Sebuah Pertemuan, (bukan) Sebuah Kebetulan..

Rintik hujan turun di Phily kota cinta malam ini, jumlahnya seperti rentetan pengetahuan yang terus dijejali ke otak ini sejak kemarin. Pikiran saya juga masih bertanya-tanya, kenapa saya dipertemukan dengan orang ini dan orang itu beberapa hari ini, mencoba mencari titik temu dalam penyusunan puzzle hidup saya yang belum selesai.

Pertemuan dengan seseorang bisa menjadi awal dari kelanjutan episode dalam petualangan hidup kita. Ada orang yang memang ingin kita temui, dan ada orang yang awalnya kita tidak tahu, tiba-tiba dipertemukan saja. Selalu ada tujuan kenapa Tuhan mengizinkan peristiwa itu terjadi; sebuah pertemuan, (bukan) sebuah kebetulan.

Sewaktu masih studi di Manchester, saya pernah membaca sebuah artikel tentang “Six Degrees of Separation”. Intinya, kalau kita punya mimpi ingin bertemu dengan seseorang, jarak antara kita dengan orang tersebut hanya dipisahkan oleh enam orang saja. Bisa juga dikatakan, bila kita punya sebuah mimpi, jarak antara kita dan mimpi tersebut adalah enam orang saja. Hanya, siapa ke-enam orang itu kita tidak pernah tahu kalau tidak pernah mencari tahu.

Setiap kali bertemu dengan seseorang, baik secara fisik atau di dunia maya, saya selalu bertanya kenapa saya dipertemukan dengan dia, apalagi jika orang tersebut tampak mudah sekali dekat dengan saya dan diskusi panjang. Biasanya, saya akan gali latar belakang orang tersebut, lalu mencari tahu apa yang ada dalam dirinya atau apa yang sudah dilakukannya yang berkaitan dengan latar belakang dan tujuan hidup saya. Dapat saja nanti titik temunya.

Skenario Tuhan itu lebih sempurna dari skenario film pemenang Piala Oscar. Dia tahu apa yang selalu kita pikirkan dan apa yang ingin kita raih. Hanya, kita perlu lebih cerdas memahami skenario hidup yang sudah dibuat-Nya untuk kita. Saya pernah bertemu orang yang langganan juara lomba menulis; akhirnya, dia jadi tempat saya belajar menulis karena memang sebelumnya saya ingin sekali belajar menulis. Saya pernah dipertemukan dengan seorang yang pandai berbicara. Ternyata, dia menjadi sumber belajar saya selanjutnya.

Kita tidak bisa cocok dengan semua orang, dan itu bisa dirasakan diawal pertemuan. Tetapi, yang lebih penting adalah mencari tahu apa kira-kira yang Tuhan hendak saya ambil pelajaran dari pertemuan dengan orang ini; apa yang manfaatnya dalam melanjutkan episode petualangan dalam hidup saya? Dilain kondisi, orang tersebut bisa juga menjadi sebuah ujian hidup.

Bila malam dan siang sudah diatur, begitu juga dengan sebuah pertemuan. Manfaatkan sebuah pertemuan dengan seseorang sebagai jembatan dalam melanjutkan episode hidup kita yang lebih baik.                                                                                                                   – – – – Budi Waluyo

 

If you always put limit on everything you do, physical or anything else. It will spread into your work and into your life. There are no limits. There are only plateaus, and you must not stay there, you must go beyond them.

Advertisements