Jaga Mimpi Masa Kecilmu Dulu

Saat kecil dulu ada seseorang yang memberitahu saya bahwa tanggal ultah saya sama dengan tanggal hari kemerdekaan Amerika Serikat. Seketika, pikiran saya langsung membayangkan asiknya merayakan ultah di Amerika berbarengan dengan orang-orang Amerika yang tengah merayakan hari kemerdekaannya. Tanpa sadar, bayangan itu menjelma menjadi sebuah mimpi yang harus diraih.

Di tahun 2010, ada pengumuman bahwa saya dinyatakan sebagai salah satu penerima beasiswa S2 IFP Ford Foundation, USA, pikiran saya langsung “harus lanjut studi ke Amerika!”. Tetapi, setelah mempelajari jurusan yang mau diambil di kampus-kampus luar negeri, saya malah putar haluan ke Inggris. Akhirnya, saya menempuh S2 di University of Manchester, Inggris.

Namun, sungguh, tidak mudah melupakan mimpi yang sudah dibangun sejak kecil. Sembari, menjalani studi S2, saya menyiapkan research proposal untuk melamar beasiswa S3 setelah lulus nanti. Targetnya beasiswa Fulbright dengan tujuan studi ke Amerika. Alhamdulillah, beasiswa S3 ini pun saya dapatkan dan sekarang tengah studi di Lehigh University, USA.

Saya ingin bilang, jangan lupakan apa yang pernah anda impikan di masa kecil dahulu. Mimpi itu mungkin satu hal yang pernah anda buat tanpa pikiran mustahil akan tercapai, karena waktu itu anda masih anak-anak dan belum mengenal kata mustahil. Kalau sekarang, setiap mimpi yang anda buat tidak akan mudah terbentuk, karena sudah banyak pertimbangan yang dilakukan, biasanya akan berakhir pada kata ‘mustahil’ untuk dicapai.

Andai semua hal yang terjadi di dunia ini mengikuti hukum logika manusia, saya rasa hidup tidak akan terasa menarik lagi. Karena banyak hal yang terjadi di luar logika manusia, kita jadi punya harapan dan semangat untuk mewujudkan sebuah masa depan sesuai keinginan.

Dream on, Friends..!! Then, fight for that..!!

Let’s break the limits..!!
– – – – Budi Waluyo