Cerita Hidup yang Tersembunyi..

Awalnya, melihat mereka bercanda dan tertawa cekikikan, dan melihat penampilan mereka, langsung mengira hidup mereka enak dan berasal dari keluarga kaya. Biaya kuliah di Kampus ini memang terkenal mahal; kendaraan mahasiswa S1-nya lebih keren dan mahal dari yang digunakan dosen.

Tapi, setelah mendengar cerita pribadi mereka satu persatu, saya jadi malu; betapa sulitnya hidup yang telah mereka jalani. Tidak sanggup saya menceritakannya.

Saya bilang ke diri sendiri, jangan lagi menilai orang dari penampilan dan perilaku mereka. Kita tidak pernah tahu cerita hidup yang mereka sembunyikan dibalik itu.

Setiap orang memiliki cerita hidup yang harus mereka jalani; perjuangan yang harus mereka lewati.

Sebuah prestasi biasanya bisa terukir setelah berhasil melewati fase-fase tertentu dalam menjalani cerita perjuangan hidup yang diberikan Tuhan.

Saya jadi ingat ketika mengumumkan hasil TOEFL Prediction TEST 3 di Sekolah TOEFL beberapa hari lalu.  Saya buat daftar siswa tersendiri yang berhasil mendapatkan skor dari 550 ke atas.

Tidak sedikit yang komentar: wah, hebat sekali mereka ini. Makan apa ya? Bagaimana belajarnya ya? Otaknya pasti cerdas, dan lain sebagainya.

Saya jadi penasaran, adakah yang berpikir tentang perjuangan seperti apa yang mereka sudah jalani agar bisa meraih skor yang tinggi seperti sekarang ini? Masalah seperti apa yang sudah mereka hadapi hingga membuat mereka tidak menyerah dan terus belajar siang dan malam?

Coba, sekarang kita balik. Ketika melihat seseorang yang berhasil meraih sesuatu, lihat dan pelajari tentang perjuangan seperti apa yang mereka sudah jalani. Biasanya, kita akan temukan cerita yang bertabur keringat dan air mata, karena mereka juga manusia, kawan.. sama seperti kita.

Ada alasan kenapa Tuhan menempatkan kita pada situasi yang sulit, dalam permasalahan yang tak kunjung selesai. Ada yang selalu kesulitan dalam hal keuangan; ada yang kesulitan belajar bahasa Inggris; ada yang kesulitan mencari pekerjaan; ada yang kesulitan dalam hidup berkeluarga, dan lain-lain.

Biasanya, karena Dia ingin kita fokus meningkatkan potensi diri di area itu, jadi kalau sudah berhasil, di masa depan tidak akan menghadapi masalah itu lagi.. ganti dengan permasalahan yang baru, ganti dengan ‘pertarungan’ hidup yang baru. Memang tidak mudah, tapi bukankah ini artinya setiap orang punya ‘pertarungan hidup’ masing-masing yang harus diselesaikan?

Yuk, semangat! Hidup hanya sekali dan sebentar. Mari menikmati perjuangan mendesainnya menjadi lebih baik.

– – – – Budi Waluyo