Tiga Pilihan

Misal, ada 3 orang yang diberikan uang dengan jumlah yang sama: 20 ribu rupiah. Orang pertama memutuskan untuk memasukkan uang itu kedalam tabungannya. Dia ingin punya uang yang banyak, maka menurutnya menabung adalah kuncinya. Orang kedua memilih pergi ke tempat makan dan menghabiskan uang yang didapat. Menurutnya, hidup itu harus dinikmati; mumpung sedang ada uang, gunakan untuk menyenangkan diri sendiri. Perkara besok bagaimana, nantilah berfikirnya. Orang yang ketiga membagi uang yang didapat menjadi dua lembar 10 ribu. Satu lembar 10 ribu dia berikan pada seorang pengemis yang terlihat kelaparan. Satu lembar lagi dia gunakan untuk membeli makanan.

Apa yang dilakukan ketiga orang ini hanya gambaran kecil tentang bagaimana respon orang-orang ketika mendapatkan sesuatu, baik itu uang atau pun sebuah prestasi.

Orang pertama adalah gambaran untuk menyimpan apa yang didapat untuk dirinya sendiri, kemudian kembali bekerja untuk mendapatkan sesuatu yang baru lagi. Orang kedua adalah gambaran untuk menikmati apa yang didapat untuk diri sendiri; toh, ini didapat dengan usahanya sendiri. Bagaimana nanti ya dipikirkan nanti. Apa yang dilakukan orang pertama dan kedua ini ada satu kesamaan, yaitu berhenti pada dirinya sendiri.

Orang yang ketiga adalah contoh seseorang yang ketika mendapatkan sesuatu langsung berpikir bagaimana agar yang didapat ini bisa dibagi ke orang lain. Jadi, yang menikmati apa yang didapatnya menjadi dua orang; dia dan si pengemis yang sedang kelaparan.

Nah, ibaratkan anda mendapatkan sebuah beasiswa ke luar negeri, entah untuk sebuah degree atau pun exhange, atau sebuah prestasi berhasil memenangkan sebuah kompetisi. Pertanyaan saya, apa yang akan anda lakukan setelahnya?

Anda akan menjadi orang pertama yang setelah berhasil, simpan untuk diri sendiri, tidak mau membagi ke orang lain karena mungkin takut tersaingi. Kemudian, lanjut berusaha keras untuk mendapatkan prestasi yang lainnya.

Atau anda akan menjadi orang kedua, menikmati semuanya sendiri, pamer foto-foto di tempat-tempat kebanyakkan orang bermimpi ingin kesana, dan semacamnya.

Atau menjadi orang ketiga, langsung berpikir bagaimana agar yang saya dapatkan ini bisa ditularkan ke orang lain; bagaimana agar bisa membantu orang lain meraih apa yang sudah saya raih sekarang; bagaimana agar pengalaman yang saya dapat ini bisa menjadi pelajaran untuk orang lain, dan seterusnya.

Tidak ada pilihan yang salah diantara ketiga pilihan itu.  Hanya, kalau kita melihat orang-orang yang namanya masih hidup dan diingat hingga sekarang, tidak ada satu pun yang menyimpan apa yang didapat untuk dirinya sendiri; mereka selalu membaginya dengan orang lain.

Nikmat itu baru terasa nikmat ketika dibagi, bukan dengan menyimpannya untuk diri sendiri.

Yuk, mulai menebar manfaat. Kita tidak pernah tahu kebaikan yang mana yang akan menolong kita disaat kesulitan.
– – – – Budi Waluyo

Strive not to be a success, but rather to be of value”. —- Albert Einstein

Advertisements