Waktu dan Kamu yang Membuat Perbedaan

Malam ini, hampir jam 1 pagi baru sampai di apartemen. Baru pulang diskusi alot dengan teman dari Afghanistan, Hongkong, dan Turki di perpustakaan. Andai tidak terhalang jadwal bus terakhir, mungkin saya akan stay sampai pagi karena diskusi belum selesai. Di minggu-minggu akhir semester perpustakaan buka 24 jam, dan memang ramai walaupun sudah larut malam. Perpus juga menyediakan kopi dan kue gratis. Ada yang sampai memutuskan tidur di perpus.

Sebelum pulang, saya lihat teman-teman masih sibuk dengan tugasnya masing-masing. Sekitar jam 2 atau 3 pagi nanti mereka akan pulang. Saya bukan fans perpus; lebih suka belajar di dalam kamar. Ke perpus cuma ketika ada diskusi atau menggangu teman yang sedang serius belajar, hee.. Tapi tetap stay sampai pagi juga belajarnya meskipun di kamar sendiri.

Banyak yang bertanya, bagaimana saya membagi waktu belajar, organisasi, nulis buku, sampai menangani Sekolah TOEFL? Saya bukan tipe orang yang well-organized. Jadi, semuanya saya lakukan by chance. Terkadang setiap rencana terlaksana; terkadang tidak. Hanya, untuk sesuatu yang diprioritaskan selalu terlaksana.

Masalahnya sebenarnya bukan diwaktu, tapi dikamu; benar-benar memprioritaskan atau tidak. Kalau berani bermimpi, harus berani pula membayarnya dengan usaha dan ketekunan. Tanggung jawab dengan apa yang diimpikan. Soal waktu, semua orang dapat jatah yang sama, 24 jam.

Dulu setiap setelah shalat subuh saya suka mendengarkan ceramah Aa’ Gym di Radio. Ada kata-katanya yang selalu saya ingat sampai sekarang. Dia bilang,” Kita semua punya waktu yang sama dalam sehari, 24 jam. Dalam waktu 24 jam ini, ada yang bisa mengurusi negara, mengurusi perusahaan, mengurusi sekolahan, dan lain-lain. Tapi, ada yang dalam waktu 24 jam ini mengurusi dirinya sendiri saja tidak bisa”.

Kawan..

Percayalah, mentari itu akan terbit lagi esok hari, lalu akan kembali terbenam, sama seperti hari ini. Apa yang kamu kerjakan itu yang akan membuat perbedaan.

– – – – Budi Waluyo

“Everyone has inside them a piece of good news. The good news is you don’t know how great you can be! How much you can love! What you can accomplish! And what your potential is.”
—- Anne Frank