Posted in Cerita siswa

Snowflakes untukmu Hari ini, Kawan..

20160123_165433

Serpihan – serpihan salju tengah turun untuk kedua kalinya di Bethlehem, PA tempat saya tinggal. Kalau boleh jujur, saya sangat suka melihat rintik – rintik salju yang turun dari langit, perlahan mengubah tanah yang gersang dan pepohonan yang tinggal kerangka karena musim gugur menjadi putih bersih, hingga membuat diri ini tak henti tersenyum tak kala keluar rumah saat salju reda. Beberapa minggu lalu, salju juga turun disini, bahkan badai salju; jumlah salju yang turun lebih banyak dari tahun sebelumnya. Sayangnya, waktu itu saya sedang mengikuti pelatihan di Pocono Mountains selama seminggu. Saya kira justru di puncak gunung salju akan turun banyak, ternyata tahun ini cuaca sedang cukup berbeda dari biasanya. Salju yang turun di Bethlehem lebih banyak dan tebal; ketika saya pulang, salju dijalan – jalan sudah banyak dipinggirkan dan sudah banyak bekas jejak kaki orang berjalan atau bermain salju. Ah, salju itu enak menikmatinya saat pertama kali reda.. bisa bermain snow angel atau membuat snoman; itu sangat terasa nikmat Tuhan yang diberikan cuma – cuma ada didepan mata..

Pagi ini, syukur saya juga menerima kabar gembira dari beberapa siswa Sekolah TOEFL yang sudah berhasil meraih apa yang menjadi targetnya. Saya ingat, ada beberapa kabar gembira lainnya yang sudah saya terima dari siswa selama seminggu ini; serasa snowflakes yang turun agak lebih banyak dari yang terlihat. Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi kepada teman – teman semua cerita yang mereka beritahu pada saya.

Ada yang bilang,” Mas Budi, Selamat ya Sekolah TOEFL – nya sukses sekali. Ada ribuan yang mendaftar!”. Ucapan seperti ini memang beberapa kali saya terima. Tetapi, tahu tidak? Menurut saya, keberhasilan Sekolah TOEFL bukan pada banyaknya orang yang mendaftar, melainkan sebanyak apa siswa yang sudah berhasil meraih target yang menjadi impiannya. Karena dalam meraih impian tidak cukup dengan hanya mengandalkan otak saja, saya juga mencoba membangun sebuah karakter seorang scholar melalui tulisan – tulisan sederhana yang hampir setiap hari saya bagi ke siswa.

Saya senang membagi cerita siswa – siswa yang berhasil. Bukan untuk menunjukkan kalau keberhasilan mereka karena saya, melainkan karena ada ribuan lagi siswa Sekolah TOEFL yang masih berjuang di luar sana; mereka ini butuh contoh, butuh dukungan yang tak putus hingga mereka berhasil. Setiap kali ada kabar gembira keberhasilan siswa, saya juga share kepada Mentor Assistant (MA) dan Class Administrator (CA) yang membantu proses pembelajaran siswa setiap hari di Grup WA. Mereka sudah sangat membantu saya dalam melaksanakan semua rencana pembelajaran di Sekolah TOEFL. Buat siswa yang berhasil atau nanti akan berhasil, jangan lupa berterima kasih dengan mereka juga ya 🙂

Berikut ini kabar gembira dari beberapa siswa Sekolah TOEFL yang saya terima minggu ini.

Yuk, ambil pelajaran dari cerita – cerita ini, agar bisa menjadi penguat dalam membangun jalan meraih target impian kalian; anggap saja seperti snowflakes yang tengah turun, perlahan menutupi tanah yang gersang dan ranting yang kering, dan membuatnya terlihat indah nanti. Ada waktunya giliran kalian yang mengabari saya nanti :D. Semangat ya!

Berikut Snowflakes untukmu hari ini, Kawan..


Siti Fatimah

iimAssalamualaikum Kak Budi, semoga senantiasa diberi kesehatan dan kelancaran dalam studi nya. Perkenalkan saya Siti Fatimah siswa Sekolah TOEFL Periode 3 kelas 4L. Saya menulis ini karena ingin berbagi kabar mengenai hasil TOEFL ITP awal Januari ini yang hasilnya baru saja keluar hari Jumat kemarin. Saya memang berikhtiar untuk apply dan lulus beasiswa di tahun ini. Sehingga sebelum mendaftar tes TOEFL ITP yang harganya tidak murah, saya mengambil tes ELPT dahulu di pusat bahasa di kampus bulan November kemarin dengan skor 507. Akhirnya harapan skor paling tidak diatas 500 sudah tercapai. Dalam waktu yang hampir bersamaan, saya juga ikut Tes TOEFL Prediction-2 yang diadakan oleh Sekolah TOEFL dan mendapat skor yang sama persis yaitu 507.

Dengan persiapan belajar materi tiap week yang selalu saya tulis di note kecil, dan kumpulan QOTD yang saya simpan, bismillah nothing to lose saya mencoba mengambil tes TOEFL ITP. Dalam proses pengerjaan kemarin saya merasa bahwa apa yang saya kerjakan bisa jauh lebih optimal jika saya menunggu materi-materi Kak Budi di week-week selanjutnya. Saya merasa down, bahkan sebelum tau hasilnya. Karena di soal reading ada satu teks yang ada di buku latihan TOEFL saya dan sudah saya kerjakan, namun saya masih salah dalam menjawabnya. Setelah tes saya hanya berharap keajaiban dan saya sudah ikhlas jika skornya <550 paling tidak bisalah untuk apply beasiswa di dalam negeri. Saya masih terus berdoa untuk hasil yang terbaik. 

Hari demi hari akhirnya dapat sms untuk mengambil sertifikat toefl. Ketika diserahkan hasilnya, saya terkejut dengan skor >550 yang saya dapat dan nilai tertinggi di listening yaitu 61, structure 52, reading 54. Alhamdulillah berkali-kali tiada terkira. Meskipun mepet dari 550, paling tidak satu target terpenuhi yaitu skor TOEFL ITP mencapat >550 dan saya bisa apply untuk beberapa beasiswa luar negeri. Saya tahu memang ini masih sangat awal dan perjuangan masih panjang. Saya akan terus berusaha belajar bahasa inggris dan mendapat skor yang lebih baik lagi dengan belajar dari materi-materi yang ada di Sekolah TOEFL setiap minggu yang di download, kemudian saya simpan dan saya tulis ulang materi beserta exercise nya. Menurut saya materinya sudah dikemas supaya mudah dipelajari bagi siapa saja. Nah, ketika setiap mau tes saya tinggal baca ulang catatan saya tersebut. Setiap minggu materinya akan semakin naik kelas kesulitannya, so sekali ketinggalan materi bisa susah untuk mengerti materi selanjutnya. Memang melatih kita untuk sabar dan telaten dalam belajar.
Percayalah, bahwa tidak ada kapal besar yang bisa berlayar jika tidak dibangun dari kayu dan material lainnya yang disusun sedemikian rupa. Semangat kawan! Perjuangan memang tidak akan pernah berhenti sampai mengikuti Sekolah TOEFL lalu selesai, seperti kata Kak Budi satu tingkat kesulitan selesai maka kita naik tingkat untuk menyelesaikan tantangan selanjutnya yang lebih sulit. Percaya saja, Allah bersama orang-orang yang mampu dan mau berusaha. 🙂

Marynasywa
Screenshot_2016-02-06-12-22-41

Jevri

Screenshot_2016-02-07-16-55-56 
 

Nastiti rohmah

Screenshot_2016-02-09-08-03-43

 Fitriani Juwita
Screenshot_2016-02-09-09-04-30
Ada beberapa siswa lagi yang lulus ke tahap wawancara beasiswa LPDP..
Tetap semangat ya!
Jangan biarkan keterbatasan yang ada membuatmu tidak bisa berbuat lebih dari yang orang lain pikirkan.

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

Advertisements
Posted in Cerita siswa

Dua Siswa Sekolah TOEFL ke Amerika

Dibawah ini cerita dari Eka (FB: EKa Nurul Agusta) dan Deni (Deni Burhasan)

Dibaca dengan baik.. Selami alasan Tuhan mempertemukan kalian dengan tulisan ini 🙂


Eka Nurul Agusta |  Jaga Optimisme dan Kepercayaan diri |

eka

Alhamdulillah… All praises to Allah.

Hari ini, 17 Desember 2015 baru saja dapat email pemberitahuan dari US Embassy Jakarta kalau saya terpilih untuk ikut program the Winter 2016 YSEALI Institute on Social Entrepreneurship & Economic Development in the United States. Yeeeeay!!!

Berawal dari iseng buka-buka link yang di share temen di facebook, akhirnya nemu lah program itu. Setelah baca persyaratannya, Alhamdulillah, sepertinya saya bisa memenuhi itu semua (pikir saya saat itu penuh dengan optimisme) dan yang paling penting, di program ini tidak dipersyaratkan score TOEFL minimum tertentu, hanya dipersyaratkan bisa berbahasa Inggris dengan aktif dan lancar plus diminta keterangan kalau pernah ikut kursus bahasa Inggris atau test bahasa Inggris. Jadilah saya tambah semangat buat daftar, secara saya belum punya yang namanya sertifikat TOEFL sampai saat ini. Tapi untungnya 2 tahun lalu, di SMA pernah ikut test TOIEC, itu pun dengan score pas-pasan, kecil banget sampe malu mau sebutinnya juga disini…hehehe…

So, buat temen-temen disini semangat terus ya, walau mungkin belum dapet sertifikat TOEFL, nilai TOEFLnya belum diatas 550 sangat mungkin kok buat kita untuk tetap bisa apply program-program Internasional, insya Allah kesempatan itu banyak bannngggget dan akan ada juga jatahnya untuk temen-temen, asal kita mau explore informasi sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya. Tapi tetep ya belajar terus, improve terus skill B. Inggris dan score TOEFL nya, biar kesempatan untuk belajar ke luar negeri tambah besar dan tambah mulus jalannnya… Oia, soft skill, aktifitas sosial dan organisasi kita juga sangat penting untuk menambah value kita. So, asah terus soft skill kita dan tambah terus pengalaman organisasi dan aktifitas volunteering nya ya! Tebarkan manfaat walau dengan aktifitas kecil dan sederhana.

Semangat buat kitaaaa!!!! ^^
Kakak-kakak!..hehehe ^^ Salah satu yang pengen saya sharing disini adalah optimisme dan kepercayaan diri. Siapa yang nyangka coba seorang saya —hehehe— bisa ikut fellowship ke Amrik sebulan in my first try? Padahal belum punya sertifikat TOEFL dan kemampuan bahasa Inggris yang amat sangat biasa. PD aja dulu, dan buktikan kalau kita memang layak diperhitungkan nanti dalam prosesnya. *Buat yang mau tau siapa saya baca disini ya: https://sdsafadg.com/2015/06/28/mimpi-ini-harus-kujaga-dengan-terus-belajar/ (pernah buat tulisan perkenalan diri dan berbagi semangat disitu)

So, selagi ada kesempatan, apply aja. Kalau gak dapet, yaudah coba lagi lain kali. Nothing to lose. Coba aja. Apply aja. Ga ada yang larang, malah bakal banyak yang dukung, salah satunya mentor kita Mas Budi. Saya juga gitu kok niatnya di awal. Coba aja, nothing to lose, walaupun tetep ya harus dibarengi ikhtiar dan doa semaksimal mungkin. Toh niatnya baik, semoga ada jalannya dan ada rejeki saya disitu, pikir saya saat itu.
Eh bener aja, kabar baik itu datang juga, setelah lumayan lama prosesnya dari awal Oktober nyiapin persyaratan administrasi dan personal statement bla bla bla, terus yang menurut info resmi, yang lolos seleksi administrasi bakal diumuin 31 Oktober tapi di tanggal itu saya gak dapet pemberitahuan apa-apa, jadilah saya berkesimpulan “mungkin belum rejeki”. Tapi ternyata…. taraaaa! Tanggal 5 November ada panggilan untuk interview di tanggal 9 nya. Di tahap ini, walaupun harapannya mulai tambah besar, tapi masih dengan mental “nothing to lose”. Siap-siap untuk enggak dapet, walau tetep terus berdoa dan ngusahain yang terbaik.

Diakhir sesi wawancara tgl 9 November waktu itu, saat diberi kesempatan bertanya, saya hanya menanyakan kapan pengumuman untuk yang lolos interview? dan tim cuma bilang beberapa minggu kedepan. Nah, sama kejadiannya kayak waktu pengumuman yang lolos administrasi, sampai hari kemarin pertengahan Desember belum ada yang ngontek lagi. Itu kan udah bukan beberapa minggu lagi, tapi udah lewat dari satu bulan. Jadilah saya berkesimpulan “mungkin belum rejeki” (lagi) Siap-siap untuk enggak dapet. Tapi entah kenapa masih tetep ngarep dan doa “toh pelaksanaannya juga masih lama, sebelum lewat dari pelaksanaan programnya, masih ada harapan. Tunggu aja.” itu yang ada dipikiran dan hati saya. Dan terjawab sudahlah hari ini semua doa dan usaha di beberapa bulan terakhir setelah saya mendapat email pemberitahuan bahwa saya terpilih untuk berpartisipasi di program itu. GRATIS 1 bulan di Amerika untuk belajar! Alhamdulillah 🙂

Hmmm… Mungkin terlalu dini untuk menshare dan koar-koar seperti ini, langsung sesaat saya menerima pemberitahuan terpilih, berangkatnya aja masih Maret nanti, visa aja belum dapet, penjelasan detail dan briefing dari pelaksana aja belum dapet. Tapi ya gimana, kak Budi yang minta untuk nulis, ya susah nolak…hehe… nggk deng, ketambah juga saya gak bisa menyembunyikan rasa syukur dan bahagia saya ini, makanya pengen cepet-cepet ngeshare berita ini. Hehe

Semangat, optimisme dan harapan lah yang ingin saya bagi disini. Semoga ada kebaikan dan manfaat yang bisa diambil dari tulisan saya ini.  Saya tutup dengan kata-kata favorit saya lagi ya:

“Keep praying for what it is you seek. Impossibility and possibility are merely concept of your mind. To Allah, nothing is imposible” – Imam Ali ra.
“Tidak ada hati yang pernah menderita saat ia mengejar mimpi-mimpinya, karena setiap detik dari pencarian itu adalah detik perjumpaan dengan Tuhan dan Keabadian. Setiap orang yang sedang berusaha mewujudkan impiannya, baginya setiap detik adalah berkah dan kebahagiaan karena dia sudah berani untuk menjalani impiannya” –Furkon Hakim


Deni Burhasan | dari Benci jadi Suka, dari Mimpi, jadi Nyata | 

374138_1992942603108_1462259723_n

Sebelum saya bercerita saya mau menyapa teman-teman terlebih dahulu nih hehe apa kabar semuanya teman-teman Sekolah TOEFL? Semoga pada baik-baik dan sehat semua ya..aamiin. Oh iya mau perkenalan terlebih dahulu nih nama Saya Deni Burhasan kalian bisa memanggil saya Deni. Saya kuliah di Universitas Lampung Jurusan Akuntansi. Saya berasal dari kota Bandar Lampung di provinsi Lampung. Pada tahu kan lampung dimana ? hehe Iya lampung sebagai pintu gerbang sumatera jadi orang sumatera kalo mau ke Jakarta harus lewat lampung begitu sebaliknya yang dari pulau jawa yang mau ke sumatera harus lewatin Lampung hehe teman-teman yang lewatin Lampung bisa mampir terlebih dahulu gak hanya Gajah loh yang bisa dilihat di Lampung wkwk, pokoknya gak nyesel kok kalo ke lampung kita banyak tempat-tempat yang recommended dan indah untuk dikunjungi hehe Penasaran ya apa aja ? ya udah Geh (Kalimat khas orang lampung ) cepet maen ke Lampung. Lah-lah kok malah promo Lampung gini hehe maafkan ya sekalian promosi wisata yang ada di Lampung nih. Hehe . Saya menulis ini karena untuk memenuhi janji saya ke seseorang yang sudah menginspirasi kita semua yaitu Kak Budi Waluyo
Ya sudah kita langsung ke cerita saya saja ya :)*jeng3x. Semoga cerita ini bisa menginspirasi teman-teman dan bisa bermanfaat baik buat saya dan bangsa Indonesia..aamiin*sambilberdoa*
Begini teman-teman..

Pada tanggal 21 Desember tepatnya sebelum waktu ashar saya tiba-tiba mendapatkan sebuah telpon dari nomor asing yang dimana saya tidak kenal. Saya yang waktu itu sedang duduk di dalam XXI Studio Film di sebuah Mall yang lagi hits di Lampung kalo orang lampung pasti tahu ini dimana hehe. Karena saya tipe orang yang suka kaget ditelpon apalagi sama nomor yang tidak dikenal saya suka gugup, bingung dan sangat penasaran kadang kesal haha aneh ya. Apa lagi yang suka bilang ini mama minta pulsa dan segera transfer mas mendapat undian berhadiah wkwk.

Saya yang saat itu sedang menunggu seseorang karena kita sudah janjian buat nonton bareng tapi yang ditunggu tidak kunjung datang…haduh-haduh mungkin temen-temen sekolah TOEFL pernah mengalami seperti saya juga ya.. bahkan sering apalagi sama calon pasangan maupun pacarnya eaaa…..*sambil inget-inget siapa orangnya* yang jomblo sama korban PHP makin baper nih.hehe
Lanjut cerita..

Ketika nomor asing itu menelpon, saya mencoba mengangkat dengan penuh keraguan dan penasaran* weh weh haha bisa dibayangkan teman-teman? Antara mau ngangkat dan enggak.

“Hello is this Deni? I would like to tell u that….*suara berisik ditambah suara music didalam ruangan tersebut membuat saya tidak jelas apa yang sedang diakatan oleh penelpon tersebut..sangking gugupnya handphone sampai jatuh teman-teman..busyet daah…* sorry-sorry could you repeat because I could not hear your voice clearly because I am in room..wait- wait I will go outside.*sambil tergesa-gesa* belum mendengar tangapan dari si penelpon. Tiba-tiba dimatikan oleh si penelpon…..* call ended*. Waduh-waduh ini siapa sh mati lagi…Beberapa detik kemudian nomor tesebut menelpon lagi teman-teman, tanpa ragu-ragu langsung saya angkat tepatnya dipojok tempat yang paling tidak bersik di mall tersebut. * Deni this is Honey, are u remember? NO* langsung mikir sejak kapan punya temen namanya Honey..bulee lagi haha* You applied YSEALI program right ? Yes. Congratulations For you that u accepted as one of participants in YSEALI program for Social entrepreneurship and economic development issue. Tau gak temen-temen itu rasanya seperti antara tiba-tiba dapet undian mobil BMW, ketemu dan ngedate sama Isyana artis cantik yang lagi hits sekarang..hehe iya rasanya itu seneng dan bersyukur banget..ternyata usaha yang tidak menyerah untuk mendaftar program sampai dua kali ini tidak sia-sia. Alhamdulilah adalah kalimat yang saya ucapkan berkali-kali dan mengucapkan terima kasih ke beliau yang salah satu menjadi interviewer dari 4 interviewer yang lainnya dimana mereka telah memilih dan mempercayai saya dalam program ini. Terima kasih Mbk Honey :).

Oke teman-teman itu kan hasilnya ya…sebelum saya mendapatkan itu pasti ada proses dong ya dari nol sampai seperti saya sekarang ini from nothing to be something dan mendapatkan program ini, sama seperti Kak Budi Waluyo pasti sebelum beliau mendapatkan beasiswanya pasti beliau ada hal-hal yang dilakukan sehingga beliau sampai mendapatkan apa yang beliau inginkan…naah begitu juga dengan saya teman-teman banyak perjuangan dan pengorbanan.

Masih mau lanjut gak nih teman-teman ceritanya ? hehe * istirahat 5 detik*

Selama 5 detik itu teman-teman yang sudah mulai ngantuk baca ceritanya bisa ambil minum dulu di dapur atau sambil ngemil makanan ringan gpp deh silahkan wkwk. Yang sudah bosen dan capek bacanya mau ngucapin terima kasih sudah dibaca sampai sini hehe buat teman-teman yang masih penasaran…yuuuk kita lanjut.

Tau gak temen-temen saya itu dari SD sampai kuliah semester 4 paling gak suka banget yang namanya ngedenger apalagi belajar bahasa inggris…benciii beneeer*logatjakarta wkwk . Kepala ini suka ngeyut-ngeyut pening gitu dan pura-pura tidak sadarkan diri ketika guru bilang kita belajar bahasa inggris ataupun ketika diantara hari senen-jumat ada pelajaran bahasa inggris disitulah hari sial saya wkwk sampai begitunya ya teman-teman.
Bayangkan teman-teman ketika saya SD nilai ujian saya yang paling kecil adalah bahasa inggris haha saya juga hampir tidak naik kelas waktu saya kelas dua. SMP tidak ada perubahan sampai di SMA pun saya pernah mendapatkan score ujian bahasa inggris paling rendah yaitu 27 dari angka 100 haha padahal saya sekolah di SMA yang paling favorite katanya di Lampung* sombong dikit boleh ya biar gak keliatan banget bodohnya wkwk * ntah apa yang saya isi…Saya juga tidak mengerti wkwk kadang saya bertanya selama ini saya kemana wkwk*mulai menyalahkan keadaan*. Mungkin karena saya tidak pernah les dan tidak punya biaya untuk les yaah bisa dibayangkan jarak rumah saya dengan sekolah saya itu jauh harus dua kali naik angkot dan saya hanya punya jatah Rp. 5000 untuk ongkos dan jajan untung waktu saya sekolah saya mendapatkan sahabat-sahabat yang baik dan lebih berkecukupan dibanding saya itu saya sangat bersyukur dengan Allah punya keluarga dan sahabat seperti mereka.Terima kasih sahabat-sahabat SMP dan SMA. Teman-teman pokoknya harus banyak-banyak bersyukur yakin deh kalo bersyukur pasti ditambah lagi dengan hal apapun sama Allah dari hal yang gak kita duga*Muhasabah terlebih dahulu*

Teman sekolah TOEFL begitulah ya tentang sedikit hidup saya panjang ceritanya..hehe jadi kita langsung ke cerita bagaimana sih proses dan ceritanya dari saya yang tidak bisa dan benci bahasa inggris bisa mendapatkan program YSEALI dan pernah ke beberapa negara eropa dengan mengikuti international conference ?

Begini ceritanya…

Waktu saya mendapatkan beasiswa dari pihak Universitas Lampung, saya ditanya mau jurusan apa ? saya jawab “Akuntansi pak” kenapa tidak teknik ? bagaimana dengan teknik sipil ? “tidak pak” kenapa ? “saya susah gambar dan tidak terlalu paham fisika”*alasan diterima* Pak saya suka biologi sebenarnya dan pernah mewakili sekolah dalam ajang Olimpiade Biologi, kira-kira kedokteran ada tidak ya pak ? *berusaha menawar* “waduuh itumah tidak ada” jawab si bapak dengan khas jengotnya. Hehe Ya sudah pak saya Akuntansi saja *dengan jiwa iklas tawakal ntah kedepannya bagaimana*

Tauu tidak teman-teman sekolah TOEFL waktu saya mulai kuliah di kampus saya mempunyai rasa tidak semangat dan percaya diri karena sahabat-sahabat perjuangan saya pada di Pulau Jawa iya mereka diterima di UI, UGM, UNPAD rasanya iri dengan mereka dan menjadi butiran debu*lalu bernyanyi* haha inget kan lagu itu pernah hits.

Karena itu saya juga jadi butiran debu di kampus jadi anak KUPU-KUPU kuliah pulang-kuliah pulang hehe mau masuk UKM bahasa inggris mindeeer mau ikut organisasii yang lain gak tertarik haha buat mahasiswa baru jangan diikutin ya gak bagus kalian harus aktif dikampus*semangat 45*

Lama jadi butiran debu di kampus tiba-tiba ada teman saya mengajak saya masuk AIESEC, pertama kali dibenak pikiran saya itu adalah MLM haha kenapa? Karena waktu itu lagi heboh banget dengan salah satu MLM di Lampung *Dahsyat . Karena waktu itu saya hampir tertipu dengan kakak tingkat saya, saya jadi gak langsung percaya dengan teman saya walaupun secara rupa dia kelihatan orang baik. Setelah beberapa menit saya berbincang dengan teman saya izin pulang karena sudah sore. Sesampai saya di rumah saya langsung tuh buka google dan ketik AIESEC tunggu beberapa detik. AIESEC is International Organization…..Saya langsung tertarik buat daftar karena kata teman saya ini pertama kali di Lampung tetapi saya langsung berkaca dipikiran saya..mana mungkin bisa masuk, masuk Organisasi bahasa inggris aja minder apa lagi yang berbau international ini..singkat cerita teman-teman saya harus mengisi aplikasi dengan bahasa inggris dan saya pakai google translate* hayo kalian juga pasti pernah kan ?* hehe yang dimana itu berantakan banget grammarnya dan saya gagal sampai 2x di sesi interview karena di interview dalam bahasa inggris dan alhamdulilah yang ketiga saya lulus dan bisa menjawab pertanyaan dengan bahasa inggris dikarenakan saya sudah hapal pertanyaannya dan mencoba menghapalkan jawabannya hehe*cara kepepet*
Lanjut perjalanan selama di AIESEC…

Waktu itu kepilih jadi panitia di projek pertamanya AIESEC dimana kita kedatangan 7 mahasiswa asing dari negara Brazil, Belanda, Cina, Philippina, India. Pertama kali jemput tuuh bule-bule di Bandara saya cuman bisa senyum dan gak berani diajak ngobrol, saya selalu mencoba menghindari mereka walaupun di dalam hati saya pengen banget bisa ngobrol bersama mereka. Karena ada beberapa masalah 2 mahasiswa asing ini belum mendapatkan House fame jadi mau gaka mau mereka berdua tidur beberapa hari di rumah saya untung waktu itu keluarga saya pada mengalah dan memberikan kamar mereka untuk kedua mahasiswa asing tersebut. Selama mereka di rumah saya dan keluarga saya memiliki masalah komunikasi dengan mereka sampai-sampai adik perempuan saya kemana-mana bawa kamus wkwk pokoknya lucu deh dan saya yang masih tahap belajar juga selalu ready dengan handphone yang dimana ada kamusnya dan google translate tentunya..setiap tidak mengerti apa yang mereka katakana saya suruh mereka ketik di hp saya dan ngetranslatin ke Indonesia walaupun tetep masih miss communication* kalo gak sabar aja tuh bule pasti sudah minggat dari rumah karena ngeladenin orang macam saya hehehe.

Cerita lainnya ketika mahasiswa asing yang berasal dari Brazil namanya Gabriel meminta tolong kepada saya. Seperti ini percakapannya..” Deni could you take water for me? dengan pedenya saya menjawab” Tomorrow” What?”” Karena saya bingung saya tanya ke temen saya “ eeh dia tadi ngomong apa sh “ dia minta minum kak, kakak jawabnya besok haha keburu mati anak orang kak” *seluruh orang yang didalam ruangan tertawa* haduh-haduh saya sangat malu teman-teman.

Pada ahkirnya teman-teman saya merenung dari kejadian pembullyan yang pernah saya dapatkan dari kemampuan bahasa inggris yang kurang , salah dalam pronunciation dan kejadian miss understanding lainnya. Sehingga saya punya inisiatif untuk meminjam buku les bahasa inggris teman-teman saya dari level SD-Umum, saya pelajari dan bawa kemana-mana tuh buku sampai sekarang. Singkat ceritanya teman-teman saya pernah men-guide 13 mahasiswa asing sendirian ke salah satu tempat wisata di lampung dan 32 mahasiswa dalam waktu yang berbeda dari 21 negara. Pokoknya pusing banget temanh hehe hidup terasa tertekan karena ibaratnya seorang ayah yang punya banyak anak tapi tanpa bantuan mamahnya haha iya repooot beneeer. Dimana ditambah waktu itu ada native dari Amerika dan Inggris. Alhamdulilah teman-teman di pengalaman ini membantu mengasah kemampuan speaking saya jadi teman-teman kalo ketemu foreigner coba memberanikan diri untuk menyapa dan mengajak mereka lumayan nambah pengalaman.

Alhamdulilah ya teman-teman karena hasil kerja keras saya, saya terpilih jadi assistant research salah satu dosen yang berasal dari Michigen University dengan projek bersama WWF di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan selama 1 bulan lebih. Saya juga lolos di salah satu ajang International Conference bersama team saya dan yang terahkir lolos di Program YSEALI ini. Rencana saya selanjutnya adalah saya bisa kuliah di salah satu Top World University di Inggris dan di Amerika. Oh iya teman-teman SEKOLAH TOEFL coba sekarang menulis mimpi-mimpi teman-teman di sebuah kertas karena saya juga berawal dari goresan tinta ke dalam sebuah kertas dan tidak disangka Allah menjawab dan mewujudkannya. Doakan saya ya teman-teman atas mimpi-mimpi saya , semoga teman-teman juga bisa mendapatkan apa yang teman-teman cita-citakan..AAMIIN.

Singkat Tips dari saya bagaimana menguasai bahasa inggris mungkin bisa di lakukan teman-teman SEKOLAH TOEFL.
– Pinjam buku teman kamu yang Les dari level terendah sampai akhir
– Bacalah jangan sampai pindah ke halaman lain jika halaman yang sedang di baca masih tidak ada yang dimengerti.
– Bergabunglah dengan organisasi yang berbau bahasa inggris didalamnya.
– Cari teman untuk jadi partner belajar kamu.
– Cari expert mentor yang bisa nge-lead belajar kamu.
– Ikut aja disalah satu course jika kamu ada dana lebih karena investasi pendidikan gak bakal rugi kok.
– Cari teman baik dari online maupun offline media
– Cari-cari info dah tentang pertukaran, beasiswa dan program-program lainnya kalo saya banyak dapat info dari FB dan info dari teman-teman.
– Jangan pernah takut mencoba dan gagal karena itu awal kesuksesan.
– Terus belajar di SEKOLAH TOEFL tentunya.
– Rajin-rajin bertanya dengan dosen yang punya kualitas tinggi dikampus maupun kaka tingkat atau siapapun itu untuk ngelead kamu.
– Rajin-rajin baca Postingan Kak Budi Waluyo karena beliau suka memberikan info penting baik dari info pertukaran maupun pemahaman tentang suatu hal kehidupan karena saya juga belajar dari tulisan beliau.
– Terus belajar teman-teman jangan pernah puas.

Naaah itu teman-teman cerita singkat dari saya dari yang benci bahasa inggris sampai sangat tertarik dengan bahasa inggris. Semoga cerita ini dapat bermanfaat dan kalian juga bisa mencapai mimpi-mimpi kalian. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Kak Budi Waluyo atas ilmu SEKOLAH TOEFLnya dan nasihat-nasihat lainnya tentang nilai sebuah kehidupan. Those are awesome and You so inspiring person for us in SEKOLAH TOEFL. Thank u for every single your effort for us here. Hopefully Allah always with you. aamiin..

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: sdsafadg | Twitter @01_budi | BBM 58B28E56

Posted in Beasiswa, Cerita siswa

I Got you, My Next Dot

Simak cerita dari Aninditia, salah seorang siswa di Sekolah TOEFL, menceritakan proses-proses yang telah dilewatinya sehingga berhasil meraih beasiswa PMDSU studi S2 dan S3 Batch 2 Gel 1 di Universitas Diponegoro Semarang, jurusan Manajemen Sumber Daya Pantai Fak. Perikanan dan Ilmu Kelautan.


(Foto: Aninditia)

Haloo Bulan Ramadhan telah berlalu meninggalkan kita, semoga kelak berjumpa kembali dengannya, amin. Hmm, jadi teringat sejarah menyampah di Blog ini, pertama kali dibuat adalah saat pertama kali mendapatkan nilai C yang berderet dan IP di bawah cumlaude, haha, sebegitu perfectnya memang deh yaa seorang Aninditia, sampai hal yang sepele begitu bikin kebakaran jenggot O.o don’t ask me why, because I never want to be like that 😀 hahahah.. Itulah mengapa senin menjadi kelabu dan TRAsh is becoming to put a SHIT things  memory, tapi bukankah sampah tak selalu merugikan? Berlalat dan menjikikkan? Bukankah sampah bisa didaur ulang? Memberikan kesejahteraan hidup? (Blog Pribadi Aninditia: senindkelabu.blogspot.com).

Let me show you ..

Masih inget sama thread “Connecting the Dots”??? Itu cerita yang paling vulgar yang pernah eike bikin dimari, setelah nilai C itu di awal tahun 2011. Hehe.. Kalo uda lupa mungkin bisa dibaca lagi, apa komitmen yang uda dibikin disana.. Ok cuss cerita lanjutannya ada dimari:

  • 5 Juni 2015, pukul 07.30pm

Waktu itu aku baru saja menginjakkan kaki di stasiun Serpong, keluar dari KRL dan menaiki anak tangga menuju gate out, kubuka FB dan kuliat ada tag dari teman workshop di Lab Terpadu UNDIP 2 tahun yang lalu, Mb. Igha, aku jalan kaki menuju kos sambil ga lepas dari memandang HP dan membaca berkali-kali maksud dari informasi itu, kemudian aku menyadari ada nama Profesor favoritku disitu, Prof. Ocky Karna Radjasa dan Prof. Agus Sabdono, mendadak di ¾ perjalanan kakiku lemas, ingin segera sampai di kamar dan membuka laptop. Yah, itu tagline mengenai beasiswa PMDSU (Program Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul), beasiswa yang jarang sekali aku temukan di milis-milis, ternyata beasiswa ini diperuntukkan untuk calon dosen dengan masa studi 4 tahun untuk menyelesaikan studi dari jenjang master sampai doktor, apakah ini jawaban dari Allah atas cita-cita yang ku damba2kan????? Pukul 23.xx aku selesai mengetik pesan untuk dikirim ke beliau berdua, Profesor favoritku.

  • 6 Juni 2015

Hati gundah gulana, makin kepo dengan PMDSU, lalu mencari kapan pendaftaran ditutup di PPS, fyi kedua Prof favoritku bernaung di Program Studi Manajemen Sumber Daya Pantai (MSDP) Universitas Diponegoro Semarang, almamater tercinta cint.. Ternyata pendaftaran mahasiswa pascasarjana ditutup tanggal 20 Juni 2015, galau maksimal, ditambah belum tau rule-nya apakah jika tidak diterima beasiswa wajib menyelesaikan kuliah sebagai mahasiswa regular?? Secara aku ga punya modal dan ga mau sekolah s2 pake duit orangtua, hmm galaunya menjadi-jadi.. Agak tenang sedikit karena email dibales sm Prof2 favorit, aaaa, so many thanks, bahagianya kaya orang abis ditembak sm idolanya.

  • 8 – 11 Juni 2015

Berangkat kerja uda lemes bingit, mungkin cuma ¼ hati, ditambah beban kerjanya makin gak realistis. Masih keep in touch email-emailan sama beliau-beliau yang ku segani, yang tiap hari emailnya makin bikin yakin aku harus daftar !! Entah kenapa di tanggal-tanggal ini aku langsung iseng daftar di laman PMDSU DIKTI, kan gratis boo, yang bayar mah di PPS nya,, eheheh.. begitu info dari Prof bilang kalo khusus program PMDSU sampai tgl 18 Juli, galau maksimalku makin bertambah, jadi galau super maksimal kali yaa.. akhirnya tanggal 12 Juni aku niat engga berangkat ke kantor, sakit kepala mikirin daftar atau engga, kapan aku ke Semarangnya? Cukup kah waktu untuk mempersiapkan dokumen2nya? Berbekal 1x sholat Istikharah dan pertimbangan yang sangat amat detail dari gak dapet THR sampai dicaci maki atasan, akhirnya aku memutuskan membawa surat pengunduran diri esok harinya (masih di dalem FlashDisk)..

  • 13 Juni 2015

Berangkat ke kantor seperti biasa, untung gak ada senam di sabtu sehat gegara ada bos mo meeting, duduk beberapa saat di meja kerjaku, ngeprint surat resign, tandatangan, lalu nungguin waktu yang tepat sambil deg-degan kebangetan, pffft,.. Banyak orang yang menyarankan untuk bertahan sampai THR di tangan, banyak orang yang bilang ini kan belom tentu dapet beasiswanya, banyak orang yang sebenernya menyangsikan, tetapi aku uda nekat kaya orang kesetanan, sekali resign ya resign!!  Aku pikir ini saat yang tepat untuk resign, buat apa aku kerja dengan hati ¼ dan makan gaji yang ga berkah dari kedongkolan2ku, ehmm, toh kalo ga dapet beasiswa ini masih banyak beasiswa yang lain yang bisa aku kejar dan bisa lebih fokus meraihnya, hatiku sudah mantap.

Aku mendekat dan berbisik pada atasan, Bu boleh minta waktu untuk berbicara 4 mata?? Beliau mengiyakan, lalu kita pindah menuju ruangan yang lebih privacy, aaaa, hatiku tak karuan, ku baca doa nabi Musa, perbanyak basmallah dalam hati berusaha menenangkan diri, lalu akhirnya kusampaikan maksud dan tujuanku, atasanku tercengang tapi berusaha tenang, sampai akhirnya pintu terbuka, ada CEO masuk ruangan dan akhirnya beliau tahu aku mo resign, dia bilang gak boleh dadakan kaya gini, blablabla,, lalu dia pergi. Atasanku berusaha meyakinkanku, memohon untuk tinggal barang sebulan, menego untuk menggunakan hak cutiku untuk belajar, tapi aku bersikeras, setengah jam perdebatan yang sengit akhirnya aku mendapatkan tandatangan di surat resignku, yeeaaaah, hatiku senang serasa bebas merpati, tapi tangisku meleleh membanjiri pipi, ada senang dan sedih bercampur jadi satu.

Demikian cepat dan mendadak kabar kepergianku hari itu tanpa ada orang yang menduganya sama sekali, aku berpamitan dan meminta maaf pada semua orang di kantor dan pabrik, hmm, pun pada CEO yang tadi memergokiku, hari itu kuhabiskan hariku untuk berpamitan dan berpoto-poto, hingga pukul 14.00 mobil jemputan membawa kita ke stasiun Jakarta Kota dan memisahkan kita.

  • 14 – 19 Juni 2015

Status baru, pengangguran!! Menyedihkan, tapi bukankah anak panah perlu mundur ke belakang untuk melesat lebih jauh?? Waktu yang sangat pendek itu aku pergunakan untuk belajar siang dan malam TOEFL untuk mempersiapkan tes TOEFL ITP pertamaku 20 Juni 2015 nanti, dengan kondisi badan yang drop ku paksakan diri belajar tak kenal waktu.

  • 20 Juni 2015

Tes pertamaku tiba, rasanya ingin kuulang kembali, aku batuk kering, gatal bukan main tenggorokanku dari awal sampai akhir tes, konsentrasiku buyar beralih pada bagaimana menahan batuk ini supaya tak mengganggu peserta yang lain, aku pasrah..

  • 21 – 25 Juni 2015

Bingung mau mengawali motivation letter darimana? Dua harian habis membaca essay dan artikel-artikel seru di web IndonesiaMengglobal, menulis satu demi satu vocab baru di catatan kecilku, sampai hari ke tiga akhirnya aku berusaha membuat statement dengan grammar yang sangat apa adanya, my grammar is really bad!! Ku sebarkan karya selembarku itu pada proofreader, beruntung ada Mas Budi mahasiswa Lehigh University yang berkenan menyempatkan komen di tengah kesibukannya mengurus kepulangan ke Indonesia untuk liburan summer, semakin beruntung ketemu Mas Irman Fatoni yang dengan sabar dan telaten mengoreksi karyaku dengan detail dan terperinci, aaah sungguh terharu dengan kebaikan hati mas Toni.

  • 26 Juni 2015

Mulai packing, dan hari itu aku berencana mengambil hasil tes TOEFL ITP ke Gedung STC di daerah senayan city sono,, sore jam 5, aku uda mulai puasa, ada abang Toro, Isnanto Bimantoro yang dengan sukacita menjemput dan mengantarku gak lupa menraktirku untuk berbuka puasa, ah bahagia sekali bertemu dengan orang-orang baik,, sangat disesalkan hasil skor TOEFLnya bikin sedih, dan langsung bikin kata-kata curhat ke Prof. Ocky, abis sholat Maghrib masih bersama bang Toro yang setia menemani menjemput surat keterangan kerja dari Manager HRDku di Gajahmada Plaza. Jam 20an akhirnya aku berpisah di Stasiun Palmerah. Di dalam KRL aku mendapat balasan dari Prof. Ocky, beliau menyayangkan dan bertanya padaku apakah masih mau lanjut? Aku bilang selagi masih bisa digunakan untuk mendaftar kenapa tidak? Lebih baik mencoba dan gagal dengan terhormat daripada gagal sebagai pecundang karena tidak pernah mencoba. Aku bersikeras mendaftar dan pulang ke Semarang dengan berbekal skor TOEFL yang apa adanya.

  • 27 Juni 2015

Aku pergi ke Stasiun Jakarta Kota bermaksud membatalkan tiket untuk kepulangan tanggal 11 Juli, dan mencetak tiket 27 Juni untuk malam itu. Aku sengaja berangkat agak siang supaya barang kali bertemu dengan teman2 kerja yang satu genk tapi yaah, haha,, nah pucuk dicinta ulam tiba, saat dalam antrian aku berjumpa mereka, formasi lengkap dan kita mengobrol sesaat melepas rindu, pukul 14.30 kita berpisah dan  hamper setengah lima aku baru sampai kos. Sedih sekaligus belum siap meninggalkan kamar tercinta untuk waktu yang belum dapat ditentukan, aku berbuka puasa di luar dan setelah sholat Maghrib langsung berangkat menuju stasiun Pasar Senen, ditemani pujaan hati, terima kasih sekali kesayangan atas waktunya.

  • 28 Juni 2015

Sampai di Semarang, keretanya ontime sekali, menunggu 2 jam di Stasiun Poncol, menunggu sahabat kesayangan, Desi Arisanti. Aku menginap untuk beberapa hari di rumahnya sampai urusanku di Semarang selesai.

  • 29 Juni 2015

Pertama kali menginjakkan kaki di Tembalang setelah hampir 2 tahun meninggalkannya. Tujuan pertama adalah bersilaturahmi ke Lab. MIkrobiogenetika untuk bertemu dosbing tercinta, sesampai disana ternyata beliau berdua sudah duduk manis menungguku, Dr. Endang Kusdiyantini, DEA dan Dr.rer.nat Anto Budiharjo, M.Biotech. Setelah melepas rindu, aku bergegas mengeprint kembali lembar reference untuk diserahkan kembali ke mereka, katanya sih 3 rangkap. Hari itu waktuku habis cuma untuk bernostalgia dengan kampus, bertemu adek kelas, teman seangkatan, dan sebagainya. Aku sempatkan untuk bertanya pada panitia PMDSU di gedung Widya Puraya, ternyata persyaratan yang diminta baik dari PMDSU maupun Prodi harus dilengkapi semua. Oya, dan aku masih belum mendaftar, padahal pendaftaran ditutup tanggal 2 Juli 2015.

  • 30 Juni 2015

Aku galau lagi, hmm, 1 syarat belum dibuat, ya betul Rencana Penelitian, awalnya aku sengaja mengabaikan, tetapi bukankah akan lebih baik jika semua persyaratan yang diminta dipenuhi? Sedari pagi aku membaca jurnal, sampai pukul 10.00 aku masih membaca jurnal, padahal hari itu aku berniat untuk membayar, akhirnya gagal karena sampai siang bolong pun aku belum menemukan konklusi untuk rencana studiku, masih berkutat dengan jurnal dan diskusi dengan senior kesayangan aku, Mb Eka Oktaviani, finally pukul 16.00 rencana risetnya kelar, dan masih aku review-review hingga pagi harinya ku tuliskan daftar pustaka di bawahnya. Terima kasih for a lot of advices mb Eka 🙂

  • 1 Juli 2015

Hati dagdigdug akan menyerahkan recehan yang dikata lumayan untuk sebuah coba-coba ke Bank sebagai biaya pendaftaran. Hari itu semua agenda telah tercatat di kertas kecil dan aku melesat dari satu tempat ke tempat lain dengan gesit seperti biasanya, hingga akhirnya pukul 11.00 aku ke Widya Puraya mau menyerahkan berkas, eh tapi  amplopnya kekecilan, keluar lagi lah beli amplop.. sebelum jam 13.00 semua uda kelar, dan aku kembali ke MIPA untuk sholat dzuhur dan memenuhi janji bertemu dengan salah satu adek kelas. Well, sore itu jam 16.30 aku diantar menuju St. Poncol oleh Bapak, Bapaknya Desi Arisanti, hehe, terima kasih banyak untuk keluarga Ncid yang dengan hangat menerimaku layaknya sodara kembar Desi, hihih. Malam harinya aku  uda berbuka puasa di rumah, waw indah sekali bukan? Berkumpul dengan keluarga lebih cepat???

  • 2-4 Juli 2015

Menikmati hari-hari santai di rumah dengan belajar TPA seadanya buat tes seleksi tanggal 6 nanti.

  • 5 Juli 2015

Sudah berada di Semarang, berbuka dengan plincess Gasinta, adek kos kesayangan, Tari, Dwi Lestari Tantinis. Terima kasih untuk cerita-cerita serunya, rinduku terobati pada kisah kita 2 tahun yang lalu.

  • 6 Juli 2015

Bangun kesiangan, jam 07.00 padahal acara dimulai jam 08.00, bergegas mandi buru-buru sekali dan 07.40 uda berada di Widya Puraya, aihh ternyata tes baru dimulai pukul 09.00, jeng jeng 2 jam berlalu begitu saja dengan mengerjakan TPA, lalu dilanjut b.Inggris, berhubung ada pilihan yang sudah mengambil tes TOEFL ITP tak perlu tes lagi, akhirnya aku gak ikut tes lagi deh, ngobrol seru dengan Dyah Wulandari, temen seangkatan yang uda pernah ke US tahun lalu buat magang di SanDiego University, eh bener gak ya.. Nyaris 13.30 interview bersama promotor baru dimulai, hmm pertama sih disuruh writing tentang kenapa kamu layak dipilih jadi penerima PMDSU, ah acak kadut banget lah bikinanku itu, hehe, abis itu dilanjutin interview, dan aku dipanggil pada urutan ke-2., nah kan, full in English, aku jawab  semampuku, kebanyakan sih kepo tentang pengalaman kerjaku sampai salaryku, hmm, dan aku diminta buat upgrade skor TOEFL kalo diterima, waktu di dalem aku enjoy gitu, yah entahlah, pasrah ajadeh, secara saingannya juga orang-orang hebat.

  • 10 Juli 2015

Yang ditunggu-tunggu tiba, aaa aku deg-degan, uda siap kalo ga keterima ya bakal berjuang lebih keras buat daftar LPDP. Jam 00.00 belum ada pengumuman, sampai tengah hari bolong juga belum ada, akhirnya sore hari menjelang berbuka ada adek kelas penerima LPDP, Jepri Agung Priyanto, yang nyeletuk nanyain hasil PMDSU, alhasil aku ngecek deh, nah nah, uda ada, aku dagdigdug bukan kepalang, pas abis di download ternyata namaku ada disana, syukur Alhamdulillah aku langsung mengambil air wudhu dan sholat syukur 2 rakaat, entah ada apa engga yang penting sholat sunnah, huhu, terus dilanjut tadarus sampai waktu buka puasa tiba. Masih dengan airmata berlinang. Buka puasa ditanyain babe, tapi aku jawabnya belum tau, dlm hati nunggu ibuk sekalian biar ngasih taunya barengan. Karena ibunda yang pergi ke luarkota belum datang juga, akhirnya abis tadarus malam itu jam setengah 9 aku cerita kalo namaku tercantum di daftar calon mahasiswa MSDP UNDIP dengan beasiswa PMDSU. Alhamdulillahirrabilalamin

Ahh, panjang sekali yah ceritanya, tapi kisah ini barulah awal perjuangan panjang yang akan dilalui. Apapun, bagaimanapun, ke depannya, aku percaya, selagi kita bersungguh-sungguh dan selalu berserah, insya Allah semua lancar, semangat mengemban tugas Negara sampai akhir, yo yo yo yo yo !! Selamat datang my Next Dot.

Inilah titik berikutnya untuk mencapai garis “manusia bermanfaat”. Menjunjung tridharma perguruan tinggi, mengabdi untuk negri. Bismillahirrahmannirrahiim.

Info tentang beasiswa PMDSU: http://beasiswa.dikti.go.id/pmdsu

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: sdsafadg I Twitter @01_budi | Instagram: sdsafadg

Posted in Cerita siswa

Mimpi ini Harus Kujaga dengan Terus Belajar..

Fanny Taralandu


Bersama adik di bukit Kota Waingapu, Sumba Timur
Bersama adik di bukit Kota Waingapu, Sumba Timur

Hai para pejuang mimpi di sekolah TOEFL. Perkenalkan, nama saya Fanny Taralandu. Saya lulusan tahun 2014 dari Prodi S1 Ilmu Gizi STIKes Widya Cipta Husada Malang. Saat ini saya telah kembali ke kampung halaman saya di Pulau Sumba, NTT karena saya dinyatakan lulus tes CPNS sebagai Nutrisionis di Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur.

Awalnya, tidak terbersit sedikitpun dalam benak saya sebuah mimpi untuk kuliah ke luar negeri. Di awal-awal semester, saya hanya menjalani kuliah saya dengan apa adanya. Yang penting lulus, pulang, kemudian bekerja membantu orang tua. Itu saja intinya. Hal ini mungkin disebabkan oleh budaya masyarakat yang telah mengakar bahwa anak-anak bersekolah untuk mendapatkan pekerjaan-menghasilkan uang untuk membantu keluarga. Cukup sampai disitu saja. Tetapi, ketika saya mulai mengenal dunia kegizian dan organisasi kemahasiswaan, ketika saya mulai berpartisipasi dalam event-event yang berbau pengabdian gizi kepada masyarakat, saya mulai sadar dan teringat akan kondisi kampung halaman saya. Ilmu-ilmu yang telah saya terima mengingatkan saya tentang kondisi anak-anak yang dulu saya kenal dan temui di daerah saya. Anak-anak yang terlihat biasa saja oleh masyarakat awam seperti kami ternyata mengalami malnutrisi yang cukup berat.

Bahkan saya baru tahu setelah saya berkuliah, kalau anak tetangga dibelakang rumah saya ternyata menderita kwashiorkor-kekurangan asupan protein yang cukup berat. Kami menyangka bahwa anak ini sehat karena tubuhnya terlihat gemuk padahal bengkak. Rambutnya yang berwarna kuning seperti jagung dan mudah dicabut memang sempat membuat kami terheran-heran, namun hal ini dibiarkan saja karena tidak tahu. Orang tuanya malah merasa senang karena tanpa mengkonsumsi makanan yang beraneka ragampun anaknya tidak apa-apa malah sehat. Saya dulu memiliki seorang teman yang kuku-kuku tangannya di penuhi dengan bintik-bintik putih. Kami tidak tahu kalau tanda itu merupakan tanda kekurangan  zat gizi tertentu dalam jangka yang panjang. Sayapun baru tahu setelah kuliah, bahwa NTT adalah provinsi yang berada diurutan pertama kejadian stunting-kekerdilan karena kekurangan yodium, bisa mengarah pada rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia dikemudian hari.

Hal-hal tersebut mulai membuka mata saya, membangkitkan kepekaan saya terhadap kondisi kesehatan anak-anak di daerah saya. Saya membayangkan betapa suramnya masa depan anak-anak ini jika malnutrisi tidak segera ditekan.Kini persepsi saya mengenai tujuan kuliah dan bekerja tidak sesempit dulu lagi. Saya kuliah untuk belajar bagaimana caranya mencari solusi bagi masalah di daerah saya, belajar bagaimana caranya menjadikan diri saya sosok yang bermanfaat bagi orang lain dan saya ingin bekerja bukan hanya sekedar untuk memperoleh penghasilan, tetapi untuk memperhatikan anak-anak di daerah saya. Sejak saat itu saya mulai belajar dengan tekun dan rajin berpartisipasi dalam event-event yang berbau kegizian. Saya beruntung sekali karena melalui kegiatan-kegiatan tersebut, saya bisa bertemu banyak tokoh-tokoh yang kontribusinya dalam usaha memperbaiki masalah gizi di Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Saya juga bertemu teman-teman mahasiswa yang luar biasa dengan idealisme, mimpi, dan kegigihan usaha mereka untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri. Kesempatan bertemu mahasiswa-mahasiswa internasional-dengan kemampuan bahasa inggris saya yang masih pas-pasan, sudah sangat cukup untuk menajamkan visi misi saya.

Mimpi saya kini berkembang lebih luas. Saya harus menguasai TOEFL dan IELTS. Saya harus kuliah ke luar negeri! Saya harus belajar bagaimana sistem kegizian yang diberlakukan diluar negeri, baik di negara maju maupun negara berkembang agar saya bisa melihat, apa yang saya bisa lakukan untuk daerah saya pada khususnya.

Eka Nurul Agusta


Nama saya Eka Nurul Agusta. Saat ini saya bekerja di perusahaan kontraktor yang bergerak dibidang penyediaan barang dan jasa (spesialis kebutuhan Rumah Sakit dan Laboratorium). Sebagai lulusan SMK jurusan Analisis Kimia (Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor) sebelumnya saya juga pernah bekerja sebagai teknisi Laboratorium Biokimia dan Analisis Pangan Departemen Gizi Masyarakat IPB. Saat ini setiap pagi sampai sore saya bekerja dan malamnya saya kuliah di jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Ilmu Pangan Halal, Universitas Djuanda Bogor.

Mungkin belum banyak yang kenal dengan universitas tempat saya belajar saat ini, apalagi nama fakultasnya yang masih sangat jarang di temui. Tapi disinilah wawasan saya terbuka tentang betapa pentingnya disiplin ilmu yang sedang saya pelajari dan jalan yang ingin saya perjuangkan.

Karena berbagai alasan, saya dan mungkin banyak diantara yang lain harus bekerja sambil kuliah. Bekerja sambil kuliah walaupun tidak sesulit yang dibayangkan, tapi bukan hal yang mudah juga untuk dijalani. Terutama bagi saya adalah masalah keleluasaan waktu untuk belajar. Boro-boro mengambil les untuk belajar bahasa khususnya TOEFL yang memegang peranan penting jika kita ingin melanjutkan studi keluar negeri, mau berlama-lama dikampus untuk menikmati masa-masa perkuliahan ataupun berkutat mempelajari buku-buku referensi di perpustakaan saja sulit untuk bisa didapati oleh mahasiswa seperti saya dan teman-teman saya yang lain (padahal kesempatan untuk belajar dan merasakan atmosfer perkuliahan dikampus  yang disibukkan dengan kegiatan-kegiatan akademik dan kegiatan kemahasiswaan adalah sesuatu yang selalu saya idam-idamkan). Dan saya mengharapkan dapat merasakan itu semua ketika saya menempuh jenjang pendidikan selanjutnya, setelah fase yang sekarang saya jalani ini terlewati.

Oleh karena itu, saya memiliki niat (semoga bukan hanya niat, tapi juga tekad) jika saya sudah menyelesaikan S1, saya berkeinginan untuk melanjutkan studi saya, tidak tanggung-tanggung saya pun menargetkan untuk bisa kuliah keluar negeri walaupun mungkin akan sulit tapi bukan hal mustahil bukan? Selama usaha dan doa terus digiatkan.

“Man Jadda Wa Jadda”

“Dan (bagi) orang-orang yang bersungguh-sungguh beruang untuk mencari keridhaan Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. …..” – Q.S. Al-Ankabut : 69

“Keep praying for what it is you seek. Impossibility and possibility are merely concept of your mind. To Allah, nothing is imposible” – Imam Ali ra.

Kata-kata itu lah salah satunya yang selalu menjadi pegangan dan penyemangat saya dalam mengusahakan apa-apa yang inginkan.

Oiya satu lagi. Kenapa harus keluar negri?

Salah satu alasannya yaitu tempat saya bekerja dan kuliah saat ini sangat dekat dengan tempat tinggal saya.  Ditambah rutinitas bekerja dan kegiatan perkuliahan yang itu-itu saja dan ditempat yang disitu-situ saja membuat saya merasa stagnan. Zona aman tidak lagi membuat nyaman. Saya selalu ingin merasakan pengalaman hidup yang lain di belahan bumi yang lain. Sampai saat ini terpaksa hal itu masih harus betah berada dalam imajinasi saya saja. But soon, bi idznillah akan ada waktunya bagi saya merealisasikan itu semua, belajar dibelahan bumi-Nya yang lain.

Mengikuti sekolah TOEFL online ini akan menjadi salah satu usaha yang saya jalani untuk bisa sampai pada apa yang saya cita-citakan. Dengan ini semoga saya bisa meningkatkan kemampuan bahasa inggris saya dan  bisa segera mencapai score TOEFL yang qualify untuk bisa menembus beasiswa ke luar negri.

Saya berterima kasih kepada sekolah TOEFL online beserta seluruh pengajar dan adminnya yang telah memfasilitasi kami semua para siswanya untuk bisa mendapatkan pelajaran yang sangat bermanfaat ditambah lagi motivasi-motivasinya yang menambah semangat belajar dan semangat juang kami. Saya yakin energi positif dan semangat berbagi dari tim Sekolah TOEFL online sangat dirasakan oleh para siswanya dan telah teresonansi sehingga manfaatnya akan terus terasa dan lebih meluas lagi. Saya juga berterima kasih kepada Kak Devita Febri Andini (kakak kelas saya sewaktu di SMAKBo yang sekarang menjadi teman kuliah bareng saya) yang sudah men-share info tentang sekolah TOEFL ini, sehingga saya mendapatkan kesempatan belajar di sekolah TOEFL ini.

Terakhir, saya ingin menutup tulisan ini dengan kata-kata (yang menurut saya indah :D) dari sepupu saya:

“Tidak ada hati yang pernah menderita saat ia mengejar mimpi-mimpinya, karena setiap detik dari pencarian itu adalah detik perjumpaan dengan Tuhan dan Keabadian. Setiap orang yang sedang berusaha mewujudkan impiannya, baginya setiap detik adalah berkah dan kebahagiaan karena dia sudah berani untuk menjalani impiannya” –Furkon Hakim

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: sdsafadg I Twitter @01_budi | Instagram: sdsafadg

Posted in Cerita siswa

Dari Swedia, Mereka Bisa Kenapa Saya Tidak?

Suasana musim dingin di Swedia (Foto: Rachmi)
Suasana musim dingin di Swedia (Foto: Rachmi)

Assalamualaikum… perkenalkan nama saya Rachmi Widaryanti Dwi Mulyani biasa dipanggil Rachmi, lulusan Universitas Diponegoro di kota Salatiga. Saya seorang ibu rumah tangga yang sekarang sedang berada di Swedia dalam rangka menemani suami saya kuliah S2 disini. Saya resign dari tempat bekerja dulu untuk mengikuti suami, selain karena memang keinginan suami agar saya menemaninya disini sampai lulus dan juga karena saya tertarik untuk belajar bahasa Inggris. Saya pikir dengan berada disini mau tidak mau saya harus berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Selain itu, ini adalah kesempatan saya untuk melatih keberanian dalam berkomunikasi dalam bahasa inggris dengan orang asing.

Kegiatan saya disini selain sebagai ibu rumah tangga saya juga ikut English Course yang sekarang sedang break dan akan berlanjut lagi di bulan September 2015 nanti. Selain itu, saya juga ikut group belajar bahasa Swedia (Swedish) bersama beberapa teman-teman dari negara lain. Sebenarnya sih selain belajar sekalian menambah teman, hehehe. Walaupun bahasa resmi di Swedia adalah Swedish tetapi orang-orang disini sangat fasih berbahasa Inggris, mulai dari anak kecil sampai kakek-kakek dan nenek-nenek. Itu juga salah satu penyemangat saya untuk belajar bahasa Inggris; kalau mereka yang bukan penutus asli saja bisa kenapa saya tidak bisa. Hanya saja saya terbentur masalah grammar dalam berkomunikasi disini, jadi ibarat bahasa alaynya IYKWIM (If You Know What I Mean) hahaha yang penting saya dan lawan bicara sama – sama tau maksudnya. Yah, meskipun untuk masalah ini kadang saya suka berdiskusi dengan suami, tapi karena kesibukan dia yang padat, jadi saya lebih banyak belajar sendiri, hahaha jadi curcol nih.

Berawal dari keinginan saya untuk bisa bekembang, saya mulai browsing-browsing di internet dan bergabunglah saya dalam suatu group komunitas bahasa. Alhamdulillah saya mendapatkan informasi dari Group Polyglot Indonesia kalau ada sekolah Toefl gratis. Apalagi pembimbingnya Pak Budi Waluyo yang sangat hebat (saya lihat dari tulisan-tulisan beliau di Blog). Subhanalloh, semoga pahalanya berlipat ya Pak Budi, Amin. Dari dulu saya memang ingin belajar Toefl karena selain ingin meningkatkan nilai skor, juga saya ingin tahu bagaimana cara menguasai structure grammar. Walaupun dulu saya sempat ikut tes TOEFL tapi hanya sebagai syarat kelulusan dan itu sudah lama sekali jadi banyak yang lupa. Setelah itu, saya sibuk bekerja sehingga tidak ada pikiran untuk mengambil kursus TOEFL. Saya sangat senang sekali akhirnya bisa bergabung menjadi anggota sekolah TOEFL, yah meskipun sempat kaget waktu ada perkenalan dari sesama anggota yang lain. Kagetnya ketika ternyata teman-teman saya kebanyakan masih kuliah, jadi berasa paling tua deh, padahal umur saya sebenarnya juga belum tua-tua amat, menghibur diri sendiri, hiks.

Enaknya di sekolah TOEFL ini tidak ada jadwal khusus buat belajar dan mengerjakan tugas, karena kita bisa belajar kapanpun dan dimanapun. Setelah bergabung, saya langsung inisiatif untuk membaca Blog sekolah TOEFL dan mengerjakan exercisenya. Inget banget waktu itu, langsung dalam satu hari exercise 1-3 saya kerjakan sembari mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Sampai sekarang saya tulis testimoni ini, Alhamdulillah saya baru sampai Exercise 12 walaupun belajar sambil mengerjakan pekerjaan yang lain dan ada kegiatan di luar rumah yang saya ikuti. Dengan adanya temu online di Group FB, apalagi ada tambahan Questions Of the Day di group WA jadi up to date. Apalagi antara pemateri, admin dan peserta bisa saling sharing tentang topik dan artikel-artikel dalam bahasa Inggris dan itu sangat bermanfaat untuk menambah kosakata kita. Saya merasa lambat laun jadi paham bagaimana cara belajar dan mengerti grammar.

Bersantai di Resto Favorit di Malang (Foto: Rachmi)
Bersantai di Resto Favorit di Malang (Foto: Rachmi)

Kendalanya adalah di perbedaan waktu yang 5 jam antara WIB dan disini jadi sering telat di temu online dan menjawab QOTD di Group WA..hehehehe..peace. Karena kadang pertanyaan di share di pagi hari WIB, sementara saya disini masih terlelap. Walaupun saya sering telat mengikuti, saya selalu memantau pertanyaan dan jawaban dari Pak Budi dan teman-teman yang laen. Jadi kadang ada beberapa pertanyaan saya tapi sudah dilontarkan oleh teman yang lain dan sudah dijawab oleh Pak Budi, jadi saya tinggal memantau saja, Alhamdulillah, kalau ada niat kendala apapun bisa diatasi, termasuk saat Ramadhan sekarang dimana disini waktu puasanya hampir 20 jam jadi saya ada sedikit lebih waktu luang untuk mengerjakan tugas-tugas TOEFL. Saya menjalani semua juga karena saya punya cita-cita ingin bisa bekerja di luar negeri ataupun di perusahaan asing di dalam negeri. Semoga dengan saya ikut sekolah TOEFL ini saya bisa termotivasi dan meraih impian saya. Amin. Dan untuk Sekolah TOEFL semoga bisa semakin maju dan berkembang seiring dengan banyaknya anggota baru yang ikut berpartisipasi untuk belajar bersama. Barokallahu.

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: sdsafadg I Twitter @01_budi | Instagram: sdsafadg

Posted in Cerita siswa

Baru Belajar TOEFL Sekarang? Better Late than Never!

Syamsiah Br Marpaung


(Foto: Syamsiah Br Marpaung, S.Pd)
(Foto: Syamsiah Br Marpaung, S.Pd)

Saya alumni pendidikan bahasa Inggris sebuah universitas negeri di kota Medan, lulus pada Mei 2014. Sebenarnya saya termasuk terlambat dalam hal menemukan informasi mengenai pentingnya TOEFL atau angan-angan kuliah ke luar negeri. Baru akhir-akhir masa penyusunan skripsilah saya mengerti pentingnya TOEFL untuk melanjut S2 di luar negeri. Namun pada waktu itu, semuanya hanya ada dalam keinginan dan hasrat, tentang bagaimana caranya saya masih belum memikirkannya.

Segera setelah wisuda saya langsung bekerja karena saya tidak memiliki dana untuk melanjutkan studi ke jenjang S2. Untuk kuliah S1 saja saya bergantung pada beasiswa, tentu saja untuk melanjut ke S2 saya juga ingin dibiayai oleh beasiswa. Namun, saya menyadari untuk mendapatkan dana beasiswa S2 tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ditambah lagi, saya masih meraba-raba informasi di dunia maya. Saya tidak mengenal banyak senior, dan juga tidak begitu dekat pada para dosen, biasanya mereka merupakan sumber informasi. Saya menyadari bahwa itu merupakan kesalahan saya, namun apa hendak dikata, semua telah berlalu. Yang harus saya lakukan kemudian adalah berfokus pada apa yang harus saya lakukan ke depan.

Di setengah tahun menjalani waktu sebagai alumni yang belum mendapatkan pekerjaan tetap namun merindukan bangku kuliah, saya mengenal kak Budi melalui dunia maya. Dimulai dari mengetik kata kunci ‘Fullbright’ pada kolom ‘search engine Google’, ketemulah saya dengan kakak luar biasa ini. Angan-angan saya untuk melanjut S2 yang hampir pupus perlahan muncul kembali setelah membaca tulisan-tulisan beliau. Saya selalu semangat membaca blog kakak hebat ini, materi-materi pdf yang banyak beliau sediakan dalam blognya sangat membantu proses pemulihan kepercayaan diri saya. Apalagi kalau saya baca e-book ‘Smart Tweets’ beliau.

Dengan modal nekat dan belajar otodidak, saya beranikan diri melengkapi formulir beasiswa dan mengikuti tes TOEFL ITP bersertifikat dari ETS di salah satu institusi bahasa di kota Medan. Apa hendak dikata, skor yang saya peroleh hanyalah 490. Saya pun bingung harus bagaimana. Namun saya tak putus asa, setiap minimal 2 hari sekali saya akan membaca blog kak Budi. Saya juga mengundang semua kontak akun sosial beliau.

Alhamdulillah, rasa tidak putus asa saya berbuah manis. Saya mendapat ‘broadcast message’ dari Kak Budi mengenai Sekolah TOEFL. Saat ini saya adalah seorang guru pengganti di sekolah SD dan sebuah tempat kursus di kota kecil bernama Tanjungbalai, sekitar 4-5 jam dari Medan. Di kota ini, saya tidak dapat mengikuti kelas persiapan TOEFL karena memang tidak ada. Untuk tes saja, saya harus pergi ke Medan. Karenanya saya merasa bahwa sekolah ini adalah jawaban untuk doa saya. Saya pun segera mendaftar dan sekarang menjadi bagian dari keluarga besar sekolah online yang luar biasa ini. Melalui sekolah ini saya dapat belajar bersama berbagai teman di seluruh penjuru Indonesia dan hal itu sangat menyenangkan.

Tantangan terberat dalam belajar TOEFL adalah disiplin waktu dalam belajar, khususnya untuk kasus belajar mandiri dan menghadiri sekolah online, apalagi dengan tantangan signal yang naik turun di daerah. Kita harus keras pada diri sendiri dan pandai-pandai membagi waktu. Khususnya seperti saya yang mengajar di pagi hari hingga siang, lanjut sore sampai malam. Di awal-awal memang semangat, lanjut minggu kedua mulai kewalahan. Namun, saya tak mau terus memanjakan diri, saya akan belajar dan bekerja keras seperti kak Budi. Saat rasa malas datang, saya pun menampar diri dalam hati, “Kak Budi yang super padat jadwalnya sekolah di luar negeri saja masih menyempatkan diri untuk kami di sekolah ini!”

Buat teman-teman lain yang punya masalah sama seperti saya, yang sibuk bekerja dan sudah tak lagi berada di bangku kuliah, kita tidak boleh menyerah. In Shaa Allah terlambat masih jauh lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali. Buat adik-adik yang masih kuliah, bersyukurlah karena kalian telah jauh beberapa langkah di depan kakak-kakak alumni yang lama bangunnya seperti saya. Buat kita semua, siswa/i Sekolah TOEFL Indonesia, yuk menjadi berkah dan manfaat untuk sesama, mari kita berbagi informasi untuk orang-orang di sekitar kita, banyak teman kita di luar sana yang membutuhkan informasi yang kita miliki.

Sufia Nur Janah


Nama saya Sufia Nur Janah, alumni Universitas Sebelas Maret jurusan Matematika. Saya berasal dari Sragen, tetapi sekarang berdomisili di Solo. Saya lulus bulan Agustus dan wisuda pada bulan Desember. Jadi, rasanya sudah lama sekali tidak mengikuti pembelajaran kuliah. Setelah lulus saya berniat untuk melanjutkan kuliah S2 di luar negeri. Niat sekolah ke luar negeri baru terpikirkan beberapa bulan sebelum wisuda sehingga persiapan bahasanya pun belum begitu matang. Daripada menyesali persiapan yang bisa dikatakan terlambat, maka tidak ada salahnya mencoba untuk bangkit dan segera memulainya.

Pada bulan Maret saya ikut les preparation IELTS di jogja tepatnya di Cilacs UII. Selama 2 hari sekali dalam seminggu, saya melakukan perjalanan dari solo ke jogja naik motor. Dalam les tersebut dibahas semua bagian meliputi listening, reading, writing dan speaking. Semua bagian terasa berat apalagi pada bagian speaking, benar-benar kurang lancar karena memang saya belum terbiasa speaking in English. Dibalik perjuangan les tersebut terasa banyak yang kurang, yaitu bekal grammar saya belum matang, maklum sudah off dari bahasa inggris semenjak lulus SMA. Seharusnya, sebelum preparation IELTS bekal grammar dan semua bagian adalah lumayan matang mengingat sistem pembelajarannya adalah kelas bukan privat. Kemudian, terlintas dipikiranku untuk belajar TOEFL terlebih dahulu sebelum merambah ke IELTS. Mengapa demikian, karena score TOEFL juga masih bisa diterima oleh beberapa universitas.

Dengan bekal grammar yang kurang saya nekat untuk mencoba tes TOEFL. Buku pertama yang saya pelajari adalah Longman. Dengan belajar extra ngebut 1 hari full, hasilnya dapat dipastikan masih dibawah standart. Tes pertama pada bulan Maret 2015 mendapatkan score 463. Berkali-kali tes TOEFL hasilnya naik turun. Tes kedua dan ketiga berturut-turut adalah 470, 460.

Hasil Tes TOEFL ITP 1
Hasil Tes TOEFL ITP 1
Hasil Tes TOEFL ITP 2
Hasil Tes TOEFL ITP 2
TEs TOEFL ITP 3
Tes TOEFL ITP 3

Kemudian, selagi mencari info beasiswa munculah info adanya sekolah TOEFL. Sayapun tertarik dan mendaftar diprogram tersebut untuk menggali lebih dalam materi TOEFL dan tips nya agar bisa semakin paham dalam dunia grammar. Dahulu kesulitan dalam tes TOEFL adalah di semua bagian yaitu listening, structure, dan reading. Dari ketiga bagian yang terbilang lumayan adalah reading karena sejak SMP sampai SMA sudah terbiasa mengerjakan soal reading. Untuk listening pertama kali benar-benar blank mengenai apa yang didengar. Kemudian semenjak itu sering-sering mendengarkan lagu dan film inggris, hasilnya meningkat sedikit. Kemudian kesulitan selanjutnya dibagian structure yaitu terletak dalam menentukan subjek dan verb ketika sudah ada connector. Connectorpun juga kadang sulit membedakan antara yang adverb, adj, dan noun clause. Selain itu yang paling menjebak dan suka kehilangan arah dibagian written. Entah kenapa ketika masuk dibagian written, kadang tidak mengerti mana yang salah dan skill apa yang bisa dipakai. Cara mengatasinya dengan latihan soal tetapi kebanyakan pembahasannya atau analisisnya tidak ada jadi belum faham analisis mendetailnya.

Dalam program sekolah TOEFL ini, setiap hari diberikan pertanyaan atau question of the day. Dalam menjawab pertanyaan perlu disertai analisis atau alasan dalam menjawabnya, sehingga masing-masing peserta dapat berdiskusi. Pada akhirnya, mentor yaitu mas Budi Waluyo memberikan jawaban beserta analisisnya. Menurut saya hal tersebut benar-benar sangat membantu, karena kita dapat belajar dalam menganalisis soal dimana sebelumnya kita belum bisa menganalisa soal dengan benar. Selain itu, setiap hari peserta diberikan artikel bahasa inggris agar terbiasa dalam membaca berita dalam bahasa inggris. Hal tersebut sangat membantu kemampuan reading peserta. Semoga dengan mengikuti sekolah TOEFL ini saya dapat lebih paham dan score TOEFL dapat mencapai target, amin.

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: sdsafadg I Twitter @01_budi | Instagram: sdsafadg

Posted in Cerita siswa

Salam dari Mesir, Yuk Mulai Belajar dari Diri Sendiri!

My campus (Foto: Bunga)
My campus (Foto: Bunga)

Assalammu’alaikum. Hallo, selamat pagi semuanya..

Mungkin ada yang bertanya-tanya kode negara +20 ini dari mana? Atau mngkin bisa jadi karena aktif WhatsApp-nya lewat Komputer jadi nomornya bisa diganti-ganti.

Dari awal saya masuk grup ini, sama sekali saya blum kenal dengan sahabat-sahabat semua . Mungkin juga karena waktu itu saya telat masuknya yah.. Atau apa mungkin di grup ini blum kenal satu sama lainnya..:D

“Tak kenal maka, Ta’aruf (Kenalan)yuk.. ”

Walau sedikit terlambat, kenalkan saya Bunga , Asal Padang, Sumatera Barat. Yang konon Rumah Makannya ada disetiap jengkal di penjuru Indonesia 😀

Saya sekarang sedang menempuh Studi Sarjana di Al-Azhar, Kairo, Mesir dan Alhmdulilah sekarang tingkat Akhir. Disini saya sudah 4 tahun studi di jurusan Theology Islam. Basic bahasa saya disini tentu bahasa Arab.

Di tahun 2011 saya mendarat di Cairo International Airport, menyusul hari-hari bergulir dengan cepatnya. Hal paling berat bagi saya di awal-awal kedatangan adalah Bahasa!! Walau sudah di bekali bahasa arab di SMA, tetap saja saya tidak paham apa yang mereka utarakan..

Adalah PRAKTIK Inti dari Berbahasa, disamping menguatkan basic kaedah-kaedah lainnya..

Saya berkoar-koar pagi-pagi begini (02.30 Cairo Lacation Time) tak lepas dari satu tujuan, untuk menasehati diri saya sendiri.

Apa gunanya paham kaedah, ngerti grammar, jago nerjemah, tanyain semua vocab bisa ngartiin semua. Tapi untuk praktek sangat minim. Mustahil bakal bisa mahir berbahasa..

Bermula dari BC teman yang mengabarkan keberadaan Sekolah TOEFL-Tatkala saya masih sibuk-sibuknya mempersiapkan ujian akhir. Sangat tertarik, saya coba daftar. Berhasil! Masuk. Ikuti Aturannya. Pantau. Pahami. Kerjakan. Bertekad. Sungguh-sungguh. Dan alhamdulillah dari 5 excercice yang tertinggal bisa saya kejar berikut dengan QOTD-nya.

Mediterania, Kota Alexandria (Foto: Bunga)
Mediterania, Kota Alexandria (Foto: Bunga)

Waktu di Mesir lebih lambat 5 jam dari Indonesia. Minggu adalah hari awal aktifitas orang-orang di Mesir, dan Jumat adalah tanggal merah mereka.

Saya selalu terkendala saat harus mengikuti Temu Online, perbedaan jam dan kesibukkan yang ada sungguh memberikan ujian tersendiri. Tapi saya yakin setiap kita punya kendala masing-masing dalam belajar di Skeolah TOEFL ini 😀

Lalu, sampai disitukah perjuangan kita?

Sekolah mana yang bisa bikin kita punya banyak kenalan yang berasal dari seluruh Indonesia dengan beragam budaya? Sekolah mana yang ngasih kita ilmu dengan cuma-cuma? Sekolah mana yang ngasih kita suprise tiap harinya..Kalau bukan disini?

Saya bergabung disini, karena kemampuan bahasa Inggris saya yang jarang diasah.. apalagi didunia yang serba modern ini, bahasa Inggris harusnya sudah menjadi bahasa nomor 2 setelah bahasa Indonesia – bukan bahasa daerah 🙂

Tidak usah jauh-jauh deh.. belajar dari negara jiran saja.. berpendidikan tak berpendidikan untuk basic bahasa mereka lebih jago daripda kita. Apa? Mau nyalahin kalau mereka dijajah Inggris? Atau manyalahin diri yang saat ini enggan untuk digubris berbahasa aktif?
Yuk mulai dari diri sendiri, dari sekarang ini dan dari hal yang kecil-kecil. Baca artikel dengan sedikit melengkingkan suara.. amat berfungsi untuk percepatan ingatan di kepala dan kefasihan bahasa.. ulangi dan pahami.. Coba deh..

Terakhir, saya sangat bangga bisa gabung di grup ini. Terutama untuk semua pihak yang sudah ambil andil dan semua kru-kru yang bertugas juga terkusus mentor kita, bejibun kerjaan beliau, di bagi buat ngajarin kita? Disia2kan kah? Duh…
Yuk belajar memanage waktu dan menghargai ilmu. Kelak semua gerakan yang kita jalani, punya andil tersendiri yang dengan kesungguhuan tadi membuat hidup kita lebih berarti..
Untuk kak Budi, semoga semua urusannya dimudahkan, dan Allah sajalah yang bisa membalas baiknya.. 🙂

Salam
Bunga Shiba

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: sdsafadg I Twitter @01_budi | Instagram: sdsafadg