Posted in Panduan Menulis Esai

Panduan Menulis Esai: Australia Awards Scholarships (AAS)

Tulisan ini akan mencoba memberikan panduan menulis esai – esai yang terdapat didalam formulir aplikasi Australia Awards Scholarships (AAS).

Silahkan buka link ini bila ingin melihat dan mempelajari beasiswa ini lebih rinci termasuk tentang prosedur melamar beasiswanya: Australia Awards Scholarships

Agar lebih praktis, tulisan ini akan langsung membahas setiap pertanyaan esai yang ada di formulir aplikasi AAS. Teman – teman bisa langsung mempraktekkannya nanti.

Tetapi, perlu diingat, dalam menulis esai beasiswa, anda harus punya informasi yang rinci terkait dengan setiap hal yang ditanyakan. Walaupun pertanyaannya terlihat sederhana dan dibatasi oleh beberapa ratus karakter, tidak bisa diselesaikan dengan sekali duduk dalam beberapa menit. Ambil beberapa pertanyaan, lalu buat target mau dikerjakan berapa hari. Kenapa beberapa hari? Karena kita harus gali dulu informasi yang diminta. Tidak bisa hanya mengandalkan pengetahuan yang ada di kepala kita saja. Harus browsing, baca berbagai referensi terkait dengan apa yang ditanyakan. Kebanyakkan yang “stuck” tidak bisa mengisi formulir beasiswa umumnya karena percaya bisa menulis esai jawaban dengan hanya mengandalkan apa yang sudah diketahuinya. Biasanya, tulisannya akan dangkal, terlalu umum, dan tentu saja akan sama dengan jawaban kebanyakkan pelamar beasiswa yang lain. Padahal, untuk bisa lulus dari tahap administrasi, esai anda harus bisa “berbeda” dari pelamar yang lain.

Sebagai contoh, ada pertanyaan tentang kenapa memilih jurusan dan institusi yang diajukan itu? Sebaiknya, tulis di kertas buram dahulu jawaban yang terpikir langsung ketika membaca pertanyaan ini, kemudian mulai menggali informasi tentang jurusan dan institusi yang dituju; melihat apa kelebihan dan keuntungan studi di jurusan dan institusi itu. Buka website kampus – kampus di negara yang dituju, baca informasi rinci tentang kampus, jurusan, silabus, tentang pengajar, atau semacamnya. Setelah itu, mulai mengkombinasikan informasi-inforamsi yang sudah didapat itu ke dalam tulisan. Dengan begini, jawaban anda akan “kaya” informasi, rinci, dan mencerminkan pengetahuan yang anda miliki. Hal inilah yang akan membedakan antara jawaban anda dengan jawaban dari pelamar beasiswa yang lain.

Baiklah kita langsung bahas saja ya.

1. Please describe the efforts you have undertaken so far to obtain information on your study options in Australia?

  • Jelaskan bagaimana akhirnya bisa mendapatkan informasi tentang AAS dan download formulir aplikasinya.
  • Jelaskan apa saja yang sudah dilakukan dalam memahami dan memilih jurusan dan universitas di Australia. Ini akan terkiat dnegan pertanyaan selanjutnya.
  • Bila punya pengalaman teman atau terinspirasi dari orang lain yang sudah pernah mendapatkan AAS sebelumnya, boleh dijelaskan disini.
  • Meskipun nanti jawaban kita “sederhana”, coba untuk menyajikan dengan “cara yang menarik”.
  • Cara yang kurang menarik itu misalnya: I just opened the website and filled out the online application. Then, the staff sent me the application form.
  • Esai yang anda tulis adalah cara anda menyampaikan sesuatu pada orang lain. Saya yakin, cara anda menyampaikan informasi kepada teman akan berbeda dengan cara anda menyampaikan informasi kepada atasan anda, bukan?

Contoh:

I have known AAS for several years and have always wanted to apply for this scholarship. After being loaded by work duties, I could eventually manage my time to fill out this application form and made up my mind to start thinking of pursuing a master’s degree in Australia. I have some colleagues that were awarded AAS before and, through them, I knew all the information about AAS; the Website of AAS is very helpful as well. (Disini saya memberikan sedikit informasi bagaimana saya mengenal AAS.)

Studying in Australia has always been one of my biggest dreams; therefore, I have done some research about the possible courses offered by universities in Australia. I learned the courses through university websites, and attended the Australia Education Fair. Besides, I did some readings on research articles related to the courses that I am interested in and connect them to my future goals. (Disini, saya menjelaskan usaha-usaha yang sudah saya lakukan. Isinya mungkin sederhana, tapi saya mencoba menulisnya dengan sedikit lebih menarik dan menampilkan usaha-usaha yang sudah saya lakukan).      

Satu atau dua paragraf saja cukup untuk menjawab pertanyaan ini.

 2. Do you intend to return to this organisation after your scholarship in Australia?* (Current employment)

If ‘Yes’, how will this scholarship contribute to the organisation’s human resource development needs? (approximately 80-100 words limit).

  • Disini, jelaskan secara singkat tetapi rinci bagaimana bidang studi yang dipelajari nanti berguna dalam membantu perkembangan tempat kerja anda atau bagaimana bidang studi itu bisa menyiapkan anda dalam menyelesaikan permasalahan tertentu yang ada di tempat kerja anda sekarang.

Contoh:

As I plan to study about the …. with this scholarship, my company/ office will benefit much regarding the …. Over the last decade, my company has been the dealing with the issue of …. It has caused so much trouble for my comany, for example ….. By studying about …., I will specify my research on …….

If ‘No’, what are your plans when you finish your studies? (approximately 80-100 words limit).

  • Disini, jelaskan secara singkat tetapi rinci rencana anda setelah lulus nanti.
  • Jelaskan karir apa yang ingin dilakukan, kontribusi semacam apa yang akan anda berikan, terkiat dengan bidang studi dan research interest anda.

Contoh:

One of the careers that I would like to pursue is working with international organizations focusing on the issue of gender inequalities. My current does not really support ….., not to mention that the research opportunity is very limited. Therefore, I plan to work at …… after finishing my study. In addition, I intend to carry out my research further until it can influence the national policy in Indonesia..

3.  How did you choose your proposed course and institution?*

  • Pertama, jelaskan bagaimana anda memilih jurusan yang diajukan di formulir ini.
  • Bisa kaitkan dengan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan future goals anda.
  • Kedua, jelaskan bagaimana anda memilih universitas yang diajukan di formulir ini.
  • Penting untuk browsing berbagai wesite universitas yang ada di australia, lalu membuat catatan apa yang membedakan antara universitas ini dengan universitas itu, apa yang membedakan jurusan yang sama pada universitas – universitas yang berbeda.

Contoh:

I am applying a master’s program in Teaching English for Speakers of Other Languages (TESOL). I have a high interest in developing capabilities essential to the theories and difficulties of language curriculum design, assessment, and evaluation, and the further developing of English teaching method related to issues of diversities such as culture, mother tongue, and communicative competence in order to result the most suitable method fitting the learners need and background. I believe that this master’s program can prepare me to assume a specialty in the field of English teaching especially about theoretical approaches, language analysis, curriculum design, and intercultural communication in reaching the language learning goal in variety of contexts. (Disini, saya menjelaskan tentang program yang ingin diambil dengan jelas, padat, dan rinci.)

My bachelor study on English Teacher Training and Education has prepared me with a strong grounding in English and theoretical aspects of teaching which can contribute in developing my self swiftly to reach my future goal in the master’s program. I have learned about Study and Learning, Professions of Education, Teaching English as a Foreign Language I and II, Curriculum and Material Development, and Teaching Practice in my bachelor study, of which I got the highest marks. Furthermore, I have also written scientific papers and articles on education since I was an undergraduate student. My paper on education was awarded as the runner up in “Sayembara Ide (Idea Competition)”at provincial level. My articles have also been published in a bilingual newspaper. Then, I completed my study by receiving the highest mark in the study program for my final-year undergraduate thesis on English education. Such experiences surely link one another, of which I consciously learn that English teaching should be dominated by advanced concepts and assisted by effective teaching strategies. For this reason, I have totally provided my self to perform well in my future study. (Kemudian, disini saya lanjutkan dengan menjelaskan “apa yang sudah saya lakukan atau miliki yang bisa mendukung dalam studi saya nanti. Disini juga saya mencoba memberitahukan pertimbangan lain kenapa saya memilih jurusan ini dengan menyampaikan latar belakang saya.)

I have done some research on universities in Australia that offer a master’s program in TESOL. Some of the universities provide the program with ….. , while others put more emphasis on …. As one of my future goals is to ……, I need to find a university that can provide me with strong practical knowledge on …… (Disini, saya mencoba menjelaskan tentang pertimbangan – pertimbangan yang saya lakukan dalam memilih universitas yang diajukan. Saya jelaskan apa beda antara universitas ini dan yang lainnya di jurusan yang sama, bagaimana universitas itu bisa membantu saya dalam meraih future goals, dan lain sebagainya).

4. How will the proposed study contribute to your career?*

  • Jelaskan karir apa yang ingin anda raih di masa depan nanti? Kontribusi seperti apa yang ingin anda berikan di bidang anda?
  • Lalu, kaitkan bagaimana bidang studi yang akan dipelajari nanti bisa membantu anda dalam meraih karir ini.

Contoh:

My future goal is to be a specialist in the field of education, developing research-based instructional, professional, and outreach programs and promoting effective and equitable educational practices for all learners. I would like to be a researcher in higher education and governmental organizations informing the policy makers and public about the progress and challenges in education and taking part to solve the issues in educational fields in Indonesia. My bachelor’s degree in English education and my master’s degree in Educational Technology and TESOL have prepared me with a strong ground in theoretical aspects of teaching and Educational Technology. Then, this PhD program will give me knowledge and skills of using interdisciplinary approaches and integrating research, practice, and policy in education. (Disini, saya menjelaskan secara singkat, padat, dan jelas tentang karir yang ingin diraih, lalu bagaimana latar belakang pendidikan sebelumnya dan program S3 yang akan dimabil dapat membantu. Karena dibagian ini maksimal 400 kata, anda bisa membahas lebih rinci lagi beberapa bagian tertentu. Di contoh ini saya hanya menjelaskan satu paragraf saja. 

5. How have you contributed to solving a challenge and to implementing change or reform?*

  • Dibagian ini, anda harus pandai melihat bagaimana apa yang sudah anda lakukan, misalnya di bidnag pekerjaan, aktifitas sosial, atau aktifitas akademik, sudah membantu dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.
  • Saya mengatakan harus pandai melihat, karena tidak sedikit yang kebingungan merasa tidak terlalu banyak berbuat sesuatu.
  • Ambil satu permasalahan yang selalu menjadi concern anda, kemudian coba pikirkan apa yang sudah anda lakukan dalam membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.
  • Ingat, anda harus menjelaskan pengalaman ini ddengan rinci, karena bagian ini penting untuk komite seleksi beasiswa.

Contoh:

In 2008, I was sent to a remote village in … for three months. Together with five other students, I carried out some duties focusing how to improve ….. in the village. Prior to my departure, I had analyzed the issues faced by the villagers, such as …… I read some research articles and learned some information from other countries that face similar issues. Then, I came up with several alternatives to solve the issues and intended to implement it during my stay in the village..

My first alternative solution was ……. However, unfortunately, after a couple of weeks of implementation, the villagers…… After that, I decided to continue with my second alternatiive solution which was ….

In the end, i was able to address the issue of …. in the village. It taught me about …..

(Disini, saya mencoba mengambil satu project yang pertama dilakukan saat S1 dulu, lalu menjelaskan situasi permasalahan, alternatif solusi yang saya lakukan, dan hasil apa yang didapatkan.)

6. Please:

a) give three practical and realistic examples of how you intend to use the knowledge, skills and connections you will gain from your scholarship.  Possible tasks can be personal and/or professional; and*

  • Ambil tiga contoh hal – hal yang akan bisa anda lakukan setelah menyelesaikan studi dibidang yang diajukan nanti.
  • Jelaskan dengan rinci apa dan bagaimana anda melakukannya?
  • Buka website universitas, lalu lihat jurusan yang dituju. Disana, anda bisa menemukan karir atau tugas seperti apa yang dilakukan oleh mahasiswa di jurusan tersebut. Ini bisa membantu anda dalam memproyeksikan ketiga contoh yang diminta ini.

Contoh:

My first practical and realistic example will be working with international organization focusing on school-aged children’s education in remote areas. I will play a role in conducting the analysis of …… as well as designing the appropriate curriculum for …. Second, … (Jelaskan contohnya apa, bagaimana peran anda, dengan juga mengaitkannya dengan bidang studi yang anda ajukan disini.

b) list any possible constraints you think may prevent you from achieving these tasks.*

  • Jelaskan apa yang mungkin akan menjadi kendala anda dalam mengimplementasikan pengetahuan dan skill yang didapat dari studi nanti.

Contoh:

Although technology may be the one that can cut the issue of distance and school building, it is still an expensive thing in Indonesia. Funding will certainly become the challenge in order to have adequate technological resources in … The other constraint is the national policy regarding …. Indonesia does not have a policy that supports …..

(Disini, jelaskan dengan terstruktur tentang apa saja yang akan menjadi tantangan dalam melaksanakan apa yang disampaikan di bagian a. Bila memungkinkan, sampaikan juga alternatif solusi yang akan anda lakukan dalam menghadapi tantangan ini.

Demikianlah panduan menulis esai untuk formulir aplikasi AAS.

Semangat ya..!! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

 

Posted in Panduan Menulis Esai

Panduan Menulis Esai: Fulbright (Study Objective)

DSCN6483Tulisan ini akan mencoba membahas satu esai yang diminta dalam melamar beasiswa S2 dan S3 Fulbright, yaitu Study Objective.

Untuk pelamar beasiswa S3 Fulbright ada satu lagi yang diminta, yaitu research proposal. Bagi teman – teman yang tertarik ingin melamar beasiswa S3 Fulbright, bisa lihat contoh research proposal di link dibawah ini:

Contoh Research Proposal S3 untuk melamar beasiswa Fulbright.

Langsung kita bahas saja ya.

Bila dilihat, formulir aplikasi beasiswa S2 dan S3 Fulbright termasuk sederhana dibandingkan dengan formulir aplikasi beasiswa lainnya yang biasanya berlembar-lembar. Ini juga berlaku untuk bentuk esai yang diminta, hanya satu, yaitu study objective. Jika sudah lulus sebagai principal candidate, biasanya nanti akan diminta menuliskan satu esai lagi yang bernama personal statement. Dalam kesempatan ini kita hanya akan membahas esai study objective agar bisa dijadikan panduan oleh teman-teman yang berniat melamar beasiswa S2 dan S3 Fulbright. Perlu diketahui, beasiswa Fulbright selalu dibuka setiap tahun dengan deadline setiap tanggal 15 April. Formulir aplikasi bisa didownload di website aminef.or.id.

Ingat, dasar dalam menulis sebuah esai adalah memahami instruksi dengan baik. Kenapa? Agar isi esai kita sesuai dengan yang diminta.

Di formulir aplikasi S2 dan S3 Fulbright, diberikan instruksi:

As part of the evaluation of your application, you are required to attach a one page (please do not exceed the 1 page limit) of a clear and detailed description of your study objectives. Give your reason for wanting to pursue them in the U.S. Describe the kind of program you expect to undertake, and explain how your proposed field of study fits in with your educational background, your future objectives, and your future involvement in community development.

Kemudian, kita pecah menjadi beberapa kata kunci:

  • One page
  • A clear and detailed description of your study objectives:
  • Give your reason for wanting to pursue them in the U.S.
  • Describe the kind of program you expect to undertake
  • Explain how your proposed field of study fits in with your educational background, your future objectives, and your future involvement in community development.

Sekarang, kita sudah mengetahui apa yang diminta dan informasi yang harus kita letakkan didalam esai study objective ini.

Saya akan membahas esai study objective ini per paragraf agar teman-teman mudah mengikutinya.

Yuk, kita bahas.

Paragraf Pertama.

  • Jelaskan program apa yang ingin dilamar, meliputi nama jurusan, level S2 atau S3, fokus spesifik studi tentang apa.
  • Bagaimana agar penjelasan berbobot dan terasa akademiknya?
  • Eksplor dahulu jurusan yang ingin dilamar di berbagai kampus di Amerika. Buka website kampus, lalu baca penjelasan tentang jurusan, sistem belajar, silabus, mata kuliah, dan lain sebagainya. Dikumpulkan informasi-informasi yang relevan sesuai dengan rencana studi kita.
  • Baru kemudian mulai menulis bagian paragraf pertama ini. Kata – kata dan informasi yang sudah kita dapatkan dari website berbagai kampus di Amerika bisa digunakan dalam menulis study objective.
  • Hindari menerka – nerka atau hanya menggunakan pengetahuan yang didapat dari ‘kata orang” belaka. Penjelasan kita nanti akan jauh dari rasa “akademik”.

Contoh:

I wish to apply for a Master’s/ PhD program in Education with an emphasis on Education Policy. I am interested in learning and conducting research in higher education, policy organizations, and governmental organizations in the field of education. I intend to address policy and practice challenges associated with improving school-aged children’s education and rural/ remote education in Indonesia. Studying this area will enable me to explore and find new knowledge of educational processes and policies influencing the practice of school-aged children’s education in remote areas in Indonesia.

  • Pada contoh ini, saya menjelaskan program yang ingin saya lamar bersama dengan minat studi saya.
  • Selain itu, saya juga jelaskan sedikit tentang “future goals” yang ingin saya lakukan nanti di masa depan.
  • Kalau anda baca paragraf ini, anda akan bisa merasakan kalimat-kalimatnya sederhana, tetapi berisi kosakata “akademik” sehingga pembaca bisa memahami kalau yang menulis ini memiliki pengetahuan yang memadai tentang jurusan yang ingin dilamarnya. Ini hal yang penting karena anda harus bisa menunjukkan bahwa anda memahami bidang studi yang ingin dilamar dengan baik.

Paragraf Kedua.

  • Jelaskan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja anda sebelumnya.
  • Usahakan penjelasan yang diberikan ditujukan untuk memperlihatkan bahwa anda sudah memiliki latar belakang yang memadai untuk menempuh studi di bidang yang akan dilamar di paragraf pertama.
  • Intinya, anda harus meyakinkan pembaca kalau anda tidak “mentah” dalam studi yang akan ditempuh nanti.
  • Bila bidang studi S1 anda berbeda dengan bidang studi S2 yang akan diambil, cari celah bagaimana menjelaskan bidang studi yang akan diambil di S2 nanti sudah relevan dengan pengalaman kerja dan pengelaman lainnya yang sudah dimiliki. Bisa juga singgung sedikit alasan kenapa bisa pengelaman kerja berbeda dengan bidnag studi saat S1.
  • Perlu diingat, jika anda ingin menjelaskan pengalaman kerja di bagian ini, informasi tentang pengalaman kerja juga akan diminta dibagian esa personal statement. Jadi, singgung sedikit saja di study objective ini untuk menghindari pengulangan informasi.

Contoh:

I was awarded a scholarship from the Ford Foundation, USA to study a Master’s degree at the University of Manchester, UK because of my commitment to the educational fields. During my Master’s study, I learned about technological tools that might have potential for advancing knowledge and practices in education and discovering exemplary educational practices. Furthermore, I have some publications focusing on educational issues. My work and organization experience have also added some insights for me to conduct research on educational policy. I am aware of the technology development, especially the use of Information Communication Technologies in education, to increase the effectiveness and efficiency of classroom interaction. Obviously, my background indicates that I have prepared myself to perform well in my future study.

  • Pada contoh ini, saya menjelaskan latar belakang studi saat S2 lalu, bidang publikasi yang sudah dimiliki, serta pengalaman organisasi dan pekerjaan.
  • Saya mencoba mencover semua poin yang saya miliki, makanya anda tidak melihat banyak details di bagian ini.
  • Tetapi, saya mencoba menunjukkan bagaimana latar belakang dan pengalaman yang sudah dimiliki mempersiapkan saya untuk studi di bidang yang saya akan lamar.

Paragraf Ketiga dan keempat.

  • Jelaskan future goals dan rencana penelitian yang akan anda lakukan saat studi nanti.

Contoh:

My future goal is to be a specialist in the field of education, developing research-based instructional, professional, and outreach programs and promoting effective and equitable educational practices for all learners. I would like to be a researcher in higher education and governmental organizations informing the policy makers and public about the progress and challenges in education and taking part to solve the issues in educational fields in Indonesia. My bachelor’s degree in English education and my master’s degree in Educational Technology and TESOL have prepared me with a strong ground in theoretical aspects of teaching and Educational Technology. Then, this PhD program will give me knowledge and skills of using interdisciplinary approaches and integrating research, practice, and policy in education.

In the PhD program, I plan to conduct research about distance learning prospects as the alternative solution for school-aged children’s education in remote areas in Indonesia. This research will explore the appropriate distance learning system as well as the funding, administrative, and policy challenges in the Indonesia Ministry of Education for the implementation of the distance learning system in the future. School-aged children’s education, particularly in remote areas in Indonesia, is facing a big crisis. A lot of the children cannot accomplish their basic education due to unequal number of schools and the issues of low learning achievement, handling large classes, limited qualified teachers and poor facilities in the schools remain the causes of the unsatisfactory quality in school-aged children’s education in remote areas in Indonesia. I have a strong commitment to develop … that …. I plan to make …. for Elementary, Junior, and Senior High School students in remote areas in Indonesia, especially in my province….

  • Bisa dilihatkan bagaimana jelasnya penjelasan tentang future goals dan rencana penelitian yang ingin dilakukan di contoh ini?
  • Usahakan penjelasan yang diberikan to the point, padat, dan jelas. Serta, saling berhubungan.

Paragraf Kelima.

  • Jelaskan alasan anda kenapa ingin studi di Amerika?
  • Sebelum menulis bagian ini, sebaiknya eksplor dulu website kampus-kampus di Amerika, lalu baca tentang keunggulan-keunggulan yang mereka miliki. Baca juga tentang jurusan yang ingin dilamar, kemudian perhatikan apa yang membuat jurusan itu unggul dan bagaimana profil para pengajarnya.
  • Bila eksplorasi ini sudah dilakukan, anda akan mudah menyusun alasan kenapa ingin studi ke Amerika.
  • Alasannya adalah anda harus menjaga penjelasan anda se-akademik mungkin; hindari, menjelaskan hal-hal yang diluar akademik.

Contoh:

Studying in America is a way to realize my future goals and link between my background study and future goals. The United States is a leader in the field of education. Advanced theories, technologies, and information in the U.S. will benefit me immensely in the achievement of remarkable progress, fulfilling my aspiration to become an accomplished professional in the field of education.

  • Di contoh ini saya tidak terlalu menjelaskan secara rinci, tetapi anda bisa melakukannya lebih dengan mengikuti saran saya diatas.
  • Perlu diingat, anda dibatasi menulis study objective hanya “satu halaman”, jadi harus pandai memilah informasi mana yang lebih “prioritas dan penting” untuk dimasukkan.
  • Selain itu, saya punya trik agar bisa punya banyak space dalam satu halaman ini:
  • Anda bisa mengganti tipe kerta dengan “Legal” atau kertas yang lebih panjang dan bisa juga merubah font ke ukuran 11 bila informasi yang anda miliki ternyata lebih dari satu halaman.

Mungkin, contoh tulisan yang saya berikan diatas terlihat sederhana, tetapi percayalah, butuh banyak membaca dan eksplorasi agar bisa menghasilkan tulisan yang to the point, padat, dan jelas. Jadi, bila anda ingin menulis esai study objective, minimal gunakan kata kunci yang ada di formulir aplikasi sebagai panduan dalam mencari informasi sebelum menulis.

Demikianlah panduan menulis esai study objective untuk melamar beasiswa S2 dan S3 Fulbright.

Semangat ya! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

 

 

Posted in Panduan Menulis Esai

Panduan Menulis Esai: KGSP (Statement of Purpose)

IMG_0101Tulisan ini melanjutkan pembahasan esai dalam formulir aplikasi “Korean Government Scholarship Program” pada bagian “Statement of Purpose”.

Sebelumnya, sudah dibahas esai bagian “Self Introduction”.

Silahkan klik link dibawah ini bila ingin melihatnya:

Panduan Menulis Esai: KGSP (Self Introduction)

Kita langsung bahas saja ya.

Dibagian statement of purpose, terdapat dua bagian, yatu “Goal of Study dan Study Plan, dan Future Plan after Study”. Lalu, ada keterangan bahwa esai harus diketik dengan 1 spasi dengan tidak lebih dari 2 lembar dan menggunakan Times New roman ukuran 10. Artinya, kita sudah memiliki batasan dalam menulis esai bagian statement of purpose ini. Perhitungan saya, bagian goal of study dan study plan bisa memakan paling banyak 1 setengah halaman, dimana setengah halamannya lagi akan diisi dengan future plan after study. Ini agar tidak melewati batasan halaman yang sudah diberikan oleh pihak beasiswa.

Saya akan membahas esai bagian statement of purpose ini per bagian, lalu masuk ke per paragraf untuk setiap bagiannya, agar memudahkan teman – teman memahami apa yang harus ditulis.

1. Goal of Study and Study Plan

Apa yang harus ditulis di bagian ini?

  • Sudah ada panduan dibagian ini diberikan pihak beasiswa, yaitu goal of study, title or subject of research, dan detailed study plan. Panduan ini akan menjadi hal yang kita tulis di esai.

Paragraf Pertama.

  • Jelaskan apa tujuan studinya S1, S2, atau S3, apa program yang ingin diambil, dan dikampus mana.
  • Jelaskan secara ringkas tentang program yang diambil itu (gambaran umum atau singkatnya saja); bisa menyangkut apa yang akan dipelajari secara agak sedikit rinci.
  • Jelaskan keterkaitan minat kita dengan program yang akan dilamar. Bisa juga dengan menjelaskan bagaimana kaitannya dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang sudah dimiliki.
  • Lalu, tutup paragraf dengan statement kalau jurusan ini benar-benar cocok untuk kita, sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja, serta bisa membantu kita dalam meraih future goals.

Contoh:

I am applying for a master’s program in Teaching English for Speakers of Other Languages (TESOL) at the university of ….. I have a high interest in developing capabilities essential to the theories and difficulties of language curriculum design, assessment, and evaluation, and the further developing of English teaching method related to issues of diversities such as culture, mother tongue, and communicative competence in order to result the most suitable method fitting the learners need and background. I believe that this master’s program can prepare me to assume a specialty in the field of English teaching especially about theoretical approaches, language analysis, curriculum design, and intercultural communication in reaching the language learning goal in variety of contexts.

  • Di contoh ini, saya menjelaskan tentang tujuan studi, jurusan, serta bagaimana program tersebut dalam membantu saya nanti dimasa depan.
  • Saya tidak menyebutkan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja, tapi anda bisa menambahkannya.
  • Intinya, poin-poin yang saya masukkan sbeelumnya bisa anda masukkan selama dirasa relevan, hanya usahakan isi ‘terasa’ se-akademik mungkin. Coba baca lagi contoh diatas, anda akan mendapati ‘sense” akademiknya. Tips: Biasanya, penting untuk melakukan eksplorasi jurusan yang diambil dahulu dikampus yang akan dilamar; disana akan ada penjelasan tentang jurusan dan berbagai terminologi yang bisa kita gunakan dalam tulisan.

Paragraf kedua, ketiga, keempat, dan kelima.

Apa yang harus dibagian ini?

  • Anda menjelaskan tentang “research plan” yang akan dilakukan saat studi nanti.
  • Disini perlu diingat, hanya ada sekitar empat atau lima paragraf saja yang bisa anda tulis, jadi ini berbeda dengan research proposal skripsi S1 yang biasanya harus berlembar-lembar.
  • Tetapi, isi bagian ini harus mencover: judul, latar belakang, research questions, literature review, methodology, serta manfaat penelitian ini di masa depan. Namun, semuanya dijelaskan secara ringkas, padat, dan jelas.

Contoh:

Paragraf Kedua dan ketiga.

In the master’s program, I plan to conduct a research concerning about integrated practical English teaching method resulted from incorporating various life contexts of the learners. This idea comes along with my awareness of English teaching method should be varied between one to another place. So many are factors influencing the successful of learners learning such as, culture, experience in learning new language, knowledge, family background, and future goal, that the English teaching method used in the classroom to reach the language learning goal must be varied among the different learners. Simply, this research will raise issues of the learners’ diversities in English teaching, then exploring and integrating the diversities to develop the most suitable pedagogical method and lesson plans.

My bachelor study on English Teacher Training and Education has prepared me with a strong grounding in English and theoretical aspects of teaching which can contribute in developing my self swiftly to reach my future goal in the master’s program. I have learned about Study and Learning, Professions of Education, Teaching English as a Foreign Language I and II, Curriculum and Material Development, and Teaching Practice in my bachelor study, of which I got the highest marks. Furthermore, I have also written scientific papers and articles on education since I was an undergraduate student. My paper on education was awarded as the runner up in “Sayembara Ide (Idea Competition)”at provincial level. My articles have also been published in a bilingual newspaper. Then, I completed my study by receiving the highest mark in the study program for my final-year undergraduate thesis on English education. Such experiences surely link one another, of which I consciously learn that English teaching should be dominated by advanced concepts and assisted by effective teaching strategies. For this reason, I have totally provided my self to perform well in my future study.

  • Di contoh diatas, paragraf pertama menjelaskan ‘judul riset”, tetapi masih didalam sebuah topik. Ini juga tidak masalah kalau anda belum tahu pasti judulnya. Asalkan memahami “permasalahan yang ingin diteliti atau yang menjadi fokus studi nanti”.
  • Di paragraf kedua, saya menjelaskan bagaimana latar belakang saya akan membantu saya dalam melakukan riset tentang ini. Informasi ini penting untuk meyakinkan komite penyeleksi bahwa kita sudah punya pengalaman dan latar belakang yang memadai untuk melakukan riset tentang ini.

Selanjutnya, anda bisa menjelaskan sekilas bagaimana topik di di literature, methodology, dan manfaatnya nanti.

Misal:

Literature review

There have been so many studies focusing on ……, but still a few explore why the ……

………………terus lanjutkan pada apa yang ada di literature review. Tetapi, disini tidak ada refensi ya karena ini bukan research paper. Jadi ambil hal-hal penting saja yang diketahui tentang ini.

Methodology

The research that I paln to conduct will be carried out by using qualitative/quantitaive research method… I will use the …. as the samples ….. terus jelaskan tentang rencana methodologynya nanti…

Manfaatnya research findings dimasa depan

I contend that this research will be valuable in the future considering that the issue of ….. is still …..in Indonesia. The findings of the research will highlight …… terus lanjutkan.. fokus pada bagaimana riset ini berguna untuk orang banyak atau bisa bermanfaat dalam mengatasi sebuah isu tertentu di masyarakat.

  • Tidak masalah bila semua ini masih hanya gambaran atau prediksi anda saja, karena nanti ketika anda mulai studi, akan ada pembimbing yang akan mengarahkan penelitian anda.
  • Yang terpenting adalah anda memahami dahulu apa yang ingin dilakukan dan bisa menjelaskannya dengan baik,.

2. Future plan after study

Apa yang harus ditulis dibagian ini?

  • Jelaskan apa yang akan dilakukan setelah studi nanti. Di esai bagian self introduction anda seharusnya sudah menjelaskan sedikit. Di bagian ini anda menjelaskannya dengan rinci.
  • Ingat tujuan beasiswa KGSP ini yang dijelaskan di panduan esai self introduction.
  • Anda bisa menjelaskan mulai dari karir yang ingin diraih, ide atau project yang ingin dilakukan, kontribusi apa yang akan diberikan untuk Indonesia, dan lain-lain.
  • Usahakan penjelasan anda bisa meyakinkan komite penyeleksi beasiswa bahwa anda akan “melaksanakan” tujuan dari beasiswa ini.
  • Ingat, anda sudah menjelaskan sedikit tentang ini dibagian self introduction; tinggal dilanjutkan lagi secara rinci.
  • Jumlah paragraf bisa bervariasi mengikuti informasi yang anda miliki.

Contoh:

My future goal is to be a specialist in the field of education, developing research-based instructional, professional, and outreach programs and promoting effective and equitable educational practices for all learners. I would like to be a researcher in higher education and governmental organizations informing the policy makers and public about the progress and challenges in education and taking part to solve the issues in educational fields in Indonesia. …………………………………… dan seterusnya…

Demikianlah, panduan menulis esai KGSP bagian statement of purpose.

Tidak sulit kalau anda benar – benar melakukan eskplorasi terhadap kampus dan jurusan yang ingin dilamar. Semua informasinya tersedia di website kampus, tinggal mau tidak membaca dan memahaminya. Dari sini, nanti anda akan memiliki pemahaman yang bagus dan bisa mulai mengembangkan dan mengaitkannya dengan latar belakang pendidikan, pengalaman dan future goals yang ingin diraih.

Semangat ya! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

 

 

 

Posted in Panduan Menulis Esai

Panduan Menulis Esai: KGSP (Self Introduction)

DSCN6684Tulisan ini akan memberikan panduan menulis esai di dalam formulir aplikasi “Korean Government Scholarship Program” untuk bagian “Self Introduction”. Bagian “Study Plan” akan dibahas ditulisan selanjutnya.

Langsung saja ya.

Ada 4 poin yang diletakkan didalam bagian self introduction pada formulir aplikasi KGSP, yaitu:

o Your course of life, your view of life, study background, your hopes & wishes, etc
o Your education and work experience, etc., in relation to the KGSP program
o Your motivations for applying for this program
o Reason for study in Korea

Dalam menulis esai, pembagian poin seperti ini sangat membantu dalam mempersiapkan draft isi esai serta sudah memudahkan dalam membangun organisasi esai. Singkatnya, kita hanya butuh mengisi poin – poin yang diminta sesuai apa yang diinstruksikan. Tetapi, terkadang tidak sedikit teman – teman di Indonesia yang masih kebingungan tentang apa yang harus diisi. Sebenarnya tahu apa yang mau diisi karena sudah diberitahu dalam instruksi, namun masih tersendat pada bagaimana informasi yang bagus yang sesuai untuk dimasukkan ke dalam esai agar esai menjadi bagus.

Saya akan mencoba membahas setiap poin yang diminta dan apa informasi yang sebaiknya ditulis serta bagaimana cara menjabarkannya. Ingat, tulisan esai yang bagus itu: 1). to the point menjawab pertanyaan esai atau langsung memberikan informasi yang diminta, 2). dijelaskan dengan rinci, 3). terstruktur dengan baik, artinya ada bagian awal, tengah, dan akhir. Jadi, tulisan tidak mengambang begitu saja. Juga, tulisan harus langsung ‘menangkap’ minat pembaca tak kala beberapa detik mata mereka membaca tulisan kita, dimana akhirnya memberikan kesan tertentu terhadap kita yang akan menjadi pembeda antara kita dengan pelamar beasiswa yang lainnya.

Untuk esai KGSP bagian self introduction, organisasi esai sudah diatur sesuai dengan 4 poin dalam instruksinya. Tetapi sebelum saya bahas rinci per paragraf, ada satu hal lagi yang harus teman – teman pahami dalam menulis sebuah esai beasiswa, yaitu memahami tujuan dari beasiswa tersebut, termasuk memahami orang seperti apa yang mereka cari. Kenapa? Karena pemahaman tentang tujuan beasiswa serta mengetahui orang seperti apa yang mereka cari dapat membantu kita dalam mengarahkan isi esai yang akan kita tulis. Informasi tentang ini bisa kita dapatkan di website beasiswa yang akan kita lamar.

Nah, untuk KGSP, tujuan beasiswa ini:

“The Korean Government Scholarship Program (KGSP) supports the future global leaders and promotes the international cooperation in education by inviting talented international students to Korea for an opportunity to conduct advanced studies at higher educational institutions in Korea”.

Lihat kata kuncinya. Kita dapatkan:

  • supports the future global leaders
  • promotes the international cooperation in education
  • inviting talented international students
  • conduct advanced studies at higher educational institutions

Ini mungkin hal yang paling sering dilewatkan oleh para pelamar beasiswa, padahal pemahaman tentang informasi ini penting sekali. Artinya, penjelasan esai kita harus dapat meyakinkan komite penyeleksi beasiswa bahwa kita akan menjadi “future global leaders”, akan membantu mempromosikan “international cooperation in education”, kita berbakat dalam bidang studi kita, serta punya tujuan yang jelas dalam hal penelitian. Always keep this in your mind when you are writing your essay for this scholarship.

Baiklah. Saya akan membahas esai self introduction ini per paragraf agar memudahkan teman – teman membangun setiap paragraf esai ini.

Yuk, kita bahas bagaimana rincian esainya.

Paragraf pertama: Your course of life, your view of life, study background, your hopes & wishes, etc.

Bagian ini bisa dikatakan sebagai bagian perkenalan tentang diri kita. Apa yang harus dijelaskan dibagian ini?

  • Mulai buka dengan menjelaskan latar belakang pendidikan. Meliputi: dimana menyelesaikan S1, jurusan apa, berapa lama, apa penelitian yang dilakukan pada skripsinya, serta semua hal yang berkaitan dengan latar belakang S1 dan apa yang dilakukan saat S1, termasuk juga keaktifan di organisasi.
  • Sebaiknya, fokuskan penjelasan pada bidang akademik saja, yang meliputi penelitian yang sudah dilakukan, misal penelitian skripsi atau kalau ada pernah membantu penelitian dosen saat S1, pernah mendapatkan publikasi disebuah jurnal, berpartisipasi di sbeuah konferensi, seminar, atau workshop. Jaga di area akademik saja penjelasannya.
  • Ingat, penjelasan anda harus jelas dan dapat membantu pembaca dalam memahami latar belakang pendidikan yang and miliki.

Contoh: 

I accomplished my study on English Teacher Training and Education for three years and eight months, and gained a bachelor degree in April 2009 from … University. Since I was a student, I have been a teaching practitioner. I have put the theories I learnt at college into practice at different levels of educational institutions (e.g., elementary, junior, and senior high schools) and English courses. Out of my teaching career, I have developed a heartfelt love to this profession. I have received some awards that endow me with a strong sense of pride and achievement. Those include obtaining at runner up winner in “….. … competition)” at provincial level, having my articles published in a bilingual newspaper, and being a participant in JICA Japan seminar in ….. province. Besides, I have also developed leadership skills by joining organizations such as …. Association, …, ……, in which I have frequently played educational roles.

Di contoh ini, saya buka dengan menjelaskan latar belakang pendidikan serta semua hal yang sudah dilakukan. Saya tidak menyinggung tentang penelitian skripsi yang dilakukan serta konferensi yang diikuti. Kenapa? Ini bergantung dengan kondisi individu masing-masing, karena ada yang merasa riset skripsinya kurnag bagus, ada yang merasa belum pernah ikut konferensi, dan lain sebagainya.

Anda yang menentukan apa dan mana informasi yang bagus dimasukkan untuk bagian ini; informasi yang dapat menggambarkan “strength” anda dibagian ini.

Kalau ingin memasukkan informasi tentang riset dan konferensi yang sudah diikuti, bisa ditulis seperti ini:

I accomplished my study on English Teacher Training and Education for three years and eight months, and gained a bachelor degree in April 2009 from … University. As the requirement for my undergraduate degree, I conducted research in …….. I used … as the samples with …. methodology . My research findings showed ……. Furthermore, during my undergraduate study, I attended several conferences focusing on English education, such as …. I presented one paper entitled at the …. (dan seterusnya).

Paragraf kedua: Your education and work experience, etc., in relation to the KGSP program

Apa yang harus dijelaskan dibagian ini?

  • Jelaskan pengalaman kerja yang sudah didapatkan. Meliputi: tempat kerja, bidang yang ditekuni, tugas, berapa sudah bekerja, dan lain – lain.
  • Bila bidang kerja berbeda dengan jurusan saat S1, jelaskan kenapa? Apa yang membuat anda berubah? Penjelasan ini bisa menjadi informais untuk komite penyeleksi bila anda akan mengambil jurusan yang berbeda dengan jurusan S1.
  • Prestasi yang didapatkan, project yang sudah dilakukan, inisiatif yang pernah dicoba, fokus pekerjaan yang ditekuni, dan semcamnya.
  • Ingat, kata kunci tentang tujuan beasiswa KGSP yang dijelaskan di awal. Usahakan semua penjelasan nanti mengarahkan ke kata-kata kunci ini.

Contoh:

Since I graduated from university, I have been working as an English lecturer in …. University. In this University, I teach English in some departments, such as Dept. Law, Dept. Match, Dept. Accounting, Dept. Chemistry, Dept. Biology, Dept. Machine Engineering, and Dept. Economics. In addition, I teach English in Nursing and Midwife Academic. In my teaching practice, I always move from the conventional English teaching strategies to creative teaching by using, for instance, visual media, mini plays, role plays, drama, classroom debates, and out-bond. I unify among the learners needs, materials, and facilities in choosing the appropriate teaching strategies. Consequently, I have gained experience of how to devise a lesson, select teaching materials, facilitate active classroom activities, and choose the most effective teaching strategies. These have then enabled me to see how my ideas and innovations have led me to desired results and made me suitably qualified to apply this master’s program.

Di contoh ini, dijelaskan tentang pengalaman kerja si pelamar. Lihat cara penyampaian bahasanya. Pengalaman kerja ini sebenarnya biasa saja, yaitu mengajar mata kuliah umum bahasa inggris di sebuah kampus. Tetapi, bila anda membaca cara si pelamar menjelaskan, akan terasa pengalaman yang ‘tidak biasa’, terasa si pelamar punya sesuatu yang lebih, serta di akhir paragraf dijelaskan bagaimana semua pengalaman kerja yang sudah didapatkan membentuk dirinya untuk melamar program master tertentu.

Ada banyak cara dalam menjelaskan bagian paragraf kedua ini, salah satunya dibawah ini:

I have 5 years work experience in ……. at …. company. My main job responsibilities are …… I am demanded to be creative , open minded ….. Prior to my current job, I worked as a …. at .. company… all of these work experiences have helped me to grow better, especially in the field …. (Intinya, jelaskan pengalaman kerja yang ada, lalu tutup dengan bagaimana semua pengalaman itu sudah membentuk diri anda, terutama berkaitan dengan bidang ilmu atau bidang kerja yang ditekuni).

Paragraf Ketiga: Your motivations for applying for this program

Apa yang harus dijelaskan?

  • Sebaiknya, dibagian ini jelaskan apa yang menjadi future goals anda?
  • Jelaskan isu apa yang ingin anda ikut terlibat berkontribusi dan ikut mengatasi. Apa yang ingin dikembangkan? Lalu kenapa? Apa pentingnya untuk Indonesia atau komunitas anda? Apa manfaatnya untuk bidnag ilmu anda? Dna lain-lain.
  • Ingat, sponsor beasiswa mencari seorang ‘problem solver’. Mereka berharap dengan menyekolahkan beberapa orang dapat memberikan dampak ke banyak orang. Anda harus bisa menunjukkan sisi ini didalam esai yang ditulis.
  • Berangkat dari latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja di paragraf pertama dan kedua, mulai jelaskan tentang isu apa yang ingin diselesaikan, apa rencana masa depan yang ingin dilakukan, topik penelitian apa, dan lain sebagainya.
  • Ingat, fokuskan penjelasan pada hal-hal akademik dan selalu arahkan penjelasan pada kata-kata kunci tujuan beasiswa KGSP yang dijelaskan sebelumnya.

Contoh:

My future goal is to develop myself to be a specialist in the field of English teaching. I would like to contribute actively in addressing the issues faced by school-aged children’s education in remote areas in Indonesia. As a matter of fact, school-aged children’s education in Indonesia is facing a big crisis. Every year, there is ….. that drop out of schools…. etc. I have a strong commitment to develop the community learning centre that ….. ago. I plan to facilitate ….. for elementary, junior, and senior high school students in remote areas of …. Province, such as in …. Regency, …. Regency, and ….Regency. In the community learning centre, I will play a significant role in the English teaching, such as conducting need analysis, developing materials, designing syllabus, curriculum assessment, and evaluating. I further plan to implement contemporary English teaching and learning methods, with the use of audio-video, computer software, and internet, to motivate students and stimulate an effective teaching and learning process. At this point, KGSP will enable me to learn more about how technology can be integrated successfully into classroom and how it can be useful as a means of addressing the inequalities in education quality in remote areas, specifically in Indonesia. One of the universities in Korea, which is the university of …, has actively conducted research focusing on educational technology. I have read some publications regarding ….. I believe that KGSP will be once in a lifetime opportunity for me to learn deeply about my field of study as well as serving as a bridge to reach my future goals.

Di contoh ini, saya memulainya dengan menjelaskan future goal yang ingin dilakukan, lalu mengaitkan bagaimana beasiswa KGSP dapat membantu saya meraihnya.

Paragraf keempat: Reason for study in Korea

Apa yang harus dijelaskan disini?

  • Sebelum menulis, eksplor dahulu kampus-kampus yang terlibat dalam program KGSP dan baca dnegan baik penjelasan tentang jurusan yang ingin dilamar tersebut. Biasanya, di website kampus ada penjelasan tentang jurusan, apa yang akan dipelajari, silabus, termausk juga staf pengajar di jurusan itu. Baca semua ini, lalu ambil informasi penting yang menjadi ‘kelebihan’ kampus-kampus ini, baik dari segi program, prestasi, penelitian staf pengajar, atau semcamnya. Informasi inilah nanti yang akan menjadi alasan utama kenapa nada ingin belajar di Korea.
  • Jadi, apa yang harus dijelaskan? Jelaskan kalau kampus di Korea di bidang yang akan anda pelajari begini dan kelebihannya ini. Jelaskan kalau staf pengajarnya ada yang fokus penelitiannya di bidang ini yang seusai dengan bidnag yang akan anda ambil. Jelaskan apa fasilitas-fasilitas yang menunjuang proses studi serta membantu anda dalam karir di masa depan atau meraih future goals anda, dan seterusnya. Semua ini bisa kalian dapatkan kalau melakukan eksplorasi seperti yang saya sampaikan dipoin sebelumnya.
  • Jelaskan juga Korea sebagai sebuah negara; apa kelebihannya? Terutama yang ebrkaitan dengan bidang yang akan anda pelajari.

Contoh: 

Studying in in the U.S. is a way to in realize my future goal and link between my background study and future goal. I’m very sure that this country has definitely occupied an absolute world leading position in English education. Advanced theories, technologies, and information in this country will facilitate me immensely in the achievement of remarkable progress, fulfilling my aspiration to become an accomplished professional in the field of English education.

Di contoh ini, saya mengambil contoh kuliah di Amerika. Anda bisa menulisnya dalam konteks studi di Korea. Walaupun sudah bagus isi paragraf ini, saya tidak menjelaskan secara rinci tentang universitas, mata kuliah, serta staf pengajar. Anda bisa menambahkannya agar isi penjelasan anda lebih kuat seperti yang dijelaskan dibagian sebelumnya.

Disini, saya memberikan contoh 4 paragraf untuk esai self introduction, tetapi berapa banyak paragraf nanti bergantung dengan informasi yang anda miliki. Mungkin maksimal 6 paragraf menurut saya. Pilah informasi yang relevan dan dapat menunjukkan “strength” anda. Tidak pelru masukkan informasi yang tidak relevan.

Demikianlah panduan menulis esai KGSP tentang “Self Introduction”.

Semoga bermanfaat. Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

Posted in Panduan Menulis Esai

Panduan Menulis Esai: LPDP (Sukses Terbesar dalam Hidupku)

Tulisan ini adalah panduan menulis bagian terakhir untuk beasiswa LPDP dimana akan membahas tentang menulis esai “Sukses Terbesar dalam Hidupku”.

Sebelumnya, sudah dibahas tentang cara menulis esai “Kontribusiku Bagi Indonesia” dan “Rencana Studi”.

Bagi yang belum membaca panduan esai LPDP sebelumnya, silahkan klik link ini:

1. Kontribusiku Bagi Indonesia

2. Rencana Studi

Langsung saja ya.

Instruksi dibuku panduan LPDP adalah:

Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “…. “Sukses Terbesar dalam Hidupku”.

Dari instruksi ini kita dapat mengetahui bahwa tulisan esai ini akan terdiri dari 5 sampai 7 paragraf karena dibatasi maksimal 700 kata. Satu paragraf bisa berisi 100 kata atau lebih. Perhitungan seperti ini sederhana, tetapi penting dalam membantu kita dalam membuat draft tulisan. Artinya kalau ada 7 paragraf misalnya, di paragraf 1 akan berisi pembukaan dan paragraf 7 akan berisi kesimpulan atau penutupan. Lalu, tersisa 5 paragraf lagi yang mungkin bisa terdiri dari 100 kata setiap paragrafnya sehingga jumlah kata dalam 5 paragraf ini adalah 500 kata. Didalam 5 paragraf ini kita juga harus memahami bahwa poin penting harus dijelaskan di dalam 5 paragraf ini. Sederhana bukan perencanaannya? Setiap orang bisa berbeda jumlah paragrafnya, bergantung dengan informasi yang mereka miliki.

Hal penting lainnya adalah saat melihat instruksi sebuah esai, coba untuk ‘menerka’ apa tujuan sponsor beasiswa mensyaratkan esai tentang ini; apa yang ingin mereka ketahui? Eksplor tentang latar belakang sponsor, termasuk tentang visi dan misinya. Dengan kita memahami semua hal tentang sponsor beasiswa yang akan kita lamar, kita dapat menyesuaikan isi esai kita agar sesuai dengan ‘keinginan’ mereka, dalam artian sesuai dengan yang mereka cari; sesuai dengan latar belakang dan tujuan yang ingin dicapai oleh beasiswa yang kita akan lamar. Kenapa saya menyampaikan informasi ini?

Alasannya adalah ada ratusan bahkan ribuan pelamar sebuah beasiswa, sedangkan panitia yang terlibat dalam komite seleksi hanya beberapa orang saja. Coba posisikan kalian sebagai salah satu dalam komite seleksi beasiswa, lalu harus membaca ratusan bahkan ribuan esai pelamar beasiswa. Bagaimana kalian akan membaca esai – esai itu agar cepat selesai? Pasti dengan cara membaca cepat, bukan? Nah, disinilah yang perlu kita pahami bahwa esai kita harus langsung menjawab dan berisi informasi yang diminta oleh sponsor beasiswa. Poin – poin yang kita sampaikan dalam esai harus to the point dan berbobot diawal; yang dalam hitungan detik saat pertama kali orang lain membaca, langsung menangkap isi ‘penting’ dalam esai kita dan segera memahami apa yang akan kita sampaikan didalam esai. Jadi, saat komite penyeleksi membaca esai kita, dalam hitungan detik mereka sudah langsung bisa menangkap poin – poin penting tentang kita yang sesuai dengan yang mereka minta. Kalau misalnya esai kita tidak fokus atau bertele – tele, saya rasa setelah beberapa detik membaca paragraf awal, komite penyeleksi sudah langsung meminggirkan aplikasi kita.

Yuk, kita mulai membahas setiap paragrafnya.

Esai: Sukses Terbesar dalam Hidupku

   Paragraf Pertama:

  • Jelaskan dua atau tiga kalimat tentang definisi “Sukses” bagi anda. Uraikan dengan cerdas. Maksudnya bagaimana? Berfilosofi sedikit boleh, tetapi usahakan berbobot, jangan ‘ngosong’ doank. Caranya bagaimana? Bisa dengan sedikit membawa informasi tentang orang – orang yang sudah terkenal baik didalam atau pun luar negeri, bisa dengan membawa sebuah cerita pertemuan dengan seseorang, bisa mulai dengan sebuah pengalaman, atau langsung to the point, misal bagi saya, sukses adalah … Ini terinspirasi atau didasarkan pada, dan lain sebagainya.
  • Lalu, rangkum didalam kalimat terakhir paragraf pertama tentang sukses terbesar dalam hidup anda yang akan anda uraikan dalam esai ini.

Contoh: 

Ayah meninggal dunia disaat usia saya 3 tahun. Sejak saat itu, Ibu menjadi tulang punggu keluarga; banting tulang bekerja siang dan malam berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari saya dan tiga orang adik saya, terutama untuk membiayai pendidikan kami. Suatu hari, Ibu menyampaikan sebuah pesan kepada saya bahwa kelak saya harus bisa sekolah setinggi mungkin hingga mencapai level Doktor agar dapat membantu keluarga serta orang lain yang hidup dalam kemiskinan seperti kami. Nasehat ibu ini menjadi dasar saya dalam mengukur kesuksesan dalam hidup, yaitu seberapa banyak hal yang sudah berhasil saya lakukan, seberapa kontribusi yang sudah saya berikan untuk orang – orang sekitar melalui pengetahuan, skill, dan prestasi – prestasi yang telah saya raih. Setelah beberapa tahun studi ….. bekerja di bidang ….. saya sudah mampu berbuat dan meraih beberapa hal penting yang saya anggap sebagai sukses terbesar dalam hidup saya sampai saat ini. Didalam esai ini, saya ingin menjelaskan tiga kesuksesan penting yang sudah saya raih …..

Paragraf Kedua, Ketiga, Keempat, Kelima, dan Keenam:

  • Uraikan satu persatu poin yang dianggap sebagai kesuksesan dalam hidup anda.
  • Setiap kesuksesan, diuraikan dengan rinci dan diberikan contoh. Bantu pembaca melihat dan merasakan bagaimana perjuangan meraih kesuksesan yang dimaksud.
  • Tidak usah berkecil hati kalau dirasa “ini mungkin bukan kesuksesan yang besar bagi orang lain”, karena yang terpenting itu adalah bagaimana kita melihat itu “sebagai kesuksesan” seperti definisi kita di paragraf pertama dan bagaimana kita menjelaskan ke pmebaca bahwa ini adalah sebuah kesuksesan.

Contoh:

Awali setiap paragraf selanjutnya dengan menjelaskan poin yang akan dijelaskan terlebih dahulu:

Paragraf kedua:

Sukses terbesar pertama yang telah saya raih adalah berhasil menyelesaikan kuliah sarjana dengan IPK yang memuaskan dalam jangka wkatu kurang dari 4 tahun. (Ini kalimat pertama dalam paragraf kedua)

Kalimat selanjutnya diparagraf kedua menguraikan tentang poin yang dijelaskan di kalimat pertama:

Bagi sebagian orang, menyelesiakan perkuliahan sarjana mungkin bukanlah hal yang besar. Namun, secara pribadi, saya harus mengakui bahwa perjuangan menyelesaikan perkuliahan sarjana saya tidaklah mudah. Saat kuliah, saya harus bekerja di sebuah cafe dari jam 5 sore sampai 10 malam setiap hari. Dengan cara ini saya bisa memiliki uang untuk makan setiap hari. Hal yang berat sekali dilakukan ketika diwaktu yang sama saya harus menyelesiakan tugas dari dosen, mengikuti sebuah project, dan lain – lain … Setiap akhir semester, saya harus berjuang mencari beasiswa agar dapat membiayai uang semesteran ….. Dan seterusnya.. (ini penjelasan rinci tentang poin yang diangap satu kesuksesan pertama yang dijelaskan di kalimat pertama)

Nah, untuk paragraf yang berikutnya (paragraf ketiga, keempat, kelimat dan keenam), ikuti pola paragraf kedua ini cara menjelaskannya.

Ada yang menjelaskan satu kesuksesan membutuhkan dua paragraf, tidak masalah. Yang terpenting adalah pastikan setiap kali menyampaikan satu poin sukses yang sudah diraih, lakukan seperti yang dijelaskan di paragraf kedua ini.

Pararagraf ke tujuh (terakhir):

  • Simpulkan semua poin yang sudah dijelaskan.
  • Uraikan apalagi yang mau diraih dimasa depan nanti, dikaitkan dengan definisi sukses yang sudah dijelaskan serta latarbelakang pendidikan dan pengalaman (kerja) yang sudah dimiliki.
  • Uraikan bagaimana beasiswa LPDP ini nanti akan membantu anda dalam meraih ‘sukses – sukses’ yang berikutnya yang menjadi target anda.
  • Saya sarankan: jaga poin uraian dibawah tema “memberikan kontribusi untuk Indonesia, membantu mengatasi sebuah permasalahan ekonomi, sosial, politik, pendidikan, dan lain – lain”, karena sponsor beasiswa menyukai orang – orang yang punya visi untuk sebuah perubahan nanti. Tidak harus dijelaskan dengan hal yang besar, tetapi punya konteks atau komunitas atau semacamnya yang ingin dibantu atau mendapatkan manfaat dari kesuksesan yang akan diraih melalui beasiswa LPDP ini.

Contoh:

Ketiga kesuksesan yang sudah saya raih ini bukanlah tanda untuk saya berhenti, melainkan sebuah susunan anak tangga yang akan mengantarkan saya pada pencapaiaan kesuksesan selanjutnya. Sebagai seorang yang berlatar belakang pendidikan serta sudah memiliki pengalaman bekerja selama 3 tahun sebagai guru, saya punya target ingin ikut membantu mengatasi permasalahan pendidikan anak – anak sekolah di daerah terpencil. Jika terpilih menjadi penerima beasiswa LPDP ini, saya yakin kalau akan ada banyak pengetahuan tentang bagaimana mengatasi permasalahan pendidikan di daerah terpencil, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan … (dan seterusnya jelaskan). Besar harapan saya beasiswa LPDP ini menjadi sarana saya untuk meraih kesuksesan selanjutnya dalam kehidupan saya serta memungkin saya memberikan kontribusi yang lebih untuk bangsa dan negara Indonesia di masa depan..

Demikianlah panduan menulis esai LPDP tentang “Kesuksesan Terbesar dalam Hidupku”.

Semoga bermanfaat.

Yuk, semangat! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

Posted in Beasiswa, Panduan Menulis Esai

Panduan Menulis Esai: LPDP (Rencana Studi)

DSCN6812Di tulisan sebelumnya, saya sudah membahas satu esai yang diperlukan dalam mendaftar beasiswa LPDP, yaitu esai tentang Kontribusiku Bagi Indonesia. Bagi yang belum baca bisa klik link ini: Kontribusiku Bagi Indonesia

Pada tulisan kali ini, saya akan mencoba memberikan panduan bagaimana menulis satu esai lainnya yang juga menjadi salah satu persyaratan mendaftar beasiswa LPDP, yaitu esai tentang “Rencana Studi”.

Langsung saja ya.

Pertama, kita perlu memahami bahwa rencana studi atau study objective selalu menjadi salah satu persyaratan berbagai beasiswa, tidak hanya untuk beasiswa LPDP saja. Kenapa?

Alasannya sederhana, yaitu karena tujuan utama dari beasiswa yang akan diberikan adalah untuk studi. Artinya, si sponsor beasiswa perlu memahami tentang latar belakang pendidikan si pelamar meliputi semua prestasi dan penelitian yang telah diraih dan dilakukan, lalu apa rencana studinya ke depan, mulai dari kampus yang dituju, jurusan yang ingin dilamar, topik penelitian yang ingin dikerjakan, sampai apa yang ingin dilakukannya nanti paska lulus dari studi.

Ingat, sponsor beasiswa menghabiskan uang yang tidak sedikit untuk membiayai studi S2 atau S3 seseorang apalagi bila studinya ke luar negeri. Mereka mengharapkan, dengan menyekolahkan beberapa orang dapat memberikan dampak perubahan pada banyak orang, terutama melalui bidang studi yang akan diambil oleh si penerima beasiswa. Esai tentang rencana studi dari pelamar beasiswa akan menjadi bahan pertimbangan bagi sponsor beasiswa dalam memprediksi “impact” beasiswa yang akan diberikannya pada si pelamar itu. Tak jarang ada yang tidak lulus seleksi beasiswa karena rencana studinya biasa saja, dalam artian tidak berhasil memperlihatkan rencana studi yang bagus. Yang dimaksud rencana studi yang bagus disini adalah rencana studi yang berisi rencana ‘studi atau penelitian’ yang akan ikut berkontribusi mengatasi permasalahan – permasalahan tertentu di bidang yang dilamar.

Alasan lain kenapa sponsor beasiswa membutuhkan rencana studi adalah karena kampus – kampus, terutama di luar negeri, akan meminta study objective dari setiap mahasiswa yang melamar ke jurusan mereka. Kampus di luar negeri sangat fokus sekali dengan menerima mahasiswa yang punya ‘pengalaman’ di bidang akademik atau pun pekerjaannya serta punya renana studi dalam artian topik penelitian yang ingin dilakukan. Dengan menerima mahasiswa yang berpengalaman dan tahu apa yang ingin dipelajari, kampus di luar negeri dapat menilai apakah tenaga pengajar dan fasilitas belajar yang ada dapat membantu siswa ini atau tidak. Bahkan, tidak jarang ada mahasiswa yang diberikan “Conditional Offer” atau diterima dengan syarat oleh kampus luar negeri. Biasanya, ini disebabkan rencana studinya sudah cocok dengan apa yang difasilitasi oleh jurusan di kampus tersebut, tetapi nilai TOEFL IBT atau IELTS-nya belum memadai. Perlu diketahui bahwa ada yang nilai TOEFL IBT dan IELTS-nya tinggi, lebih dari standar minimal yang ditetapkan oleh kampus, tapi tidak diterima oleh kampus; umumnya, ini disebabkan karena kampus tersebut merasa tidak bisa membantu atau memfasilitasi rencana studi si pelamar tersebut, atau rencana studi si pelamar berbeda dengan visi dan misi jurusan yang dilamar, dan lain sebagainya. Pendeknya, disini saya ingin menekankan bahwa jurusan di kampus luar negeri terutama lebih sering melihat rencana studi mahasisw ayang emlaamr terlebih dahulu, baru kemudian melihat hasil tes bahasa Inggrisnya.

Nah, sudah paham sekarang tentang seberapa penting rencana studi ini?

Kedua, bagaimana esai rencana studi yang bagus?

Saya akan memberikan panduan sesederhana mungkin, menghindari terminologi akademik. Disini, saya jelaskan per paragraf agar mudah teman – teman mengikuti organisasi tulisan esainya.

Rencana studi yang bagus berisi:

  • Paragraf Pertama:

Jelaskan program S2 atau S3 apa yang mau diambil dan jelaskan alasannya kenapa. Kasih penjelasan rinci tentang program yang akan diambil ini, mulai dari mata kuliah, pengajar, sampai durasi studi.

  • Paragraf Kedua:

Jelaskan latar belakang pendidikan atau pekerjaan kita, lalu coba hubungkan bagaimana pengalaman ini bisa terkait dengan program studi yang akan diambil itu. Misal, pernah belajar satu mata kuliah yang bersinggungan dengan program yang akan diambil, pernah melakukan penelitian, pernah terlibat dalam sebuah project, pernah membuat program atau initiative, dan lain sebagainya. Intinya, jelaskan apa yang sudah dilakukan, dalam hal pengalaman pendidikan atau pekerjaan, yang bisa memperlihatkan bahwa kita “tidak mentah” kalau nanti belajar di program yang akan diambil.

  • Paragraf Ketiga:

Uraikan sebuah isu yang ingin diselesaikan. Ini nanti bisa terkait dengan topik penelitian yang akan dilakukan ketika studi di program yang akan dilamar. Isu ini harus berangkat dari latar belakang pendidikan atau pengalaman (pekerjaan) yang dimiliki. Jelaskan isu ini dengan baik menggunakan pengalaman pribadi dan data atau contoh; usahakan menjelaskan dengan cara se-akademik mungkin. Saya sangat menekankan disini untuk menggunakan contoh – contoh yang diambil dari pengalaman pribadi, misal pernah dikirim ke sebuah desa terpencil atau pernah melakukan sebuah project tertentu lalu menjelaskan kondisi rincinya terkait isu yang diangkat ini. Alasannya adalah isu yang kita angkat bisa jadi akan sama dengan beberapa pelamar beasiswa yang lain yang datang dari latar belakang pendidikan atau pekerjaan yang sama dnegan kita. Nah, yang akan membedakan esai kita dengan mereka nanti adalah rincian informasi yang melibatkan pengalaman pribadi kita dan ini juga yang akan membuat esai kita lebih memiliki nilai berbeda nanti.

  • Paragraf Keempat:

Uraikan tentang bagaimana kampus dan jurusan yang akan dilamar dapat membantu kita dalam mempelajari ilmu pengetahuan atau pun skills yang dibutuhkan untuk mengatasi isu yang kita angkat di paragraf ketiga. Bagaimana cara mendapatkan informasi tentang kampus dan jurusan yang akan dilamar? Buka website kampusnya. Ketik saja namanya di google, akan muncul dalam beberapa detik. Lalu, buka program jurusan yang dituju, nanti disana akan ditemukan visi dan misi jurusan, silabus, serta semua profil tentang tenaga pengajar yang ada di jurusan itu. Tinggal kita lagi mengkaitkan bagaimana semua informasi ini bisa membantu kita menjelaskan apa yang akan kita pelajari nanti dan bagaimana itu akan membantu kita berkontribusi dalam mengatasi isu yang diangkat di paragraf ketiga. Kita bisa juga melihat artikel atau buku yang sudah dilakukan atau ditulis oleh para tenaga pengajarnya, kemudian meng-highlight penelitian tentang itu kalau relevan untuk isu yang kita angkat.

  • Paragraf Kelima:

Uraikan future goals yang ingin diraih apa. Biasanya, kalau informasi di paragraf 1, 2, 3, dan 4 sudah lengkap, future goals ini tinggal meyambungkan saja, karena semuanya saling terkait. Misal, dari isu yang diangkat nanti, bisa jadi future goalnya adalah ingin menjadi seorang yang ahli di bidang pendidikan daerah terpencil, membantu pemerintah mengatasi permasalahan – permasalahan yang terkait ketidakmerataan kualitas pendidikan di daerah terpencil, dan lain sebagainya. Bisa juga disebutkan nama profesinya langsung.

  • Paragraf Keenam:

Uraikan kenapa ingin menempuh studi di negara yang akan dilamar ini kampusnya. Usahakan penjelasan dijaga dalam konteks akademik; tidak perlu kaitkan dengan jalan – jalan, apalagi ingin melihat artis tertentu. Misal, Beberapa pertimbangan kenapa Australia menjadi negara tujuan studi yang tempat untuk saya. Pertama, negara Australia sangat terkenal dengan penelitian dibidang … Sejak tahun 1990, universitas – universitas di Australia sudah melakukan riset ….. terus dijelaskan. Tentu saja kalian harus eksplor dulu negara tersebut. Caranya bagaimana? Biasanya kalian akan dapat berbagai informasi saat buka – buka website kampus – kampus di negara tersebut, lalu tinggal kaitkan saja satu sama lain informasinya. Tidak sulit koq sebenarnya, selama kalian sudah melakukan eksplorasi (membaca) penjelasan di website – website kampus di negara tempat tujuan studi.

Nah, inilah panduan menulis esai rencana studi. Saya buat 6 paragraf, tetapi kalian bisa mengembangkannya sesuai dengan kondisi kalian, apalagi tidak ada batasan di LPDP jumlah kata maksimalnya. Saran saya jangan lebih dari 3 halaman.

Ada juga yang membuat rencana studi dengan menambahkan beberapa poin. Misal, setelah keenam paragraf itu selesai, dia buat satu sesi yang berupa tabel tentang nama mata kuliah, semester berapa diambil, apa yang akan dipelajari, sampai kapan selesai studinya. Ini bisa saja kalau kalian mau buat. Justru saya sangat sarankan karena orang Indonesia sangat senang dengan hal – hal yang dibuat agak ‘rumit’. Ini tidak berlaku untuk study objective beasiswa sponsor luar negeri biasanya. Kalau kalian ingin buat tabel seperti yang saya jelaskan ini gampang, semua informasinya tentang mata kuliah dari semester 1 sampai selesai berikut penjelasannya tersedia di website kampus yang akan dilamar, tinggal buka saja, lalu buat informasinya ke dalam tabel.

Dibawah ini contoh rencana studi dari siswa yang pernah saya bantu koreksi. Terima kasih padanya yang sudah mengizinkan saya untuk berbagi contoh rencana studinya.

Contoh Rencana Studi

Saya ingin mengambil program Master of Education dengan spesialisasi program TESOL (Teaching English for Speakers of Other Languages) di University of Wollongong, Australia. Kampus ini memiliki reputasi yang sangat baik dan masuk dalam 2% universitas terbaik dunia di bawah usia 50 tahun versi QS World University Ranking dan The Times Higher Education. Saya telah mendapat letter of admission dan akan memulai perkuliahan pada bulan Juli 2016 dan akan selesai pada bulan Desember 2017. (Informasi yang saya jelaskan di Paragraf 1)

Program studi ini adalah master by coursework dan memiliki total 72 kredit dengan bobot 6 kredit setiap mata kuliah. Struktur perkuliahan terdiri dari mata kuliah wajib, mata kuliah spesialisasi TESOL, dan mata kuliah pilihan lintas jurusan yang bebas dipilih sendiri oleh mahasiswa. Ada tiga mata kuliah wajib yaitu Introduction to Research and Inquiry, Theories of Second Language Learning, dan Researching TESOL Perspectives and Practices. Untuk mata kuliah spesialisasi saya berencana mengambil Methodology in Second Language Teaching, Materials and Methodology in Second Language Teaching, Assesing and Evaluating in TESOL environments, English language:Learners problems, Professional experience in TESOL, Engaging diversity:Exploring Context of EAL Education, dan English in Spesific Context. (Disini dia buat 2 paragraf informasi yang saya jelaskan di paragraf 1)

Saya memiliki ketertarikan yang tinggi tentang bagaimana cara mengembangkan kurikulum, penilaian, dan evaluasi dalam pengajaran bahasa Inggris sehingga mampu menghasilkan metode yang paling sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang berasal dari beragam budaya dan latar belakang. Selain itu saya juga ingin lebih mendalami tentang apa yang sudah saya pelajari di program sarjana. Beberapa mata kuliah seperti Curriculum and Materials Development, Language Testing, English for Children, Sociolinguistics, dan Discourse Analysis telah membekali saya dengan teori dan pengetahuan dalam hal pengajaran bahasa Inggris dan Linguistik. Saya juga telah melatih rasa percaya diri dalam berbahasa Inggris melalui mata kuliah berjenjang seperti Writing, Reading, Listening, dan Speaking. Selain itu pengalaman bergabung dalam program Indonesia Mengajar dan mengajar anak – anak di daerah terpencil dengan latar belakang sosial ekonomi rendah dan budaya yang berbeda telah memberikan saya pengalaman untuk melakukan kegiatan internship (praktik mengajar) di salah satu sekolah disana. (Disini, dia tidak menjelaskan latar belakang pendidikannya seperti yang saya jelaskan poin untuk di paragraf 2, tetapi langsung menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf 3. Menurut saya, akan lebih kuat ketika dia menjelaskan latar belakang pendidikannya dahulu baru masuk ke poin yang ini)

Di progam master ini, saya juga berencana mengambil dua mata kuliah lintas jurusan yaitu Current Issues in Education:Curriculum, Pedagogy, and Policy dan Mentoring Beginning Teacher. Mata kuliah ini akan membahas isu – isu penting dalam pendidikan termasuk bagaimana pendidikan mampu mempengaruhi kebijakan sosial ekonomi sebuah negara seperti sebuah riset yang dilakukan OECD (Organisation for Economic-cooperation and Development) menyatakan bahwa standar pendidikan merupakan alat prediksi bagi kesejahteraan jangka panjang suatu negara. Kebijakan dan praktik pendidikan buruk mengakibatkan banyak negara mengalami keadaan seperti resesi ekonomi. Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2045, dimana jumlah usia produktif akan lebih banyak dibanding penduduk usia lansia dan anak – anak, untuk itu diperlukan kebijakan, kurikulum dan tenaga pengajar yang berkualitas untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi dunia dan pemahaman akar rumput agar mampu bersaing dengan negara – negara lain. (Disini, dia menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf ke tiga dan empat)

Untuk kegiatan di luar perkuliahan, University of Wollongong juga menyediakan beberapa program tambahan yang bisa diikuti oleh mahasiswa Internasional seperti kegiatan sukarelawan, English Conversation Group yang diinisiasi oleh masyarakat lokal, dan Asian Immersion Program. Program ini adalah program kerjasama antara Bomaderry High School dan kampus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang tradisi dan budaya negara Asia dan memberi kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk berkunjung dan belajar tentang sistem pendidikan di Australia. (Disini, dia menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf kelima)

Tujuan karir jangka panjang saya adalah menjadi spesialis dalam pengajaran bahasa Inggris dan berkontribusi dalam hal peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dengan menjadi seorang dosen dan pelatih guru. Saya yakin bahwa kampus ini memiliki posisi yang terkemuka dalam bidang pendidikan dan pengajaran bahasa Inggris dalam hal pengetahuan serta teori, kualitas teknologi dan riset. yang akan memfasilitasi saya untuk mencapai cita – cita saya menjadi seorang professional di bidang pengajaran dan pendidikan. Sehingga di masa depan, saya mampu mengembangkan metode pengajaran bahasa Inggris yang sesuai untuk setiap kondisi dan kebutuhan pelajar yang ada di Indonesia dan melatih guru agar Indonesia memiliki tenaga pengajar bahasa Inggris yang berkualitas.

(Disini, dia menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf ke enam)

Bisa tambah setelahnya poin misal: (optional)

Waktu Pelaksanaan Studi:

  • Jelaskan dalam bentuk tabel

Mata Kuliah:

  • Jelaskan dalam bentuk tabel

Demikianlah, panduan menulis esai LPDP untuk bagian “Rencana Studi”. Gimana? Gampang bukan?

Kuncinya adalah kalian harus sering – sering buka dan baca website – website kampus di negara yang dituju dan baca berbagai penjelasan, silabus dan lain sebagainya di jurusan yang akan kalian ambil. Nanti informasi – informasi itu akan membantu kalian dalam menulis, bahkan beberapa informasi bisa kalian adopsi.

Semoga bermanfaat.

Yuk, semangat! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

 

Posted in Beasiswa, Panduan Menulis Esai

Panduan Menulis Esai: LPDP (Kontribusiku Bagi Indonesia)

 

10402890_10204282197710420_9202659405067633747_n - Copy (640x427) (640x427) (2)

Melalui tulisan ini, saya ingin memberikan sedikit panduan buat teman – teman yang sedang menyelesaikan aplikasi esai melamar beasiswa, baik untuk sebuah degree atau pun exchange program. Saya coba untuk memberikan panduan sesederhana mungkin, mencoba menghindari terminologi ilmiah yang bisa memusingkan. Langsung saja ya.

Ditulisan ini akan dibahas tentang bagaimana menulis satu esai dalam aplikasi beasiswa LPDP, yaitu tentang Kontribusiku bagi Indonesia.

Begini. Menulis itu yang sulit adalah menulis dengan organisasi yang baik. Tidak bertele – tele kesana kemari, tapi to the point langsung menjawab pertanyaan atau langsung memberikan informasi sesuai dengan instruksi yang diberikan untuk esai tersebut.

Saya sudah banyak membantu mengoreksi tulisan esai teman – teman yang ingin melamar beasiswa. Kelemahan paling umum adalah isi tidak menjawab langsung pertanyaan esai, tidak langsung memberikan informasi yang sesuai intruksi, tidak rinci, kurang informasi terkait informasi akademik, terutama yang berkaitan dengan bidang yang akan dipelajari.

Di panduan menulis ini, saya ingin menjelaskan bagaimana menulis esai agar tulisan memiliki standar minimal organisasi sebuah esai yang bagus. Standar minimal organisasi tulisan ini juga berlaku untuk esai – esai beasiswa yang lainnya, tetapi pada kesempatan ini kita fokuskan ke membahas esai tentang kontribusiku untuk Indonesia.

Bagaimana esai yang tidak bagus? Tulisan esai kurang bagus ketika: 1). isinya tidak menjawab pertanyaan atau tidak sesuai dengan instruksi yang diberikan, 2). isinya tidak rinci atau dangkat, 3). isinya tidak menunjukkan “kecerdasan” atau “pengetahuan” si penulis di bidang studi atau yang digelutinya.

Sebaliknya. Tulisan esai bagus ketika: 1). isinya langsung menjawab pertanyaan atau sesuai dengan instruksi yang diberikan, 2). isinya rinci, padat, dan jelas, 3). isinya menunjukkan “kecerdasan” atau “pengetahuan” si penulis di bidang studi yang sedang digelutinya.

Pegang ketiga hal ini ya, karena ini standar minimal dalam memiliki tulisan esai yang bagus.

Bagaimana contohnya? Yuk, kita bahas esai tentang Kontribusiku untuk Indonesia.

Esai tentang Kontribusiku bagi Indonesia

Bagaimana memulainya? Pertama, lihat instruksinya dengan baik. Instruksinya:

“Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya”

Kemudian, ambil kata kuncinya:

…….. kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya.

Lihat, ada tiga kata kunci, yaitu kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan. Nah, tulisan esai harus memberikan informasi yang diminta ini, dan dijelaskan langsung to the point.

Begini cara membuat draft tulisannya. Bagi menjadi tiga bagian:

1. Kontribusi yang telah dilakukan

Tulis semua hal terkait tentang ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, kita menjelaskan tentang pengalaman yang sudah kita miliki, mulai dari sisi akademik, pekerjaan, organisasi, dan lain – lain. Intinya, semua hal yang sudah dilakukan untuk menggambarkan kalau “Ini loh kontribusi yang sudah saya lakukan untuk Indonessia..”

Cara termudah adalah dengan terlebih dahulu merapikan curriculum vitae kita, lalu mulai satu persatu tulis semua pengalaman yang ada di CV atau CV bisa menjadi panduannya. Makanya, penting untuk selalu menjaga catatan setiap hal yang sudah dilakukan didalam sebuah CV; jangan mengandalkan ingatan, karena kita sering lupa, terutama tentang rincian tanggal, tempat, dan lain – lain yang diperlukan dalam menjelaskan dalam esai.

2. Kontribusi yang sedang dilakukan.

Tulis semua hal terkait dengan ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, fokuskan ke apa yang sedang dilakukan sekarang dan bagaimana hal yang sedang dilakukan ini bisa berkontribusi untuk indonesia? Memang, ketika mendengar kata berkontribusi rasanya harus melakukan hal yang besar sekali, sebenarnya tidak juga. Kita hanya perlu melihat kemana hal yang sedang kita lakukan ini bisa bermanfaat untuk Indonesia. Pandai membaca situasi dan menjelaskan bagaimana manfaat untuk Indonesia itu bisa terjadi.

3. Kontribusi yang akan dilakukan.

Tulis semua hal tentang ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, mulai jelaskan berdasarkan pengalaman dan hal yang sedang dilakukan, apa permasalahan yang ingin diatasi? Atau isu apa yang menjadi minatnya? Lalu kaitkan dengan bidang studi. Kemudian, jelaskan nanti kalau belajar S2 di bidang ini, saya akan paham tentang hal ini dan itu. Selesai studi, saya ingin membuat ini dan itu sehingga saya bis aikut berkontribusi menyelesaikan permasalahan tentang ini.

Nanti setelah semua informasi setiap bagian itu sudah terpenuhi, baru kemudian disatukan menjadi sebuah esai. Intinya adalah lihat apa intruksi yang diberikan, lalu pisahkan kata kuncinya, tuliskan secara terpisah dulu agar tulisan kita terfokus, tidak tercampur dengan hal – hal yang lain.

Untuk membantu pemahaman, saya berikan contoh esai salah satu siswa yang saya bantu dan sudah lulus mendapatkan beasiswa LPDP. Ketika kalian membaca esai dibawah ini, fokuskan pada organisasi esai yang baik yang saya jelaskan sebelumnya ya.

Contoh: 

Kontribusi yang telah, sedang, dan akan saya lakukan.

Saya menyelesaikan studi Sarjana di Universitas … tahun … dengan spesialisasi jurusan pendidikan Bahasa Inggris. Semasa kuliah, saya aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa … (HIMA..) sebagai anggota bidang Ilmu dan Penalaran. Keaktifan di organisasi ini mengasah kemampuan saya dalam kepemimpinan dan membangun inisiatif-inisiatif untuk mengambil tindakan nyata dalam merespon permasalahan sosial dan pendidikan di tingkat lokal, provinsi, dan nasional. (Ini sedikit gambaran tentang latar belakang keilmuannya sebagai pengetahuan untuk pembaca. Ingat, pembaca tidak kenal sama sekali dengan kita. Jangan berasumsi mereka sudah kenal kita, karena ini sering terjadi tanpa kita sadari. Tetapi, fokuskan pada informasi yang relevan untuk membawa pembaca pada poin selanjutnya)

Satu prestasi yang berhasil saya raih adalah terpilih sebagai Duta Muda Indonesia untuk Pertukaran Pemuda Indonesia – Kanada (PPIK). Program ini menitik beratkan pada aktivitas kegiatan sukarelawan dan pengembangan masyarakat serta bertujuan untuk mempererat persahabatan antara kedua negara. Program ini terdiri dari dua fase yaitu Kanada dan Indonesia. Di Kanada, saya bersama duta muda lainnya aktif berkontribusi memperkenalkan Indonesia dalam bentuk pentas seni budaya kepada masyarakat kota Amherst, Nova Scotia. Kami juga membantu beberapa kegiatan yang diadakan masyarakat setempat seperti mengumpulkan donasi makanan dan acara penggalangan dana bekerja sama dengan Palang Merah Kanada untuk kegiatan amal dan penyaluran bantuan korban gempa Sumatera Barat tanggal 30 September 2009 lalu.

Di fase Indonesia, kami tinggal di sebuah desa bernama Sei Gohong, kota Palangkaraya yang mayoritas masyarakatnya beragama Nasrani. Pengalaman tinggal disana selama tiga bulan telah mengajarkan saya arti toleransi seperti orang tua angkat saya mempersilahkan untuk sholat di rumah mereka daripada harus berjalan jauh ke musholla. Saya dan teman – teman juga membantu masyarakat lokal dalam pembuatan gerbang desa dan kegiatan kebersihan lingkungan. Selain itu, saya dan tiga orang teman lain menginisiasi kegiatan belajar bahasa Inggris untuk remaja dan anak – anak dengan bantuan peserta program dari Kanada sebagai pengajarnya.

Setelah selesai mengikuti program PPIK, saya termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk Indonesia. Di tahun 2011, saya terpilih menjadi salah satu dari 47 pengajar muda angkatan ke 3 program Indonesia Mengajar dari lebih kurang 5000 pendaftar. Program ini menempatkan saya selama satu tahun di dusun Rura, kabupaten Majene sebagai seorang guru SD. Selama disana, saya mendorong guru – guru agar lebih kreatif dalam mengajar dengan berbagi bahan pengajaran yang telah saya dapatkan semasa pelatihan. Lalu, untuk meningkatkan kesadaran orang tua agar lebih peduli terhadap pendidikan, saya juga berkolaborasi dengan pemuda pemudi lokal dengan mengadakan perlombaan bulan Ramadhan seperti lomba adzan, lomba hafalan surat pendek, dan lomba ceramah. Saya dan teman – teman pengajar muda lain juga mendorong perangkat pemerintah setempat untuk membuat kegiatan forum diskusi untuk kepala sekolah tingkat SD se-kabupaten sebagai wadah untuk saling bertukar ide dan pengalaman. (Di paragraf 2, 3, dan 4 ini, dijelaskan tentang kontribusi yang sudah dilakukannya. Perhatikan rincian informasi yang diberikan, bisa membuat pembaca merasakan apa yang sudah dilakukannya. Bukan hanya karena program yang diikutinya sudah bagus, tetapi cara menjelaskannya terdapat rincian informasi yang meliputi tentang latar belakang program atau kegiatan, lalu kontribusi yang diberikan.)

Tahun 2045 diharapkan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Saya memiliki mimpi agar semua anak di Indonesia memiliki kesempatan untuk mahir berbahasa Inggris sehingga mereka memiliki kompetensi kelas dunia namun tetap cinta akan tanah airnya. Namun pengajaran bahasa Inggris di Indonesia masih berfokus pada buku teks dan target. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penelitian ilmiah tentang pengajaran bahasa Inggris itu sendiri. Keller (2011) menyatakan bahwa the big problem of teaching English in Indonesia is a lack of research. We really don’t know what the situation is at many levels. So much of the literature consists of opinion papers. There are relatively few ‘hard’ facts. Di salah satu artikel berita, Menristekdikti Mohammad Nasir juga menyatakan bahwa dosen Indonesia yang bergelar doktor kurang dari 15 persen yang akan berdampak pada kemajuan dan kualitas perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Dari dua pernyataan diatas bisa disimpulkan bahwa kualifikasi dosen dan riset memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan pendidikan di suatu bangsa.

Dalam hal pengajaran bahasa Inggris, Cina adalah salah satu negara yang sukses membangun generasi mudanya untuk menguasai bahasa Inggris. Hal ini diperkuat dengan bayaknya riset tentang pengajaran bahasa Inggris serta mengupas berbagai macam aspek sosial dan linguistiknya yang berdampak pada semakin berkembangnya metode pengajaran bahasa Inggris disana. Salah satu universitas yaitu Guadong University of Foreign Studies bahkan memiliki 118 dosen tetap untuk jurusan pendidikan bahasa Inggris, 90% diantaranya bahkan telah bergelar master dan doktor bandingkan dengan Indonesia yang rata – rata hanya memiliki 20 orang setiap universitas (sumber: PDDIKTI). (Diparagraf 5 dan 6 ini, dia tidak menjelaskan tentang kontribusi yang sedang dilakukannya. Dia memilih untuk menjelaskan informasi lain, saya bilang “isu” yang ingin diselesaikannya. Lalu, paragraf ini menjadi fondasi dia dalam menjelaskan paragraf selanjutnya, iatu tentang kontribusi yang akan dilakukannya. Hal ini bagus atau tidka bergantung informasi yang kalian miliki. Harus cerdas juga dalam menulis. Kalau kira – kira tidak ada yang sedang dilakukan sekarang, gunakan informasi lain untuk menutupinya, seperti yang dilakukan siswa ini)

Bila saya berkesempatan mendapatkan beasiswa ini, saya ingin mengambil peran sebagai seorang dosen di sebuah institusi pendidikan tinggi dan berkomitmen untuk melanjutkan pendidikan sampai jenjang doktor. Saya juga ingin berkontribusi dengan menjadi seorang pelatih guru agar guru bahasa Inggris di Indonesia menjadi semakin berkualitas sehingga Indonesia mampu mencapai kebangkitan generasi emas yang berwawasan global dan memiliki daya saing. (Perhatikan, paragraf sebelumnya membawa pada peran atau kontribusi yang ingin diberikannya nanti. Kunci disini adalah memiliki sebuah “isu” yang ingin diselesaikan. Ingat, sponsor beasiswa itu mencari seorang problem solver. Mereka berharap dengan menyekolahkan satu orang dapat memberikan dampak ke banyak orang)

Cara menulis esai setiap orang bisa berbeda untuk esai kontribusiku bagi Indonesia, tetapi organisasi standar minimal tulisan yang baik adalah kenalkan sedikit latarbelakang pendidikan atau pekerjaan kita, lalu mulai menjelaskan apa yang sudah dilakukan, apa yang sedang dilakukan, lalu ditutup dengan apa yang akan dilakukan. Disaat menulis draft, tulis saja semua informasi yang ada untuk setiap bagian ini, nanti setelah selesai, baru dipilah yang mana yang relevan dan terlihat lebih kuat untuk esai ini.

Nah, demikianlah panduan untuk menulis esai kontribusiku untuk Indonesia. Pada dasarnya, tiga poin ini: 1). isinya langsung menjawab pertanyaan atau sesuai dengan instruksi yang diberikan, 2). isinya rinci, padat, dan jelas, 3). isinya menunjukkan “kecerdasan” atau “pengetahuan” si penulis di bidang studi yang sedang digelutinya, berlaku juga dalam menulis esai – esai beasiswa yang lainnya.

Tetapi, agar lebih mudah, saya akan tulis postingan lain membahas esai beasiswa yang berbeda. Bila kalian punya request untuk membahas esai beasiswa tertentu, silahkan kirim ke e-mail saya bersama aplikasi atau pertanyaan/instruksi esainya. Nanti akan saya bahas.

Yuk, semangat! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi