Posted in Cerita siswa

Your Only limit is the One You Set Yourself

Sharing cerita dari Rindi (Twitter @rindi_wuland)


Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata “Pegawai Bank” ?
Pekerja keras, banyak target, pulang malam, tekanan kerja, lembur, penampilan yang rapi, dan senyum yang menawan.. hihi.. well.. sebagian hal tersebut benar.

Aku rindi, salah satu pegawai bank milik pemerintah dengan aset terbesar di Indonesia. Jabatanku sebagai analis kredit kantor pusat di Jakarta. Setiap hari kegiatan ku sama yaitu menganalisis kredit dari pukul 07.30 wib hingga pukul 18.30 wib. Aku di tuntut untuk bekerja cepat, tepat, akurat,dan harus bisa mencapai target. Menganalisis kredit butuh effort yang berbeda tergantung kesulitan kasus aplikasi kreditnya. Aku tidak bisa memilih untuk mengerjakan yang mudah saja karena aplikasi dibagikan by sistem. Mengeluh tidak menyelesaikan masalah. Jadi, nikmati saja setiap prosesnya, mudahnya, sulitnya, pusingnya, lelahnya, dan tekanannya.

Melakukan pekerjaan yang sama 11 hingga 12 jam sehari duduk didepan komputer, lima kali dalam seminggu membuatku mulai merasakan titik jenuh. Aku butuh kegiatan baru. Suatu hari di bulan Mei 2015 aku melihat informasi yang disebarkan temanku mengenai Sekolah TOEFL by Budi Waluyo di line. Aku tertarik membaca info tersebut karena sistemnya online dan free. TOEFL kini sudah sering di pakai sebagai salah satu syarat baik untuk melanjutkan study ke luar negeri, melamar pekerjaan, atau pun untuk naik jabatan. Motivasiku selain untuk menambah ilmu tentang TOEFL juga untuk persiapan jikalau ada ujian untuk naik jabatan atau kesempatan menyambung kuliah. Sebagai pegawai bank yang sebagian besar waktu nya tersita untuk pekerjaan, aku tak punya cukup waktu untuk ambil kursus diluar karena harus stand by jika ada panggilan lembur di hari Sabtu dan Minggu.

Tanpa pikir panjang aku langsung daftar dan berhasil diterima menjadi salah satu siswa di Sekolah TOEFL. Permasalahan pun mulai muncul. Aku belum terbiasa dengan tambahan kegiatan baru. Sementara waktu, aku pun memilih menjadi silent reader. Hingga akhirnya Sekolah TOEFL menerapkan sistem eliminasi. Panik! Aku pun memaksakan diri untuk aktif disela pekerjaan ku. Fokus ke grup saat bekerja, aku akhirnya melakukan kesalahan yang berujung di panggil oleh sang atasan. Aku salah memberikan limit kredit yang efeknya fatal untuk jangka panjang. Limit kredit yang tidak sesuai dengan kemampuan nasabah akan mempersulit nasabah itu sendiri dalam membayar angsuran pinjaman. Kredit akan macet dan bank mengalami kerugian.

rindi

Masalah yang lain pun muncul,aku di panggil oleh pihak tim budaya yang menilai kinerja karyawan. Panik! (again). Aku di tanyakan kenapa belakangan ini cenderung apatis dengan lingkungan. Apakah aku memiliki masalah dengan rekan kerja dan lainnya. Berbagai macam pertanyaan yang diajukan terkait perubahan sikap ku belakangan ini. Mungkin ini salahku. Sebelumnya aku termasuk karyawan yang aktif, tiba – tiba mendadak pasif. Makan siang biasanya bersama rekan kerja,tapi belakangan aku makan sendirian dimeja kerja. Ini karena hanya pada saat jam istirahat aku ada waktu untuk online, menjawab QOTD (Questions of the day), dan mengerjakan handbook. Saat itu aku hanya tersenyum. Jawaban untuk masalah ini hanya satu yaitu Sekolah TOEFL. Aku menjelaskan semua nya dan pihak kantor pun memaklumi, setidak nya semua terjadi bukan karena permasalahan internal. Tapi karena aku belajar. Rekan kerja yang lain kuberikan penjelasan yang sama sehingga tidak ada kesalah pahaman dan mereka maklum dengan kegiatan baru ku.

Tidak mau hal yang sama terulang, aku mencari solusinya. Hal pertama yang kulakukan ialah reschedule semua kegiatanku. Ku catat dalam sebuah jurnal. Ku atur kembali semua kegiatan yang akan ku lakukan mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Buat daftar prioritas. Setelah itu, aku menjalan kan kegiatan sesuai schedule yang ku buat. The beginning is the hardest thing. Kumpulkan semangat dan bulatkan tekad, pasti bisa. Jangan jadikan schedule itu beban, tapi jadikan sebuah kebiasaan. Untuk beberapa bulan strategi ini cukup berhasil. Kegiatan ku sebagai siswa dan pekerjaan sebagai pegawai bank berjalan dengan baik. Tidak ada lagi teguran dari atasan dan tim budaya. Hingga pada bulan oktober kak budi mengumumkan dikelas bahwa beliau butuh bantuan.

Aku menawarkan bantuan yang ternyata Kak Budi sedang membutuhkan Admin untuk kelas di Grup WA karena Sekolah TOEFL akan berdiri dengan formasi baru. Aku bingung, apakah aku harus maju atau mundur.

Kak budi pun bertanya ” Apakah kamu yakin bersedia jadi admin di tengah kesibukanmu sebagai Pegawai Bank ? Kamu tidak dibayar lo? Bersediakah kamu meluangkan waktu untuk Sekolah TOEFL ?”.

Well.. aku bingung. Sangattt bingung. Nggak kebayang akan sibuk seperti apa nanti. Jadi siswa saja aku sudah sulit untuk mengatur waktu, apalagi jadi admin kelas. Tentu waktu yang kubutuhkan akan lebih banyak. Tanggung jawab ku pun bertambah. Kegiatan ku bertambah dan Ini tantangan baru untukku. Teringat quote favorit ku dari dulu “You will never know if you never try”.

Aku langsung menyanggupi, “Ya.. Aku bersedia jadi admin”. Kak budi pun memberikan tambahan semangat dengan kata-kata nya yang kuingat jelas hingga kini, “If there is a will, there is a way”.

Tanggal 12 oktober 2015, aku resmi menjadi admin kelas untuk Sekolah TOEFL di Grup WA. Tidak menunggu waktu lama, tantangan pertama pun datang, aku harus menginput ratusan nomor telpon siswa untuk di buatkan Grup WA. Kebayang kan gimana keritingnya jari ku, dan berapa banyak waktu yang ku habiskan? Tantangan lain yang lebih berat pun muncul lagi yakni bagaimana aku harus mengatur waktuku dan bagaimana supaya semua berjalan baik dimana aku sebagai siswa, admin, dan pegawai bank. Pusing. Lelah. Ingin menyerah. Itu sempat kurasakan. Tapi aku tak mau kalah dengan keadaan. Aku harus cari solusi baru karena strategi sebelumnya tidak bisa diterapkan mengingat kini aku bukan sekedar siswa tapi juga admin kelas. Kembali aku reschedule semua kegiatan ku. Ku atur ulang daftar prioritas ku. Ya.. selama Sekolah TOEFL masih menjadi bagian prioritas ku, akan selalu ada waktu untuk Sekolah TOEFL.

Mulai ku jalani kegiatan ku yang baru sesuai jadwal yang telah ku buat. Tapi tetap aku merasa 24 jam adalah waktu yang kurang. Aku keteteran dengan jadwal yang padat dan lelah. Akhir nya ku putar otak kembali. Solusi lain yang ku lakukan ialah meningkatkan kecepatan kerja ku. Satu aplikasi kredit yang biasa ku analisis 1 jam sekarang jadi 40 hingga 50 menit. Semua ku kerjakan secepat mungkin. Setelah pekerjaan selesai sisa waktu itu yang ku pakai untuk mengerjakan handbook dan menyapa kelas. Inti nya fokus dan disiplin. Waktu kerja, ya kerja. Waktu shalat segera shalat. Waktu makan segera makan. Jangan menunda. LATER will be NEVER. Disiplin waktu. Fokus dan berikan yang terbaik pada setiap pekerjaan yang dilakukan.

Masalah time management mulai teratasi, dan lagi lagi masalah lain muncul. Mulai muncul beberapa komplain siswa karena ada pertanyaannya dikelas yang terlambat atau lupa untuk ku jawab. Ratusan chat yang kuterima setiap hari. Butuh waktu untuk membaca nya. Pulang kerja dan sampai dikosan sekitar pukul 19.00 wib, aku belum bisa istirahat. Ada kelas yang harus ku jaga keaktifan nya. Belum lagi kewajiban ku sebagai siswa, aku harus belajar. Aku memberikan solusi untuk siswa jika ada pertanyaan apa saja bisa langsung menghubungi ku agar tidak ada lagi komplain. Kebanyakan pertanyaan siswa ternyata tentang materi TOEFL. Well.. pemahaman ku tentang toefl tidak lah banyak dan aku juga siswa yang masih belajar di Sekolah TOEFL. Skor TOEFL ku juga bukan yang terbaik. Kondisi ini sungguh membuat ku tertekan. Bagaimana aku harus menjelaskan ini semua. Ingin memberikan yang terbaik tapi kemampuan belum mencukupi.

Terlintas keinginan untuk keluar dari Sekolah TOEFL dan fokus bekerja saja, atau mundur jadi admin dan jadi siswa biasa seperti semula. Namun itu berarti aku berjalan mundur kebelakang. Bukan jalan kedepan. Rethinking again, kondisi ini mengajarkan ku banyak hal. You will never fail if you never give up. Hal yang perlu kulakukan ialah mengumpulkan kembali semangat ku. Setiap hari aku memberi semangat dan motivasi untuk siswa sekolah toefl yang bahkan tidak pernah kutemui dan tidak ku kenal. Kenapa aku tidak bisa memberi semangat dan motivasi untuk diri ku sendiri. Kembali ku ingat tujuan dan mimpi ku. Tambahan semangat teman-teman dan kekeluargaan yang kurasakan mampu menjadi penyemangatku. Aku reschedule ulang jadwal dan daftar prioritas ku untuk ke sekian kalinya. Senin hingga jumat adalah hari kerja dan belajar. Beberapa hobby yang biasa nya kulakukan di hari itu untuk sementara ku tunda.

Hal ini agar aku punya waktu lebih untuk belajar dan bekerja. Sehingga saat ada siswa bertanya aku bisa menjawab semampu ku. Terus belajar untuk satu langkah di depan. Membimbing siswa, menjaga keaktifan siswa, memberikan semangat dan motivasi. Tak jarang aku katakan kepada siswa di kelas “don’t be a silent reader”, tidak ada manfaat yang akan didapat jika hanya diam dan menerima keterbatasan yang kau buat. Sistem eliminasi yang diterapkan disekolah toefl bukan ancaman,melainkan tantangan untuk para siswa. Bagaimana siswa menjaga komitmen, kesungguhan nya belajar , dan keinginan menggapai impian nya bersama sekolah toefl. Hanya yang kuat yang mampu bertahan. Study hard, play hard. Jangan lupa saat weekend tiba beri award untuk diri mu sendiri setelah berhasil melewati lima hari yang luar biasa. Di hari sabtu dan minggu biasa nya ku manfaat kan untuk melakukan hobby ku, nonton film korea, membaca buku,jalan-jalan bersama teman, makan makanan favorit ku, segelas green tea latte atau tidur seharian. Hehe.. Kadang aku juga berpartisipasi di sebuah komunitas bahasa Inggris di britzone, Jakarta setiap hari Sabtu.

Perjalanan dari bulan Mei 2015 hingga kini Februari 2016 bersama Sekolah TOEFL memberikan pelajaran yang berharga dan membawa perubahan dalam diriku. Aku belajar untuk mengalahkan diri ku sendiri. Ya.. mengalahkan rasa malas dan keinginan untuk menyerah.

Sekolah TOEFL terus berusaha memberikan yang terbaik. Siswa hanya diminta untuk meluangkan waktu dan berkomitmen. Admin tidak di bayar. Dan siswa tidak dipungut bayaran. Semua free. Manfaat kan peluang dan kesempatan emas ini. Kita semua memang punya kesibukan yang berbeda. Tapi kita punya 24 jam yang sama. Temukan solusi untuk setiap masalah mu. Kita punya mimpi dan cita-cita yang ingin dicapai. Mari berjuang bersama di Sekolah TOEFL. Jangan jadikan kesibukan dan rasa lelah mu sebagai alasan.

Your Only Limit is the One You Set Yourself..!!

Aku saja bisa, kenapa kamu tidak ??

Let’s break the limits..!!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo | Instagram: sdsafadg | Line ID: @zux2328h | Twitter @01_budi 

Advertisements
Posted in Studi di Amerika

Terima Kasih Kesulitan…

Washington, DC
Obelisk, Washington, DC

Pagi ini serasa ada angin segar menerpa, walaupun sebenarnya sedang berada di dalam kamar. Satu kerisauan yang sangat sangat membuat stress diri beberapa minggu ini akhirnya terjawabkan sudah. Hasil belajar siang malam semester ini terbayarkan sempurna, straight A’s!!!

Saya masih ingat dulu waktu sedang menempuh kuliah Sarjana, ada satu teman jurusan Pendidikan Kimia yang selalu menjadi buah bibir setiap kali nilai keluar di penghujung semester. Dia menjadi pusat perhatian karena hampir setiap semester IP yang didapatkannya selalu 4.0, semua mata kuliah mendapatkan nilai A. Tentu saja, banyak teman-teman yang ingin tahu bagaimana dia bisa mendapatkan IP se-sempurna itu, setiap semester lagi. Tiga orang teman dekat saya termasuk diantara yang suka membahas si Jenius ini. Lalu, bagaimana dengan saya? Cukup senyum-senyum saja, soalnya IP saya biasa saja, yah sekedar lewat standar 3.0. Ketiga teman dekat saya ini kemudian lulus dengan predikat Cumdlaude. Tetapi, saya duluan yang tamat dari mereka semua.

Sejak masuk kuliah S1, saya sadar dengan kemampuan diri di bidang bahasa Inggris. Berangkat dari membenci bahasa Inggris di SMP dan SMA dan hanya beruntung menemukan guru yang sesuai di kelas 3 SMA, tidak bisa menjadi tolak ukur kalau bahasa Inggris saya langsung melonjak bagus. Saya pun mengerti mungkin Tuhan sedang berbaik hati dengan meluluskan saya di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, satu-satunya dari SMA dan jurusan IPA lagi. Ketika mengikuti masa orientasi mahasiswa baru di kampus, hanya bisa bengong saja mendengar dosen dan teman-teman berbicara menggunakan bahasa Inggris. Makanya, setelah memperhitungkan semua ini, saya tidak terlalu sakit hati ketika teman-teman dekat mendapatkan IP yang jauh lebih tinggi.

Ternyata, menyadari kondisi diri itu penting, asalkan dibarengi dengan semangat dan ketekunan untuk memperbaikinya. Diam-diam dirumah saya selalu meluangkan waktu belajar bahasa Inggris, mulai dari Tenses sampai kosa kata. Tenses saya belajar dari kamus-kamus murah yang berjudul satu miliar kosa kata. Dibagian tengah kamus tersebut ada bagian yang membahas tentang Tenses; selalu saya buka setiap kali menemukan kesulitan dengan Tenses. Untuk kosa kata, saya menerapkan satu hari satu kosa kata yang dihafal. Di atas satu kertas kecil saya tuliskan satu kosa kata, tetapi bersama dengan bentuk lain dari kosa kata tersebut, misalnya Beautiful, Beauty, dan Beautify, dan contoh penggunaannya dalam kalimat. Karena saya suka sekali bercermin, kertas kecil ini ditempelkan di cermin agar dalam satu hari sering dilihat dan bisa dihafal. Di akhir minggu, hafalan di diulang dari hari pertama beserta dengan contoh kalimat dan kalimat baru yang dibuat sendiri.

Saya juga sadar kalau bagaimana pun usaha belajar yang dilakukan, mungkin sulit untuk mengejar IP teman-teman dekat. Oleh sebab itu, saya tidak pernah ingin berkompetisi dengan mereka dan tidak mengangap mereka sebagai rival. Saya memilih menikmati proses belajar yang sedang dijalani sembari melihat-lihat peluang yang ada. Beruntung, dari awal kuliah saya sudah banyak mengikuti aktifitas organisasi dan mendorong diri untuk banyak menulis karya ilmiah. Semua aktifitas ini meruapakan cara saya untuk memberikan nilai tambah pada diri sendiri, jadi meskipun IP biasa saja, pengalaman lengkap di berbagai aktifitas. Namun, selalu tertanam dalam pikiran saya untuk menyelesaikan kuliah secepat mungkin, kemudian lanjut lagi terus sampai jenjang S3. Sekali studi, selesaikan sampai akhir dan secepat mungkin agar bisa mengerjakan hal yang lain. Studi S1 saya selesaikan kurang dari 4 tahun, S2 satu tahun, dan sekarang S3, semoga bisa diselesaikan dengan secepatnya juga.

Sepertinya, jika kita tetap berusaha memperbaiki diri tanpa harus merasa sakit hati dan membalas dengan mencaci kembali setiap orang yang merendahkan dan jauh melampaui kita, somehow dimasa depan ada waktunya Tuhan menempatkan kita di posisi yang lebih baik. Dulu, mau dapat IP 3.5 saja susahnya bukan main saat S1 di Indonesia, sekarang malah mendapatkan straight A’s studi di Amerika. Apakah itu berarti studi di Amerika lebih mudah? Rasanya tidak. Hanya saja, saya selalu teringat masa-masa bodoh sekali di bahasa Inggris, main catur kala pelajaran bahasa Inggris, dan lain sebagainya. Tetapi, saya harus membayarnya dengan belajar siang malam, berdiam diri, sampai ada hasil nyata yang terlihat. Teringat juga ketika melalui semester pertama studi S2 di Inggris, beberapa kali menangis karena tidak paham dengan apa maunya Professor dengan tugas paper yang dibuat. Namun ternyata, kesulitan itu yang membantu membuka pikiran saya dan mengajari saya tentang bagaimana menulis academic paper yang baik hingga membawa saya lanjut studi S3.

Terima kasih kesulitan.

Memang enaknya, biar direndahkan atau pun terlihat biasa saja, asalkan diam-diam berusaha keras dan tekun belajar kemudian menampar yang merendahkan dengan prestasi. Percayalah, mentari itu akan terbit lagi esok hari, lalu kembali terbenam, sama seperti hari ini. Apa yang kamu kerjakan itu yang akan membuat perbedaan.

Good Night!

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: sdsafadg I Twitter @01_budi | Instagram: sdsafadg

Posted in Bahasa Inggris

Belajar Gratis di “Sekolah TOEFL”

(Foto: PBEC Malang)
(Foto: Dinda/ PBEC Malang)

Hi semua. Kita akan buka program “Sekolah TOEFL” yang dilaksanakan online dan gratis. Program ini ditujukan untuk mereka yang ingin mengenal TOEFL dan ingin memperbaiki skor TOEFL untuk tujuan pendidikan atau pun pekerjaan. Mau ikutan?

Silahkan isi formulir pendaftaran di link ini.

Pendaftaran dibuka dari tanggal 18 – 24 Mei 2015. Belajar dimulai tanggal 25 Mei 2015. Bagaimana sistem belajarnya? Nanti akan ada petunjuk belajarnya saat kelas dimulai.

Sekedar gambaran, sistem belajarnya menggunakan Blog dan Whatsapp. Semua materi, tes, lembar kerja, daftar hadir, cara kumpulkan tugas, dan lain-lain akan tersedia di blog sdsafadg.com.Seminggu sekali siswa akan bertemu dengan Mentor di Whatsapp.

Walaupun masing-masing siswa mulai di waktu yang sama, kecepatan belajar akan berbeda bergantung dengan latar belakang individu berkaitan dengan TOEFL dan target yang ingin dicapai. Masing-masing siswa akan mendapatkan treatment berbeda sesuai dengan sejauh mana proses belajar yang dilakukannya.

Buat yang terbatas akses internetnya, tidak perlu khawatir. Materi dibuat seringan mungkin kapasitasnya dan bisa didownload agar bisa belajar offline, tapi tetap mengikuti sistem belajar dan kumpulkan tugas. Setiap minggu tugas siswa di cek, dan lain-lain.

Dua hal yang kalian perlu disini: Semangat dan Ketekunan. Saya siap membagi ilmu yang dimiliki tapi tidak akan berarti kalau siswanya tidak punya semangat dan ketekunan belajar. Skor TOEFL saya dulu awalnya rendah, tapi karena punya semangat dan ketekunan, membawa saya studi ke Inggris dan Amerika. Sampai ketemu di Sekolah TOEFL!!!

Berikut ini informasi resminya:

Halo Indonesia!
PBEC Malang dan Budi Waluyo (S3 Lehigh University dan Fulbright Scholar) mempersembahkan sebuah kolaborasi untuk Indonesia:
Sekolah TOEFL, program belajar TOEFL via online. Program ini terbuka untuk umum dan tentunya GRATIS!

Pendaftaran Sekolah TOEFL dibuka pada tanggal 18-24 setiap bulannya. Jika kalian terpilih sebagai peserta Sekolah TOEFL, maka akan menerima email konfirmasi dan diundang ke dalam grup WhatsApp Sekolah TOEFL.

Periode 1:
Pendaftaran: 18-24 Mei 2015
Pengumuman: 25 Mei 2015

Syarat pendaftaran:
1. Follow @PBECMalang dan @01_budi
2. Like Facebook Page PBEC Malang facebook.com/PBECMalang
3. Isi form pendaftaran bit.ly/sekolahtoefl

Salam,
PBEC Malang
Together We Make A Change!

Media Informasi PBEC Malang
pbecmalang.blogspot.com
www.facebook.com/PBECMalang
www.twitter.com/PBECMalang
pbecmalang@gmail.com
0856-4320-2440
BBM: 55278990

Media Partner:
@ayasMLGsaja @MahasiswaJatim @MahasiswaMLG @Event_Malang @AcaraMahasiswa @kabarMLG @HaloMalangCom @InfoKostMalang @SISWA_MALANG @AnakKostMalang @KAMPUS_MALANG @mahasiswaUM_ @infoub @eventmalang

– – – – – – – – – – –

Budi Waluyo I BBM 7DCB0622 I Line ID: sdsafadg I Twitter @01_budi | Instagram: sdsafadg