragraf Keempat:

Uraikan tentang bagaimana kampus dan jurusan yang akan dilamar dapat membantu kita dalam mempelajari ilmu pengetahuan atau pun skills yang dibutuhkan untuk mengatasi isu yang kita angkat di paragraf ketiga. Bagaimana cara mendapatkan informasi tentang kampus dan jurusan yang akan dilamar? Buka website kampusnya. Ketik saja namanya di google, akan muncul dalam beberapa detik. Lalu, buka program jurusan yang dituju, nanti disana akan ditemukan visi dan misi jurusan, silabus, serta semua profil tentang tenaga pengajar yang ada di jurusan itu. Tinggal kita lagi mengkaitkan bagaimana semua informasi ini bisa membantu kita menjelaskan apa yang akan kita pelajari nanti dan bagaimana itu akan membantu kita berkontribusi dalam mengatasi isu yang diangkat di paragraf ketiga. Kita bisa juga melihat artikel atau buku yang sudah dilakukan atau ditulis oleh para tenaga pengajarnya, kemudian meng-highlight penelitian tentang itu kalau relevan untuk isu yang kita angkat.

  • Paragraf Kelima:

Uraikan future goals yang ingin diraih apa. Biasanya, kalau informasi di paragraf 1, 2, 3, dan 4 sudah lengkap, future goals ini tinggal meyambungkan saja, karena semuanya saling terkait. Misal, dari isu yang diangkat nanti, bisa jadi future goalnya adalah ingin menjadi seorang yang ahli di bidang pendidikan daerah terpencil, membantu pemerintah mengatasi permasalahan – permasalahan yang terkait ketidakmerataan kualitas pendidikan di daerah terpencil, dan lain sebagainya. Bisa juga disebutkan nama profesinya langsung.

  • Paragraf Keenam:

Uraikan kenapa ingin menempuh studi di negara yang akan dilamar ini kampusnya. Usahakan penjelasan dijaga dalam konteks akademik; tidak perlu kaitkan dengan jalan – jalan, apalagi ingin melihat artis tertentu. Misal, Beberapa pertimbangan kenapa Australia menjadi negara tujuan studi yang tempat untuk saya. Pertama, negara Australia sangat terkenal dengan penelitian dibidang … Sejak tahun 1990, universitas – universitas di Australia sudah melakukan riset ….. terus dijelaskan. Tentu saja kalian harus eksplor dulu negara tersebut. Caranya bagaimana? Biasanya kalian akan dapat berbagai informasi saat buka – buka website kampus – kampus di negara tersebut, lalu tinggal kaitkan saja satu sama lain informasinya. Tidak sulit koq sebenarnya, selama kalian sudah melakukan eksplorasi (membaca) penjelasan di website – website kampus di negara tempat tujuan studi.

Nah, inilah panduan menulis esai rencana studi. Saya buat 6 paragraf, tetapi kalian bisa mengembangkannya sesuai dengan kondisi kalian, apalagi tidak ada batasan di LPDP jumlah kata maksimalnya. Saran saya jangan lebih dari 3 halaman.

Ada juga yang membuat rencana studi dengan menambahkan beberapa poin. Misal, setelah keenam paragraf itu selesai, dia buat satu sesi yang berupa tabel tentang nama mata kuliah, semester berapa diambil, apa yang akan dipelajari, sampai kapan selesai studinya. Ini bisa saja kalau kalian mau buat. Justru saya sangat sarankan karena orang Indonesia sangat senang dengan hal – hal yang dibuat agak ‘rumit’. Ini tidak berlaku untuk study objective beasiswa sponsor luar negeri biasanya. Kalau kalian ingin buat tabel seperti yang saya jelaskan ini gampang, semua informasinya tentang mata kuliah dari semester 1 sampai selesai berikut penjelasannya tersedia di website kampus yang akan dilamar, tinggal buka saja, lalu buat informasinya ke dalam tabel.

Dibawah ini contoh rencana studi dari siswa yang pernah saya bantu koreksi. Terima kasih padanya yang sudah mengizinkan saya untuk berbagi contoh rencana studinya.

Contoh Rencana Studi

Saya ingin mengambil program Master of Education dengan spesialisasi program TESOL (Teaching English for Speakers of Other Languages) di University of Wollongong, Australia. Kampus ini memiliki reputasi yang sangat baik dan masuk dalam 2% universitas terbaik dunia di bawah usia 50 tahun versi QS World University Ranking dan The Times Higher Education. Saya telah mendapat letter of admission dan akan memulai perkuliahan pada bulan Juli 2016 dan akan selesai pada bulan Desember 2017. (Informasi yang saya jelaskan di Paragraf 1)

Program studi ini adalah master by coursework dan memiliki total 72 kredit dengan bobot 6 kredit setiap mata kuliah. Struktur perkuliahan terdiri dari mata kuliah wajib, mata kuliah spesialisasi TESOL, dan mata kuliah pilihan lintas jurusan yang bebas dipilih sendiri oleh mahasiswa. Ada tiga mata kuliah wajib yaitu Introduction to Research and Inquiry, Theories of Second Language Learning, dan Researching TESOL Perspectives and Practices. Untuk mata kuliah spesialisasi saya berencana mengambil Methodology in Second Language Teaching, Materials and Methodology in Second Language Teaching, Assesing and Evaluating in TESOL environments, English language:Learners problems, Professional experience in TESOL, Engaging diversity:Exploring Context of EAL Education, dan English in Spesific Context. (Disini dia buat 2 paragraf informasi yang saya jelaskan di paragraf 1)

Saya memiliki ketertarikan yang tinggi tentang bagaimana cara mengembangkan kurikulum, penilaian, dan evaluasi dalam pengajaran bahasa Inggris sehingga mampu menghasilkan metode yang paling sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang berasal dari beragam budaya dan latar belakang. Selain itu saya juga ingin lebih mendalami tentang apa yang sudah saya pelajari di program sarjana. Beberapa mata kuliah seperti Curriculum and Materials Development, Language Testing, English for Children, Sociolinguistics, dan Discourse Analysis telah membekali saya dengan teori dan pengetahuan dalam hal pengajaran bahasa Inggris dan Linguistik. Saya juga telah melatih rasa percaya diri dalam berbahasa Inggris melalui mata kuliah berjenjang seperti Writing, Reading, Listening, dan Speaking. Selain itu pengalaman bergabung dalam program Indonesia Mengajar dan mengajar anak – anak di daerah terpencil dengan latar belakang sosial ekonomi rendah dan budaya yang berbeda telah memberikan saya pengalaman untuk melakukan kegiatan internship (praktik mengajar) di salah satu sekolah disana. (Disini, dia tidak menjelaskan latar belakang pendidikannya seperti yang saya jelaskan poin untuk di paragraf 2, tetapi langsung menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf 3. Menurut saya, akan lebih kuat ketika dia menjelaskan latar belakang pendidikannya dahulu baru masuk ke poin yang ini)

Di progam master ini, saya juga berencana mengambil dua mata kuliah lintas jurusan yaitu Current Issues in Education:Curriculum, Pedagogy, and Policy dan Mentoring Beginning Teacher. Mata kuliah ini akan membahas isu – isu penting dalam pendidikan termasuk bagaimana pendidikan mampu mempengaruhi kebijakan sosial ekonomi sebuah negara seperti sebuah riset yang dilakukan OECD (Organisation for Economic-cooperation and Development) menyatakan bahwa standar pendidikan merupakan alat prediksi bagi kesejahteraan jangka panjang suatu negara. Kebijakan dan praktik pendidikan buruk mengakibatkan banyak negara mengalami keadaan seperti resesi ekonomi. Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2045, dimana jumlah usia produktif akan lebih banyak dibanding penduduk usia lansia dan anak – anak, untuk itu diperlukan kebijakan, kurikulum dan tenaga pengajar yang berkualitas untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi dunia dan pemahaman akar rumput agar mampu bersaing dengan negara – negara lain. (Disini, dia menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf ke tiga dan empat)

Untuk kegiatan di luar perkuliahan, University of Wollongong juga menyediakan beberapa program tambahan yang bisa diikuti oleh mahasiswa Internasional seperti kegiatan sukarelawan, English Conversation Group yang diinisiasi oleh masyarakat lokal, dan Asian Immersion Program. Program ini adalah program kerjasama antara Bomaderry High School dan kampus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang tradisi dan budaya negara Asia dan memberi kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk berkunjung dan belajar tentang sistem pendidikan di Australia. (Disini, dia menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf kelima)

Tujuan karir jangka panjang saya adalah menjadi spesialis dalam pengajaran bahasa Inggris dan berkontribusi dalam hal peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dengan menjadi seorang dosen dan pelatih guru. Saya yakin bahwa kampus ini memiliki posisi yang terkemuka dalam bidang pendidikan dan pengajaran bahasa Inggris dalam hal pengetahuan serta teori, kualitas teknologi dan riset. yang akan memfasilitasi saya untuk mencapai cita – cita saya menjadi seorang professional di bidang pengajaran dan pendidikan. Sehingga di masa depan, saya mampu mengembangkan metode pengajaran bahasa Inggris yang sesuai untuk setiap kondisi dan kebutuhan pelajar yang ada di Indonesia dan melatih guru agar Indonesia memiliki tenaga pengajar bahasa Inggris yang berkualitas.

(Disini, dia menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf ke enam)

Bisa tambah setelahnya poin misal: (optional)

Waktu Pelaksanaan Studi:

  • Jelaskan dalam bentuk tabel

Mata Kuliah:

  • Jelaskan dalam bentuk tabel

Demikianlah, panduan menulis esai LPDP untuk bagian “Rencana Studi”. Gimana? Gampang bukan?

Kuncinya adalah kalian harus sering – sering buka dan baca website – website kampus di negara yang dituju dan baca berbagai penjelasan, silabus dan lain sebagainya di jurusan yang akan kalian ambil. Nanti informasi – informasi itu akan membantu kalian dalam menulis, bahkan beberapa informasi bisa kalian adopsi.

Semoga bermanfaat.

Yuk, semangat! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

 

Posted in Beasiswa, Panduan Menulis Esai

Panduan Menulis Esai: LPDP (Kontribusiku Bagi Indonesia)

 

10402890_10204282197710420_9202659405067633747_n - Copy (640x427) (640x427) (2)

Melalui tulisan ini, saya ingin memberikan sedikit panduan buat teman – teman yang sedang menyelesaikan aplikasi esai melamar beasiswa, baik untuk sebuah degree atau pun exchange program. Saya coba untuk memberikan panduan sesederhana mungkin, mencoba menghindari terminologi ilmiah yang bisa memusingkan. Langsung saja ya.

Ditulisan ini akan dibahas tentang bagaimana menulis satu esai dalam aplikasi beasiswa LPDP, yaitu tentang Kontribusiku bagi Indonesia.

Begini. Menulis itu yang sulit adalah menulis dengan organisasi yang baik. Tidak bertele – tele kesana kemari, tapi to the point langsung menjawab pertanyaan atau langsung memberikan informasi sesuai dengan instruksi yang diberikan untuk esai tersebut.

Saya sudah banyak membantu mengoreksi tulisan esai teman – teman yang ingin melamar beasiswa. Kelemahan paling umum adalah isi tidak menjawab langsung pertanyaan esai, tidak langsung memberikan informasi yang sesuai intruksi, tidak rinci, kurang informasi terkait informasi akademik, terutama yang berkaitan dengan bidang yang akan dipelajari.

Di panduan menulis ini, saya ingin menjelaskan bagaimana menulis esai agar tulisan memiliki standar minimal organisasi sebuah esai yang bagus. Standar minimal organisasi tulisan ini juga berlaku untuk esai – esai beasiswa yang lainnya, tetapi pada kesempatan ini kita fokuskan ke membahas esai tentang kontribusiku untuk Indonesia.

Bagaimana esai yang tidak bagus? Tulisan esai kurang bagus ketika: 1). isinya tidak menjawab pertanyaan atau tidak sesuai dengan instruksi yang diberikan, 2). isinya tidak rinci atau dangkat, 3). isinya tidak menunjukkan “kecerdasan” atau “pengetahuan” si penulis di bidang studi atau yang digelutinya.

Sebaliknya. Tulisan esai bagus ketika: 1). isinya langsung menjawab pertanyaan atau sesuai dengan instruksi yang diberikan, 2). isinya rinci, padat, dan jelas, 3). isinya menunjukkan “kecerdasan” atau “pengetahuan” si penulis di bidang studi yang sedang digelutinya.

Pegang ketiga hal ini ya, karena ini standar minimal dalam memiliki tulisan esai yang bagus.

Bagaimana contohnya? Yuk, kita bahas esai tentang Kontribusiku untuk Indonesia.

Esai tentang Kontribusiku bagi Indonesia

Bagaimana memulainya? Pertama, lihat instruksinya dengan baik. Instruksinya:

“Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya”

Kemudian, ambil kata kuncinya:

…….. kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya.

Lihat, ada tiga kata kunci, yaitu kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan. Nah, tulisan esai harus memberikan informasi yang diminta ini, dan dijelaskan langsung to the point.

Begini cara membuat draft tulisannya. Bagi menjadi tiga bagian:

1. Kontribusi yang telah dilakukan

Tulis semua hal terkait tentang ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, kita menjelaskan tentang pengalaman yang sudah kita miliki, mulai dari sisi akademik, pekerjaan, organisasi, dan lain – lain. Intinya, semua hal yang sudah dilakukan untuk menggambarkan kalau “Ini loh kontribusi yang sudah saya lakukan untuk Indonessia..”

Cara termudah adalah dengan terlebih dahulu merapikan curriculum vitae kita, lalu mulai satu persatu tulis semua pengalaman yang ada di CV atau CV bisa menjadi panduannya. Makanya, penting untuk selalu menjaga catatan setiap hal yang sudah dilakukan didalam sebuah CV; jangan mengandalkan ingatan, karena kita sering lupa, terutama tentang rincian tanggal, tempat, dan lain – lain yang diperlukan dalam menjelaskan dalam esai.

2. Kontribusi yang sedang dilakukan.

Tulis semua hal terkait dengan ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, fokuskan ke apa yang sedang dilakukan sekarang dan bagaimana hal yang sedang dilakukan ini bisa berkontribusi untuk indonesia? Memang, ketika mendengar kata berkontribusi rasanya harus melakukan hal yang besar sekali, sebenarnya tidak juga. Kita hanya perlu melihat kemana hal yang sedang kita lakukan ini bisa bermanfaat untuk Indonesia. Pandai membaca situasi dan menjelaskan bagaimana manfaat untuk Indonesia itu bisa terjadi.

3. Kontribusi yang akan dilakukan.

Tulis semua hal tentang ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, mulai jelaskan berdasarkan pengalaman dan hal yang sedang dilakukan, apa permasalahan yang ingin diatasi? Atau isu apa yang menjadi minatnya? Lalu kaitkan dengan bidang studi. Kemudian, jelaskan nanti kalau belajar S2 di bidang ini, saya akan paham tentang hal ini dan itu. Selesai studi, saya ingin membuat ini dan itu sehingga saya bis aikut berkontribusi menyelesaikan permasalahan tentang ini.

Nanti setelah semua informasi setiap bagian itu sudah terpenuhi, baru kemudian disatukan menjadi sebuah esai. Intinya adalah lihat apa intruksi yang diberikan, lalu pisahkan kata kuncinya, tuliskan secara terpisah dulu agar tulisan kita terfokus, tidak tercampur dengan hal – hal yang lain.

Untuk membantu pemahaman, saya berikan contoh esai salah satu siswa yang saya bantu dan sudah lulus mendapatkan beasiswa LPDP. Ketika kalian membaca esai dibawah ini, fokuskan pada organisasi esai yang baik yang saya jelaskan sebelumnya ya.

Contoh: 

Kontribusi yang telah, sedang, dan akan saya lakukan.

Saya menyelesaikan studi Sarjana di Universitas … tahun … dengan spesialisasi jurusan pendidikan Bahasa Inggris. Semasa kuliah, saya aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa … (HIMA..) sebagai anggota bidang Ilmu dan Penalaran. Keaktifan di organisasi ini mengasah kemampuan saya dalam kepemimpinan dan membangun inisiatif-inisiatif untuk mengambil tindakan nyata dalam merespon permasalahan sosial dan pendidikan di tingkat lokal, provinsi, dan nasional. (Ini sedikit gambaran tentang latar belakang keilmuannya sebagai pengetahuan untuk pembaca. Ingat, pembaca tidak kenal sama sekali dengan kita. Jangan berasumsi mereka sudah kenal kita, karena ini sering terjadi tanpa kita sadari. Tetapi, fokuskan pada informasi yang relevan untuk membawa pembaca pada poin selanjutnya)

Satu prestasi yang berhasil saya raih adalah terpilih sebagai Duta Muda Indonesia untuk Pertukaran Pemuda Indonesia – Kanada (PPIK). Program ini menitik beratkan pada aktivitas kegiatan sukarelawan dan pengembangan masyarakat serta bertujuan untuk mempererat persahabatan antara kedua negara. Program ini terdiri dari dua fase yaitu Kanada dan Indonesia. Di Kanada, saya bersama duta muda lainnya aktif berkontribusi memperkenalkan Indonesia dalam bentuk pentas seni budaya kepada masyarakat kota Amherst, Nova Scotia. Kami juga membantu beberapa kegiatan yang diadakan masyarakat setempat seperti mengumpulkan donasi makanan dan acara penggalangan dana bekerja sama dengan Palang Merah Kanada untuk kegiatan amal dan penyaluran bantuan korban gempa Sumatera Barat tanggal 30 September 2009 lalu.

Di fase Indonesia, kami tinggal di sebuah desa bernama Sei Gohong, kota Palangkaraya yang mayoritas masyarakatnya beragama Nasrani. Pengalaman tinggal disana selama tiga bulan telah mengajarkan saya arti toleransi seperti orang tua angkat saya mempersilahkan untuk sholat di rumah mereka daripada harus berjalan jauh ke musholla. Saya dan teman – teman juga membantu masyarakat lokal dalam pembuatan gerbang desa dan kegiatan kebersihan lingkungan. Selain itu, saya dan tiga orang teman lain menginisiasi kegiatan belajar bahasa Inggris untuk remaja dan anak – anak dengan bantuan peserta program dari Kanada sebagai pengajarnya.

Setelah selesai mengikuti program PPIK, saya termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk Indonesia. Di tahun 2011, saya terpilih menjadi salah satu dari 47 pengajar muda angkatan ke 3 program Indonesia Mengajar dari lebih kurang 5000 pendaftar. Program ini menempatkan saya selama satu tahun di dusun Rura, kabupaten Majene sebagai seorang guru SD. Selama disana, saya mendorong guru – guru agar lebih kreatif dalam mengajar dengan berbagi bahan pengajaran yang telah saya dapatkan semasa pelatihan. Lalu, untuk meningkatkan kesadaran orang tua agar lebih peduli terhadap pendidikan, saya juga berkolaborasi dengan pemuda pemudi lokal dengan mengadakan perlombaan bulan Ramadhan seperti lomba adzan, lomba hafalan surat pendek, dan lomba ceramah. Saya dan teman – teman pengajar muda lain juga mendorong perangkat pemerintah setempat untuk membuat kegiatan forum diskusi untuk kepala sekolah tingkat SD se-kabupaten sebagai wadah untuk saling bertukar ide dan pengalaman. (Di paragraf 2, 3, dan 4 ini, dijelaskan tentang kontribusi yang sudah dilakukannya. Perhatikan rincian informasi yang diberikan, bisa membuat pembaca merasakan apa yang sudah dilakukannya. Bukan hanya karena program yang diikutinya sudah bagus, tetapi cara menjelaskannya terdapat rincian informasi yang meliputi tentang latar belakang program atau kegiatan, lalu kontribusi yang diberikan.)

Tahun 2045 diharapkan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Saya memiliki mimpi agar semua anak di Indonesia memiliki kesempatan untuk mahir berbahasa Inggris sehingga mereka memiliki kompetensi kelas dunia namun tetap cinta akan tanah airnya. Namun pengajaran bahasa Inggris di Indonesia masih berfokus pada buku teks dan target. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penelitian ilmiah tentang pengajaran bahasa Inggris itu sendiri. Keller (2011) menyatakan bahwa the big problem of teaching English in Indonesia is a lack of research. We really don’t know what the situation is at many levels. So much of the literature consists of opinion papers. There are relatively few ‘hard’ facts. Di salah satu artikel berita, Menristekdikti Mohammad Nasir juga menyatakan bahwa dosen Indonesia yang bergelar doktor kurang dari 15 persen yang akan berdampak pada kemajuan dan kualitas perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Dari dua pernyataan diatas bisa disimpulkan bahwa kualifikasi dosen dan riset memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan pendidikan di suatu bangsa.

Dalam hal pengajaran bahasa Inggris, Cina adalah salah satu negara yang sukses membangun generasi mudanya untuk menguasai bahasa Inggris. Hal ini diperkuat dengan bayaknya riset tentang pengajaran bahasa Inggris serta mengupas berbagai macam aspek sosial dan linguistiknya yang berdampak pada semakin berkembangnya metode pengajaran bahasa Inggris disana. Salah satu universitas yaitu Guadong University of Foreign Studies bahkan memiliki 118 dosen tetap untuk jurusan pendidikan bahasa Inggris, 90% diantaranya bahkan telah bergelar master dan doktor bandingkan dengan Indonesia yang rata – rata hanya memiliki 20 orang setiap universitas (sumber: PDDIKTI). (Diparagraf 5 dan 6 ini, dia tidak menjelaskan tentang kontribusi yang sedang dilakukannya. Dia memilih untuk menjelaskan informasi lain, saya bilang “isu” yang ingin diselesaikannya. Lalu, paragraf ini menjadi fondasi dia dalam menjelaskan paragraf selanjutnya, iatu tentang kontribusi yang akan dilakukannya. Hal ini bagus atau tidka bergantung informasi yang kalian miliki. Harus cerdas juga dalam menulis. Kalau kira – kira tidak ada yang sedang dilakukan sekarang, gunakan informasi lain untuk menutupinya, seperti yang dilakukan siswa ini)

Bila saya berkesempatan mendapatkan beasiswa ini, saya ingin mengambil peran sebagai seorang dosen di sebuah institusi pendidikan tinggi dan berkomitmen untuk melanjutkan pendidikan sampai jenjang doktor. Saya juga ingin berkontribusi dengan menjadi seorang pelatih guru agar guru bahasa Inggris di Indonesia menjadi semakin berkualitas sehingga Indonesia mampu mencapai kebangkitan generasi emas yang berwawasan global dan memiliki daya saing. (Perhatikan, paragraf sebelumnya membawa pada peran atau kontribusi yang ingin diberikannya nanti. Kunci disini adalah memiliki sebuah “isu” yang ingin diselesaikan. Ingat, sponsor beasiswa itu mencari seorang problem solver. Mereka berharap dengan menyekolahkan satu orang dapat memberikan dampak ke banyak orang)

Cara menulis esai setiap orang bisa berbeda untuk esai kontribusiku bagi Indonesia, tetapi organisasi standar minimal tulisan yang baik adalah kenalkan sedikit latarbelakang pendidikan atau pekerjaan kita, lalu mulai menjelaskan apa yang sudah dilakukan, apa yang sedang dilakukan, lalu ditutup dengan apa yang akan dilakukan. Disaat menulis draft, tulis saja semua informasi yang ada untuk setiap bagian ini, nanti setelah selesai, baru dipilah yang mana yang relevan dan terlihat lebih kuat untuk esai ini.

Nah, demikianlah panduan untuk menulis esai kontribusiku untuk Indonesia. Pada dasarnya, tiga poin ini: 1). isinya langsung menjawab pertanyaan atau sesuai dengan instruksi yang diberikan, 2). isinya rinci, padat, dan jelas, 3). isinya menunjukkan “kecerdasan” atau “pengetahuan” si penulis di bidang studi yang sedang digelutinya, berlaku juga dalam menulis esai – esai beasiswa yang lainnya.

Tetapi, agar lebih mudah, saya akan tulis postingan lain membahas esai beasiswa yang berbeda. Bila kalian punya request untuk membahas esai beasiswa tertentu, silahkan kirim ke e-mail saya bersama aplikasi atau pertanyaan/instruksi esainya. Nanti akan saya bahas.

Yuk, semangat! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

Posted in Beasiswa, Cerita

Inspirasi Paman Sam, Keep Your Dreams Alive..!!

Sebuah review ditulis oleh Elysa (IG: elysaratna), S2 Pendidikan Bahasa Inggris, UPI, Bandung.

(Foto: Elysa)
(Foto: Elysa)

“Keep your dreams alive. Understand to achieve anything requires faith and belief in yourself, vision, hard work, determination, and dedication. Remember all things are possible for those who believe.” – Gail Devers

“Inspirasi Paman Sam” adalah salah satu buku yang ditulis oleh Sang Penggagas Sekolah TOEFL, Budi Waluyo. Buku ini merupakan buku terbaru beliau yang terbit di tahun 2015 ini. Sang Penulis, Budi Waluyo, adalah seorang Mahasiswa Ph.D, bidang Comparative and International Education di Lehigh University, Amerika Serikat. Beliau merupakan peraih beasiswa S3 Fulbright Presidential Scholarship. Sebelumnya, beliau meraih beasiswa S2 International Fellowships Program Ford Foundation yang membawanya studi S2 di University of Manchester, Inggris.

Amerika Serikat, dikenal juga sebagai negeri Paman Sam, termasuk negara terbesar di dunia. Banyak sekali orang yang sangat memimpikan untuk bisa bersekolah atau melanjutkan studinya di sana, di negeri Paman Sam. Kemajuan teknologi, kualitas pendidikannya yang dianggap lebih baik dari negara-negara lainnya, serta alasan-alasan lain yang menggoda para pelajar dari seluruh penjuru di dunia untuk bisa bersekolah di sana. Begitu pun dengan sang Penulis, keinginannya untuk bisa bersekolah di Amerika adalah untuk mewujudkan cita-cita sewaktu kecilnya, yaitu bisa merayakan ulang tahunnya bersamaan dengan perayaan hari kemerdekaan Amerika yang jatuh pada tanggal 4 Juli.

Bila kita lihat, hal yang memotivasi sang Penulis untuk bisa bersekolah ke Amerika Serikat berasal dari cita-cita sederhana seorang anak, Budi kecil, yang bermimpi merayakan ulang tahunnya bersama dengan ribuan bahkan jutaan warga di negara Paman Sam. Dengan impian masa kecilnya itu telah mengantarkan sang Penulis menuju gerbang pendidikan tingkat Dewa, yaitu Doctor of Philosophy (Ph.D). Hal ini menyadarkan kita bahwa mimpi itu bisa dibangun dari sesuatu yang sangat sederhana namun bila kita bisa mewujudkan impian kita yang sederhana tersebut akan menjadi sesuatu hal yang besar dan luar biasa. Terkadang ketika seseorang memimpikan sesuatu hal yang sangat besar, di luar kapasitas dirinya, hal ini malah menjadi bumerang bagi dirinya.

Saya tidak mengatakan bahwa bermimpi besar itu tidak baik dan salah ya. Namun sayangnya, impian yang besar tersebut malah memunculkan rasa takut dan pesimis, ditambah lagi dengan omongan orang lain yang membuat kita merasa jalan yang mesti kita tempuh menjadi semakin jauh jauh dan jauh untuk menggapai apa yang kita impikan tersebut bahkan mungkin untuk mulai melangkah pun menjadi tidak berani sehingga akhirnya banyak yang melepaskan semua mimpi-mimpinya itu karena dianggap sebagai sesuatu hal yang mustahil untuk diwujudkan.

(Foto: Elysa)
(Foto: Elysa)

Buku “Inspirasi Paman Sam” yang ditulis oleh Budi Waluyo ini seperti mengingatkan kita bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin untuk diwujudkan selama kita masih mempunyai harapan, berdo’a dan terus berikhtiar untuk mengejar impian kita tersebut sampai batas kemampuan terakhir yang kita miliki. Selagi bisa terus melangkah, kita harus terus melangkah dan jangan pernah mencoba untuk berhenti karena mungkin saja kita hanya tinggal beberapa langkah lagi menuju impian kita itu. Saya pernah membaca sebuah buku dalam buku tersebut dikatakan bahwa “sebenarnya tidak ada impian yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah kemalasan yang bertopeng pesimisme”. Ya, kemalasan yang dibalut pesimisme itu merupakan tantangan terbesar yang mesti kita hadapi dalam perjalanan menggapai impian kita.

Hal ini tidak berlaku bagi sang Penulis, Budi Waluyo. Mengapa? Karena dibalik sikapnya yang selalu optimis dan pantang menyerah terdapat sosok seorang perempuan hebat yang selalu senantiasa mendorong dan menyemangatinya, yaitu sang Ibunda. Di sini kita bisa tahu bagaimana peranan sang Ibunda untuk selalu mendukung impian sang Penulis, terlihat dari kata-kata yang terlontar dari sang Ibunda kepada sang Penulis. Keterbatasan yang mungkin dimiliki oleh sang Ibunda seolah-olah tidak mau membatasi impian yang dimiliki oleh sang Penulis. Kita bisa lihat bagaimana cara sang Penulis menggambarkan sosok sang Ibunda yang begitu kuat menjalani kehidupan yang sederhana, membanting tulang demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga dan keperluan sekolah, mengingat sang Penulis sudah ditinggal oleh sang Ayah sejak berumur 3 tahun. Sungguh besar sekali peranan sang Ibunda bagi sang Penulis. Seorang anak yang kuat pasti terlahir dari seorang ibu yang kuat pula.

Saya membayangkan bagaimana perjuangan sang ibunda demi keluarganya. Ada satu hal yang membuat saya terkagum pada sosok sang Ibunda yaitu ketika sang Ibunda menasehati Penulis, sang Ibunda berkata “…Cuma dengan sekolah tinggi-tinggilah kau bisa mengubah nasib keluarga kito dan nasib orang lain”. Ini membuat saya sangat terharu karena dalam nasehat tersebut mengimplikasikan bahwa sang Ibunda juga masih mempedulikan bagaimana nasib orang lain yang mungkin juga memiliki kesulitan. Jarang ketika seseorang sedang ditimpa dengan berbagai kesulitan dalam hidupnya namun masih memikirkan kesulitan yang dimiliki oleh orang lain. Biasanya mereka sudah tidak peduli dan sibuk memikirkan kesulitan yang dihadapinya tanpa mau mempedulikan urusan orang lain. Tuhan tak pernah salah dalam memberikan ujian kepada hamba-Nya, sebagaimana yang tertera dalam al-Qur’an bahwa Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hamba-Nya. Salut!

Cara penyampaian sang Penulis dalam buku “Inspirasi Paman Sam” ini bisa membawa kita terhanyut dan seolah-olah membawa kita pada situasi yang terjadi di sana ditambah dengan ilustrasi yang turut mendukung jalannya cerita. Dengan kata lain, ketika kita membaca buku ini kita seperti ikut bersama penulis ‘terbang’ ke negeri Paman Sam menyaksikan semua peristiwa yang sedang diceritakan oleh sang Penulis secara langsung. Saya suka sekali dengan gaya penulisannya, beliau berhasil ‘menghipnotis’ para pembaca. Perjalanan sang Penulis ke Negeri Paman Sam ini membawa banyak cerita menarik yang bisa membuat kita semakin terinspirasi untuk bisa segera pergi ke sana.

Pertemuannya dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia membuat hari-hari sang Penulis di negeri Paman Sam semakin berwarna. Selain itu, sang Penulis pun bertemu dengan seorang Profesor, yaitu Pak Nelson, yang memotivasi dirinya untuk terus menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Sang profesor menasehati bahwa segala sesuatu itu butuh perjuangan, tidak ada sesuatu pun yang dapat dicapai tanpa adanya kerja keras. Semua butuh usaha dan pengorbanan. Latar belakang yang berbeda, baik berbeda budaya, agama dan warna kulit tidak menjadi penghalang untuk menjalin sebuah persahabatan, rasa toleransi yang tinggi diperlihatkan dari sikap yang ditunjukkan oleh teman-teman sang Penulis.

(Foto: Elysa)
(Foto: Elysa)

Bagian yang saya suka dalam buku ini adalah ketika sang Penulis pergi ke New York untuk merayakan ulang tahunnya dengan sang “Paman Sam” bersama dengan ratusan ribu warga Amerika lainnya. Impian masa kecil sang Penulis akhirnya bisa diwujudkan. Mungkin ini alasan mengapa sang Penulis mengambil judul “Inspirasi Paman Sam” sebagai judul bukunya. Menurut saya, buku “Inspirasi Paman Sam” ini seperti sebuah cheesecake blueberry. Tampilannya yang menarik juga rasanya yang manis, tekstur kue yang lembut dan meleleh ketika masuk ke mulut akan mengundang “perut” siapapun untuk menyantapnya, baik itu penyuka dessert maupun tidak dan enggan terburu-buru untuk menghabiskannya. Begitupun dengan buku ini, tampilan buku yang menarik dan enak untuk dibaca akan mengundang siapapun untuk membacanya, gaya bahasa yang ringan memudahkan para pembaca untuk turut larut dalam cerita.

Awalnya, saya sengaja untuk tidak langsung “menghabiskan” buku ini namun apa daya karena sudah terhayut dalam cerita tanpa terasa saya sudah sampai di bagian “Tentang Penulis”. Saya sangat merekomendasikan buku “Inspirasi Paman Sam” karya Budi Waluyo ini, terutama bagi para pengejar mimpi dan pemburu beasiswa. Buku ini adalah buku yang harus masuk kedalam bacaan wajib kalian sebab pada beberapa bab akhir sang Penulis, Budi Waluyo, memberikan banyak sekali tips untuk meraih beasiswa dan juga buku ini bisa sebagai “doping” ketika kita butuh suntikan semangat. Satu hal yang benar-benar bisa kita ambil dari buku “Inspirasi Paman Sam” yaitu teruslah bermimpi dan teruslah berusaha untuk mewujudkannya, karena Tuhan selalu ada bersama orang-orang yang senantiasa berusaha dan jangan pernah membatasi kemampuan diri..

Let’s break the limits!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | BBM 51410A7E | Line ID: sdsafadg | Twitter @01_budi | Instagram: sdsafadg

Posted in Beasiswa, Cerita siswa

I Got you, My Next Dot

Simak cerita dari Aninditia, salah seorang siswa di Sekolah TOEFL, menceritakan proses-proses yang telah dilewatinya sehingga berhasil meraih beasiswa PMDSU studi S2 dan S3 Batch 2 Gel 1 di Universitas Diponegoro Semarang, jurusan Manajemen Sumber Daya Pantai Fak. Perikanan dan Ilmu Kelautan.


(Foto: Aninditia)

Haloo Bulan Ramadhan telah berlalu meninggalkan kita, semoga kelak berjumpa kembali dengannya, amin. Hmm, jadi teringat sejarah menyampah di Blog ini, pertama kali dibuat adalah saat pertama kali mendapatkan nilai C yang berderet dan IP di bawah cumlaude, haha, sebegitu perfectnya memang deh yaa seorang Aninditia, sampai hal yang sepele begitu bikin kebakaran jenggot O.o don’t ask me why, because I never want to be like that 😀 hahahah.. Itulah mengapa senin menjadi kelabu dan TRAsh is becoming to put a SHIT things  memory, tapi bukankah sampah tak selalu merugikan? Berlalat dan menjikikkan? Bukankah sampah bisa didaur ulang? Memberikan kesejahteraan hidup? (Blog Pribadi Aninditia: senindkelabu.blogspot.com).

Let me show you ..

Masih inget sama thread “Connecting the Dots”??? Itu cerita yang paling vulgar yang pernah eike bikin dimari, setelah nilai C itu di awal tahun 2011. Hehe.. Kalo uda lupa mungkin bisa dibaca lagi, apa komitmen yang uda dibikin disana.. Ok cuss cerita lanjutannya ada dimari:

  • 5 Juni 2015, pukul 07.30pm

Waktu itu aku baru saja menginjakkan kaki di stasiun Serpong, keluar dari KRL dan menaiki anak tangga menuju gate out, kubuka FB dan kuliat ada tag dari teman workshop di Lab Terpadu UNDIP 2 tahun yang lalu, Mb. Igha, aku jalan kaki menuju kos sambil ga lepas dari memandang HP dan membaca berkali-kali maksud dari informasi itu, kemudian aku menyadari ada nama Profesor favoritku disitu, Prof. Ocky Karna Radjasa dan Prof. Agus Sabdono, mendadak di ¾ perjalanan kakiku lemas, ingin segera sampai di kamar dan membuka laptop. Yah, itu tagline mengenai beasiswa PMDSU (Program Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul), beasiswa yang jarang sekali aku temukan di milis-milis, ternyata beasiswa ini diperuntukkan untuk calon dosen dengan masa studi 4 tahun untuk menyelesaikan studi dari jenjang master sampai doktor, apakah ini jawaban dari Allah atas cita-cita yang ku damba2kan????? Pukul 23.xx aku selesai mengetik pesan untuk dikirim ke beliau berdua, Profesor favoritku.

  • 6 Juni 2015

Hati gundah gulana, makin kepo dengan PMDSU, lalu mencari kapan pendaftaran ditutup di PPS, fyi kedua Prof favoritku bernaung di Program Studi Manajemen Sumber Daya Pantai (MSDP) Universitas Diponegoro Semarang, almamater tercinta cint.. Ternyata pendaftaran mahasiswa pascasarjana ditutup tanggal 20 Juni 2015, galau maksimal, ditambah belum tau rule-nya apakah jika tidak diterima beasiswa wajib menyelesaikan kuliah sebagai mahasiswa regular?? Secara aku ga punya modal dan ga mau sekolah s2 pake duit orangtua, hmm galaunya menjadi-jadi.. Agak tenang sedikit karena email dibales sm Prof2 favorit, aaaa, so many thanks, bahagianya kaya orang abis ditembak sm idolanya.

  • 8 – 11 Juni 2015

Berangkat kerja uda lemes bingit, mungkin cuma ¼ hati, ditambah beban kerjanya makin gak realistis. Masih keep in touch email-emailan sama beliau-beliau yang ku segani, yang tiap hari emailnya makin bikin yakin aku harus daftar !! Entah kenapa di tanggal-tanggal ini aku langsung iseng daftar di laman PMDSU DIKTI, kan gratis boo, yang bayar mah di PPS nya,, eheheh.. begitu info dari Prof bilang kalo khusus program PMDSU sampai tgl 18 Juli, galau maksimalku makin bertambah, jadi galau super maksimal kali yaa.. akhirnya tanggal 12 Juni aku niat engga berangkat ke kantor, sakit kepala mikirin daftar atau engga, kapan aku ke Semarangnya? Cukup kah waktu untuk mempersiapkan dokumen2nya? Berbekal 1x sholat Istikharah dan pertimbangan yang sangat amat detail dari gak dapet THR sampai dicaci maki atasan, akhirnya aku memutuskan membawa surat pengunduran diri esok harinya (masih di dalem FlashDisk)..

  • 13 Juni 2015

Berangkat ke kantor seperti biasa, untung gak ada senam di sabtu sehat gegara ada bos mo meeting, duduk beberapa saat di meja kerjaku, ngeprint surat resign, tandatangan, lalu nungguin waktu yang tepat sambil deg-degan kebangetan, pffft,.. Banyak orang yang menyarankan untuk bertahan sampai THR di tangan, banyak orang yang bilang ini kan belom tentu dapet beasiswanya, banyak orang yang sebenernya menyangsikan, tetapi aku uda nekat kaya orang kesetanan, sekali resign ya resign!!  Aku pikir ini saat yang tepat untuk resign, buat apa aku kerja dengan hati ¼ dan makan gaji yang ga berkah dari kedongkolan2ku, ehmm, toh kalo ga dapet beasiswa ini masih banyak beasiswa yang lain yang bisa aku kejar dan bisa lebih fokus meraihnya, hatiku sudah mantap.

Aku mendekat dan berbisik pada atasan, Bu boleh minta waktu untuk berbicara 4 mata?? Beliau mengiyakan, lalu kita pindah menuju ruangan yang lebih privacy, aaaa, hatiku tak karuan, ku baca doa nabi Musa, perbanyak basmallah dalam hati berusaha menenangkan diri, lalu akhirnya kusampaikan maksud dan tujuanku, atasanku tercengang tapi berusaha tenang, sampai akhirnya pintu terbuka, ada CEO masuk ruangan dan akhirnya beliau tahu aku mo resign, dia bilang gak boleh dadakan kaya gini, blablabla,, lalu dia pergi. Atasanku berusaha meyakinkanku, memohon untuk tinggal barang sebulan, menego untuk menggunakan hak cutiku untuk belajar, tapi aku bersikeras, setengah jam perdebatan yang sengit akhirnya aku mendapatkan tandatangan di surat resignku, yeeaaaah, hatiku senang serasa bebas merpati, tapi tangisku meleleh membanjiri pipi, ada senang dan sedih bercampur jadi satu.

Demikian cepat dan mendadak kabar kepergianku hari itu tanpa ada orang yang menduganya sama sekali, aku berpamitan dan meminta maaf pada semua orang di kantor dan pabrik, hmm, pun pada CEO yang tadi memergokiku, hari itu kuhabiskan hariku untuk berpamitan dan berpoto-poto, hingga pukul 14.00 mobil jemputan membawa kita ke stasiun Jakarta Kota dan memisahkan kita.

  • 14 – 19 Juni 2015

Status baru, pengangguran!! Menyedihkan, tapi bukankah anak panah perlu mundur ke belakang untuk melesat lebih jauh?? Waktu yang sangat pendek itu aku pergunakan untuk belajar siang dan malam TOEFL untuk mempersiapkan tes TOEFL ITP pertamaku 20 Juni 2015 nanti, dengan kondisi badan yang drop ku paksakan diri belajar tak kenal waktu.

  • 20 Juni 2015

Tes pertamaku tiba, rasanya ingin kuulang kembali, aku batuk kering, gatal bukan main tenggorokanku dari awal sampai akhir tes, konsentrasiku buyar beralih pada bagaimana menahan batuk ini supaya tak mengganggu peserta yang lain, aku pasrah..

  • 21 – 25 Juni 2015

Bingung mau mengawali motivation letter darimana? Dua harian habis membaca essay dan artikel-artikel seru di web IndonesiaMengglobal, menulis satu demi satu vocab baru di catatan kecilku, sampai hari ke tiga akhirnya aku berusaha membuat statement dengan grammar yang sangat apa adanya, my grammar is really bad!! Ku sebarkan karya selembarku itu pada proofreader, beruntung ada Mas Budi mahasiswa Lehigh University yang berkenan menyempatkan komen di tengah kesibukannya mengurus kepulangan ke Indonesia untuk liburan summer, semakin beruntung ketemu Mas Irman Fatoni yang dengan sabar dan telaten mengoreksi karyaku dengan detail dan terperinci, aaah sungguh terharu dengan kebaikan hati mas Toni.

  • 26 Juni 2015

Mulai packing, dan hari itu aku berencana mengambil hasil tes TOEFL ITP ke Gedung STC di daerah senayan city sono,, sore jam 5, aku uda mulai puasa, ada abang Toro, Isnanto Bimantoro yang dengan sukacita menjemput dan mengantarku gak lupa menraktirku untuk berbuka puasa, ah bahagia sekali bertemu dengan orang-orang baik,, sangat disesalkan hasil skor TOEFLnya bikin sedih, dan langsung bikin kata-kata curhat ke Prof. Ocky, abis sholat Maghrib masih bersama bang Toro yang setia menemani menjemput surat keterangan kerja dari Manager HRDku di Gajahmada Plaza. Jam 20an akhirnya aku berpisah di Stasiun Palmerah. Di dalam KRL aku mendapat balasan dari Prof. Ocky, beliau menyayangkan dan bertanya padaku apakah masih mau lanjut? Aku bilang selagi masih bisa digunakan untuk mendaftar kenapa tidak? Lebih baik mencoba dan gagal dengan terhormat daripada gagal sebagai pecundang karena tidak pernah mencoba. Aku bersikeras mendaftar dan pulang ke Semarang dengan berbekal skor TOEFL yang apa adanya.

  • 27 Juni 2015

Aku pergi ke Stasiun Jakarta Kota bermaksud membatalkan tiket untuk kepulangan tanggal 11 Juli, dan mencetak tiket 27 Juni untuk malam itu. Aku sengaja berangkat agak siang supaya barang kali bertemu dengan teman2 kerja yang satu genk tapi yaah, haha,, nah pucuk dicinta ulam tiba, saat dalam antrian aku berjumpa mereka, formasi lengkap dan kita mengobrol sesaat melepas rindu, pukul 14.30 kita berpisah dan  hamper setengah lima aku baru sampai kos. Sedih sekaligus belum siap meninggalkan kamar tercinta untuk waktu yang belum dapat ditentukan, aku berbuka puasa di luar dan setelah sholat Maghrib langsung berangkat menuju stasiun Pasar Senen, ditemani pujaan hati, terima kasih sekali kesayangan atas waktunya.

  • 28 Juni 2015

Sampai di Semarang, keretanya ontime sekali, menunggu 2 jam di Stasiun Poncol, menunggu sahabat kesayangan, Desi Arisanti. Aku menginap untuk beberapa hari di rumahnya sampai urusanku di Semarang selesai.

  • 29 Juni 2015

Pertama kali menginjakkan kaki di Tembalang setelah hampir 2 tahun meninggalkannya. Tujuan pertama adalah bersilaturahmi ke Lab. MIkrobiogenetika untuk bertemu dosbing tercinta, sesampai disana ternyata beliau berdua sudah duduk manis menungguku, Dr. Endang Kusdiyantini, DEA dan Dr.rer.nat Anto Budiharjo, M.Biotech. Setelah melepas rindu, aku bergegas mengeprint kembali lembar reference untuk diserahkan kembali ke mereka, katanya sih 3 rangkap. Hari itu waktuku habis cuma untuk bernostalgia dengan kampus, bertemu adek kelas, teman seangkatan, dan sebagainya. Aku sempatkan untuk bertanya pada panitia PMDSU di gedung Widya Puraya, ternyata persyaratan yang diminta baik dari PMDSU maupun Prodi harus dilengkapi semua. Oya, dan aku masih belum mendaftar, padahal pendaftaran ditutup tanggal 2 Juli 2015.

  • 30 Juni 2015

Aku galau lagi, hmm, 1 syarat belum dibuat, ya betul Rencana Penelitian, awalnya aku sengaja mengabaikan, tetapi bukankah akan lebih baik jika semua persyaratan yang diminta dipenuhi? Sedari pagi aku membaca jurnal, sampai pukul 10.00 aku masih membaca jurnal, padahal hari itu aku berniat untuk membayar, akhirnya gagal karena sampai siang bolong pun aku belum menemukan konklusi untuk rencana studiku, masih berkutat dengan jurnal dan diskusi dengan senior kesayangan aku, Mb Eka Oktaviani, finally pukul 16.00 rencana risetnya kelar, dan masih aku review-review hingga pagi harinya ku tuliskan daftar pustaka di bawahnya. Terima kasih for a lot of advices mb Eka 🙂

  • 1 Juli 2015

Hati dagdigdug akan menyerahkan recehan yang dikata lumayan untuk sebuah coba-coba ke Bank sebagai biaya pendaftaran. Hari itu semua agenda telah tercatat di kertas kecil dan aku melesat dari satu tempat ke tempat lain dengan gesit seperti biasanya, hingga akhirnya pukul 11.00 aku ke Widya Puraya mau menyerahkan berkas, eh tapi  amplopnya kekecilan, keluar lagi lah beli amplop.. sebelum jam 13.00 semua uda kelar, dan aku kembali ke MIPA untuk sholat dzuhur dan memenuhi janji bertemu dengan salah satu adek kelas. Well, sore itu jam 16.30 aku diantar menuju St. Poncol oleh Bapak, Bapaknya Desi Arisanti, hehe, terima kasih banyak untuk keluarga Ncid yang dengan hangat menerimaku layaknya sodara kembar Desi, hihih. Malam harinya aku  uda berbuka puasa di rumah, waw indah sekali bukan? Berkumpul dengan keluarga lebih cepat???

  • 2-4 Juli 2015

Menikmati hari-hari santai di rumah dengan belajar TPA seadanya buat tes seleksi tanggal 6 nanti.

  • 5 Juli 2015

Sudah berada di Semarang, berbuka dengan plincess Gasinta, adek kos kesayangan, Tari, Dwi Lestari Tantinis. Terima kasih untuk cerita-cerita serunya, rinduku terobati pada kisah kita 2 tahun yang lalu.

  • 6 Juli 2015

Bangun kesiangan, jam 07.00 padahal acara dimulai jam 08.00, bergegas mandi buru-buru sekali dan 07.40 uda berada di Widya Puraya, aihh ternyata tes baru dimulai pukul 09.00, jeng jeng 2 jam berlalu begitu saja dengan mengerjakan TPA, lalu dilanjut b.Inggris, berhubung ada pilihan yang sudah mengambil tes TOEFL ITP tak perlu tes lagi, akhirnya aku gak ikut tes lagi deh, ngobrol seru dengan Dyah Wulandari, temen seangkatan yang uda pernah ke US tahun lalu buat magang di SanDiego University, eh bener gak ya.. Nyaris 13.30 interview bersama promotor baru dimulai, hmm pertama sih disuruh writing tentang kenapa kamu layak dipilih jadi penerima PMDSU, ah acak kadut banget lah bikinanku itu, hehe, abis itu dilanjutin interview, dan aku dipanggil pada urutan ke-2., nah kan, full in English, aku jawab  semampuku, kebanyakan sih kepo tentang pengalaman kerjaku sampai salaryku, hmm, dan aku diminta buat upgrade skor TOEFL kalo diterima, waktu di dalem aku enjoy gitu, yah entahlah, pasrah ajadeh, secara saingannya juga orang-orang hebat.

  • 10 Juli 2015

Yang ditunggu-tunggu tiba, aaa aku deg-degan, uda siap kalo ga keterima ya bakal berjuang lebih keras buat daftar LPDP. Jam 00.00 belum ada pengumuman, sampai tengah hari bolong juga belum ada, akhirnya sore hari menjelang berbuka ada adek kelas penerima LPDP, Jepri Agung Priyanto, yang nyeletuk nanyain hasil PMDSU, alhasil aku ngecek deh, nah nah, uda ada, aku dagdigdug bukan kepalang, pas abis di download ternyata namaku ada disana, syukur Alhamdulillah aku langsung mengambil air wudhu dan sholat syukur 2 rakaat, entah ada apa engga yang penting sholat sunnah, huhu, terus dilanjut tadarus sampai waktu buka puasa tiba. Masih dengan airmata berlinang. Buka puasa ditanyain babe, tapi aku jawabnya belum tau, dlm hati nunggu ibuk sekalian biar ngasih taunya barengan. Karena ibunda yang pergi ke luarkota belum datang juga, akhirnya abis tadarus malam itu jam setengah 9 aku cerita kalo namaku tercantum di daftar calon mahasiswa MSDP UNDIP dengan beasiswa PMDSU. Alhamdulillahirrabilalamin

Ahh, panjang sekali yah ceritanya, tapi kisah ini barulah awal perjuangan panjang yang akan dilalui. Apapun, bagaimanapun, ke depannya, aku percaya, selagi kita bersungguh-sungguh dan selalu berserah, insya Allah semua lancar, semangat mengemban tugas Negara sampai akhir, yo yo yo yo yo !! Selamat datang my Next Dot.

Inilah titik berikutnya untuk mencapai garis “manusia bermanfaat”. Menjunjung tridharma perguruan tinggi, mengabdi untuk negri. Bismillahirrahmannirrahiim.

Info tentang beasiswa PMDSU: http://beasiswa.dikti.go.id/pmdsu

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: sdsafadg I Twitter @01_budi | Instagram: sdsafadg

Posted in Bahasa Inggris, Beasiswa, Studi di Amerika

Menulis Korepondensi E-mail ke Professor di Universitas Luar Negeri

10441391_797776063589550_7141184884023532243_n
Linderman Library, Lehigh University, USA.

Masih kebingungan soal bagaimana menulis korespondensi e-mail ke Professor di Universitas luar negeri? Tulisan ini akan mencoba membahasnya dengan jelas.

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya memahami terlebih dahulu kenapa kita perlu korespondensi melalui e-mail dengan Professor di Universitas luar negeri. Bagi yang semangat berburu beasiswa studi ke luar negeri, pastikan paham soal beasiswa yang dikejar dan tingkatan degree yang dicari.

Untuk kategori S2, pertama, bila beasiswanya tidak meminta LOA sebagai salah satu persyaratan di depan, korespondensi dengan professor di Universitas luar negeri tidak terlalu perlu dilakukan. Dalam beasiswa jenis ini akan ada tahap tersendiri untuk melamar universitas di negara yang dituju dan pihak beasiswa akan membantu prosesnya. Korespondensi e-mail boleh dilakukan bila sekedar ingin mengenal dan ngobrol dengan professor di kampus yang dituju.

Kedua, bila beasiswanya meminta LOA sebagai persyaratan yang harus dipenuhi di awal, sebaiknya lakukan korespondensi dengan salah satu Professor di universitas yang dituju. Kenapa? Harapannya nanti ketika kita mengirimkan aplikasi lamaran ke universitas, si Professor bisa menjadi penguat dan memberikan sedikit rekomendasi untuk kita pada komite seleksi mahasiswa baru di jurusan tersebut.

Untuk kategori S3, mau akan melamar beasiswa yang minta LOA atau pun tidak, sebaiknya tetap berkorepondensi dengan Professor di universitas luar. Di jenjang S3, kita harus memastikan kalau ada Professor yang tertarik dengan topik penelitian kita dan bersedia menjadi pembimbing nanti ketika studi. Studi S3 itu jantungnya adalah penelitian, yang membuat studi terus berjalan, sekali ada masalah dengan penelitian, studi bisa terganggu. Jadi, memastikan ada Professor yang ahli di bidang yang akan diteliti serta memastikan persetujuan dia untuk membimbing sangat penting demi kelanacaran studi nanti.

Misalnya, saya dulu setelah menyelesaikan S2 di University of Manchester, Inggris, pulang ke Indonesia. Research proposal S3 sudah saya selesaikan sembari studi S2. Ketika di Indonesia, saya mulai buka website berbagai universitas di negara-negara luar, seperti Australia, Kanada, Amerika, dan Inggris. Saya buka informasi tentang program yang ingin dilamar, kemudian membaca profil para professor yang mengajar, pelajari research interest mereka lewat curriculum vitae yang tersedia. Biasanya di CV, lengkap dijelaskan tentang topik penelitian yang diminati si Professor sekaligus artikel-artikel yang sudah ditulisnya. Setelah menemukan Professor yang kira-kira sesuai dengan topik penelitian kita, cari dan baca artikel dan buku yang beliau tulis, ini akan berguna sebagai bahan mengawali pembicaraan saat korespondensi lewat e-mail nanti. Waktu itu saya kirimkan e-mail ke lebih dari lima universitas di negara yang berbeda beserta dengan research proposal yang sudah dibuat, ada yang membalas dan ada yang tidak. Itu biasa. Makanya, kita perlu menebar e-mail sebanyak-banyaknya agar respon yang didapat tidak nihil.

Setelah mendapatkan respon dari Professor dan beliau menunjukkan ketertarikkan pada penelitian kita, minta mereka tuliskan sebuah surat persetujuan untuk menjadi pembimbing kita saat studi di universitas tersebut nanti. Surat ini bisa digunakan untuk salah satu dari dua hal: pertama, kita bisa lampirkan bersama dengan aplikasi lamaran ke universitas untuk mendapatkan LOA, dan kedua, kita bisa lampirkan surat itu dalam aplikasi lamaran beasiswa tertentu sebagai penguat. Contohnya, saya dulu mendapatkan surat persetujuan dari seorang Professor di satu universitas di Australia, lalu saya lampirkan surat itu di aplikasi beasiswa Australia Awards yang saya lamar.

Bagaimana menulis e-mail yang baik?

Menyusun kalimat bahasa Inggris yang baik untuk berkorespondensi dengan Professor di Universitas luar terkadang bisa membuat kepala pusing. Kalimat yang dibuat harus singkat, dapat, dan jelas, sekaligus pastikan tidak ada kesalahan Grammar. Kesan pertama lewat tulisan haruslah sempurna. Bila topik penelitian bagus dan si Professor tertarik, namun dia melihat ada kesulitan dari segi bahasa, apalagi setelah melihat skor TOEFL atau IELTS si calon mahasiswa yang rendah, kemungkinan terbesar kampus akan menerima dengan syarat, umumnya diminta mengikuti kursus bahasa Inggris di kampus sebelum studi di mulai.

Sebagai bahan referensi, ini ada contoh e-mail yang bisa digunakan untuk berkorenpondensi dengan Professor di luar negeri yang ditulis oleh Ersa Tri Wahyuni, mahasiswa PhD di University of Manchester (@ErsaTriWahyuni):


Dear Prof XYZ,

Your paper titled, “Market reaction in European Capital Market….” really fascinated me. I found it very inspiring. (you can also talk which part are inspired you or about his other paper) My name is Ersa Tri Wahyuni from Indonesia and I am really interested to pursue my PhD next year in this area too. I had my master degree from Melbourne University and currently an accounting lecturer at Padjadjaran University in Indonesia.

I have written a research proposal and I am wondering if you are keen to provide me some feedback on my research proposal. Your feedback and inputs to my research proposal would be very much appreciated. And I also wonder if you are recruiting PhD students in my area of research interest.

Attached are my research proposal and my CV. Looking forward to your reply at your most convenient time.

Best regards,
Ersa


Contoh e-mail ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan, tapi setidaknya kalimatnya sudah singkat, padat, dan jelas. Saya juga mengadopsi kalimat-kalimat di e-mail ini ketika menyebarkan e-mail ke professor di berbagai kampus di luar. Pastikan kalimat e-mailnya selesai dulu, baru kemudian mulai mencari Professor yang pas, lalu mulai kirimkan e-mail.

Bagaimana mencari kontak Professor?

Buka website universitas yang dituju. Cari bagian Department atau Degree, buka, kemudian cari nama jurusan yang diminati. Setelah menemukan jurusan yang diminati dan dibuka, di halaman tersebut akan tersedia semua penjelasan tentang mata kuliah, sistem belajar, termasuk Faculty Members. Di bagian Faculty Members ini, di website universitas lain namanya bisa berbeda, tersedia informasi tentang semua Professor yang mengajar di jurusan tersebut beserta kontak mereka. Alamat e-mail mereka bisa ditemukan dengan mudah di bagian ini.

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: sdsafadg I Twitter @01_budi | Instagram: sdsafadg