Posted in Beasiswa, Studi di Amerika

Prosedur Mendapatkan LOA dari Universitas Luar Negeri

Office Lens_20150426_080959
Lehigh University, PA, USA.

Tidak sedikit yang masih bingung tentang Letter of Acceptance (LOA) dan prosedur untuk mendapatkannya. Ditambah lagi, beasiswa dari pemerintah Indonesia, seperti beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), beasiswa Presiden, dan beasiswa Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) mensyaratkan LOA sebagai salah satu persyaratan untuk melamar beasiswa. Semakin banyaklah yang bertanya-bertanya tentang LOA dan bagaimana cara mendapatkannya; dosen yang mengajar di perguruan tinggi saja terkadang masih tidak terlalu paham apalagi mereka yang baru lulus Sarjana dan berniat melamar beasiswa S2 luar negeri, pasti lebih bingung lagi.

Sebenarnya kalau boleh memberikan saran, saya akan menganjurkan lebih baik teman-teman melamar beasiswa sponsor luar negeri, seperti beasiswa Fulbright, Prestasi, New Zealand, dan lain-lain, yang tidak mensyaratkan LOA di depan saat melamar beasiswa. Alasannya sederhana: mendapatkan LOA tidak mudah, ada beberapa proses yang harus dilewati, dan memakan biaya. Kalau beasiswa sponsor luar negeri, pihak beasiswa yang akan membantu proses pendaftaran ke universitas di luar negeri, biaya mereka yang tanggung, plus melamar ke universitas luar negeri dengan label menggunakan nama beasiswa tertentu lebih besar kemungkinan diterima ketimbang melamar sendiri.

Beasiswa S2 dan S3 yang saya dapatkan berasal dari sponsor luar negeri, karena memang jauh sebelum melamar beasiswa saya sudah bilang ‘tidak’ untuk beasiswa yang minta LOA di muka. Beasiswa yang meminta LOA di muka artinya mereka mau terima beres, tidak mau berpusing ria membantu mendapatkan kampus di luar, bila seseorang sudah diterima sepenuhnya di satu kampus, berarti si pihak beasiswa cuma tinggal mengeluarkan uang saja untuk biaya kuliah, biaya hidup, dan tiket pesawat. Sayangnya, kebanyakan beasiswa pemerintah Indonesia masih tipe yang seperti ini sehingga banyak orang Indonesia yang berniat melamar beasiswa lanjut studi ke luar negeri tapi mentok di LOA.

Di tulisan ini, saya akan bahas secara spesifik  prosedur mendapatkan LOA dari kampus di luar negeri. Sebagai contoh, saya ambil dua negara: Inggris dan Amerika dan dua kampus tempat saya studi: University of Manchester dan Lehigh University. Inggris mengawakili negara-negara di Eropa dan Australia yang biasanya meminta IELTS dan Amerika yang meminta TOEFL IBT, sedangkan negara lain umumnya menggunakan salah satu dari tes Internasional ini. Saya akan jelaskan menggunakan poin-poin agar lebih mudah dipahami.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa ingin mendapatkan LOA berarti harus melamar ke Universitas di luar negeri. Untuk jenjang S2 dan S3 di luar negeri, umumnya tidak ada tes tertulis yang dilakukan seperti SNMPTN, apalagi dilakukan serentak. Kalaupun ada tes tertulis, hanya untuk jurusan dan kampus tertentu saja. Cara mengetahuinya nanti dijelaskan di poin prosedur mendapatkan LOA. Kemudian, pastikan sudah mengetahui kampus mana dan jurusan apa yang ingin dilamar.

1. Buka website universitas yang dituju, lalu cari bagian yang menyediakan informasi tentang jurusan. Pilih jurusan yang diminati. Masing-masing universitas menggunakan nama sesi yang berbeda di websitenya. Biasanya, bisa ditemukan di bagian study, department, dan degree.

Contoh:

  • Di University of Manchester:  Klik study, muncul pilihan jenis study. S2 biasanya masuk ke Taught Master. Klik Taught Master. Ada course finder, bisa ketik nama jurusan yang dituju. Bila nama jurusan belum pasti, klik pilihan A-Z list courses. Terkadang nama jurusan antara satu universitas dengan universitas yang lain bisa berbeda sedikit walaupun esensinya sama.

Presentation1

  •  Di Lehigh University: Klik Academics. Lihat bagian Department. Setelah muncul nama-nama jurusan, klik nama jurusan yang dituju.

a5

2. Setelah nama jurusan yang diminati di klik, akan muncul berbagai informasi meliputi daftar mata kuliah, nama pengajar, jenis tugas, lama studi, sampai persyaratan melamar ke jurusan ini.

  • Contoh di University of Manchester bila di klik jurusan TESOL:

b3

  • Contoh di Lehigh University bila di klik jurusan Comparative and International Education:

c2

3. Fokus pada pencarian persyaratan untuk melamar, waktu pembukaan lamaran, dan proses seleksi. Informasi ini tersedia di halaman jurusan yang sedang dibuka. Di bagian persyaratan, akan ditemukan skor TOEFL IBT, IELTS, atau GRE berapa minimal yang harus dipenuhi oleh calon mahasiswa, berapa banyak surat rekomendasi yang harus dikirimkan, dan lain sebagainya. Di Bagian waktu pendaftaran, cermati kapan pendaftaran mahasiswa baru dibuka dan ditutup. Di bagian proses seleksi, akan ditemukan apakah akan ada wawancara antara kampus dengan calon mahasiswa, ada tes lagi atau tidak, dan seterusnya.

  • Di University of Manchester, ada dibagian: application and selection di klik, muncul how to apply klik, pilih apply now, lalu muncullah apa saja persyaratan yang diminta.
  •  Di Lehigh University, klik degrees, plih MA in comparative and international education misal, di overview paling bawah dijelaskan apa saja persyaratan yang diminta.

4. Di setiap website universitas umunya ada sesi berlabel “Admission”, artinya semua hal tentang melamar ke universitas tersedia disini. Bila tidak menemukan informasi tentang persyaratan dan waktu pendaftaran di bagian jurusan, bisa cek dibagian admission. Waktu pembukaan lamaran dan jadwal mulai kuliah bisa tersedia di bagian admission. Jika masih tidak juga menemukan informasi yang diinginkan, lihat contact e-mail dihalaman jurusan yang diminati dan kirim e-mail tentang permintaan informasi yang diinginkan, biasanya dibalas.

5. Langkah terakhir, lengkapi persyaratan yang diminta. Ikuti prosedur yang dijelaskan di website. Ada universitas yang meminta calon mahasiswa mengirimkan aplikasi dengan pos dan ada yang cukup upload online. Sebagian kampus menerapkan biaya pendaftaran dan yang lainnya tidak. Semuanya dijelaskan rinci di website. Bila tidak ditemukan, kirimkan e-mail.

Itulah prosedur mendapatkan LOA dari universitas di luar negeri. Langkah-langkah ini bisa juga dilakukan dalam rangka memahami universitas dan jurusan yang diminati. Misalnya, sudah tahu mau ambil jurusan apa, tetapi masih bingung kampus mana yang cocok, ingin melihat apa saja persyaratan untuk melamar, berapa skor TOEFL IBT dan IELTS yang diminta, dan seterusnya. Prosedur ini singkat namun tidak bisa dipahami dan diselesaikan sekali duduk. Perlu kesabaran mempelajari persyaratan yang diminta, melengkapinya, sampai mengirimkan aplikasi ke universitas. Jika bingung, gampang, langsung  kirimkan langsung e-mail ke contact person jurusan yang diminati. Banyak yang terjadi malah bertanya pada orang Indonesia yang kuliah di universitas lain, biasanya jadi tambah bingung.

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: sdsafadg I Twitter @01_budi | Instagram: sdsafadg

Advertisements
Posted in Beasiswa

Merayu Tuhan

038
Bersama seorang teman dari Arab Saudi

Beberapa deadline beasiswa studi ke luar negeri sudah lewat. Ada juga program pertukaran pemuda atau pelajar dan lain-lain. Ada satu hal yang pasti akan tertinggal di pikiran setiap kali selesai mengirimkan aplikasi ke setiap program beasiswa, pertukaran pelajar, lomba, dan lain sebagainya. Lebih tepatnya satu pertanyaan, yaitu bagaimana hasilnya nanti ya? Rasa kekhawatiran setelah mengirimkan aplikasi bisa membuat diri lebih menderita daripada saat mempersiapkan aplikasi itu sendiri. Berbagai kemungkinan muncul saja tiba-tiba di pikiran, misalnya bagaimana kalau saya tidak dapat ya? Berarti saya akan malu sekali dengan teman yang sudah diberitahu, dan lain sebagainya, hanya membuat kekhawatiran bertambah.

Saya ingin berbagi cerita tentang bagaimana dulu mengatasi rasa kekhawatiran atau mungkin juga kepanikkan selama menunggu pengumuman hasil beasiswa S2 dan S3 yang sedang dilamar. Cara yang saya lakukan ini mungkin bisa diterapkan teman-teman yang sedang menanti sebuah hasil, baik beasiswa studi ke luar negeri maupun hal lainnya. Cerita ini akan berkaitan dengan agama, dan karena saya seorang Muslim, kebanyakan akan bersinggungan dengan ibadah dalam agama Islam. Bila teman-teman beragama lain, bisa coba cari cara yang sama di dalam agama yang dianut.

Seleksi beasiswa studi ke luar negeri bisa memakan waktu satu tahun dengan melibatkan berbagai tahap seleksi, misal setelah lulus tahap administrasi, masuk tahap tes TOEFL, wawancara, dan seterusnya. Pendeknya, jika melamar beasiswa tahun ini kemudian lulus, waktu berangkat ke luar negeri untuk kuliah adalah tahun depan. Melewati setiap proses ini serta menanti hasilnya sangatlah melelahkan dan memakan waktu yang panjang. Kalau tidak pandai mengalihkan perhatian ke hal yang lain, bisa tidak fokus dengan semua yang dikerjakan selama masa penantian hasil ini.

Hal yang sama juga terjadi pada saya dahulu. Sebaiknya, daripada menghabiskan waktu dengan kekhawatiran, lebih baik maksimalkan dengan ibadah dan melakukan kebaikan. Saya bilang ini cara kita merayu Tuhan agar memberikan hasil seperti yang diharapkan. Biar kita bukan termasuk kategori orang yang alim, tapi usahakan semaksimal mungkin pandai melihat celah waktu-waktu dimana do’a diijabah oleh Tuhan. Sebagai contoh, berikut ini hal-hal yang saya lakukan dahulu.

1. Shalat Hajat

Setelah mengirimkan aplikasi beasiswa S2, saya bingung apa yang mau dilakukan setelahnya. Kalau hanya menunggu saja rasanya kurang pas. Saya ingin melakukan sesuatu yang bisa tetap membantu kemudahan dalam proses ini. Suatu hari saya membaca satu informasi tentang manfaat shalat Hajat yang dilakukan selama seminggu berturut-turut. Saya bukan orang yang alim, hafalan ayat pendek saya juga tidak terlalu banyak. Tapi, karena ini berkaitan dengan impian yang ingin diraih, tidak saya abaikan. Saat itu, bukan cuma seminggu berturut-turut yang saya lakukan, dari mulai selepas membaca informasi tersebut sampai diumumkan sebagai salah satu penerima beasiswa S2 studi ke luar negeri itu, yang kemudian mengantarkan saya studi di University of Manchester, Inggris.

Ini cara pelaksanaan shalatnya.

  1. Shalat hajatnya sebanyak 8 rakaa’at dengan setiap 2 raka’at salam.
  2. Di rakaa’t pertama, surat pendek setelah Alfatiha baca ayat kursi dan di raka’at kedua baca surat Al-Ikhlas (lebih baik diulang tiga kali baca surat AL-Ikhlasnya).
  3. Setiap kali bersujud, lakukan beberapa menit seraya berdo’a dalam hati dengan sungguh-sungguh bisa sampai menangis minta pada Tuhan. Do’a yang diminta bisa sama disetiap sujud, diulang dan terus tunjukkan kesungguhan diri atas apa yang diminta.
  4. Setelah membaca Tahyat akhir, berdo’a dalam hati tentang apa yang diinginkan.
  5. Usahakan fokus dengan apa yang diminta. Do’a yang dipanjatkan bisa sama, diulang-ulang.
  6. Setelah lengkap 8 raka’at, angkat tangan tinggi-tinggi, minta pada-Nya, tunjukkan kesungguhan diri, utarakan semua kekhawatiran yang dimiliki, akui kelemahan dan kesalahan yang pernah dilakukan.
  7. Kemudian lakukan 3 rakaa’t shalat witir. Lakukan juga do’a seperti sebelumnya.
  8. Setelah shalat, luangkan waktu beberapa menit zikir sambil membayangkan tentang hal yang diinginkan dan akui kelemahan diri yang tidak bisa berbuat apa-apa selain meminta pada-Nya.

2. Maksimalkan waktu-waktu dimana do’a diijabah

Dari berbagai ceramah, selalu dijelaskan kalau ada waktu-waktu dimana do’a lebih besar kemungkinan diijabah oleh Tuhan. Ini juga hal yang saya lakukan waktu itu, bahkan saya buat daftarnya.

  1. Waktu diantara Iqamah dan Adzan. Bagi laki-laki, usahakan shalat jama’ah ke Masjid dan tunaikan shalat sunnah sebelum shalat wajib. Waktu setelah menunaikan shalat sunnah merupakan waktu diijabahnya do’a. Usahakan tidak ada yang lewat dalam shalat lima waktu itu. Memang akan terasa sulit karena ada kesibukkan lain tapi usahakanlah semaksimal mungkin mengejar waktu ini.
  2. Shalat sunnah 2 raka’at sebelum subuh. Lawanlah sejenak rasa kantuk, pergi ke Masjid di waktu subuh dan usahakan menunaikan 2 raka’at sebelum shalat subuh.
  3. Di antara Khutbah pertama dan kedua di shalat Jum’at. Bagi laki-laki, ketika Khatib selesai menyampaikan Khutbah pertama di shalat Jum’at dan duduk, itu waktu yang bagus untuk berdo’a.
  4. Setelah khatam Alqur’an. Usahakan bisa mengkhatamkan Al-qur’an selama masa penantian hasil yang diharapkan.
  5. Sebelum berbuka puasa. Bisa sering-sering menunaikan puasa sunnah Senin-Kamis, kemudian sekitar satu atau setengah jam sebelum waktu berbuka, baca Al-qur’an dan beberapa menit sebelum berbuka, panjatkan do’a tentang apa yang diinginkan.

3. Membantu orang lain dan perbanyak sedekah

Saya bukan termasuk orang yang kaya, jadi waktu itu yang bisa dilakukan adalah mencari cara bagaimana agar bisa maksimal dalam membantu orang lain. Belajar peka dengan kondisi orang lain, bantu sebelum diminta. Kebanyakan yang saya lakukan waktu itu berkaitan dengan pengajaran karena itu yang bisa saya lakukan. Soal sedekah, saya pernah mendengar ceramah kalau besarnya pahala dalam sedekah itu tidak bergantung dengan besarnya uang yang dikeluarkan. Seseorang yang punya gaji 5 juta perbulan kemudian bersedekah 100 ribu bisa kalah dengan orang yang sedekah lima ribu rupiah yang memiliki penghasilan dibawah 1 juta perbulan. Adilnya Tuhan, Dia melihat kondisi bagaimana perjuangan kita untuk melakukan kebaikan walaupun dengan semua keterbatsan. Saya bilang, semakin terbatas kondisi kita untuk melakukan kebaikan, harusnya kita semakin bahagia. Kenapa? Karena jika kita tetap melakukan kebaikan dengan kondisi yang serba terbatas, nilainya lebih tinggi dihadapan Tuhan. Walaupun kecil, Tuhan yang akan membesarkannya.

4. Maksimalkan bakti pada orang tua

Saya pernah dengar ceramah bahwa kalau kita mencuri, siksanya mungkin didapatkan di akhirat nanti, tapi kalau kita durhaka dengan kedua orang tua, terutama ibu, azabnya bisa didapatkan di dunia dan akhirat. Ridho Tuhan bergantung dengan ridho orang tua, begitu juga murka Tuhan bergantung dengan murka mereka. Disaat menanti hasil ini, pandailah melihat kesempatan untuk bisa berbuat kebaikan pada kedua orang tua, setidaknya jangan menyakiti hati mereka dan turuti perintah yang diberikan. Jika bisa membuat mereka tersenyum dan bahagia, itu lebih baik lagi.

Kita tidak pernah tahu hasil seperti apa yang akan Tuhan berikan, tapi kita masih bisa merayu Tuhan sebelum hasil sebenarnya diumumkan. Jangan terlalu percaya dengan perhitungan manusia, karena tidak ada satu hal pun yang bisa terjadi di dunia ini tanpa seizin-Nya. Mungkin dipandangan teman-teman sekitar, kesempatan kita untuk mendapatkan apa yang diinginkan kecil karena ada orang lain yang memiliki kelebihan, tapi perhitungan Tuhan meliputi masa sekarang dan masa depan yang tidak selalu bisa dicapai dengan logika otak manusia.

So, daripada menghabiskan waktu dengan khawatir setiap hari, mending maksimalkan ibadah yang bisa membantu melancarkan kita dalam meraih hasil yang diinginkan.

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: Sdsafadg I Twitter @01_budi

 

Posted in Beasiswa

6 Tips Raih Beasiswa Master ke Amerika Serikat

Artikel ini ditulis oleh Anet Adilla, mahasiswa S2 di American University, Washington DC, jurusan International Peace and Conflict Resolution dan Fulbright Fellow. Penulis merupakan alumnus Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga.

Suasana salah satu pusat kota di Amerika
Suasana salah satu pusat kota di Amerika

Punya impian untuk belajar di Amerika Serikat, khususnya untuk meraih gelar pendidikan Master? Kenapa belajar di Amerika Serikat? Pertama-tama, Amerika Serikat (AS) memiliki standar dan mutu pendidikan yang sangat baik untuk pendidikan tinggi. Berdasarkan Times Higher Education World University Ranking 2014-2015, 20 peringkat tertinggi untuk kampus-kampus terbaik di seluruh dunia masih didominasi oleh Amerika Serikat. Fasilitas kampus yang luas dan lengkap, pengajar yang berkualitas, serta iklim belajar dan meneliti yang mendukung di kampus-kampus di Amerika Serikat menarik pelajar dari berbagai penjuru dunia untuk bersekolah. Tentu saja, biaya pendidikan di kampus-kampus AS tersebut sangat tinggi. Untuk itu, diperlukan beasiswa bagi pelajar agar dapat bebas biaya kuliah dan biaya hidup selama menempuh masa studi di AS.

Apakah sulit mendapatkan beasiswa Master ke Amerika Serikat? Sebenarnya, semua orang bisa mendapatkan beasiswa asalkan memenuhi persyaratan dan menjalankan tahapan beasiswa dengan tekun. Berdasarkan data Kedutaan Besar Amerika di Jakarta, terdapat peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar ke AS sejak tahun 2011, menjadi 7000 pelajar. Data ini menunjukkan bahwa minat dan kesempatan anak-anak muda Indonesia semakin besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi di AS.

Foto salah satu kampus di Amerika di musim dingin
Foto salah satu kampus di Amerika di musim dingin

Berikut di bawah ini beberapa tips dan langkah-langkah untuk mendapatkan beasiswa Master ke AS :

  1. Tentukan Universitas dan Jurusan yang diinginkan

Pertama, tentukan universitas dan jurusan yang diinginkan untuk melanjutkan studi ke jenjang Master. Jurusan yang dipilih dapat disesuaikan dengan jurusan di tingkat Sarjana, ataupun dengan bidang pekerjaan. Carilah info sebanyak-banyaknya melalui internet, buku, majalah, seminar pendidikan, dan secara personal dengan menghubungi teman, saudara atau kolega yang sedang atau pernah bersekolah di AS.

Dalam memilih kampus dan jurusan, perhatikan peringkat kampus tersebut, karena tentunya semua ingin bersekolah di tempat dengan mutu yang baik. Informasi mengenai peringkat universitas dan jurusan dapat diperoleh dengan memasukkan kata kunci “20 Best University for Master’s Degree in Biology/Politics/Economy/etc” ataupun bidang studi lainnya. Gunakan strategi dalam memilih kampus, misalnya tentukan 4 (empat) universitas tujuan dengan peringkat yang bervariasi untuk menjamin diterimanya di salah satu kampus tersebut.

Perhatikan secara seksama detail program studi yang dituju. Melalui situs universitas, akan terlihat kelas-kelas yang dapat diambil dalam program studi tersebut dan pastikan apakah program tersebut telah sesuai dengan minat serta ilmu yang ingin kita pelajari.

Sistem pendidikan tinggi di Amerika Serikat pada umumnya terbagi menjadi dua, yaitu universitas swasta (private) dan universitas negeri (public). Keduanya memiliki mutu yang baik. Pilihan diantara keduanya akan berpengaruh terhadap biaya pendidikan dimana kampus swasta biasanya memiliki biaya yang lebih mahal, akan tetapi dengan murid yang lebih sedikit dan kelas yang lebih kecil dan privat.

Selain itu, cari tahu pula mengenai kota dan lokasi di mana universitas tujuan berada. Amerika Serikat merupakan negara yang sangat luas dan masing-masing negara bagian dan kota memiliki karakteristik yang berbeda. Sesuaikan kota tujuan dengan kepribadian dan juga kebutuhan belajar, apakah perlu memilih kampus yang berada di kota-kota besar atau di kota-kota yang memiliki iklim yang bersahabat. Hal ini tentu saja akan mendukung semangat dan konsentrasi belajar dalam menjalankan studi di AS.

  1. Tentukan Jenis Beasiswa

Kedua, terdapat berbagai jenis beasiswa untuk pelajar Indonesia yang ingin menjalankan program Master di Amerika Serikat. Beberapa beasiswa yang terkenal dan mengirimkan mahasiswa dalam jumlah besar setiap tahunnya antara lain adalah Fulbright, Spirit, Prestasi, Dikti, dan LPDP. Selain itu terdapat pula beasiswa-beasiswa lainnya baik melalui program pemerintah maupun organisasi dan yayasan. Kampus-kampus di Amerika Serikat sendiri pada umumnya memiliki program beasiswa secara terpisah.

Dalam memilih dan menentukan jenis beasiswa yang ingin dilamar, lihat persyaratan dan juga keuntungan yang ditawarkan beasiswa tersebut. Idealnya, tentu saja beasiswa penuh yang bebas biaya sekolah dan biaya hidup, menjadi incaran para pelamar. Akan tetapi, beasiswa separuh (partial scholarship) juga dapat menjadi pilihan, dilanjutkan dengan menutupi biaya lainnya melalui beasiswa lain.

Gunakan strategi dalam memilih jenis beasiswa, pilihlah yang paling berpotensi untuk didapatkan. Lihat kans beasiswa tersebut, berapa banyak yang diterima setiap tahunnya, juga lihat jenis beasiswa yang spesifik mencari profesi dan bidang studi tertentu. Misalnya, terdapat beasiswa tertentu yang fokus pada bidang jurnalistik, kesehatan masyarakat, HAM, dan lain sebagainya. Tentu saja kita dapat melamar beberapa beasiswa sekaligus dalam satu periode, akan tetapi perhatikan waktu dan energi yang dibutuhkan. Ada baiknya untuk fokus melamar pada dua atau tiga jenis beasiswa saja.

Sekali lagi, carilah info sebanyak-banyaknya dari internet dan sumber-sumber lainnya, serta perhatikan persyaratan dan tenggang waktu yang ditentukan oleh setiap jenis beasiswa.

  1. Persiapkan Syarat Administrasi

Dalam memenuhi kelengkapan persyaratan administrasi untuk melamar suatu beasiswa, dibutuhkan ketekunan dan kesabaran. Bagi sebagian pelamar, hal ini menjadi tantangan dan tahapan yang paling berat, karena banyaknya dokumen administrasi yang harus dipenuhi. Hal yang sama berlaku dalam persyaratan administrasi untuk melamar kampus di Amerika Serikat, karena terdapat beberapa jenis beasiswa yang mensyaratkan surat penerimaan (acceptance letter) terlebih dahulu dari universitas.

Dokumen yang diminta umumnya terdiri dari dokumen personal dan akademik, seperti akte kelahiran, KTP, Paspor, CV, serta transkrip dan ijazah dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.  Selain itu, AS mensyaratkan sertifikat TOEFL IBT dengan nilai rata-rata minimum 100 untuk menjamin kemampuan bahasa Inggris mahasiswa internasional. Universitas di AS juga mensyaratkan nilai GRE (Graduate Record Examinations) yang baik. GRE merupakan tes standar untuk memasuki jenjang Master di AS, yang bertujuan untuk mengukur kemampuan verbal, kemampuan menghitung, menulis dan berpikir kritis.

Dokumen lain yang penting dalam melamar beasiswa adalah surat rekomendasi. Surat rekomendasi umumnya terdiri dari dua jenis, yaitu surat rekomendasi dari atasan di tempat kerja dan surat rekomendasi dari dosen di perguruan tinggi. Surat rekomendasi yang baik dapat menjelaskan mengapa kita layak direkomendasikan untuk mendapatkan beasiswa tersebut dan mampu menempuh masa studi di AS dengan sukses. Merupakan nilai tambah apabila surat rekomendasi ditulis oleh sesorang yang memiliki posisi yang strategis, misalnya dekan atau rektor di universitas. Akan tetapi, perlu diperhatikan agar kiranya pemberi rekomendasi mengenal kita secara pribadi, serta mengetahui potensi dan rekam jejak kita di kantor maupun di dunia akademik.  Karena umumnya surat rekomendasi mencantumkan identitas penulis, dan kontak berupa nomor telepon dan email, agar sewaktu-waktu pemberi rekomendasi dapat dihubungi untuk memberikan keterangan langsung mengenai pelamar beasiswa.

Melihat syarat-syarat administrasi di atas, idealnya proses untuk memenuhi beasiswa dimulai sedini mungkin atau paling tidak enam bulan sebelum deadline.Menerjemahkan dokumen-dokumen resmi ke dalam bahasa Inggris, mengikuti tes TOEFL dan GRE, serta mendapatkan surat rekomendasi, tentu membutuhkan usaha dan waktu yang cukup lama. Fokus dan sempatkan diri untuk mengerjakannya di sela-sela waktu kerja. Apabila perlu, pelajari TOEFL dan GRE melalui buku-buku maupun dengan mengikuti kursus.

  1. Tulis Personal Essay dengan baik

Keempat, dalam melamar beasiswa ke Amerika Serikat, kita perlu menulis sebuahPersonal Essay atau Personal Statement yang baik. Personal Essay umumnya terdiri dari dua hingga tiga halaman dan dibuat dalam bahasa Inggris. Esai ini bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan motivasi kita dalam memilih universitas dan jurusan yang diinginkan, sekaligus menyakinkan bahwa kita pantas menjadi mahasiswa Master di kampus tersebut. Esai ini sangat penting, terutama bagi beberapa kampus di Amerika yang tidak menggunakan sistem wawancara dalam seleksi masuk. Esai akan berfungsi secara selektif dalam menentukan masuknya pelamar ke dalam universitas.

Esai diharapkan menjadi suatu tulisan yang mengalir, jelas, singkat dan padat. Jelaskan mengenai motivasi, karakter, pendidikan dan pengalaman kerja yang relevan dengan bidang studi, dan nilai tambah yang dimiliki secara persuasif dan meyakinkan. Selain itu, gambarkan tujuan akhir kita dalam memilih bidang studi tersebut, apa yang bisa disumbangkan kepada komunitas, masyarakat dan Indonesia. Pastikan agar tujuan akhir ini sesuai dengan bidang studi secara spesifik dan berdampak secara nyata. Misalnya melalui studi Master di bidang teknologi pangan, kandidat beasiswa akan dapat meningkatkan ketahanan pangan Indonesia melalui peningkatan mutu padi jenis tertentu.

Selain isi, format esai juga sangat penting. Cek apakah jenis huruf, besar huruf danmargin telah sesuai dengan persyaratan masing-masing kampus. Proofread kembali esai yang telah ditulis melalui teman, saudara, kolega, ataupun native speakerbahasa Inggris untuk mencegah kesalahan ketik (typo) dan kesalahan grammar. Internet juga merupakan sumber yang tepat untuk mencari contoh-contoh personal essay baik secara umum maupun yang bertema spesifik.

  1. Persiapkan wawancara

Tahap selanjutnya dalam proses beasiswa setelah melewati tahap administrasi adalah wawancara. Wawancara biasanya dilaksanakan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dalam wawancara beasiswa, biasanya pewawancara terdiri dari panel dengan dua orang pewawancara atau lebih. Jumlah dan komposisi pewawancara bervariasi tergantung jenis beasiswa. Pelajari kembali dokumen-dokumen dan personal essay untuk mempersiapkan diri. Pewawancara akan berpegang pada CV dan dokumen administrasi dalam mengajukan pertanyaan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan dalam wawancara beasiswa adalah motivasi, universitas dan jurusan yang dipilih, serta pengalaman kerja maupun pengalaman organisasi yang relevan dengan bidang studi. Jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan singkat dan jelas, serta menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang baik.

Dalam menghadapi wawancara, ada baiknya untuk melakukan simulasi wawancara terlebih dahulu dengan teman ataupun kolega. Persiapkan diri dengan menggunakan pakaian formal dan rapi saat wawancara.

  1. Tetap optimis

Dalam mencari beasiswa Master, khususnya ke Amerika Serikat, dibutuhkan optimisme dan pikiran positif. Tentunya kita semua mengharapkan untuk mendapatkan beasiswa pada percobaan pertama, dan sangat baik apabila hal tersebut bisa tercapai. Akan tetapi, pada kenyataannya, gagal selama tiga, empat, hingga lima kali biasa dialami oleh para pelamar beasiswa. Tetaplah optimis, karena cita-cita menempuh studi ke jenjang Master di AS tidak mustahil dan bisa diraih dengan usaha kita sendiri. Selamat mencoba!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: Sdsafadg I Twitter @01_budi