Posted in Panduan Menulis Esai

Panduan Menulis Esai: LPDP (Sukses Terbesar dalam Hidupku)

Tulisan ini adalah panduan menulis bagian terakhir untuk beasiswa LPDP dimana akan membahas tentang menulis esai “Sukses Terbesar dalam Hidupku”.

Sebelumnya, sudah dibahas tentang cara menulis esai “Kontribusiku Bagi Indonesia” dan “Rencana Studi”.

Bagi yang belum membaca panduan esai LPDP sebelumnya, silahkan klik link ini:

1. Kontribusiku Bagi Indonesia

2. Rencana Studi

Langsung saja ya.

Instruksi dibuku panduan LPDP adalah:

Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “…. “Sukses Terbesar dalam Hidupku”.

Dari instruksi ini kita dapat mengetahui bahwa tulisan esai ini akan terdiri dari 5 sampai 7 paragraf karena dibatasi maksimal 700 kata. Satu paragraf bisa berisi 100 kata atau lebih. Perhitungan seperti ini sederhana, tetapi penting dalam membantu kita dalam membuat draft tulisan. Artinya kalau ada 7 paragraf misalnya, di paragraf 1 akan berisi pembukaan dan paragraf 7 akan berisi kesimpulan atau penutupan. Lalu, tersisa 5 paragraf lagi yang mungkin bisa terdiri dari 100 kata setiap paragrafnya sehingga jumlah kata dalam 5 paragraf ini adalah 500 kata. Didalam 5 paragraf ini kita juga harus memahami bahwa poin penting harus dijelaskan di dalam 5 paragraf ini. Sederhana bukan perencanaannya? Setiap orang bisa berbeda jumlah paragrafnya, bergantung dengan informasi yang mereka miliki.

Hal penting lainnya adalah saat melihat instruksi sebuah esai, coba untuk ‘menerka’ apa tujuan sponsor beasiswa mensyaratkan esai tentang ini; apa yang ingin mereka ketahui? Eksplor tentang latar belakang sponsor, termasuk tentang visi dan misinya. Dengan kita memahami semua hal tentang sponsor beasiswa yang akan kita lamar, kita dapat menyesuaikan isi esai kita agar sesuai dengan ‘keinginan’ mereka, dalam artian sesuai dengan yang mereka cari; sesuai dengan latar belakang dan tujuan yang ingin dicapai oleh beasiswa yang kita akan lamar. Kenapa saya menyampaikan informasi ini?

Alasannya adalah ada ratusan bahkan ribuan pelamar sebuah beasiswa, sedangkan panitia yang terlibat dalam komite seleksi hanya beberapa orang saja. Coba posisikan kalian sebagai salah satu dalam komite seleksi beasiswa, lalu harus membaca ratusan bahkan ribuan esai pelamar beasiswa. Bagaimana kalian akan membaca esai – esai itu agar cepat selesai? Pasti dengan cara membaca cepat, bukan? Nah, disinilah yang perlu kita pahami bahwa esai kita harus langsung menjawab dan berisi informasi yang diminta oleh sponsor beasiswa. Poin – poin yang kita sampaikan dalam esai harus to the point dan berbobot diawal; yang dalam hitungan detik saat pertama kali orang lain membaca, langsung menangkap isi ‘penting’ dalam esai kita dan segera memahami apa yang akan kita sampaikan didalam esai. Jadi, saat komite penyeleksi membaca esai kita, dalam hitungan detik mereka sudah langsung bisa menangkap poin – poin penting tentang kita yang sesuai dengan yang mereka minta. Kalau misalnya esai kita tidak fokus atau bertele – tele, saya rasa setelah beberapa detik membaca paragraf awal, komite penyeleksi sudah langsung meminggirkan aplikasi kita.

Yuk, kita mulai membahas setiap paragrafnya.

Esai: Sukses Terbesar dalam Hidupku

   Paragraf Pertama:

  • Jelaskan dua atau tiga kalimat tentang definisi “Sukses” bagi anda. Uraikan dengan cerdas. Maksudnya bagaimana? Berfilosofi sedikit boleh, tetapi usahakan berbobot, jangan ‘ngosong’ doank. Caranya bagaimana? Bisa dengan sedikit membawa informasi tentang orang – orang yang sudah terkenal baik didalam atau pun luar negeri, bisa dengan membawa sebuah cerita pertemuan dengan seseorang, bisa mulai dengan sebuah pengalaman, atau langsung to the point, misal bagi saya, sukses adalah … Ini terinspirasi atau didasarkan pada, dan lain sebagainya.
  • Lalu, rangkum didalam kalimat terakhir paragraf pertama tentang sukses terbesar dalam hidup anda yang akan anda uraikan dalam esai ini.

Contoh: 

Ayah meninggal dunia disaat usia saya 3 tahun. Sejak saat itu, Ibu menjadi tulang punggu keluarga; banting tulang bekerja siang dan malam berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari saya dan tiga orang adik saya, terutama untuk membiayai pendidikan kami. Suatu hari, Ibu menyampaikan sebuah pesan kepada saya bahwa kelak saya harus bisa sekolah setinggi mungkin hingga mencapai level Doktor agar dapat membantu keluarga serta orang lain yang hidup dalam kemiskinan seperti kami. Nasehat ibu ini menjadi dasar saya dalam mengukur kesuksesan dalam hidup, yaitu seberapa banyak hal yang sudah berhasil saya lakukan, seberapa kontribusi yang sudah saya berikan untuk orang – orang sekitar melalui pengetahuan, skill, dan prestasi – prestasi yang telah saya raih. Setelah beberapa tahun studi ….. bekerja di bidang ….. saya sudah mampu berbuat dan meraih beberapa hal penting yang saya anggap sebagai sukses terbesar dalam hidup saya sampai saat ini. Didalam esai ini, saya ingin menjelaskan tiga kesuksesan penting yang sudah saya raih …..

Paragraf Kedua, Ketiga, Keempat, Kelima, dan Keenam:

  • Uraikan satu persatu poin yang dianggap sebagai kesuksesan dalam hidup anda.
  • Setiap kesuksesan, diuraikan dengan rinci dan diberikan contoh. Bantu pembaca melihat dan merasakan bagaimana perjuangan meraih kesuksesan yang dimaksud.
  • Tidak usah berkecil hati kalau dirasa “ini mungkin bukan kesuksesan yang besar bagi orang lain”, karena yang terpenting itu adalah bagaimana kita melihat itu “sebagai kesuksesan” seperti definisi kita di paragraf pertama dan bagaimana kita menjelaskan ke pmebaca bahwa ini adalah sebuah kesuksesan.

Contoh:

Awali setiap paragraf selanjutnya dengan menjelaskan poin yang akan dijelaskan terlebih dahulu:

Paragraf kedua:

Sukses terbesar pertama yang telah saya raih adalah berhasil menyelesaikan kuliah sarjana dengan IPK yang memuaskan dalam jangka wkatu kurang dari 4 tahun. (Ini kalimat pertama dalam paragraf kedua)

Kalimat selanjutnya diparagraf kedua menguraikan tentang poin yang dijelaskan di kalimat pertama:

Bagi sebagian orang, menyelesiakan perkuliahan sarjana mungkin bukanlah hal yang besar. Namun, secara pribadi, saya harus mengakui bahwa perjuangan menyelesaikan perkuliahan sarjana saya tidaklah mudah. Saat kuliah, saya harus bekerja di sebuah cafe dari jam 5 sore sampai 10 malam setiap hari. Dengan cara ini saya bisa memiliki uang untuk makan setiap hari. Hal yang berat sekali dilakukan ketika diwaktu yang sama saya harus menyelesiakan tugas dari dosen, mengikuti sebuah project, dan lain – lain … Setiap akhir semester, saya harus berjuang mencari beasiswa agar dapat membiayai uang semesteran ….. Dan seterusnya.. (ini penjelasan rinci tentang poin yang diangap satu kesuksesan pertama yang dijelaskan di kalimat pertama)

Nah, untuk paragraf yang berikutnya (paragraf ketiga, keempat, kelimat dan keenam), ikuti pola paragraf kedua ini cara menjelaskannya.

Ada yang menjelaskan satu kesuksesan membutuhkan dua paragraf, tidak masalah. Yang terpenting adalah pastikan setiap kali menyampaikan satu poin sukses yang sudah diraih, lakukan seperti yang dijelaskan di paragraf kedua ini.

Pararagraf ke tujuh (terakhir):

  • Simpulkan semua poin yang sudah dijelaskan.
  • Uraikan apalagi yang mau diraih dimasa depan nanti, dikaitkan dengan definisi sukses yang sudah dijelaskan serta latarbelakang pendidikan dan pengalaman (kerja) yang sudah dimiliki.
  • Uraikan bagaimana beasiswa LPDP ini nanti akan membantu anda dalam meraih ‘sukses – sukses’ yang berikutnya yang menjadi target anda.
  • Saya sarankan: jaga poin uraian dibawah tema “memberikan kontribusi untuk Indonesia, membantu mengatasi sebuah permasalahan ekonomi, sosial, politik, pendidikan, dan lain – lain”, karena sponsor beasiswa menyukai orang – orang yang punya visi untuk sebuah perubahan nanti. Tidak harus dijelaskan dengan hal yang besar, tetapi punya konteks atau komunitas atau semacamnya yang ingin dibantu atau mendapatkan manfaat dari kesuksesan yang akan diraih melalui beasiswa LPDP ini.

Contoh:

Ketiga kesuksesan yang sudah saya raih ini bukanlah tanda untuk saya berhenti, melainkan sebuah susunan anak tangga yang akan mengantarkan saya pada pencapaiaan kesuksesan selanjutnya. Sebagai seorang yang berlatar belakang pendidikan serta sudah memiliki pengalaman bekerja selama 3 tahun sebagai guru, saya punya target ingin ikut membantu mengatasi permasalahan pendidikan anak – anak sekolah di daerah terpencil. Jika terpilih menjadi penerima beasiswa LPDP ini, saya yakin kalau akan ada banyak pengetahuan tentang bagaimana mengatasi permasalahan pendidikan di daerah terpencil, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan … (dan seterusnya jelaskan). Besar harapan saya beasiswa LPDP ini menjadi sarana saya untuk meraih kesuksesan selanjutnya dalam kehidupan saya serta memungkin saya memberikan kontribusi yang lebih untuk bangsa dan negara Indonesia di masa depan..

Demikianlah panduan menulis esai LPDP tentang “Kesuksesan Terbesar dalam Hidupku”.

Semoga bermanfaat.

Yuk, semangat! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

Posted in Beasiswa, Panduan Menulis Esai

Panduan Menulis Esai: LPDP (Rencana Studi)

DSCN6812Di tulisan sebelumnya, saya sudah membahas satu esai yang diperlukan dalam mendaftar beasiswa LPDP, yaitu esai tentang Kontribusiku Bagi Indonesia. Bagi yang belum baca bisa klik link ini: Kontribusiku Bagi Indonesia

Pada tulisan kali ini, saya akan mencoba memberikan panduan bagaimana menulis satu esai lainnya yang juga menjadi salah satu persyaratan mendaftar beasiswa LPDP, yaitu esai tentang “Rencana Studi”.

Langsung saja ya.

Pertama, kita perlu memahami bahwa rencana studi atau study objective selalu menjadi salah satu persyaratan berbagai beasiswa, tidak hanya untuk beasiswa LPDP saja. Kenapa?

Alasannya sederhana, yaitu karena tujuan utama dari beasiswa yang akan diberikan adalah untuk studi. Artinya, si sponsor beasiswa perlu memahami tentang latar belakang pendidikan si pelamar meliputi semua prestasi dan penelitian yang telah diraih dan dilakukan, lalu apa rencana studinya ke depan, mulai dari kampus yang dituju, jurusan yang ingin dilamar, topik penelitian yang ingin dikerjakan, sampai apa yang ingin dilakukannya nanti paska lulus dari studi.

Ingat, sponsor beasiswa menghabiskan uang yang tidak sedikit untuk membiayai studi S2 atau S3 seseorang apalagi bila studinya ke luar negeri. Mereka mengharapkan, dengan menyekolahkan beberapa orang dapat memberikan dampak perubahan pada banyak orang, terutama melalui bidang studi yang akan diambil oleh si penerima beasiswa. Esai tentang rencana studi dari pelamar beasiswa akan menjadi bahan pertimbangan bagi sponsor beasiswa dalam memprediksi “impact” beasiswa yang akan diberikannya pada si pelamar itu. Tak jarang ada yang tidak lulus seleksi beasiswa karena rencana studinya biasa saja, dalam artian tidak berhasil memperlihatkan rencana studi yang bagus. Yang dimaksud rencana studi yang bagus disini adalah rencana studi yang berisi rencana ‘studi atau penelitian’ yang akan ikut berkontribusi mengatasi permasalahan – permasalahan tertentu di bidang yang dilamar.

Alasan lain kenapa sponsor beasiswa membutuhkan rencana studi adalah karena kampus – kampus, terutama di luar negeri, akan meminta study objective dari setiap mahasiswa yang melamar ke jurusan mereka. Kampus di luar negeri sangat fokus sekali dengan menerima mahasiswa yang punya ‘pengalaman’ di bidang akademik atau pun pekerjaannya serta punya renana studi dalam artian topik penelitian yang ingin dilakukan. Dengan menerima mahasiswa yang berpengalaman dan tahu apa yang ingin dipelajari, kampus di luar negeri dapat menilai apakah tenaga pengajar dan fasilitas belajar yang ada dapat membantu siswa ini atau tidak. Bahkan, tidak jarang ada mahasiswa yang diberikan “Conditional Offer” atau diterima dengan syarat oleh kampus luar negeri. Biasanya, ini disebabkan rencana studinya sudah cocok dengan apa yang difasilitasi oleh jurusan di kampus tersebut, tetapi nilai TOEFL IBT atau IELTS-nya belum memadai. Perlu diketahui bahwa ada yang nilai TOEFL IBT dan IELTS-nya tinggi, lebih dari standar minimal yang ditetapkan oleh kampus, tapi tidak diterima oleh kampus; umumnya, ini disebabkan karena kampus tersebut merasa tidak bisa membantu atau memfasilitasi rencana studi si pelamar tersebut, atau rencana studi si pelamar berbeda dengan visi dan misi jurusan yang dilamar, dan lain sebagainya. Pendeknya, disini saya ingin menekankan bahwa jurusan di kampus luar negeri terutama lebih sering melihat rencana studi mahasisw ayang emlaamr terlebih dahulu, baru kemudian melihat hasil tes bahasa Inggrisnya.

Nah, sudah paham sekarang tentang seberapa penting rencana studi ini?

Kedua, bagaimana esai rencana studi yang bagus?

Saya akan memberikan panduan sesederhana mungkin, menghindari terminologi akademik. Disini, saya jelaskan per paragraf agar mudah teman – teman mengikuti organisasi tulisan esainya.

Rencana studi yang bagus berisi:

  • Paragraf Pertama:

Jelaskan program S2 atau S3 apa yang mau diambil dan jelaskan alasannya kenapa. Kasih penjelasan rinci tentang program yang akan diambil ini, mulai dari mata kuliah, pengajar, sampai durasi studi.

  • Paragraf Kedua:

Jelaskan latar belakang pendidikan atau pekerjaan kita, lalu coba hubungkan bagaimana pengalaman ini bisa terkait dengan program studi yang akan diambil itu. Misal, pernah belajar satu mata kuliah yang bersinggungan dengan program yang akan diambil, pernah melakukan penelitian, pernah terlibat dalam sebuah project, pernah membuat program atau initiative, dan lain sebagainya. Intinya, jelaskan apa yang sudah dilakukan, dalam hal pengalaman pendidikan atau pekerjaan, yang bisa memperlihatkan bahwa kita “tidak mentah” kalau nanti belajar di program yang akan diambil.

  • Paragraf Ketiga:

Uraikan sebuah isu yang ingin diselesaikan. Ini nanti bisa terkait dengan topik penelitian yang akan dilakukan ketika studi di program yang akan dilamar. Isu ini harus berangkat dari latar belakang pendidikan atau pengalaman (pekerjaan) yang dimiliki. Jelaskan isu ini dengan baik menggunakan pengalaman pribadi dan data atau contoh; usahakan menjelaskan dengan cara se-akademik mungkin. Saya sangat menekankan disini untuk menggunakan contoh – contoh yang diambil dari pengalaman pribadi, misal pernah dikirim ke sebuah desa terpencil atau pernah melakukan sebuah project tertentu lalu menjelaskan kondisi rincinya terkait isu yang diangkat ini. Alasannya adalah isu yang kita angkat bisa jadi akan sama dengan beberapa pelamar beasiswa yang lain yang datang dari latar belakang pendidikan atau pekerjaan yang sama dnegan kita. Nah, yang akan membedakan esai kita dengan mereka nanti adalah rincian informasi yang melibatkan pengalaman pribadi kita dan ini juga yang akan membuat esai kita lebih memiliki nilai berbeda nanti.

  • Paragraf Keempat:

Uraikan tentang bagaimana kampus dan jurusan yang akan dilamar dapat membantu kita dalam mempelajari ilmu pengetahuan atau pun skills yang dibutuhkan untuk mengatasi isu yang kita angkat di paragraf ketiga. Bagaimana cara mendapatkan informasi tentang kampus dan jurusan yang akan dilamar? Buka website kampusnya. Ketik saja namanya di google, akan muncul dalam beberapa detik. Lalu, buka program jurusan yang dituju, nanti disana akan ditemukan visi dan misi jurusan, silabus, serta semua profil tentang tenaga pengajar yang ada di jurusan itu. Tinggal kita lagi mengkaitkan bagaimana semua informasi ini bisa membantu kita menjelaskan apa yang akan kita pelajari nanti dan bagaimana itu akan membantu kita berkontribusi dalam mengatasi isu yang diangkat di paragraf ketiga. Kita bisa juga melihat artikel atau buku yang sudah dilakukan atau ditulis oleh para tenaga pengajarnya, kemudian meng-highlight penelitian tentang itu kalau relevan untuk isu yang kita angkat.

  • Paragraf Kelima:

Uraikan future goals yang ingin diraih apa. Biasanya, kalau informasi di paragraf 1, 2, 3, dan 4 sudah lengkap, future goals ini tinggal meyambungkan saja, karena semuanya saling terkait. Misal, dari isu yang diangkat nanti, bisa jadi future goalnya adalah ingin menjadi seorang yang ahli di bidang pendidikan daerah terpencil, membantu pemerintah mengatasi permasalahan – permasalahan yang terkait ketidakmerataan kualitas pendidikan di daerah terpencil, dan lain sebagainya. Bisa juga disebutkan nama profesinya langsung.

  • Paragraf Keenam:

Uraikan kenapa ingin menempuh studi di negara yang akan dilamar ini kampusnya. Usahakan penjelasan dijaga dalam konteks akademik; tidak perlu kaitkan dengan jalan – jalan, apalagi ingin melihat artis tertentu. Misal, Beberapa pertimbangan kenapa Australia menjadi negara tujuan studi yang tempat untuk saya. Pertama, negara Australia sangat terkenal dengan penelitian dibidang … Sejak tahun 1990, universitas – universitas di Australia sudah melakukan riset ….. terus dijelaskan. Tentu saja kalian harus eksplor dulu negara tersebut. Caranya bagaimana? Biasanya kalian akan dapat berbagai informasi saat buka – buka website kampus – kampus di negara tersebut, lalu tinggal kaitkan saja satu sama lain informasinya. Tidak sulit koq sebenarnya, selama kalian sudah melakukan eksplorasi (membaca) penjelasan di website – website kampus di negara tempat tujuan studi.

Nah, inilah panduan menulis esai rencana studi. Saya buat 6 paragraf, tetapi kalian bisa mengembangkannya sesuai dengan kondisi kalian, apalagi tidak ada batasan di LPDP jumlah kata maksimalnya. Saran saya jangan lebih dari 3 halaman.

Ada juga yang membuat rencana studi dengan menambahkan beberapa poin. Misal, setelah keenam paragraf itu selesai, dia buat satu sesi yang berupa tabel tentang nama mata kuliah, semester berapa diambil, apa yang akan dipelajari, sampai kapan selesai studinya. Ini bisa saja kalau kalian mau buat. Justru saya sangat sarankan karena orang Indonesia sangat senang dengan hal – hal yang dibuat agak ‘rumit’. Ini tidak berlaku untuk study objective beasiswa sponsor luar negeri biasanya. Kalau kalian ingin buat tabel seperti yang saya jelaskan ini gampang, semua informasinya tentang mata kuliah dari semester 1 sampai selesai berikut penjelasannya tersedia di website kampus yang akan dilamar, tinggal buka saja, lalu buat informasinya ke dalam tabel.

Dibawah ini contoh rencana studi dari siswa yang pernah saya bantu koreksi. Terima kasih padanya yang sudah mengizinkan saya untuk berbagi contoh rencana studinya.

Contoh Rencana Studi

Saya ingin mengambil program Master of Education dengan spesialisasi program TESOL (Teaching English for Speakers of Other Languages) di University of Wollongong, Australia. Kampus ini memiliki reputasi yang sangat baik dan masuk dalam 2% universitas terbaik dunia di bawah usia 50 tahun versi QS World University Ranking dan The Times Higher Education. Saya telah mendapat letter of admission dan akan memulai perkuliahan pada bulan Juli 2016 dan akan selesai pada bulan Desember 2017. (Informasi yang saya jelaskan di Paragraf 1)

Program studi ini adalah master by coursework dan memiliki total 72 kredit dengan bobot 6 kredit setiap mata kuliah. Struktur perkuliahan terdiri dari mata kuliah wajib, mata kuliah spesialisasi TESOL, dan mata kuliah pilihan lintas jurusan yang bebas dipilih sendiri oleh mahasiswa. Ada tiga mata kuliah wajib yaitu Introduction to Research and Inquiry, Theories of Second Language Learning, dan Researching TESOL Perspectives and Practices. Untuk mata kuliah spesialisasi saya berencana mengambil Methodology in Second Language Teaching, Materials and Methodology in Second Language Teaching, Assesing and Evaluating in TESOL environments, English language:Learners problems, Professional experience in TESOL, Engaging diversity:Exploring Context of EAL Education, dan English in Spesific Context. (Disini dia buat 2 paragraf informasi yang saya jelaskan di paragraf 1)

Saya memiliki ketertarikan yang tinggi tentang bagaimana cara mengembangkan kurikulum, penilaian, dan evaluasi dalam pengajaran bahasa Inggris sehingga mampu menghasilkan metode yang paling sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang berasal dari beragam budaya dan latar belakang. Selain itu saya juga ingin lebih mendalami tentang apa yang sudah saya pelajari di program sarjana. Beberapa mata kuliah seperti Curriculum and Materials Development, Language Testing, English for Children, Sociolinguistics, dan Discourse Analysis telah membekali saya dengan teori dan pengetahuan dalam hal pengajaran bahasa Inggris dan Linguistik. Saya juga telah melatih rasa percaya diri dalam berbahasa Inggris melalui mata kuliah berjenjang seperti Writing, Reading, Listening, dan Speaking. Selain itu pengalaman bergabung dalam program Indonesia Mengajar dan mengajar anak – anak di daerah terpencil dengan latar belakang sosial ekonomi rendah dan budaya yang berbeda telah memberikan saya pengalaman untuk melakukan kegiatan internship (praktik mengajar) di salah satu sekolah disana. (Disini, dia tidak menjelaskan latar belakang pendidikannya seperti yang saya jelaskan poin untuk di paragraf 2, tetapi langsung menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf 3. Menurut saya, akan lebih kuat ketika dia menjelaskan latar belakang pendidikannya dahulu baru masuk ke poin yang ini)

Di progam master ini, saya juga berencana mengambil dua mata kuliah lintas jurusan yaitu Current Issues in Education:Curriculum, Pedagogy, and Policy dan Mentoring Beginning Teacher. Mata kuliah ini akan membahas isu – isu penting dalam pendidikan termasuk bagaimana pendidikan mampu mempengaruhi kebijakan sosial ekonomi sebuah negara seperti sebuah riset yang dilakukan OECD (Organisation for Economic-cooperation and Development) menyatakan bahwa standar pendidikan merupakan alat prediksi bagi kesejahteraan jangka panjang suatu negara. Kebijakan dan praktik pendidikan buruk mengakibatkan banyak negara mengalami keadaan seperti resesi ekonomi. Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2045, dimana jumlah usia produktif akan lebih banyak dibanding penduduk usia lansia dan anak – anak, untuk itu diperlukan kebijakan, kurikulum dan tenaga pengajar yang berkualitas untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi dunia dan pemahaman akar rumput agar mampu bersaing dengan negara – negara lain. (Disini, dia menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf ke tiga dan empat)

Untuk kegiatan di luar perkuliahan, University of Wollongong juga menyediakan beberapa program tambahan yang bisa diikuti oleh mahasiswa Internasional seperti kegiatan sukarelawan, English Conversation Group yang diinisiasi oleh masyarakat lokal, dan Asian Immersion Program. Program ini adalah program kerjasama antara Bomaderry High School dan kampus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang tradisi dan budaya negara Asia dan memberi kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk berkunjung dan belajar tentang sistem pendidikan di Australia. (Disini, dia menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf kelima)

Tujuan karir jangka panjang saya adalah menjadi spesialis dalam pengajaran bahasa Inggris dan berkontribusi dalam hal peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dengan menjadi seorang dosen dan pelatih guru. Saya yakin bahwa kampus ini memiliki posisi yang terkemuka dalam bidang pendidikan dan pengajaran bahasa Inggris dalam hal pengetahuan serta teori, kualitas teknologi dan riset. yang akan memfasilitasi saya untuk mencapai cita – cita saya menjadi seorang professional di bidang pengajaran dan pendidikan. Sehingga di masa depan, saya mampu mengembangkan metode pengajaran bahasa Inggris yang sesuai untuk setiap kondisi dan kebutuhan pelajar yang ada di Indonesia dan melatih guru agar Indonesia memiliki tenaga pengajar bahasa Inggris yang berkualitas.

(Disini, dia menjelaskan poin yang saya jelaskan di paragraf ke enam)

Bisa tambah setelahnya poin misal: (optional)

Waktu Pelaksanaan Studi:

  • Jelaskan dalam bentuk tabel

Mata Kuliah:

  • Jelaskan dalam bentuk tabel

Demikianlah, panduan menulis esai LPDP untuk bagian “Rencana Studi”. Gimana? Gampang bukan?

Kuncinya adalah kalian harus sering – sering buka dan baca website – website kampus di negara yang dituju dan baca berbagai penjelasan, silabus dan lain sebagainya di jurusan yang akan kalian ambil. Nanti informasi – informasi itu akan membantu kalian dalam menulis, bahkan beberapa informasi bisa kalian adopsi.

Semoga bermanfaat.

Yuk, semangat! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

 

Posted in Beasiswa, Panduan Menulis Esai

Panduan Menulis Esai: LPDP (Kontribusiku Bagi Indonesia)

 

10402890_10204282197710420_9202659405067633747_n - Copy (640x427) (640x427) (2)

Melalui tulisan ini, saya ingin memberikan sedikit panduan buat teman – teman yang sedang menyelesaikan aplikasi esai melamar beasiswa, baik untuk sebuah degree atau pun exchange program. Saya coba untuk memberikan panduan sesederhana mungkin, mencoba menghindari terminologi ilmiah yang bisa memusingkan. Langsung saja ya.

Ditulisan ini akan dibahas tentang bagaimana menulis satu esai dalam aplikasi beasiswa LPDP, yaitu tentang Kontribusiku bagi Indonesia.

Begini. Menulis itu yang sulit adalah menulis dengan organisasi yang baik. Tidak bertele – tele kesana kemari, tapi to the point langsung menjawab pertanyaan atau langsung memberikan informasi sesuai dengan instruksi yang diberikan untuk esai tersebut.

Saya sudah banyak membantu mengoreksi tulisan esai teman – teman yang ingin melamar beasiswa. Kelemahan paling umum adalah isi tidak menjawab langsung pertanyaan esai, tidak langsung memberikan informasi yang sesuai intruksi, tidak rinci, kurang informasi terkait informasi akademik, terutama yang berkaitan dengan bidang yang akan dipelajari.

Di panduan menulis ini, saya ingin menjelaskan bagaimana menulis esai agar tulisan memiliki standar minimal organisasi sebuah esai yang bagus. Standar minimal organisasi tulisan ini juga berlaku untuk esai – esai beasiswa yang lainnya, tetapi pada kesempatan ini kita fokuskan ke membahas esai tentang kontribusiku untuk Indonesia.

Bagaimana esai yang tidak bagus? Tulisan esai kurang bagus ketika: 1). isinya tidak menjawab pertanyaan atau tidak sesuai dengan instruksi yang diberikan, 2). isinya tidak rinci atau dangkat, 3). isinya tidak menunjukkan “kecerdasan” atau “pengetahuan” si penulis di bidang studi atau yang digelutinya.

Sebaliknya. Tulisan esai bagus ketika: 1). isinya langsung menjawab pertanyaan atau sesuai dengan instruksi yang diberikan, 2). isinya rinci, padat, dan jelas, 3). isinya menunjukkan “kecerdasan” atau “pengetahuan” si penulis di bidang studi yang sedang digelutinya.

Pegang ketiga hal ini ya, karena ini standar minimal dalam memiliki tulisan esai yang bagus.

Bagaimana contohnya? Yuk, kita bahas esai tentang Kontribusiku untuk Indonesia.

Esai tentang Kontribusiku bagi Indonesia

Bagaimana memulainya? Pertama, lihat instruksinya dengan baik. Instruksinya:

“Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya”

Kemudian, ambil kata kuncinya:

…….. kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya.

Lihat, ada tiga kata kunci, yaitu kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan. Nah, tulisan esai harus memberikan informasi yang diminta ini, dan dijelaskan langsung to the point.

Begini cara membuat draft tulisannya. Bagi menjadi tiga bagian:

1. Kontribusi yang telah dilakukan

Tulis semua hal terkait tentang ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, kita menjelaskan tentang pengalaman yang sudah kita miliki, mulai dari sisi akademik, pekerjaan, organisasi, dan lain – lain. Intinya, semua hal yang sudah dilakukan untuk menggambarkan kalau “Ini loh kontribusi yang sudah saya lakukan untuk Indonessia..”

Cara termudah adalah dengan terlebih dahulu merapikan curriculum vitae kita, lalu mulai satu persatu tulis semua pengalaman yang ada di CV atau CV bisa menjadi panduannya. Makanya, penting untuk selalu menjaga catatan setiap hal yang sudah dilakukan didalam sebuah CV; jangan mengandalkan ingatan, karena kita sering lupa, terutama tentang rincian tanggal, tempat, dan lain – lain yang diperlukan dalam menjelaskan dalam esai.

2. Kontribusi yang sedang dilakukan.

Tulis semua hal terkait dengan ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, fokuskan ke apa yang sedang dilakukan sekarang dan bagaimana hal yang sedang dilakukan ini bisa berkontribusi untuk indonesia? Memang, ketika mendengar kata berkontribusi rasanya harus melakukan hal yang besar sekali, sebenarnya tidak juga. Kita hanya perlu melihat kemana hal yang sedang kita lakukan ini bisa bermanfaat untuk Indonesia. Pandai membaca situasi dan menjelaskan bagaimana manfaat untuk Indonesia itu bisa terjadi.

3. Kontribusi yang akan dilakukan.

Tulis semua hal tentang ini. Sekitar 1 atau 2 paragraf. Disini, mulai jelaskan berdasarkan pengalaman dan hal yang sedang dilakukan, apa permasalahan yang ingin diatasi? Atau isu apa yang menjadi minatnya? Lalu kaitkan dengan bidang studi. Kemudian, jelaskan nanti kalau belajar S2 di bidang ini, saya akan paham tentang hal ini dan itu. Selesai studi, saya ingin membuat ini dan itu sehingga saya bis aikut berkontribusi menyelesaikan permasalahan tentang ini.

Nanti setelah semua informasi setiap bagian itu sudah terpenuhi, baru kemudian disatukan menjadi sebuah esai. Intinya adalah lihat apa intruksi yang diberikan, lalu pisahkan kata kuncinya, tuliskan secara terpisah dulu agar tulisan kita terfokus, tidak tercampur dengan hal – hal yang lain.

Untuk membantu pemahaman, saya berikan contoh esai salah satu siswa yang saya bantu dan sudah lulus mendapatkan beasiswa LPDP. Ketika kalian membaca esai dibawah ini, fokuskan pada organisasi esai yang baik yang saya jelaskan sebelumnya ya.

Contoh: 

Kontribusi yang telah, sedang, dan akan saya lakukan.

Saya menyelesaikan studi Sarjana di Universitas … tahun … dengan spesialisasi jurusan pendidikan Bahasa Inggris. Semasa kuliah, saya aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa … (HIMA..) sebagai anggota bidang Ilmu dan Penalaran. Keaktifan di organisasi ini mengasah kemampuan saya dalam kepemimpinan dan membangun inisiatif-inisiatif untuk mengambil tindakan nyata dalam merespon permasalahan sosial dan pendidikan di tingkat lokal, provinsi, dan nasional. (Ini sedikit gambaran tentang latar belakang keilmuannya sebagai pengetahuan untuk pembaca. Ingat, pembaca tidak kenal sama sekali dengan kita. Jangan berasumsi mereka sudah kenal kita, karena ini sering terjadi tanpa kita sadari. Tetapi, fokuskan pada informasi yang relevan untuk membawa pembaca pada poin selanjutnya)

Satu prestasi yang berhasil saya raih adalah terpilih sebagai Duta Muda Indonesia untuk Pertukaran Pemuda Indonesia – Kanada (PPIK). Program ini menitik beratkan pada aktivitas kegiatan sukarelawan dan pengembangan masyarakat serta bertujuan untuk mempererat persahabatan antara kedua negara. Program ini terdiri dari dua fase yaitu Kanada dan Indonesia. Di Kanada, saya bersama duta muda lainnya aktif berkontribusi memperkenalkan Indonesia dalam bentuk pentas seni budaya kepada masyarakat kota Amherst, Nova Scotia. Kami juga membantu beberapa kegiatan yang diadakan masyarakat setempat seperti mengumpulkan donasi makanan dan acara penggalangan dana bekerja sama dengan Palang Merah Kanada untuk kegiatan amal dan penyaluran bantuan korban gempa Sumatera Barat tanggal 30 September 2009 lalu.

Di fase Indonesia, kami tinggal di sebuah desa bernama Sei Gohong, kota Palangkaraya yang mayoritas masyarakatnya beragama Nasrani. Pengalaman tinggal disana selama tiga bulan telah mengajarkan saya arti toleransi seperti orang tua angkat saya mempersilahkan untuk sholat di rumah mereka daripada harus berjalan jauh ke musholla. Saya dan teman – teman juga membantu masyarakat lokal dalam pembuatan gerbang desa dan kegiatan kebersihan lingkungan. Selain itu, saya dan tiga orang teman lain menginisiasi kegiatan belajar bahasa Inggris untuk remaja dan anak – anak dengan bantuan peserta program dari Kanada sebagai pengajarnya.

Setelah selesai mengikuti program PPIK, saya termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk Indonesia. Di tahun 2011, saya terpilih menjadi salah satu dari 47 pengajar muda angkatan ke 3 program Indonesia Mengajar dari lebih kurang 5000 pendaftar. Program ini menempatkan saya selama satu tahun di dusun Rura, kabupaten Majene sebagai seorang guru SD. Selama disana, saya mendorong guru – guru agar lebih kreatif dalam mengajar dengan berbagi bahan pengajaran yang telah saya dapatkan semasa pelatihan. Lalu, untuk meningkatkan kesadaran orang tua agar lebih peduli terhadap pendidikan, saya juga berkolaborasi dengan pemuda pemudi lokal dengan mengadakan perlombaan bulan Ramadhan seperti lomba adzan, lomba hafalan surat pendek, dan lomba ceramah. Saya dan teman – teman pengajar muda lain juga mendorong perangkat pemerintah setempat untuk membuat kegiatan forum diskusi untuk kepala sekolah tingkat SD se-kabupaten sebagai wadah untuk saling bertukar ide dan pengalaman. (Di paragraf 2, 3, dan 4 ini, dijelaskan tentang kontribusi yang sudah dilakukannya. Perhatikan rincian informasi yang diberikan, bisa membuat pembaca merasakan apa yang sudah dilakukannya. Bukan hanya karena program yang diikutinya sudah bagus, tetapi cara menjelaskannya terdapat rincian informasi yang meliputi tentang latar belakang program atau kegiatan, lalu kontribusi yang diberikan.)

Tahun 2045 diharapkan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Saya memiliki mimpi agar semua anak di Indonesia memiliki kesempatan untuk mahir berbahasa Inggris sehingga mereka memiliki kompetensi kelas dunia namun tetap cinta akan tanah airnya. Namun pengajaran bahasa Inggris di Indonesia masih berfokus pada buku teks dan target. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penelitian ilmiah tentang pengajaran bahasa Inggris itu sendiri. Keller (2011) menyatakan bahwa the big problem of teaching English in Indonesia is a lack of research. We really don’t know what the situation is at many levels. So much of the literature consists of opinion papers. There are relatively few ‘hard’ facts. Di salah satu artikel berita, Menristekdikti Mohammad Nasir juga menyatakan bahwa dosen Indonesia yang bergelar doktor kurang dari 15 persen yang akan berdampak pada kemajuan dan kualitas perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Dari dua pernyataan diatas bisa disimpulkan bahwa kualifikasi dosen dan riset memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan pendidikan di suatu bangsa.

Dalam hal pengajaran bahasa Inggris, Cina adalah salah satu negara yang sukses membangun generasi mudanya untuk menguasai bahasa Inggris. Hal ini diperkuat dengan bayaknya riset tentang pengajaran bahasa Inggris serta mengupas berbagai macam aspek sosial dan linguistiknya yang berdampak pada semakin berkembangnya metode pengajaran bahasa Inggris disana. Salah satu universitas yaitu Guadong University of Foreign Studies bahkan memiliki 118 dosen tetap untuk jurusan pendidikan bahasa Inggris, 90% diantaranya bahkan telah bergelar master dan doktor bandingkan dengan Indonesia yang rata – rata hanya memiliki 20 orang setiap universitas (sumber: PDDIKTI). (Diparagraf 5 dan 6 ini, dia tidak menjelaskan tentang kontribusi yang sedang dilakukannya. Dia memilih untuk menjelaskan informasi lain, saya bilang “isu” yang ingin diselesaikannya. Lalu, paragraf ini menjadi fondasi dia dalam menjelaskan paragraf selanjutnya, iatu tentang kontribusi yang akan dilakukannya. Hal ini bagus atau tidka bergantung informasi yang kalian miliki. Harus cerdas juga dalam menulis. Kalau kira – kira tidak ada yang sedang dilakukan sekarang, gunakan informasi lain untuk menutupinya, seperti yang dilakukan siswa ini)

Bila saya berkesempatan mendapatkan beasiswa ini, saya ingin mengambil peran sebagai seorang dosen di sebuah institusi pendidikan tinggi dan berkomitmen untuk melanjutkan pendidikan sampai jenjang doktor. Saya juga ingin berkontribusi dengan menjadi seorang pelatih guru agar guru bahasa Inggris di Indonesia menjadi semakin berkualitas sehingga Indonesia mampu mencapai kebangkitan generasi emas yang berwawasan global dan memiliki daya saing. (Perhatikan, paragraf sebelumnya membawa pada peran atau kontribusi yang ingin diberikannya nanti. Kunci disini adalah memiliki sebuah “isu” yang ingin diselesaikan. Ingat, sponsor beasiswa itu mencari seorang problem solver. Mereka berharap dengan menyekolahkan satu orang dapat memberikan dampak ke banyak orang)

Cara menulis esai setiap orang bisa berbeda untuk esai kontribusiku bagi Indonesia, tetapi organisasi standar minimal tulisan yang baik adalah kenalkan sedikit latarbelakang pendidikan atau pekerjaan kita, lalu mulai menjelaskan apa yang sudah dilakukan, apa yang sedang dilakukan, lalu ditutup dengan apa yang akan dilakukan. Disaat menulis draft, tulis saja semua informasi yang ada untuk setiap bagian ini, nanti setelah selesai, baru dipilah yang mana yang relevan dan terlihat lebih kuat untuk esai ini.

Nah, demikianlah panduan untuk menulis esai kontribusiku untuk Indonesia. Pada dasarnya, tiga poin ini: 1). isinya langsung menjawab pertanyaan atau sesuai dengan instruksi yang diberikan, 2). isinya rinci, padat, dan jelas, 3). isinya menunjukkan “kecerdasan” atau “pengetahuan” si penulis di bidang studi yang sedang digelutinya, berlaku juga dalam menulis esai – esai beasiswa yang lainnya.

Tetapi, agar lebih mudah, saya akan tulis postingan lain membahas esai beasiswa yang berbeda. Bila kalian punya request untuk membahas esai beasiswa tertentu, silahkan kirim ke e-mail saya bersama aplikasi atau pertanyaan/instruksi esainya. Nanti akan saya bahas.

Yuk, semangat! Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi