Testimoni Siswa

Raisa Roshifah Mahiroh, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta


(Foto: Raisa)
(Foto: Raisa)

Saya menjadi mahasiswa jurusan perbankan syariah di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta sejak tahun 2012. Awal kuliah saya masih berpikir apakah saya salah jurusan atau tidak karena banyak hal yang benar-benar membuat saya berpikir untuk pindah jurusan. Saat kuliah saya di hadapkan pada buku-buku internasional dengan bahasa inggris yang tebal yang membuat saya setengah menyerah. Dari pengalaman belajar bahasa inggris sejak SD, SMP, hingga SMA, saya termasuk orang yang belum pandai untuk bisa belajar bahasa inggris padahal materi bahasa inggris selalu sama dan saya masih tetap sama belum bisa sampai sekarang.

Di luar itu, saya tidak pernah belajar TOEFL diluar sekolah karena sekolah saat itu menjanjikan akan diadakannya tes TOEFL, namun tidak pernah terjadi karena penundaan sampai saya lulus sekolah. Buku-buku kuliah sedikit memotivasi saya walau hanya bisa mengerti intinya sampai saya ketemu denga Sekolah TOEFL yang di ajar sama mas Budi. Saat ini saya hanya mengandalkan sekolah TOEFL yang bisa membantu saya untuk belajar bahasa inggris secara keseluruhan. Terima kasih mas Budi dan tim sekolah TOEFL.

Bunga, Al-Azhar University, Kairo, Mesir


My campus (Foto: Bunga)
My campus (Foto: Bunga)

Assalammu’alaikum. Kenalkan saya Bunga , Asal Padang, Sumatera Barat, sedang menempuh Studi Sarjana di Al-Azhar, Kairo, Mesir dan Alhmdulilah sekarang tingkat Akhir. Disini saya sudah 4 tahun studi di jurusan Theology Islam dengan basic bahasa Arab. Di tahun 2011 saya mendarat di Cairo International Airport, menyusul hari-hari bergulir dengan cepatnya.

Bermula dari BC teman yang mengabarkan keberadaan Sekolah TOEFL-Tatkala saya masih sibuk-sibuknya mempersiapkan ujian akhir. Sangat tertarik, saya coba daftar. Berhasil! Masuk. Ikuti Aturannya. Pantau. Pahami. Kerjakan. Bertekad. Sungguh-sungguh. Dan alhamdulillah dari 5 excercice yang tertinggal bisa saya kejar berikut dengan QOTD-nya. Waktu di Mesir lebih lambat 5 jam dari Indonesia. Minggu adalah hari awal aktifitas orang-orang di Mesir, dan Jumat adalah tanggal merah mereka.

Saya selalu terkendala saat harus mengikuti Temu Online, perbedaan jam dan kesibukkan yang ada sungguh memberikan ujian tersendiri. Tapi saya yakin setiap kita punya kendala masing-masing dalam belajar di Skeolah TOEFL ini 😀 Lalu, sampai disitukah perjuangan kita? Sekolah mana yang bisa bikin kita punya banyak kenalan yang berasal dari seluruh Indonesia dengan beragam budaya? Sekolah mana yang ngasih kita ilmu dengan cuma-cuma? Sekolah mana yang ngasih kita suprise tiap harinya..Kalau bukan disini?

Yuk belajar memanage waktu dan menghargai ilmu. Kelak semua gerakan yang kita jalani, punya andil tersendiri yang dengan kesungguhuan tadi membuat hidup kita lebih berarti..

Anandita Rizaki, lulusan Universitas Gadjah Mada, Ibu Rumah Tangga


Bersama Putri saya Kayyisa (Foto: Anandita)
Bersama Putri saya Kayyisa (Foto: Anandita)

Perkenalkan, saya Anandita Rizki, salah satu siswi Sekolah TOEFL yang masuk ke dalam kategori ibu rumah tangga. Saya sudah menikah sejak awal kuliah dan memiliki anak sekitar semester 5. Tahun lalu saya lulus dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Pernah berstatus sebagai seorang student mom, saya merasakan sendiri bagaimana hectic-nya membagi waktu antara belajar dan berkeluarga. Bagi pekerja kantoran, tanggung jawab pekerjaan terbatas pada jam kerja – yah sekitar 8 jam per hari. Namun, bagi seorang Ibu – baik yang bekerja ataupun tidak bekerja – tanggung jawab menjadi seorang Ibu tidak terbatas : 24 jam per hari! Kami harus siap siaga setiap saat untuk keluarga, terutama untuk anak-anak. Apalagi hidup berkeluarga itu memang lebih rumit daripada hidup berorganisasi di kampus. (Tapi tenang aja…ga bakal serumit mengurai benang kusut kok, hehe). 

Saya ingin bercerita tentang kegiatan seorang ibu untuk memberikan gambaran pada kawan-kawan bagaimana susahnya mengalokasikan waktu bagi seorang ibu untuk belajar. Kalau orang normal tidur 6 jam per hari, untuk bisa belajar, seorang Ibu harus berusaha lebih keras. Being a mother and a student is challenging! Belajar tidak bisa di sambi dengan melakukan kegiatan lain. Bagi saya, belajar harus fokus. Jadi saya memilih untuk tidur sekitar 4-5 jam per hari dan bangun di pagi hari (sekitar jam 2)agar bisa fokus belajar selama dua jam per harinya. Belajar materi sekolah TOEFL juga seperti itu. Saya ada di kelas 450 yang jadwal tugas belajar mingguannya lebih lambat dibanding dengan kelas lain. Karena memang ingin ngebut belajar TOEFL  agar bisa segera mengajukan aplikasi beasiswa LPDP, jadi saya harus berusaha lebih keras lagi. Tugas mingguan kelas lain saya kerjakan. Jadi saya tidak perlu menunggu temu online selanjutnya. Saya cukup melihat dan mencocokkan jawaban exercise di luar jadwal minguan kelas saya pada bagian rangkuman temu online.

Saya senang mempelajari materi yang diberikan Mas Budi sangat runtut dan mudah dipahami, benar-benar langsung ke penguasaan skill untuk mengerjakan soal-soal TOEFL. Ditambah lagi, Mas Budi dan juga pengelola Sekolah TOEFL dan Komunitas Pemburu Beasiswa Malang benar-benar mendedikasikan waktunya untuk ‘melayani’ siswa Sekolah TOEFL. Top!

Puspa Siti Fatimah, Guru Fisika SMPIT Cikampek


(Foto: Puspa)
(Foto: Puspa)

Saya merasa senang sekali ketika ada sarana belajar, share dan care tentang TOEFL. Si saat semua orang di seluruh Indonesia berbondong-bondong ke Pare dengan finansial yang nggak sedikit, di sini saya bisa belajar gratis, dan mengasah ilmu yg sudah didapat di Pare. Tinggal bagaimana kemauan dan keistiqomahan dalam belajar itu, meski saya harus bergelut dengan tugas sekolah yg seabreg, justru dengan Sekolah TOEFL online ini jadi bisa share and care tanpa menyita waktu yang banyak, terima kasih mas Budi dan Team…

InsyaAllah ilmunya berkah. Amiin

Sendy Junesa, Universitas Negeri Jakarta


(Foto: Sendy)
(Foto: Sendy)

Perkenalkan saya Sendy Junesa saya telah berumur 19 tahun dan alhamdulillah sekarang saya sudah memasuki bangku perkuliahan dan sebentar lagi semester 3. Saya kuliah di Universitas Negeri Jakarta jurusan Matematika, prodi pendidikan Matematika. Saya juga bekerja setiap akhir pekan sabtu/minggu di tempat bimbel yang bernama BTA 8 Jakarta tepatnya di daerah Tebet, Jaksel. Awalnya saya tahu kalau ada sekolah TOEFL ini dari teman SMP saya yang nge share ke grup kalau bakalan ada sekolah TOEFL. Saya sangat tertarik sekali mengikuti sekolah TOEFL ini selain meningkatkan kualitas di bidang bahasa Inggris, saya juga ingin memperbaiki score toefl.

Saat bulan Oktober 2014, saya melakukan tes TOEP (kalau kata Universitas saya itu merupakan bagian dari TOEFL). Benar kan kak? Hehe) setelah saya ikut tes tersebut hasil scorenya 417 dan menurut saya itu masih jauh dari harapan saya yg mengingnkan score >500. Apalagi dalam percakapan saja bahasa Inggris saya masih kurang menguasai. Dan akhirnya saya mengikuti sekolah TOEFL ini dengan harapan saya bisa memperbaiki bahasa Inggris saya serta dapat kuliah S2 di luar negeri dan mendapatkan beasiswa aamiinn karena sejujurnya saya anak Bidik Misi di Universitas saya hehe..

Piki Setri Pernantah, S.Pd, Universitas Negeri Padang


Tower Kobe, Jepang (Foto: Piki)
Tower Kobe, Jepang (Foto: Piki)

Saya baru tersadar akan pentingnya TOEFL dua tahun menjelang akan wisuda Sarjana September lalu. Beriringan dengan mimpi saya untuk bisa studi ke Negeri Kincir Angin. Padatnya aktivitas kuliah dan berbagai organisasi yang saya geluti. Membuat saya agak kesulitan untuk mengatur waktu agar bisa course TOEFL. Jadi saya memilih untuk belajar secara mandiri. Tetapi resiko belajar mandiri ya begitu banyak kesulitan yang saya alami. Saya belum pernah ikut kursus TOEFL secara intensif di lembaga manapun. Tak heran bila saya sangat lemah sekali dalam materi Structure & Written Expression. Sekolah mas budi ini sangat membantu saya. Terutama di Jepang ini saya masih belajar secara mandiri. Saya benar-benar merasakan perubahan yang signifikan. Awalnya menjawab soal TOEFL bagian ini tebak-tebakkan saja, sekarang saya sudah mulai bisa menganalisis soal dan menjelaskan sedikit alasannya kenapa harus memilih jawaban ini. Meskipun terkadang masih ada yang salah. Semua berproses dan saya akan menjalankan proses itu dengan sebaik-baiknya demi meraih mimpi saya. Terima kasih mas budi. Terima kasih sahabat TOEFL 450.!

Rahajeng Pujiani, STIE PERBANAS Surabaya


(Foto: Rahajeng)
(Foto: Rahajeng)

Halo temen-temen di seluruh Indonesia, perkenalkan nama saya Rahajeng dan biasa dipanggil Ajeng. Saya lulusan dari STIE PERBANAS SURABAYA pada tahun 2014 dengan mengambil jurusan Manajemen Pemasaran. Saat ini saya sedang bekerja di perusahaan retail sebagai Marketing di salah satu mall di Sidoarjo. Alhamdulillah saya bekerja di bidang dimana sama seperti saya mengambil jurusan tersebut di bangku kuliah, banyak bertemu dengan orang baru dengan karakter yang berbeda itu sungguh menyenangkan.

Seiring berjalannya waktu saya menyadari bahwa belajar bahasa inggris itu sangat penting dan dibutuhkan untuk di masa depan, bukan untuk gaya-gayaan. Saya mengetahui sekolah TOEFL ketika saya mulai memfollow akun twitter kak Budi Waluyo di @01_budi , nah saya dari situ langsung berfikir dan sesegara mungkin untuk mendaftarkan diri saya untuk mengikuti sekolah TOEFL gratis ini, karena memang ini merupakan salah satu kesempatan bagi saya untuk meningkatkan skill saya dalam berbahasa inggris dengan cara yang baik dan benar. Sekolah TOEFL online ini adalah salah satu jalan dimana saya dan teman-teman yang lain dapat mengembangkan skill dalam berbahasa inggris, dan tentunya supaya bisa mendapatkan score TOEFL/IELTS dengan lebih bagus lagi.. Kesempatan yang ada tidak akan pernah datang dua kali, Dare to big dream, do not be afraid. This is our chance to make our dreams come true.  Untuk Teman-teman yang lainnya, tetap semangat dan tekun yaa.. cause you are what you think, so think positive and keep going!!! Semangat.. Bismillah.. Sukses untuk kita semua.. Aamiin Ya Robbalallamin.

Naqiyyah, Universitas Islam Sultan Agung Semarang


(Foto: Naqiyyah)
(Foto: Naqiyyah)

Assalamualaikum saya Naqiyyah, saya senang sekali bisa bergabung, berteman, dan berdiskusi dengan teman dari berbagai penjuru indonesia. Ada yang dari Aceh, Makasar, Cirebon, Semarang, dan lain-lain. Kesempatan langka yang ternyata sangat mudah saya dapatkan setelah mendaftar pada sekolah toefl by Mr. Budi Waluyo. Sangat mengejutkan pula, ternyata banyak hal yang belum saya ketahui dari pembahasan soal-soal toefl.

Alhamdulillah dengan teman-teman yang ramah dalam bermusyawarah, admin yang humble, dan Mr. Budi yang sabar dan hebat dalam diskusi sekolah toefl, saya merasa sangat beruntung telah menjadi keluarga besar sekolah toefl ini. Harapan saya untuk mendapatkan nilai toefl yang tadinya 457 bisa sampai 500. Nilai toefl sangat penting untuk memasuki perguruan tinggi negeri, dan jenjang karir pula. Jadi, dengan sekolah toefl yang gratis tanpa biaya, tanpa menyita banyak waktu, kita bisa bersekolah dengan cara yang menyenangkan.

Naviel Mahkail Haikal, Malang


(Foto: Haikal)
(Foto: Haikal)

Perkenalkan saya haikal umur 19 dari malang sekarang lagi merantau ke Jakarta dan Kuliah di Politeknik Manufaktur ASTRA, prodi Teknik Alat Berat. Sebelumnya makasih sudah mau buka dan mengajar kita di sekolah TOEFL ini. Jadi ada sarana buat belajar bahasa inggris dengan lebih detail. Jujur saya kalau mengerjakan soal bahasa inggris selalu pakai feeling, melihat jika pengucapannya enak (at least menurut saya) maka itu jawaban yang benar. Saya tidak paham grammar, pelajaran bahasa inggris dari sd sampai smk pun hanya paham sedikit. Sumber saya belajar bahasa inggris dulu hanya dari game RPG, kartu Yugi-Oh, film dan manga one piece yang translate nya bahasa inggris. Ya saya hanya memperkaya kosakata tanpa tau bagaimana susunan kalimat yang benar dan salah. Tapi semenjak ada sekolah toefl ini saya mulai terbiasa untuk membuat alasan kenapa jawaban yang tidak saya pilih itu salah dan kenapa jawaban yang saya pilih itu benar.

Jamilatul Munawarah, Universitas Airlangga, Surabaya.


(Foto: Mila)
(Foto: Mila)

Perkenalkan nama saya Jamilatul Munawarah, biasa disapa Mila. Saya adalah mahasiswa semester 4, Universitas Airlangga. Setiap kali mendengar kalimat TOEFL, saya langsung teringat dengan skor TOEFL yang masih jauh dari harapan. Mimpi untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri suatu saat nanti menjadi motivasi terampuh saat ini. Sebenarnya keinginan untuk meningkatkan skor TOEFL sudah terbayang sejak dulu, namun keinginan hanyalah tinggal keinginan jika tak dibarengi dengan usaha untuk mencapainya. Ya, faktor penyebabnya adalah kurangnya usaha yang kuat. Hal ini yang terjadi pada saya, skill structure yang masih ‘belepotan’ apalagi skill-skill lainnya.

Nah, di Sekolah TOEFL online ini saya merasa menemukan harta karun yang begitu berharga, harta karun yang harus saya maksimalkan keberadaannya. Bayangkan saja, siswa di Sekolah TOEFL ini langsung diajari oleh mentor yang begitu hebat, Mr. Budi, fasilitator yang dengan sabarnya memberikan informasi untuk para siswa. Belum lagi sistem belajarnya yang sangat memudahkan para siswa untuk memahami materi TOEFL, dan satu lagi yang menjadi favorite saya yaitu QOTD (Question of The Day) dan ‘article lunch’ (istilah yang saya buat sendiri hehe) yaitu saatnya membaca artikel untuk menambah wawasan. Saya sangat terbantu dengan sistem seperti ini, setiap hari seperti ada yang mengingatkan untuk selalu keep in touch with TOEFL.

Siti Nur Hasanah, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)


20150614_112401 (1)
(Foto: Siti Nur Hasanah)

Hallo, perkenalkan nama saya Siti Nur Hasanah (biasa dipanggil Sanah), mahasiswa program studi Pendidikan IPA di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Saat ini saya sedang mempersiapkan ujian akhir semester 6, KKN, dan PPL yang tinggal menghitung hari. Saya senang ketika mendapat informasi dari teman dan grup Pemburu Beasiswa bahwa akan diadakan Sekolah TOEFL online dan pastinya gratis.. Hehe.. Apalagi mentornya kak Budi yang menurut saya sangat inspiratif dan yang paling penting beliau tidak pelit berbagi ilmu. Saya mulai tertarik dengan dunia perburuan beasiswa setelah membaca “Smart Tweets for Scholarship Hunters” yang waktu itu di upload temen saya di grup salah satu organisasi yang saya ikuti. Berawal dari situ saya mulai sangat tertarik dan semangat untuk mencari informasi-informasi beasiswa S2 dan S3 baik di dalam maupun di luar negeri. Dari sekian banyak informasi beasiswa yang saya dapatkan, persyaratan umum dan bisa dibilang wajib untuk calon pelamar beasiswa adalah skor TOEFL dan sejenisnya yang menurut saya cukup tinggi.

Selama mengikuti Sekolah TOEFL, kesulitan dan tantangan utama yang saya hadapi adalah sulitnya membagi waktu antara belajar TOEFL, mengerjakan tugas akhir semester yang cukup banyak, menyelesaikan PKM yang “kurang berjalan lancar”, menyiapkan KKN yang tinggal beberapa hari, dan menyelesaikan proposal skripsi yang harus segera dikumpulkan. Untungnya, saya tidak bisa “mengabaikan” setiap pesan yang masuk di HP, sehingga setiap kali obrolan di grup WA aktif saya selalu membaca pesan dan komentar teman-teman. Pesan-pesan tersebut membuat saya merasa selalu diingatkan bahwa saya punya tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas-tugas di Sekolah TOEFL dan disadarkan bahwa saya harus memperbaiki kemampuan bahasa Inggris saya, agar saat membaca artikel-artikel berbahasa Inggris tidak lagi pusing.

 

Advertisements

One Comment

  1. Luar Biasa!
    banyak yg meraih apa yg tdk pernah di bayangkan mereka sebelumnya.
    Melalui Sekolah TOEFL ini sy harap sy bisa mengatasi keterbatasan sy dan mencapai mimpi sya.
    Amin. GBU More Ka Budi and Sekolah TOEFL team!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s