Posted in Bahasa Inggris, Uncategorized

Pendaftaran Siswa Baru Sekolah TOEFL

* Pendaftaran Siswa Baru Sekolah TOEFL *

  • Baca sampai selesai postingan dibawah ini.
  • Ikuti setiap langkahnya dengan baik.

    Sekolah TOEFL menggunakan sistem belajar yang baru. 

Langkah 1: Buka SchoolingMe.com

Langkah 2: Pilih Registrasi disisi kanan atas, lalu lengkapi formulir registrasi.

Langkah 3: Setelah masuk di SchoolingMe.com, lihat dibagian atas dan klik “All Courses”

Langkah 4: Pilih course Sekolah TOEFL yang ingin anda ikuti, lalu klik.

Langkah 5: Setelah masuk didalam course yang dipilih, klik “Take this Course” untuk mengambil course tersebut.

  • Formulir Pendaftaran dan Materi ada dibagian Lesson.
  • Tonton Video Introduction dan Baca Penjelasan di Course dengan baik.

Tonton video penjelasan singkat dibawah ini:

Yuk, bersama kita mendesain masa depan yang lebih baik. Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

 

Advertisements
Posted in Bahasa Inggris, Cerita

SchoolingMe #First #Look

Buat teman-teman semua..

Ini salah satu yang sedang kita kerjakan, menggabungkan Social Media dan Online Learning.

SchoolingMe.com

Ini belum dipromosikan secara resmi, tetapi sudah bisa registrasi.

Beberapa courses sudah ada yang berjalan dan kita bisa ngobrol di social media yang lebih sehat 🙂

Users akan bisa buat courses dan berbagi ilmu. Jadi, nanti, courses yang ada tidak hanya belajar bahasa Inggris, dan mentornya bukan saya saja. Everyone is welcome! 🙂

Konsep Online Learning dibuat meminimalisir durasi learner online, jadi bisa hemat quota internet.

SchoolingMe. Free. Accessible. Enlightening.

A place where you can learn and share…

Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Twitter @01_budi | FB Page: sdsafadg

Posted in Cerita siswa

Pesan Kaos, Polo, dan Jaket Learn for the Future

Halo semua..

Ini ada kabar gembira. Kita sudah mendapatkan desain Kaos, Polo, dan Jaket untuk Learn for the future. Sekedar informasi, Learn for the Future adalah yang memayungi Sekolah TOEFL dan Sekolah Inggris, serta program-program belajar bahasa Inggris dan beasiswa gratis lainnya yang akan dibuat dalam waktu dekat.

Kaos, Polo, dan Jaket ini kita buat sebagai “Simbol Kebersamaan”, bahwa kita tidak sendiri dalam proses memperbaiki kualitas dan kapasitas diri dalam meraih masa depan yang lebih baik ini. Di tahun 2015, kita pernah buat kaos Sekolah TOEFL dan alhamdulillah ada ratusan siswa yang sudah membelinya.

Nah, kali ini kita sudah perbaiki desainnya dan lebih bervariasi pilihannya. Bisa pesan Kaos, Polo, atau pun Jaket. Saya sendiri tidak sabar mau pesan juga, hee… Maklum, semuanya kita swadaya sendiri, jadi Mentor pun harus bayar juga kalau mau.

Dari penjualan ini, kita akan sisihkan Rp 5000 untuk uang kas Learn for the Future dan Rp 5000 untuk program beasiswa membantu teman-teman yang kurang mampu dalam membiayai tes TOEFL, IELTS, atau IBT. Buat teman-teman yang ingin menyumbang lebih, akan sangat membantu sekali.

Dibawah ini gambar dan keterangan harga Kaos, Polo, dan Jaketnya:

1. Kaos

Harga Rp 85.000. Warna Sesuai Gambar.

2. Polo

Harga Rp 95.000. Warna sesuai gambar. Tulisan Show dikaos akan diperbaiki menjadi shows.

3. Jaket

Harga Rp 160.000. Warna sesuai gambar.

 4. Formulir pemesanan

Silahkan isi formulir dibawah ini dan tunggu SMS dari Staf Learn for the Future dengan total harga yang sudah ditambah dengan ongkos kirim.

Klik “Kirim” atau “Send” setelah formulir diisi. Staf LFTF akan menghubungi anda tentang total harga yang harus dibayar setelah ditambah dengan ongkos kirim.

Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Twitter @01_budi | FB Page: sdsafadg

 

Posted in Beasiswa

Pandailah Melihat dan Menjadi Seperti Yang Mereka Cari

Salah satu pertanyaan yang cukup sering saya terima adalah “Apakah orang dengan pengalaman organisasi yang minim di Kampus mempunyai kesempatan untuk mengejar beasiswa luar negeri? lalu bagaimana solusinya agar dapat memenuhi persyaratan beasiswa terkait pengalaman organisasi?

Diawal ini saya ingin bilang,” Kawan, anda harus pandai melihat apa yang ‘dicari’ oleh kesempatan-kesempatan yang ada diluar sana, lalu harus bisa ‘memiliki dan menjadi seperti apa yang mereka cari’. Ada banyak kesempatan beasiswa dalam berbagai bentuk diluar sana. Tetapi, bila anda tidak memiliki apa yang mereka cari,” You are finished,” singkatnya begitu.

***

Pertama, memiliki pengalaman dan aktif di organisasi sangat penting. Saya mau ambil tiga program yang sedang dibuka sekarang sebagai contoh. Silahkan google saja nama programnya bila anda tertarik untuk melamar.

Program yang pertama adalah TeachCamp 2017 yang diadakan oleh YSEALI. Program ini akan bertempat di Thailand dan semua biaya ditanggung untuk peserta yang terpilih. Kata kunci dari program ini adalah anda harus punya sebuah project atau tantangan/ isu dalam pekerjaannya promoting peace, dialogue, dan an open mind. Di camp ini tujuannya adalah memfasilitasi peserta dengan pengetahuan bagaimana menggunakan teknologi dalam usaha promoting peace, dialogue, dan an open mind ini. Jadi, kalau mau melamar, setidaknya punya pengalaman terkait dengan promoting peace atau semacamnya. Anda bisa saja melamar dan mengisi formulir aplikasi, tetapi tanpa memiliki kata kunci ini dalam diri anda, kecil kemungkinan bisa terpilih. Ingat, kita berbicara bagaimana agar ‘terpilih’, bukan bagaimana agar bisa melamar. Nah, kecuali anda sudah aktif di organisasi terkait dengan promoting pease, dialogue, dan an open mind, agak sulit anda bisa terlihat lebih baik dari pelamar lain nanti. Karena walaupun kita aktif secara pribadi, tetap saja dalam prosesnya kita akan bersinggungan dengan berbagai organisasi terkait, bukan?

Program yang kedua adalah Youth4Dev Academy Bootcamp 2017 yang diadakan oleh YSEALI juga. Program ini bertujuan untuk memberikan semacam training tentang “The Millenium Challenge Corporation’s Sustainable Development Goals (SDGs)” kepada pemuda dari 34 provinsi di Indonesia. Bertempat di Semarang, dan semua dibiayai untuk peserta terpilih. Salah satu kata kunci dari persyaratannya sederhana, yaitu mewakili organisasi atau institusi lokal yang fokus pada permasalahan tentang youth empowerment. Artinya apa? Anda kecil kemungkinan terpilih kalau tidak aktif di organisasi terkait kepemudaan. Lagi, anda bisa melamar dan mengisi formulir aplikasi, tetapi untuk terpilih, sangat kecil kesempatannya.

Program yang ketiga adalah Future Leaders Connect yang diadakan oleh British Council. Program ini bertujuan menghubungkan orang yang dianggap berpotensi menjadi pemimpin masa depan dengan fokus isu pada kebijakan. Peserta terpilih akan datang ke Inggris, bertemu anggota parlemen, diskusi dengan peserta dari berbagai negara, dan semuanya dibiayai. Salah satu pertanyaan dalam formulir aplikasinya adalah beritahu satu kesuksesan yang sudah kamu raih dalam hal terkait kepemimpinan. Dengan melihat pertanyaan ini, sudah jelas sekali terlihat kalau peserta yang dicari adalah yang ‘aktif dalam organisasi’. Sekali lagi, anda bisa saja tetap melamar dan mengisi formulir aplikasi, tetapi mungkin tidak akan terpilih. Saya menekankan kalimat ini, karena anda harus pastikan punya ‘kesempatan’ untuk terpilih saat melamar satu program. Bila sudah pasti tidak terpilih, lebih baik salurkan waktunya pada hal yang lebi bermanfaat.

Ketiga contoh diatas ini hanya sebagian kecil dari berbagai program beasiswa yang ada diluar sana. Ketika saya mengatakan program beasiswa, saya tidak hanya berbicara tentang beasiswa studi S1, S2, dan S3 saja, tetapi juga tentang pertukaran pemuda (Exchange Programs) dan program-program training lainnya yang dibiayai sepenuhnya jika terpilih. Seringkali, di persyaratan untuk mengikuti sebuah program, sudah jelas diberitahu persyaratan-persyaratannya, dan pengalaman organisasi sering sekali ada disana.

Namun demikian, apakah punya pengalaman dan aktif di organisasi saja sudah cukup membuat kita bisa ‘menikmati’ berbagai kesempatan beasiswa yang ada?

Jawabannya: TIDAK.

Anda harus juga memahami poin yang kedua. Apa itu?

Kedua, anda harus pandai melihat ‘isu’ apa yang seringkali menjadi sasaran program-program beasiswa, lalu aktif dan bermainlah didalam isu tersebut. Pilah isu yang memang sesuai dengan passion anda dan latar belakang pendidikan dan keahlian yang anda miliki bisa mendukung anda untuk menjadi ‘unique’ dalam bermain dalam isu yang diminati tersebut.

Silahkan lihat lagi tiga program diatas. Program pertama fokus pada pada promoting peace, yang kedua fokus pada isu kepemudaan, dan yang terakhir pada pembuatan kebijakan. Nah, jika anda aktif di organisasi, tetapi isu yang menjadi fokus organisasi tersebut bukanlah termasuk isu-isu yang sedang hangat dibahas dan menjadi fokus nasional dan global, tetap saja kesempatan yang akan anda dapatkan di masa depan kecil.

Saya pribadi, misalnya. Sejak kuliah, saya sudah mulai memfokuskan diri pada pendidikan, secara spesifik fokus pada mereka yang hidup dalam ‘keterbatasan’. Keterbatasan disini bisa diartikan banyak hal, mulai dari keterbatasan keuangan, fasilitas, akses, informasi, sampai keterbatasan secara fisik. Sekarang, saya sudah menginisiasi Learn for the Future dengan Sekolah Inggris dan Sekolah TOEFL didalamnya. Jadi, setiap kali ada kesempatan beasiswa, saya selalu melihat dipersyaratan ‘orang seperti apa yang mereka cari’. Sebabnya adalah kita tidak mungkin cocok untuk semua kesempatan beasiswa yang ada. Contohnya di program pertama diatas, pengalaman organisasi saya tidak cocok untuk program itu. Oleh sebab itu, saya tidak akan berpikir dua kali untuk tidak melamarnya, karena sudah pasti tidak akan terpilih.

***

Jadi, pengalaman organisasi sangat penting dalam proses membantu kita menikmati kesempatan meraih berbagai jenis beasiswa dan prestasi di masa depan, tetapi kita juga harus bisa memahami isu apa yang menjadi fokus kita dan sesuaikan dengan perkembangan dalam skala nasional dan internasional. Setelah memiliki dua hal ini, anda akan lebih mudah dalam ‘menyaring’ kesempatan beasiswa yang ada: mana yang cocok untuk anda dan mana yang tidak.

Mohon, jangan tanyakan lagi: kalau tidak ada pengalaman organisasi atau sedikit pengalaman organisasi bagaimana kak?.

Kenapa? Karena jawabannya jelas sekali: mulailah mencari organisasi sesuai minat dan aktif didalamnya.

Mohon, jangan lagi sampaikan: tapi saya sibuk kak, tidak punya waktu, bla.. bla.. bla..

Kenapa? Karena jawabannya jelas sekali: semua orang punya waktu yang sama: 24 jam. Semua orang punya masalah dan keterbatasan masing-masing. Bila tidak mampu menyelesaikan masalah dan menembus keterbatasanmu sendiri agar bisa meraih apa yang diinginkan, lupakanlah keinginanmu itu, dan move on ke hal yang bisa anda lakukan lebih baik.

Above all, pengalaman organisasi bisa membangun kualitas dan kapasitas diri kita sebagai manusia.

Di luar sana, orang menunggu manfaat hadirnya kita di dunia ini.

Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Twitter @01_budi | FB Page: sdsafadg

 

 

Posted in Cerita siswa

Perjalanan Menuju Yokohama National University, Jepang

 

Beberapa minggu lalu, salah satu siswa Sekolah Inggris dan Sekolah TOEFL mengirimkan e-mail ke saya dan bercerita tentang pengalamannya selama menjadi siswa dan fase proses meraih beasiswa yang sedang dijalaninya sekarang.

Cerita sederhana dari siswa ini mungkin bisa sedikit memberikan pencerahan dan inspirasi buat teman-teman semua.

Yuk, bersama kita mendesain masa depan yang lebih baik. Percayalah, mendapatkan beasiswa dan bisa melanjutkan studi, terutama ke Luar Negeri, bisa mengubah hidup kita menjadi lebih baik, dari sisi keuangan, status sosial, bahkan apa yang bisa kita raih di masa depan nanti.

Makanya, saya tidak pernah ragu berbagi pengetahuan dan membimbing teman-teman untuk bisa meraih beasiswa melanjutkan studi karena saya sudah merasakannya sendiri: dua kali. Saya ingin teman-teman bisa merasakannya juga.

Yuk, semangat. Let’s break the limits..!!

– – – – – –

Selamat sore, Mas Budi.

Perkenalkan, saya Andri, salah satu siswa Sekolah Inggris dan Sekolah Toefl (SI/ST) yang di inisiasi Mas Budi.

Saya ingin berterima kasih kepada Mas Budi yang selama ini konsisten berbagi ilmu bahasa Inggris maupun Toefl, dan sekaligus meng-encourage saya untuk terus semangat dalam mengejar mimpi, dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Melalui email ini, ijinkan saya, untuk sharing ataupun memberi testimoni tentang program SI/ST, sekaligus pencapaian yang saya peroleh. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman yang lain, sekaligus mengokohkan kembali keyakinan Mas Budi bahwa program ini bermanfaat bagi orang banyak dan approved.hehe.

:::

Saya sudah mengikuti program Sekolah Inggris dan Sekolah Toefl ini sekitar 8 bulan. Selama 8 bulan ini, banyak manfaat yg saya rasakan, antara lain:

  1. Sekolah Inggris memberikan saya bekal skill dasar yang sangat penting bagi para pemula. Saya masih ingat dengan jelas materi pertama SI tentang Subjek + Predikat. Hal yang terlihat simple ini ternyata sangat penting dikemudian hari, terutama ketika Tes Toefl ITP.
  1. QOTD mau tidak mau memaksa saya untuk terus mengulang-ulang materi selama seminggu penuh. Dan karena sifat QOTD yang dicicil ini justru memudahkan saya untuk mengingat dan memahami materinya dibandingkan membaca materi sekaligus banyak.
  1. Temu Online dan pembahasan merupakan hal yang sangat saya nantikan, karena di temu online ini Mas Budi akan menjelaskan jawaban yang benar, dan alasannya dengan bahasa yang simple, sehingga saya bisa tahu kesalahan saya dan memperbaikinya. Tidak hanya sekedar mengejar skor, tp saya ingin benar-benar memahami materi yang sudah dipelajari.
  1. Sekolah Toefl sempat membuat saya keteteran, karena jika dibandingkan dengan Sekolah Inggris, materi di Sekolah Toefl ini bisa dibilang jauh lebih sulit dan bikin saya terus membolak-balik handbook, browsing, dan upaya lain untuk lebih memahami materi Sekolah Toefl. Butuh komitmen yang tinggi untuk menjaga konsistensi dalam belajar materi sekolah Toefl ini. But, No Pain, No Gain. Dan ini terbukti, meskipun sulit, tapi hasil yang diperoleh terbukti memuaskan.
  1. Handbook. Well.. halaman pertama adalah hal yang sangat saya nantikan dari handbook. Halaman Motivasi.hehe. Tidak seperti buku pelajaran atau modul kuliah yang biasanya menakutkan, halaman pertama handbook SI/ST justru dimulai dengan sharing pengalaman Mas Budi atau motivasi yang sangat menginspirasi. Yang paling saya suka adalah penuturannya yang sangat sederhana, tapi mengena. Halaman ini juga lah yang sukses membakar semangat saya, dan membuat saya yakin, bahwa kita semua bisa mencapai mimpi kita.

:::

Ilmu yang saya peroleh di SI/ST membuat saya lebih berani dan percaya diri untuk mengikuti ujian Toefl ITP.  Berkat SI/ST, ketika mengikuti Toefl ITP, saya sudah familiar dengan bentuk soalnya dan lebih mudah menganalisis-nya sehingga saya lebih yakin ketika memilih jawaban, dan tidak lagi sekedar mengandalkan feeling atau memilih jawaban yang sepertinya enak didengar.hehe.

Ketika hasil Toefl ITP keluar, ternyata skor saya 550, tipis sekali dari batas minimal syarat beasiswa, tapi saya sangat bersyukur, karena ini adalah pengalaman pertama saya ikut ITP, dan bisa langsung memperoleh nilai standar.

Dengan berbekal sertifikat ITP ini, saya apply FETA Scholarship, setelah lolos seleksi administrasi, nyatanya saya tidak lolos tes psikotes & bahasa Inggris!

Perih memang, tapi ya saya jadikan pengalaman dan motivasi untuk terus belajar.

Beasiswa kedua yang saya ikuti adalah Joint Japan – World Bank Graduate School Program. Lagi-lagi, saya mendaftar berbekal Toefl itp, ditambah dengan Essay dan Statement Of Purpose. Dua dokumen terakhir tersebut saya buat dengan mengikuti format dan contoh yang sudah dibagikan Mas Budi di website sdsafadg.com.

Alhamdulillah, saya lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti interview, disini saya mengikuti saran Mas Budi untuk sering membaca ulang Essay dan SOP yang sudah dibuat, dan benar saja, materi interview banyak yang berasal dari essay dan SOP yang saya tulis sebelumnya.

Untuk interview ini, saya juga sering simulasi speaking untuk membiasakan berbicara dengan alur cerita yg sistematis dan melatih mental.

Alhamdulillah, saya lulus seleksi interview, dan direkomendasikan oleh institusi tempat saya bekerja u/ melanjutkan studi di Yokohama National University (YNU).

Tapi, perjuangan belum berakhir!

YNU mewajibkan saya u/ menulis Essay dan SOP (lagi), serta melampirkan sertikat toefl iBT. Ya, iBT. Mau tidak mau, akhirnya saya mengikuti tes Toefl iBT.

Awalnya saya pikir tipe soal Toefl iBT sama saja dengan tipe soal Toefl ITP, nyatanya tipikal keduanya jauh berbeda, tidak ada lagi tipe soal grammar dan structural, saya sempat kaget dan mencari informasi dari kawan-kawan yang pernah mengikuti Toefl IBT. Alhasil, saya memperoleh aplikasi simulasi untuk iBT, dan dari situ saya bisa mengetahui jenis soal iBT dan contoh template jawaban yang bisa digunakan pada saat speaking ataupun writing.

Hal ini juga mungkin bisa menjadi sedikit masukan bagi Mas Budi untuk sharing tentang tentang toefl IBT. Sehingga siswa SI/ST bisa memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang Toefl ITP dan IBT.

Pada saat soal speaking dan writing di Toefl IBT, basic skill yang saya peroleh dari SI/ST sangat membantu, terutama dalam structure dan grammar. Dan alhamdulillah, saya mendapatkan skor 90 dari batas minimal 79.

Saya betul-betul merasakan apa yang sering Mas Budi ceritakan, bahwa proses mencari beasiswa itu lebih sulit dibandingkan meraih skor Toefl.

Hingga saat ini pun saya masih menanti hasil seleksi internal di YNU yang masih terus berlanjut.

Memang banyak faktor yang menentukan keberhasilan seperti komitmen pribadi, lingkungan, do’a orang tua, Allah subhanahuwata’ala, usaha, dsb. Namun saya yakin, belajar di SI/ST merupakan salah satu jalan yang menjadikan saya seperti saat ini.

Hal utama yang ingin saya sampaikan melalui email ini adalah ucapan terima kasih saya.

Beribu terima kasih saya sampaikan untuk Mas Budi yang telah bersedia berbagi dan menjadi inspirasi bagi saya, tidak hanya dalam meraih skor toefl, tapi juga dalam menjalani hidup ini.

Akhir kata, terima kasih Mas Budi. Saya do’akan program SI/ST akan semakin sukses, dan diberkahi Allah. Dan Mas Budi mampu mewujudkan mimpi-mimpi Mas Budi.

Good luck, Andri!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Twitter @01_budi | FB Page: sdsafadg

 

 

Posted in Pertanyaan

Dimana Mencari Informasi dan Instansi Penyelenggara tes TOEFL ITP dan IBT?

  • Tanya Budi:

Assalamualaikum pak Budi…..

Terimakasih sebelumnya untuk banyak ilmu yang dibagikan kepada kami. Saya seorang guru di salah satu SMK di Jombang. Pertama, saya tahu tentang pak Budi saya menjadi terinspirasi dan termotivasi untuk bisa melanjutkan sekolah lagi tetapi melalui beasiswa. Oleh karena itu, saya sekarang sedang dan terus berusaha mencari info tentang beasiswa S2. Kendalanya, saya belum memiliki TOEFL Certificate baik TOEFL ITP ataupun TOEFL IBT.

Pertanyaan saya, dimana saya bisa mencari informasi mengenai waktu, dan instansi yang menyelenggarakan TOEFL dan sertifikatnya diakui. Demikian. Atas jawaban yang diberikan saya menyampaikan terimakasih.

Linda Jayanti_Jombang, Jawa Timur_SMK Negeri Kabuh Jombang

  • Jawaban Budi:

Hi Linda. Terima kasih untuk pertanyaannya. Untuk TOEFL ITP, coba tanya lembaga bahasa Inggris di kampus-kampus yang ada didaerahnya. Kampus negeri biasanya lembaga bahasanya menyelenggarakan TOEFL ITP Test. Bisa juga tanya ke lembaga-lembaga kursus bahasa Inggris. Tidak semua instansi menyelenggarakan tes TOEFL ITP, jadi memang harus ditanya instansi mana didaerahnya yang menyelenggarakan TOEFL ITP. Selain itu, biasanya instansi yang menyelenggarakan TOEFL ITP harus memiliki minimal 10 orang yang mendaftar ingin ambil tes. Makanya, ini selalu jadi kesulitan untuk instansi didaerah karena mendapatkan 10 pendaftar biasanya tidak mudah. Terkadang, kita harus bertanya dengan instansi yang menyelenggarakan dan mendaftar tapi si instansi baru mau mengadakan tes saat sudah 10 orang pendaftar. Situasi ini sering membuat anak-anak didaerah agak kesusahan mengikuti tes ITP.

Pastikan saat bertanya, bilang ingin tes TOEFL ITP atau Institutional TOEFL. Sertifikatnya akan sama dan diakui karena pada dasarnya soal tes dari ETS di Amerika. Si instansi hanya penyelenggara saja dan mereka beli soal ke ETS. ETS adalah yang menyiapkan soal-soal untuk tes TOEFL. Di Indonesia mereka punya perpanjangan tangan lagi seperti IIEF, Aminef, dan lain-lain yang bisa memberikan instansi lain di Indonesia izin untuk menyelenggarakan tes TOEFL ITP.

Biaya tes TOEFL ITP sektar 400 – 500-an ribu. Kalau dibawah itu harganya biasanya TOEFL Prediction Test, sekitar 100 – 200-an ribu,

Untuk TOEFL IBT, biasanya hanya ada di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bali, dan lain-lain. Bisa google untuk daftarnya.

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Twitter @01_budi | FB Page: sdsafadg

Posted in Inspirasi

Bukan Tuhan Tidak Membantu..

dsc_3642

Saat memulai studi PhD di Fall semester 2014 bulan Agustus – Desember, saya semangat sekali mempelajari berbagai hal terkait dengan studi, terutama tentang menulis satu research grant (dana penelitian). Ada banyak kesempatan untuk melamar research grant yang tersedia; sama seperti beasiswa. Mulai dari jumlah dananya disekitaran $2000 sampai ratusan ribu dollar. Silahkan kalikan saja dengan 13 ribu kalau ingin tahu jumlahnya dalam bentuk rupiah. Salah satu rencana saya adalah bekerja sama dengan pembimbing akademik untuk menulis satu proposal penelitian lalu mengirimkannya kepada satu yayasan (foundation) atau semacamnya yang sedang membuka kesempatan untuk dana penelitian. Bisa memenangkan satu research grant merupakan nilai tambah tersendiri – kita bisa melaksanakan riset sembari kuliah dan didanai. Di masa depan, pengalaman pernah memenangkan sebuah research grant bisa memperkuat CV yang dimiliki.

Karena sedang semangat sekali, di akhir semester bulan Desember, ada tiga proposal untuk research grant yang saya dan pembimbing akademik selesaikan. Kemudian, tiga proposal ini kami kirimkan ke tiga kesempatan dana penelitian yang sedang buka. Menyelesaikan tiga proposal ini sangat tidak mudah, karena harus membagi waktu dengan perkuliahan dan tugas-tugas akadmeik yang ada. Saat itu, rasanya hanya saya yang berhasil menyelesaikan proposal penelitian sesuai target; soalnya, diawal semester, mahasiswa lain di grup saya juga berencana menulis proposal, tetapi tidak selesai di akhir semester. Saya berikan usaha terbaik waktu itu untuk semua proposal yang dikerjakan. Bimbingan demi bimbingan dengan pembimbing akademik dijalani; revisi demi revisi ditekuni, hingga akhir ketiga proposal itu dikirimkan. Ah… rasanya lega sekali setelah semuanya selesai. Hati berharap ada proposal yang akan sukses di tahun 2015.

Di awal tahun 2015, satu persatu pengumuman dari research grant yang dilamar keluar. Sayangnya, hasil yang diinginkan tidak hadir dalam kenyataan. Ketiga proposal yang saya kirim itu semuanya GAGAL; tidak ada satu pun yang berhasil. Di kamar, saya terdiam beberapa saat. Ingin rasanya banting sana dan sini; meluapkan amarah sekeras-kerasnya! Siang malam saya mengerjakan proposal ini, tapi ternyata hasil yang didapat NIHIL, tak satupun proposal yang lulus mendapatkan dana penelitian. Keesokkan harinya, dengan wajah lesuh, saya menemui pembimbing akademik di kantornya. Ada sedikit rasa malu dengan beliau karena takut dianggap tidak mampu menjadi partner dia dalam menulis proposal dana penelitian. Tetapi, disisi lain, tidak ada lagi yang bisa saya berikan, karena saya sudah benar-benar maksimal dalam menulis proposal tersebut. Professor pembimbing akademik saya, kemudian, menasehati saya kalau memang memenangkan sebuah dana penelitian bukanlah pekerjaan yang mudah; ambil pelajaran dari pengalaman ini, lalu kita coba lagi nanti. Jujur, saya bukan orang yang mudah menerima hasil yang berbeda disaat sudah berusaha maksimal. Butuh waktu beberapa minggu untuk saya bisa melupakan kegagalan dan mulai mencari kesempatan research grant yang lain.

Tahu tidak apa yang terjadi berikutnya?

Di awal tahun 2016, di e-mail saya masuk satu informasi pengumuman kalau Columbia University sedang membuka peluang research grant terkait dengan beasiswa International Fellowships Program yang dilaksanakan dari tahun 2001 – 2013. Deadline waktunya sedang mepet sekali, hanya beberapa minggu lagi dari waktu saya membaca informasi tersebut. Untungnya, topik research grant yang dibuka oleh Columbia Universiity ini sejalan dengan topik tiga proposal yang saya tulis sebelumnya di tahun 2014. Akhirnya, dengan sedikit revisi sesuai dengan yang diminta oleh pihak penyelenggara dan melengkapi semua dokumen yang diminta, saya kirimlah satu proposal dana penelitian yang sebelumnya pernah dikirim dan gagal itu. Saya tidak terlalu berharap bisa mendapatkan research grant itu, karena sudah punya pengalaman gagal sebelumnya; selain itu, research grant ini pasti sangat kompetitif sekali mengingat jumlah dana yang ditawarkan lumayan dan diselenggarakan oleh kampus besar seperti Columbia University.

Ternyata, Tuhan berkehendak lain. Di Bulan Mei 2016, diumumkan kalau saya adalah salah satu pemenang untuk research grant ini! Pemenang yang lain berasal dari Belanda, Vietnam, Mesir, dan Afrika Selatan. Proposal yang memenangkan dana penelitian ini, kemudian, menjadi topik penelitian Disertasi saya yang akhirnya berhasil saya seminarkan di akhir bulan Desember 2016. Rasa syukur dan bahagia tentu saja terluap tanpa henti saat itu. Namun, ada satu pesan yang ingin sampaikan pada teman-teman semua.

Seandainya, saat Fall semester 2014 lalu saya tidak sungguh-sungguh mengerjakan proposal dana penelitian itu, mungkin saya tidak akan bisa melamar research grant yang dibuka oleh Columbia Unversity di awal tahun 2016. Jika tidak bisa mengirim proposal, berarti saya mungkin harus mencari topik penelitian lain untuk Disertasi dan belum tentu bisa melakukan seminar proposal disertasi di bulan Desember 2016, karena menulis proposal disertasi bukanlah hal yang mudah. Jika semua ini yang terjadi, saya mungkin akan sangat-sangat kesulitan untuk menyelesaikan studi PhD saya di Spring semester di tahun 2017 ini.

Lihatlah, begitu banyak yang bisa menjadi “tidak jadi” andai saja di Fall semester itu saya tidak bersungguh-sungguh menyelesaikan proposal dana penelitian yang sedang dikerjakan. Kegagalan yang dirasakan setelahnya memang sangat pahit sekali; namun, rasa keberhasilan yang didapatkan setelah kegagalan itu ketika saya terus berusaha kembali sangat-sangat manis sekali, hingga bisa memudahkan penulisan Disertasi saya.

Kawan, Tuhan pada dasarnya sudah menyiapkan berbagai situasi dalam hidup kita untuk dipilih, dan dijalani dengan sungguh-sungguh sesuai dengan impian yang kita miliki. Bukan Dia tidak pernah membantu membimbing jalan hidup kita, tetapi mungkin kita tidak cukup bersungguh-sungguh dalam menjalani setiap situasi yang diberikannya, sehingga hasil yang didapatkan berikutnya adalah akibat dari “ketidaksungguhan” kita ini; seperti situasi yang akan terjadi ketika saya tidak sungguh-sungguh mengerjakan proposal penelitian di 2014 waktu itu.

Dalam dunia ini, tidak ada satu kebetulan. Setiap situasi yang kita hadapi, menuntut kita untuk memilih, apakah akan bersungguh-sungguh menjalaninya atau tidak. Kegagalan dan keputusasaan mungkin hal yang akan kita dapatkan walaupun sudah berusaha semaksimal mungkin. Tetapi, ingatlah, untuk terus keep going! Kesungguhan dan usaha maksimal yang sudah kita berikan akan mengantarkan kita pada satu fase keberhasilan di masa depan. Kita tidak pernah tahu kapan akan datang manfaatnya; namun, percayalah, kita bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu pun akan ada hasil positif yang tetap akan kita dapatkan, walau hanya sekedar dalam bentuk pelajaran dan pengalaman tentang kegagalan, tetapi tetap tidak semua orang melalui fase ini, bukan?

Yuk, kita sibukkan diri kita dengan mengejar prestasi dan mendesain masa depan yang lebih baik. Bersungguh menjalani setiap situasi yang diberikan Tuhan pada kita, karena, lagi, tidak ada kebetulan dalam hidup ini. Salah merespon satu situasi, dampaknya akan terus berkepanjangan di masa beritkutnya dalam hidup kita.

Saya juga percaya, ada tujuan kenapa Tuhan membuat anda membaca tulisan saya ini. Mungkin Dia ingin anda merefleksikan situasi ini dalam hidup anda, dan memperbaikinya untuk di masa depan nanti.

Let’s keep going and break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Twitter @01_budi | FB Page: sdsafadg | Line: @zux2328h