Memilih Episode dalam Hidup..

Mau dipikir bagaimanapun, hidup ini akan tetap ada episode dimana diri menghadapi situasi yang sulit, susah, atau pun berat. Sebuah fase yang nanti mengantarkan kita pada episode lain dimana diri bisa tersenyum bahagia, sebelum kemudian episode kembali berganti menghadapi kesulitan.

Kalau memang menghadapi kesulitan adalah sebuah keniscayaan, sama seperti halnya dengan kebahagiaan, hilangkan pikiran kalau hidup ini akan berjalan dengan mudah sampai nafas terakhir berhembus. Hanya, kita sebenarnya bisa memilih kesulitan seperti apa yang ingin dilewati dan kebahagiaan seperti apa yang ingin diraih.

Ada yang bilang,”Those who achieve more suffer more..!!”. Kalimat ini seakan ingin menjelaskan bahwa mereka yang meraih hal-hal lebih dari kebanyakkan orang pada dasarnya menderita lebih banyak dari kebanyakkan orang juga. Ini tidak bisa dihindari, karena semakin besar sebuah mimpi, semakin besar pula tantangan yang harus dihadapi.

Menderita disini dipahami sebagai bagian dari pengorbanan yang harus dilakukan demi tetap fokus meraih apa yang diimpikan. Albert Einstein mengorbankan mata kuliah lain selain yang berhubungan dengan ilmu eksak. Nilai di bidang lain sangat rendah, sedangkan di bidang ilmu eksak sangat tinggi. Setelah lulus kuliah, dia sulit mencari kerja karena skil dan pengetahuan yang dimilikinya hanya yang berhubungan dengan ilmu eksak, padahal bidang pekerjaan banyak yang menuntut skil dan pengetahuan tambahan pendukung. Dia jalani hidup setelah lulus kuliah menjadi guru les privat.

“Penderitaan” yang dilaluinya demi hanya fokus pada bidang ilmu eksak akhirnya terbayarkan ketika sebuah artikel yang ditulisnya dikoran menarik minat para ilmuwan. Titik perubahan ini tentu saja terjadi dalam proses yang memakan waktu dan membutuhkan ketekunan dan fokus.

Ingat, kita tidak mungkin hebat disemua hal atau menguasai segala sesuatu di level terbaik. Ada saatnya kita harus ikhlas bodoh di satu hal atau biasa saja di hal yang lain. Seperti Einstein, waktunya banyak terkuras dengan mempelajari ilmu eksak, tidak mungkin dia masih punya waktu untuk belajar ilmu lainnya. Waktu yang kita miliki sama, 24 jam dalam sehari. Mau tidak mau harus fokus dan merelakan hal yang lain, dengan konsekuensi itu mungkin menjadi kekurangan yang membawa kesulitan dalam hidup kita nanti.

Selalu ingat, we can’t have everything. That’s for sure. However, we can go for something that can bring us everything. Pilih mimpi seperti apa yang ingin dinikmati nanti sebagai bagian dari episode bahagia kita. Tetapi, mimpi ini juga akan menentukan seberapa berat episode kesulitan yang akan kita lewati. Inilah hidup, walaupun saat meninggal nanti kita masih juga akan dihadapkan pada episode kesulitan dan kemudahan.

Have a good one!
– – – – Budi Waluyo

 

 

Knowing trees, I understand the meaning of patience. Knowing grass, I can appreciate persistence”.

                                   —- Hal Borland